web

PKL Depan Eks PG Colomadu Direlokasi

Selamatan pindahan pedagang kaki lima Eks Pabrik Gula Colomadu

Karanganyar, Selasa (17/10/2017)

Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Eks Pabrik Gula (PG) Colomadu direlokasi ke sebelah utara di kawasan Sumur Bor, Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Selasa (17/10) pagi.

Prosesi pindahan itu terlihat sederhana. Dimulai dari Kantor Kecamatan Colomadu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut berjalan kaki sepanjang 300 meter dengan puluhan pedagang, diiringi reog Ponorogo.

“Jumlah PKL yang pindahan sebanyak 38 pedagang. Dan sebelumnya telah disosialisasikan selama dua kali. Pindahan ini juga disediakan berbagai fasilitas, listrik dan air bersih,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Waluyo juga meminta kepada pedagang tanggal 20 Oktober 2017, tempat berjualan yang lama sudah bersih untuk dipindahkan semua. Selain itu juga pedagang bisa pasang bongkar tenda sendiri ditempat yang baru.

“Di tempat yang baru, Jam 15.00 WIB bisa berjualan, dan jam 23.00 WIB sudah bersih atau dibongkar sendiri tendanya,” kata Waluyo Dwi Basuki.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan proyek revitalisasi eks Pabrik Gula Colomadu yang dianggarkan BUMN sebesar hampir Rp. 2 triliun mempunyai daya tarik yang bagus, apalagi disini dekat dengan Bandara Adi Sumarmo.

“Even nasional dan internasional bisa di situ. Letaknya juga strategis. Maka disini ditata lebih bagus,” kata Bupati Karanganyar.

Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati, bila waktu kuliner mulai buka, maka jalan disini akan ditutup, dan disediakan hiburan gratis seperti musik keroncong dan campur sari.

“Nanti akan disiapkan tenda dan gerobaknya, agar menarik. Tadi juga sudah diberi sedikit bantuan dana,” kata Bupati.

Ditempat yang sama, Pimpinan CV Sinergi, Edison Suardi, mengatakan revitalisasi eks PG Colomadu itu mencapai enam tahapan. Saat ini untuk tahap satu icon pabrik dimunculkan dan menghabiskan dana sekitar Rp. 180 Miliar.

“Tembok depan akan dipugar. Nantinya dibuat tralis, sehingga bangunan bisa terlihat dari luar,” kata Edison Suardi.

Dari tahap ke tahap, lanjut Edison, memakan waktu sekitar dua tahun. Sedangkan konsep yang dimunculkan adalah bertema heritage.(pd)

Read More
IMG_2356

Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Read More
web

Tebu Manten Wujud Selamatan Giling PG Tasikmadu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan satu batang tebu kepada karyawan PG Tasikmadu sebagai rangkaian acara Tebu Manten, Jumat (28/04).

Karanganyar, Jumat (28/04/2017)

Iring-iringan reog, sepasang tebu manten yang dibawa satu pria, satu wanita dengan di dandani layaknya pengantin, dan dibelakangnya sekitar 31 batang tebu, di arak dari rumah besaran menuju Rumah Dinas Administratur Pabrik Gula (PG) Tasikmadu avdeling Colomadu sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (28/04) menandai selamatan giling.

Rombongan dalam jumlah banyak itu berjalan pelan dan sepanjang jalan masyarakat sekitar telah menunggu, dan ada pula yang mengabadikan gambar lewat telepon pintarnya. Selanjutnya, rombongan memasuki lingkungan PG Tasikmadu dari pintu utara menuju halaman tengah.

Sepasang “pengantin” yang masing-masing membawa satu batang tebu diberi nama Bagus Udahani untuk pria, yang diambilkan dari kebun Desa Karangmojo, dan Roro Manis Warastika, dari Kebun di Desa Kalijirak.

Kemudian dibawa masuk menuju halaman Rumah Dinas Administratur PG Tasikmadu. Selanjutnya, dibawa masuk ke tempat mesin giling di dalam pabrik, untuk menandai musim giling tahun 2017.

