DSC_9631

Sidak Daging, Tak Temukan Daging Tidak Layak Konsumsi

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Karanganyar, Kamis (23/06/2016)

Tim inspeksi mendadak (Sidak) gabungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi (Disnakkeswan) Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, tidak menemukan daging yang tidak layak konsumsi, Rabu (22/06).

Sidak gabungan itu menyisir tempat jualan pedagang daging sapi, ayam dan ikan di Pasar Palur, Kecamatan Jaten. Satu per satu, lapak jualan didatangi petugas untuk diperiksa kandungan pH di dalam daging dengan mengunakan alat.

Staf Bidang Keswan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Fathurrahman, mengatakan petugas masih menoleransi kualitas daging meski kandungan airnya berlebih.

“Hasilnya tadi daging masih layak dikonsumsi, karena kandungan pH air di bawah 6. Namun tadi ada sedikit pedagang yang menjual di batas  6. Normalnya pH 5,4 sampai 5,8 ,” kata Fathurrahman, seusai sidak.

Biasanya ayam, lanjutnya, dicelup ke dalam air kemudian disajikan, ketika sudah kering, ayam kembali di celup agar terlihat segar dan cerah. Jika sering dicelup dalam dua sampai tiga hari daging menjadi menghitam.

“Hal itu tidak boleh, karena justru menabah bobot daging. Justru daging kering dapat awet tahan lama,” katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kasi Pengujian Bahan Asal Hewan Balai Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Jawa Tengah, Haryono, meminta agar para pedagang menjaga kebersihan diri dan tempat jualan.

“Kantung plastiknya sebaiknya yang bening. Jangan berwarna hitam karena bisa mengontaminasi daging. Jerohan dengan daging jangan dicampur. Dikhawatirkan, air tirisan jerohan yang penuh bakteri itu masuk ke daging,” katanya.

Selain itu, Haryono, meminta para pedagang untuk sering menganti celemek agar terlihat bersih, dan jangan untuk dipakai lap tangan. Dia meminta juga untuk menyediakan sendiri  kondisi lap bersih, dan air cuci tangan.pd

Read More
DSC_0001

Masyarakat Diminta Waspada Propaganda LGBT

Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka), Sabtu (20/02)

Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka), Sabtu (20/02)

Karanganyar, Minggu (21/02/2016)
Saat ini masyarakat diminta untuk mewaspadai propaganda yang dilakukan oleh pelaku dan pendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, Transgender).

“LGBT merupakan penyakit sosial yang bisa menjadi ancaman. Bahkan, para pelaku dan pendukung melakukan propadganda melalui berbagai cara, termasuk media sosial,” kata pegiat Yayasan Peduli Sahabat Edi Wirasto, Sabtu (20/02).

Saat Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka). Edi lebih lanjut menjelaskan, sekarang, ada kampanye masif yang mereka lakukan lewat media sosial, media massa, dan sebagainya.

“LGBT lebih banyak karena pengaruh lingkungan. Para pelaku mencari korban, untuk ditarik menjadi bagian dari mereka. Maka awasi dan cegah dari lingkungan kita” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa perilaku menyukai sesama jenis tidak bisa diubah secara psikologis dan tidak bisa disembuhkan.

“Ini jangan dipercaya. Itu propaganda mereka. Sebab, banyak klien yang kami dampingi di Yayasan Peduli Sahabat, yang bisa sembuh,” jelas Edi.

Bahkan yang perlu di waspadai, lanjut Edi, sekarang ini sudah menjadi gerakan, ada organisasinya, bahkan punya yayasan. Berbeda dengan dulu, di mana pelaku LGBT hanya individu-individu, sendiri, belum menjadi gerakan.

“Kampanye terselubung juga disisipkan lewat video game, komik, film dan sebagainya. Sebagian dari media itu, bahkan disukai oleh anak-anak,” katanya.

Dia berharap, masyarakat tidak acuh terhadap persoalan ini. Sebab, gerakan yang dilakukan pendukung dan pelaku penyimpangan seksual tersebut, bukan gerakan biasa. Melainkan, ini menjadi ancaman yang berbahaya

Ia juga berharap agar pemerintah membuat regulasi yang jelas melarang LGBT. Dicontohkan, Malaysia memiliki peraturan yang ketat terhadap perilaku seks sejenis, di mana pelakunya bisa dihukum pidana penjara 10 hingga 15 tahun.