Sementara itu, Administratur PG Tasikmadu avdeling Colomadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan acara itu sebagai selamatan giling, setiap tahun jatuh di Jumat Pon.

“Makna dari nama tebu manten itu sebagai perpaduan tebu petani dan tebu PG Tasikmadu dapat menghasilkan kristal yang manis sebanyak-banyaknya. Seperti target ditahun ini mengiling tebu 320 ribu ton dan rendemen sasaran 7,3,” kata Teguh Tri Nugroho.

Dikatakan pula, untuk revitalisasi pabrik diharapkan meningkatkan kapasitas dari 3050 ton digiling setiap hari jumlah tebu menjadi 4000 jumlahnya. Revilitalisasi itu baru dalam proses, dan sumber dana yang baru diajukan perhitungannya Rp. 350 Miliar.

“Sasaran total satu musim selama 105 hari giling, sebesar 14 ribu ton,dibandingkan tahun lalu ada kenaikan 30 persen, yang hanya 8000 ton,” katanya.

Pada acara tebu manten itu, tampak hadir Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah tamu undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

“Secara historis berdirinya PG Tasikmadu dan Colomadu, KGPA Mangkunegoro IV sangat cerdas dar visi ekonomi karena jaman itu sudah punya pabrik sangat besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga mengusulkakn pabrik ini juga dapat dijadikan tempat wisata, selain Sondokoro. Orang berwisata juga bisa masuk pabrik, melihat dari dekat mesin-mesin pengilingan gula.

“Di sisi utara pabrik nanti akan ditata lebih menarik, pasar burung juga akan dipindah berdekatan dengan Pasar Nglano,” katanya.(pd)

Read More
web

Peletakan Batu Pertama, Tandai Revitalisasi Eks PG Colomadu

Menteri BUMN, Rini Soemarno, meninjau eks Pabrik Gula Colomadu, Sabtu (08/04) pagi.

Karanganyar, Sabtu (08/04/2017)

Peletakan batu pertama oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, menandai dimulai pembangunan revitalisasi eks Pabrik Gula Colomadu, di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (08/04) pagi.

Eks Pabrik Gula Colomadu akan dibangun convention hall, pusat souvenir, heritage gallery, heritage giftshop, heritage souvenir, pertokoan, restoran, parkir, taman, dan  cafe.

Tampak hadir pada acara tersebut,Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

“Sudah lama saya bertanya, kayaknya sudah setahun, kapan ini bisa dibangun, akhirnya sinergi BUMN bisa revitalisasi eks Pabrik Colomadui ini,” kata Rini Soemarno.

Dengan bangunan eks Pabrik Gula Colomadu yang bersejarah itu, pihaknya ingin memberikan karakteristik tersendiri untuk menarik peminat datang kesini. Mimpi nya untuk Colomadu sebetulnya bagaimana bisa jadi pusat seni budaya untuk Jawa Tengah.

“Di eks Pabrik Gula Colomadu harus bisa mendatangkan seniman nasional dan internasional, Convention Hall mampu menampung minimal 3000 orang, dan pengeras suara baik,” katanya.

Dia menargetkan akhir tahun ini selesai, dan bulan Januari sudah bisa dimulai, siapa yang manggung disini dari  Internasional, dan nama Colomadu bisa terkenal di Internasional. Bukan hanya selesai saja, namun harus segera ada kegiatan.

“Tujuan ada Convention Hall untuk pusat budaya, dan tentu masih dipertahankan mesin, boiler, akan ditata menjadi objek wisata, dan dibuat menarik,”katanya.(pd)

Read More
kra

Fabriek Fikr 2 Manfaatkan Ruang Bekas PG Colomadu

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Minggu (20/11/2016)

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar, seperti di atas bekas mesin giling dan tempat yang dulu digunakan pabrik yang berdiri tahun 1861 itu.

Tahun ini, ada pertunjukan dance performance  tentang sekelompok anak muda Papua, selain latihan menari, mereka juga harus berlatih memasak untuk hidup hemat di Jakarta. Pada pertunjukan ini, di dalam ruang pabrik PG Colomadu, mereka menggelar cara-cara berlatih memasak, mulai dari cara tradisional, yang disebut Bakar Batu Papua, hingga ketrampilan memasak kuliner modern.

Ada pula pertunjukan Painting Performance, bila di Singapura berbentuk pertunjukan melukis tunggal, maka di Fabriek Fikr 2 ini, Sardono W Kusuma melibatkan empat hingga lima orang pelukis muda yang melukis interaktif dengan tiga penari yang ketika bergerak, rambut panjangnya akan berubah menjadi kuas yang mencambuk kanvas dan melelehkan warna-warna.

Selain itu ada Pantomime, di Fabriek Fikr tahun ini,sekelompok aktor pantomime merefleksikakan peristiwa yang disorot oleh Charlie Chaplin pada masa tersebut di atas mesin Pabrik Gula Colomadu.

Pertunjukan visual Video Mapping  dengan memanfaatkan tembok besar bangunan PG Colomadu yang mengangkat tema Pabrik dan Dimensi. Dibagian dalam pabrik, dinding disepanjang ruang Stasiun Masakan diisi dengan visual video mapping bertema Water and Particle . Sementara itu diruang listrik, bertema Cosmic and Electric           

Selanjutnya adapula Expanded Cinema, dengan mempertunjukan film-film karya Sardono W Kusuma, berbicara tentang dokumentasi kehidupan seni dan upacara adat di beberapa tempat yang dibuat tahun 1968 hingga 1973, seperti Nias, Batak, Jakarta, Bali, Keraton Surakarta, Candi Borobudur, Paris dan Osaka.

Kemudian Tony Broer, kali ini mendirikan tenda di dalam Pabrik. Dia ingin mengurung tubuhnya di dalam sebuah ruang, selama 10 hari, menikmati prosesnya hidup di ruang yang begitu kecil hingga pertunjukan tiba.

Sardono W Kusuma, saat dijumpai di lokasi, Sabtu (19/11) mengatakan tahun ini setelah Fabriek Fikr 1 Tahun 2015 mengadakan pertunjukan lagi. Berbeda dengan tahun lalu,  tahun ini ditampilkan proses bagaimana orang teater bekerja.

“Seperti prosesnya ditampilkan lukisan, bagaimana pelukis bekerja. Memberikan ruang anak-anak muda kreatif. Pertunjukan dibuka dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB,” katanya.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik, mengatakan di ranah global kreatifitas sudah menjadi sumber pendapatan baru buat berbagai bangsa untuk maju perekonomian. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber kreatifitas yang beragam.

“Tugas besar kita adalah secara terencana bisa membentuk ekosistem hadirnya kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional, itu sungguh menarik,” katanya.

Badan Ekonomi Kreatif ingin mendukung sesuatu yang sudah dirintis oleh pelaku setempat itu sendiri,supaya berkelanjutan. “Jangan menciptakan yang baru menyaingi apa yang sudah dirintis oleh pelaku itu sendiri, tapi kita mendukungnya,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan banyak pemikiran-pemikiran yang luar biasa.

“Masih ingat dalam benak saya, seperti yang pernah dikatakan Mas Don (Sardono W Kusuma), untuk membangun sebuah theater tidak perlu membangun gedung yang mewah dan megah, tapi justru seperti hal ini menjadi sebuah budaya dengan menampilkan seni dari berbagai daerah,” katanya.

Selain itu, dengan acara ini orang yang tidak paham seni secara bagus harapannya dengan adanya pertunjukan ini, bisa hadir dan menikmati karya seniman-seniman.pd

Read More
DSC_4323

Tebu Temanten, Tandai Musim Giling Tebu PG Tasikmadu

Sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Sepasang tebu temanten masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (13/05/2016)

Arak-arakan sepasang tebu temanten sudah terlihat sejak pukul 06.300 pagi, dan ratusan warga berkerumun menyaksikan prosesi awal dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/05).