“Yang mendukung dan mempropagandakan, bisa ikut dijerat,” katanya.pd

Read More
DSC_0043

Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

kominfo

Istri Bupati Karanganyar memberikan pengarahan dalam Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi Kamis(17/12/2015)

Karanganyar, Kamis 17 Desember 2015

Dalam rangka menyambut hari ibu ke-87 tahun 2015 dan memperingati Hari Anti Korupsi Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (HIKANA APEKA) menyelenggarakan seminar dengan tema “Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi” yang dilaksanakan di Aula Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) Kamis (17/12/2015).

Latar belakang di selenggarakannya seminar tersebut yakni perempuan mempunyai peran yang besar dalam keberhasilan suami didalam karir dan keluarga. Di balik kesuksesan sang suami tentu di belakangnya ada istri yang berjiwa besar dan kuat. Maksud dan tujuan acara tersebut adalah memberikan pembelajaran kepada kaum perempuan apa itu korupsi dan memberi pemahaman tentang apa itu pencucian uang.

Kominfo

Catur Lukito selaku Pembina Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) memberikan sambutan di Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

Acara tersebut menghadirkan empat narasumber yakni Siti Chomsyah Juliyatmono selaku istri Bupati Karanganyar, Rahayu Utami Sari, Hadiasri Widiyasari dan Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar. Seminar ini juga di hadiri Istri Anggota Dewan (IGAWAN), Istri-istri SKPD, Ketua PKK Kabupaten Karanganyar, Ketua PKK kelurahan sekecamatan Karanganyar, Dharma wanita dan Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Dalam arahannya istri Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa peran seorang istri sangatlah penting dalam mencegah tindak korupsi. Istri yang baik adalah istri yang kuat dalam segala hal baik susah maupun senang, untuk mencegah korupsi sebagai istri janganlah suka menuntut suami yang berlebihan,” ujar istri Bupati Karanganyar. Beliau juga memiliki semboyan bahwa Hidup sederhana lebih membahagiakan daripada kaya raya tapi banyak hutang.

Selanjutnya, Rahayu Utami Sari selaku Notaris sekaligus narasumber pada seminar tersebut menyampaikan Perempuan sebagai sumber motivasi mewujudkan kejujuran di tengah keluarga.

Acara diakhiri dengan penyampaian materi oleh Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar yang menjelaskan tentang Penegakan hukum tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Di Indonesia, hal ini diatur secara yuridis dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dimana pencucian uang dibedakan dalam tiga tindak pidana.Ind/ft/Tt

Read More
foto pasuruan-1

Lalung Serius Kembangkan Peternakan Sapi Diperkotaan

foto pasuruan-1

Salah satu keseriusnya adalah dilakukannya studi lapangan yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah dan pemerintah Kelurahan Lalung di lembaga penelitian dan Pengembangan peternakan sapi Grati, Pasuruan Jawa Timur 28-30 Nopember 2014.

Kelurahan Lalung, Karanganyar saat ini telah memiliki sebuah kawasan peternakan sapi komunal terpadu di sisi barat waduk lalung. Kawasan peternakan sapi komunal yang dibangun oleh Progam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Andini Lestari.

Perkembangan kawasan tersebut cukup pesat, dimana jumlah ternak sapinya sudah mencapai 100 ekor dari awal sekitar 54 ekor. Pesatnya perkembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut tidak terlepas dari komitmen warga yang didukung oleh BKM Amanah Lalung dan pemerintah kelurahan.

foto pasuruan-4

Dipilihnya kunjungan lapangan di balai penelitian dan pengembangan peternakan grati Pasuran, untuk melihat teknologi yang dikembangkan khususnya pengelolaan sapi betina. “Termasuk penguatan kawasan kandang sapi komunal”, ungkap Sukarmo, Koordinator BKM Amanah Lalung ketika menyampaikan maksud dan tujuan studi lapangan.

Ainur Rosyid, staf peneliti BPP Grati menjelaskan bahwa teknologi merubah kandang individu menjadi pola kandang kelompok, cukup efektif diterapkan di wilayah perkotaan. “Efisiensi tenaga menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi pola kandang kelompok”, ujar Ainur.

Melalui kandang koloni, lanjut Ainur peternak tidak harus penuh waktu menangani sapi sehingga bisa melakukan aktifitas lainnya. Pakan berupa jerami yang ditempatkan secara khusus “bank pakan”, sehingga sapi dapat makan setiap saat.

foto pasuruan-2

Selain itu dalam hal reproduksi tidak harus mengamati ternaknya terus menerus. Dengan dikoloni 1 pejantan dapat melayani 20 ekor betina. Sapi pejantan memiliki insting yang kuat menemukan betina yang lagi birahi, sehingga dalam setiap saat bisa melakukan perkawinan. “ini menjadi efektif dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi”, tambah Ainur.

Terkait dengan kondisi perkotaan, dalam penjelasannya staf peneliti Peternakan gratis menyampaikan bahwa pengembangbiakan sapi indukan tidak memerlukan pakan yang berprotein tinggi. Cukup pakan yang berprotein maksimal 8%.

Melalui pakan yang berkadar protein tinggi, maka protein akan diserap habis oleh tubuh. Sehingga sisa di kotoran kadarnya semakin kecil bahkan bisa nol. Dampaknya kotoran sapi tidak akan berbau dan tidak akan banyak lalat. Sehingga aman dan tidak menganggu tetangga sebelah.

foto pasuruan-3

Sementara itu, Suparno anggota BKM Amanah lalung mengajukan kerjasama antara Kelompok Ternak Andini Lestari Lalung dengan Balai Penelitian Sapi Grati. Kerjasamanya berupa penyediaan bibit betina yang produktif dan berkualitas.

“Kami mengalami kesulitan mencari bibit betina yang baik”, ungkap suparno yang juga bekerja di Dinas Peternakan Kab. Karanganyar.

Alhamdulillah, permohonan tersebut ditanggapi positif oleh Balai Penelitian Sapi Grati dan diminta untuk segera mengirimkan proposal permohonan.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar

Read More
DSC_8174 copy

Akses Masuk Hewan Kurban Diawasi Ketat

Karanganyar, Jumat (26/09/2014)

ilustrasi hewan kurban

ilustrasi hewan kurban

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) akan mengawasi ketat hewan kurban yang datang di wilayah Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika adanya kemungkinan hewan kurban yang terkena penyakit antraks dan cacing hati.

“Di wilayah perbatasan seperti Sragen, Magetan, Sukoharjo dan Boyolali kami awasi. Selain itu juga menempatkan beberapa dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Sumijarto, Kepala Disnakan Kabupaten Karanganyar, saat ditemui pada acara Sosialisasi Pengendalian Zoonosis dan Penerapan Kesrawan Pada Pemotongan Hewan Qurban Tahun 2014 di kantornya, Kamis (25/09) pagi .

Sumijarto menambahkan, akan menempatkan sebanyak lima dokter hewan seperti di Jaten, Karanganyar dan Karangpandan. “Kami juga akan membuka layanan call center apabila ditemukan adanya indikasi hewan kurban yang disembelih tidak baik secara mendadak,” jelasnya.

Dia juga memperkirakan, jumlah hewan kurban yang akan di sembelih pada tahun ini mengalami kenaikan walaupun harganya naik cukup tinggi. “Tahun lalu jumlah hewan kurban sebanyak 4.798 sapi, 4.417 kambing, dan 7.645 domba. Mantri hewan di masing-masing kecamatan kami kerahkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum maupun sesudah hari raya,” jelasnya. pd

Read More

Apeka Wisuda Ahli Peternakan

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Karanganyar, Kamis (10/10/2013)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) menyelenggarakan wisuda bagi 28 lulusan dari program DIII Peternakan, di Kamus Joko Witoyo Apeka, Kamis (10/10).

Sampai saat ini kampus yang mencetak ahli peternakan itu telah mewisuda sebanyak 1118 alumni yang sekarang telah bekerja di berbagai bidang.

Direktur Apeka, Tjatur Lukito mengatakan wisuda yang ke 36 ini sangat membanggakan karena mereka telah diterima untuk bekerja.

“Lulusan pada tahun ini saja hampir 100 persen telah diterima diberbagai bidang di beberapa daerah. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas peran dari berbagai pihak,” ucap Tjatur Lukito.

Dia juga menambahkan, pada tahun ini pihak kampus membuka beasiswa kerja magang.