Sedangkan sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu. Dibelakangnya terdapat 14 pasang  batang tebu setinggi dua meter.

Mereka diarak dari sisi barat menuju sisi utara PG Tasikmadu, kemudian masuk ke halaman rumah Administratur. Selanjutnya dibawa masuk ke mesin penggilingan. Semua prosesi itu merupakan kelanjutan selamatan giling dengan sesaji tujuh kepala kerbau dan berbagai macam ubo rampe yang dihelat sehari sebelumnya.

Ditemui disela-sela acara acara tersebut, Administratur PG Tasikmadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan, prosesi itu tetap dilestarikan sejak pabrik gula berdiri tahun 1871.

“Biasanya tebu yang masuk ke PG Tasikmadu berasal dari enam lokasi ladang, yakni di Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, Gorbongan, Sukoharjo, dan Karanganyar,” kata Teguh Agung Tri Nugroho.

Dia juga menjelaskan, recana giling tahun ini sebesar 3,5 juta kuintal dengan sasaran rendemen (kadar gula dalam tebu) mencapai delapan persen. Naik satu persen dari tahun kemarin.

“Ini merupakan upaya kami untuk membangun kejayaan gula. Tahun ini harapannya tebu yang masuk pabrik gula tidak ada pucukan, bung, kotoran dan maskimal 24 jam harus bersih, dan betul-ebtul yang sudah tua,” katanya.

Dia juga menambahkan, PG Tasikmadu tahun ini mencoba mengadakan percontohan di lahan seluas 100 hektar. Berada di wilayah Karanganyar, Boyolali, dan Wonogiri.

“Seolah-olah dilakukan demplot, agar produktivitas naik, dari 62 ton agar bisa mencapai 80 ton,” katanya.pd

Read More
DSC_0222

Rohadi : “ Seniman itu akan terus berkembang, manakala ada partisipasi dari masyarakat”

kominfo

Cabut Tebu : Wakil Bupati Karanganyar H. Rohadi Widodo mengangkat sebatang tebu pada Tari Sugar Mill sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Rakyat di eks PG. Colomadu (20/11 s/d 22/11/2015)

Karanganyar, Selasa 24 November 2015

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar bekerjasama dengan Para Seniman dari berbagai latar budaya berbeda menggelar Festival Budaya Rakyat yang tertuang dalam pertunjukkan Sardono’s Restrospective bertajuk Fabriek Fikr.

Dalam laporannya Kepala Diparbud Karanganyar, Tarsa mengatakan bahwa kegiatan ini satu sisi menampilkan budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Karanganyar disisi lain adalah Eks Pabrik Gula Colomadu diharapkan sebagai Situs di Kabupaten Karanganyar maupun Nasional meskipun keadaannya sudah tidak beroperasi lagi masih tetap kami pertahankan sebagai cagar budaya.

“ Kami mengucapkan terima kasih kepada Sardono W. Kusumo atau yang lebih akrab dipanggil Mas Don seorang Seniman sekaligus Koreografer yang membina murid-muridnya di ISI Surakarta dan sekarang menjadi Rektor IKJ. Yang mana pada kesempatan ini akan menunjukkan berbagai festival seni dan budaya yang terlahir dari rakyat di lokasi Eks Pabrik Gula Colomadu selama tiga hari terhitung pada Tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015. Ini merupakan salah satu kegiatan yang mengangkat Eks PG. Colomadu dapat dikenal dunia sebagai salah satu Situs Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar,” terang Tarsa dihadapan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Jajaran SKPD Karanganyar, Pengusaha Wawan Setiawan Lukminto, Para Peserta Festival Budaya rakyat serta warga masyarakat yang akan menyaksikan pertunjukkan festival.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan bahwa Festival ini telah dirancang selama 1,5 tahun oleh Mas Don, semoga dapat lebih membuka wilayah Solo raya melalui Kabupaten Karanganyar.

“Acara ini sudah dirancang 1,5 tahun oleh Mas Don, dan itu waktu yang sangat luar biasa. Muah-mudahan Festival yang digelar ini dapat semakin membuka wilayah Solo raya melalui Karanganyar yang kita cintai ini,” harap Wabup saat menyampaikan sambutannya.