“Itu merupakan embrio program Perguruan Tinggi bagi keluarga kurang mampu, dengan kuliah sambil bekerja,”tandasnya.pd

Read More

Ratusan Itik Mati, Diduga Terserang Flu Burung

Lebih kurang 400 itik milik para peternak di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar , berangsur-angur mati sejak sepekan terakhir.

Unggas-unggas tersebut diduga terserang virus avian influenza (A1) atau yang dikenal sebagai flu burung. Sebab, ratusan itik milik 10 peternak tersebut menunjukkan gejala terserang flu burung, seperti mata keruh, terjadi kebutaan, angka kematian tinggi, dan unggas cenderung suka berputar-putar.

Mendapati kejanggalan itu, para peternak segera mengirim laporan kepada Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar pada Sabtu (24/8/2013). Pasalnya, kasus tersebut bukan yang kali pertama terjadi di Desa Gondangmanis.

“Desa itu memang daerah endemik, dulu juga banyak unggas mati karena terinfeksi A1. Pada kasus kematian unggas kali ini gejalanya juga sama dengan kematian unggas yang terjadi beberapa waktu lalu,” terang salah seorang anggota staf Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar, Fathurrahman.

Berdasarkan analisa serta riwayat penyebaran flu burung di Desa Gondangmanis, Fathurrahman yang juga dokter hewan menduga ratusan itik tersebut telah terserang virus A1. Guna memastikan dugaan itu, petugas Disnakkan Karanganyar telah mengambil sampel bangkai itik untuk melakukan uji laboratorium pada Selasa (27/8/2013).

“Sampelnya sudah dibawa di Jogja karena kami tidak memiliki alat uji virus A1, namun kami belum dapat memastikan kapan uji laboratorium akan selesai. Sebenarnya laporannya masuk kepada kami pada Sabtu lalu, tapi tim laboratorium baru bisa datang ke Karanganyar kemarin [Selasa], ” imbuhnya.

Selain mengambil sampel bangkai itik, Disnakkan juga telah mengimbau peternak untuk tidak menjual maupun mengonsumsi unggas yang sakit. Peternak juga diminta memisahkan unggas yang sehat dan sakit supaya virus tak kian menyebar. “Sebagian itik yang sakit masih hidup, tapi kami sudah mewanti-wanti peternak supaya itik yang sakit dikarantina agar tidak menulari yang lain. Kalau ada unggas yang mati mendadak juga harus segera dikubur,” jelas Fathurrahman.

Kendati hasil uji laboratorium belum keluar, Disnakkan telah mengantisipasi penyebaran virus flu burung dengan memberikan larutan disinfektan kepada para peternak di Desa Gondangmanis.

Selanjutnya, mereka diimbau rutin menyemprotkan disinfektan di kandang serta lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran virus yang juga dapat menginfeksi tubuh manusia itu. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa itik-itik tersebut positif terserang virus A1, Disnakkan akan segera melakukan vaksinasi kepada unggas di Desa Gondangmanis.

Read More

114 Pejabat Dilantik

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melantik dan mengambil sumpah 114 pejabat eselon II, III, IV, dan V di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (03/08)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melantik dan mengambil sumpah 114 pejabat eselon II, III, IV, dan V di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (03/08)

Karanganyar, Minggu (04/08/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon II, III, IV, dan V di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (03/08).

Pejabat yang dilantik itu sejumlah 114 orang yang terdiri eselon II sebanyak 4 orang, eselon III sebanyak 25 orang, eselon IV sebanyak 83 orang dan eselon V sebanyak 2 orang.

Adapun untuk eselon II terdapat Sundoro yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kini menjadi Asisten Administrasi. Selain itu juga Istar Yunianto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan, menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sedangkan Bachtiar Syarif menjadi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Kemudian Sumijarto menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani seusai melantik mengatakan setelah menjabat tetap menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diemban serta pelantikan ini merupakan hal biasa untuk mengisi kekosongan jabatan yang belum diisi.

“Saya sedih, apabila setelah menduduki jabatan baru, orang itu kinerjanya tidak sebagus dari jabatan sebelumnya,” ujar Rina Iriani.

Dia juga berpesan agar setiap pejabat bisa melaksanakan integritas, loyalitas, netralitas PNS apalagi menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, selain itu juga tetap melayani masyarakat. pd

 

Read More

Sidak, 7 Ekor Kambing Kurban Belum Layak Dijual

Sedikitnya tujuh ekor kambing kurban belum cukup umur dijualbelikan secara bebas di lapak penjualan hewan kurban di sebelah barat dan timur SPBU Papahan, Karanganyar Kota. Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Senin (22/10).

Staf Kesehatan Hewan Disnakkan, Fatkhurrakhman, mengatakan harusnya hewan-hewan tersebut tidak dijual karena belum memenuhi syarat untuk kurban. “Harusnya yang dijual itu yang cukup umur,” katanya. Namun, meski belum cukup umur, lanjutnya, tujuh kambing tersebut dalam kondisi sehat.

Pada lapak hewan kurban sebelah barat SPBU Papahan dari 73 ekor kambing yang diperiksa, ditemukan empat ekor kambing belum cukup umur. Sedangkan di sebelah timur SPBU ditemukan tiga ekor kambing yang belum cukup umur. Pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan di wilayah Desa Pandeyan, Tasikmadu. “Kalau yang di Pandeyan, hewan kurban dalam kondisi baik. Hanya saja butuh ditambah stoknya,” ujarnya.

Dalam Sidak kemarin Disnakkan juga melibatkan tim pemantau hewan kurban dari mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APK). Secara bersama-sama mereka melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Laporan yang dibuat oleh mahasiswa tersebut juga digunakan sebagai laporan akademik.

Sementara itu, salah seorang pedagang kambing kurban di Jalan Lawu, Jaten, Mutasimin (30), mengaku bahwa kambing kurban yang ia jual berasal dari luar Karanganyar. Sebanyak 93 ekor kambing yang ia jual didatangkan dari Rembang, Jawa Timur. “Ini saja, kambing kurban yang saya jual baru laku 14 ekor. Biasanya menjelang H-3 baru ramai,” jelas Mutasimin.

Harga penjualan kambing pun, menurutnya, mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun kemarin. Saat ini harga kambing bisa mencapai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,6 juta, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 1 juta.

Sumber : http://joglosemar.co/2012/10/sidak-7-ekor-kambing-kurban-belum-layak-dijual/

Read More

Tak Ada Izin Lingkungan, Puluhan Peternakan Ayam Rakyat Terancam Ditutup

Puluhan peternakan ayam di Karanganyar terancam ditutup apabila pengusaha atau pemilik peternakan tidak mengurus izin lingkungan. Selama ini, warga yang berdomisili di sekitar peternakan ayam sering mengeluhkan kondisi lingkungan yang kotor dan bau tidak sedap.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan sesuai aturan para pemilik peternakan ayam harus meminta izin kepada warga sekitar yang berdomisili di sekitar kandang ayam. Namun kenyataannya, para pengusaha ternak ayam langsung mendirikan kandang ayam tanpa meminta izin warga sekitar sebelumnya. “Kami minta agar pemilik ternak ayam mengurus izin lingkungan agar tidak ada komplain dari warga sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sering menerima pengaduan dari warga yang resah karena lingkungannya kotor akibat dampak adanya kandang ayam. Apalagi pemilik peternakan ayam juga enggan mengurus izin lingkungan. Apabila telah mengantongi izin lingkungan maka segera dilaporkan ke instansi terkait agar diinventarisasi. “Masih banyak pengusaha peternakan ayam yang tidak mengurus izin lingkungan, tahu-tahu kami mendapatkan aduan dari warga yang akan menyegel kandang ayam. Kesadaran pemilik peternakan ayam sangat minim,” katanya. Selama 2011, pengusaha peternakan ayam yang melaporkan izin lingkungan ke Disnakkan berjumlah 11 orang. Padahal, peternakan ayam jenis rakyat berjumlah puluhan yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar.

Sementara seorang pemilik peternakan ayam, Khadiran, menyatakan dia meminta izin kepada warga sekitar yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari kandang ayam. Setelah disetujui warga maka dia baru berani mendirikan kandang ayam. Kandang ayam dengan permukiman penduduk berjarak minimal 500 meter.

Dia menambahkan para pemilik peternakan ayam kurang memahami aturan mengenai izin lingkungan tersebut. Sehingga mereka langsung mendirikan kandang ayam apabila sudah mendapatkan lokasi peternakan ayam. “Kebanyakan memang tidak tahu karena biasanya lokasi kandang ayam di tengah-tengah perkebunan atau ladang,” imbuhnya.

Read More