Ia juga mengatakan Kabupaten Karanganyar sebagai satu wilayah yang maju dalam perindustrian.

“Tahun 1861 Kabupaten Karanganyar telah memiliki dua pabrik gula yakni Pabrik Gula Colomadu dan Tasikmadu sebagai wilayah yang perindustriannya maju pesat dan belum ada di kab/Kota lainnya. Dan semoga dengan digelarnya festival di Eks PG Colomadu ini, kami selaku Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama-sama dengan Para Seniman dapat menunjukkan berbagai pertunjukkan tari kontemporer yakni pertunjukkan yang merakyat yang dilahirkan dari masyarakat. Karena Seni itu akan terus berkembang manakala ada partisipasi dari masyarakat. Mudah-mudahan dengan pertunjukkan seni akan dapat menggerakkan perekonomian yang ada di kabupaten Karanganyarkhususnya dan Solo raya pada umumnya,” tutur Wabup saat membuka Festival Budaya Rakyat yang disambut tepuk tangan hadirin.

kominfo

Pertunjukkan Tari Payung dari Jaten, Karanganyar

????????????????????????????????????

Tarian dari Papua

Kegiatan Festival Budaya Rakyat ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015 berlokasi di Eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar yang mengikutsertakan Penari Papua, Penari Sarimpi, Penari Hip Hop, komputerisasi Music Elektronik dan pemutaran Film. Ind/ft

 

Read More
DSC_0078 copy

Tebu Temanten, Tandai Musim Giling Tebu PG Tasikmadu

Prosesi arak-arakan tebu temanten untuk menandai awal musim giling tebu PG Tasikmadu, Karanganyar

Prosesi arak-arakan tebu temanten untuk menandai awal musim giling tebu PG Tasikmadu, Karanganyar

Karanganyar, Senin (27/04/2015)
Arak-arakan sepasang tebu temanten sudah terlihat sejak pukul 06.00 pagi, dan ratusan warga berkerumun menyaksikan prosesi awal dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (24/04).
Sedangkan sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Iksuprobo untuk laki-laki, diambil dari kebun di Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, dan pengantin putri di beri nama Roro Sikartini Maduretno, diambil dari kebun di Kali Jirak, Tasikmadu. Dibelakangnya terdapat 14 pasang batang tebu setinggi dua meter.
Mereka diarak dari sisi barat menuju sisi utara PG Tasikmadu, kemudian masuk ke halaman rumah Administratur. Selanjutnya dibawa masuk ke mesin penggilingan. Semua prosesi itu merupakan kelanjutan selamatan giling dengan sesaji tujuh kepala kerbau dan berbagai macam ubo rampe yang dihelat sehari sebelumnya.
Staf Libang PG Tasikmadu, Mahfud, mengatakan PG Tasikmadu mengambil tebu dari tujuh lokasi ladang, yakni di Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, Gorbongan, Sukoharjo, dan Karanganyar.
“Produktivitas tebu pada musim ini ditarget 649 kuintal per hektar, dari total luas ladang 6.487 hektar. Tahun lalu hanya 642 kuintal per hektar,” kata Mahfud.
Dengan menghitung produksi total tebu sebanyak 4.209.650 kuintal tebu dengan tingkat rendemen 6,8 persen, diperkirakan akan menghasilkan kristal tebu seberat 286.428,46 kuintal. pd

Read More
DSC_0091

Di Karanganyar Terdapat 37 Benda Cagar Budaya

Karanganyar, Selasa (13/01/2015)

Candi Sukuh merupakan salah satu Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Candi Sukuh merupakan salah satu dari 37 Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Di wilayah Kabupaten Karanganyar terdapat 37 Benda Cagar Budaya (BCB) Tak Bergerak. Kesemuanya itu berupa Situs, Candi, Pabrik, Rumah tinggal, Gedung, Makam, Masjid, dan Stasiun. Dari daftar BCB itu sampai dengan Desember tahun 2011, terbagi pula kedalam jenis periode Prasejarah, Klasik, Kolonial, maupun Islam.

Menurut Kelapa Seksi (Kasi) Museum, Sejarah Kepurbakalaan, dan Nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Ismu Suprihatin mengatakan ke 37 BCB yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar itu sudah ada nomer inventaris nya.

“Bahkan untuk Candi Sukuh di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Ceto di wilayah Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, sudah di tetapkan melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2007,” kata Ismu Suprihatin, Senin (12/01) saat di temui di Kantornya.

Ismu menjelaskan ke 37 Benda Cagar Budaya itu antara lain Situs Matesih, Candi Sukuh, Candi Ceto, Situs Menggung, Situs Cemara Bulus, Candi Planggatan, Situs Plosorejo. “Ada lagi situs Watu Kandang, Pabrik Gula Colomadu, Situs Magallitik Plumbon, Situs Sangiran, Candi Ketek, Makam Nyi Ageng Karang, Situs Giyanti, Stasiun Palur, Makam Syeh Maulana Magribi, Astana Magadeg,” jelasnya.

Lebih lanjut masih terdapat pula Makam BPH Suryanagara, Makam Pangeran Benowo, Masjid Al Yahya, Stasiun Kalioso, Petilasan Watu Gilang, Masjid Jami Karangmojo, Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Balai Pertemuan PG Tasikmadu.

Dikatakanya lebih lanjut, juga termasuk Komplek Rumah PG Tasikmadu, Gedung Keamanan PG Tasikmadu, Balai Pengobatan PG Tasikmadu, Astana Randusongo, Rumah Joglo Pelet Gedong Karangmojo, Pegadaian Karanganyar, Bekas Rumah Kawedanan Karanganyar, Situs Candi Buntar, Masjid Darul Muttaqim Kaliboto, Makam Derpoyudo, Asatana Girilayu, dan Stasiun Kemiri.pd

Read More
DSC_0167 copy

Tebu Manten Awali Musim Giling

Karanganyar, Jumat (09/05/2014)

Tebu temanten awal dimulainya musim giling

Tebu temanten awal dimulainya musim giling

Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar setiap akan giling diadakan acara tebu temanten yang merupakan sepasang tebu. Untuk laki-laki diberi nama Bagus Sarkoro, diambilkan dari lahan Langenharjo, sedangkan perempuan Roro Ayu Manis Probo, dari Suruh.
Berdasarkan cerita, riwayat upacara tebu temanten diawali ketika PG Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro IV pada tahun 1871, setiap menjelang giling selalu diadakan upacara selamatan bagi seluruh karyawan.
Agar menarik, acara itu dikemas seperti secara meriah layaknya perhelatan, namun karena yang mempunyai hajad pabrik gula, maka pasangan temanten secara simbolis berwujud sepasang tebu, kemudian dikenal dengan istilah “Tebu Temanten”.
Upacara diawali pemberangkatan tebu temanten dari rumah dinas kepala tanaman menuju besaran. Setelah laporan ke administratur, selanjutnya tebu temanten digiring menuju stasiun gilingan untuk dilakukan pengilingan tebu.
Pada tahun ini yang diadakan pada Jumat (09/05) jam 06.30, kegiatan tersebut terlihat sangat meriah dan dihadiri ribuan masyarakat berbondong-bondong untuk melihat prosesi budaya. Terlihat juga Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Muspida dan beberapa kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.
Selain itu, juga diarak 15 batang tebu yang sudah berumur satu tahun dan tinggi sekitar dua meter untuk digiling secara simbolis. Nantinya PG Tasikmadu mulai proses giling tebu pada 17 Mei 2014.
Bupati Juliyatmono menuturkan kegiatan ini merupakan tradisi budaya dan warisan yang bernilai tinggi sejak 143 tahun yang lalu.
“Sungguh luar biasa tahun 1871, bangsa ini sudah berpikir tentang industrialisasi seperti adanya PG Tasikmadu. Ini warisan budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan,” tandasnya. pd

Read More