_DSC0699

Sidang Terbuka Senat Akademi Peternakan Karanganyar Dalam Rangka Wisuda Ke XLIII Program Diploma III

Read More
DISNAKAN

Dinas Perikanan dan Peternakan

Dasar Hukum

Peraturan Bupati Kabupaten Karanganyar Nomor 113 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perikanan dan Peternakan

Tugas dan Fungsi

Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan sub urusan  perikanan dan sub urusan peternakan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana  tersebut diatas, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

  • Perumusan kebijakan bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan koordinasi kebijakan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan administrasi dinas di bidang bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan fungsi kesekretariatan dinas;
  • Pengendalian penyelenggaraan tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas;
  • Pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Uraian tugas sebagaimana tersebut diatas), sebagai berikut:

  • Penyusunan kebijakan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Penyusunan kebijakan teknis produksi, pengembangan, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis produksi, pengembangan, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan teknis produksi, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pelaksanaan tugas  lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi

a. Kepala Dinas
b. Sekretariat, membawahkan :

  • Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Peternakan, membawahkan :

  • Seksi Pengembangan Peternakan
  • Seksi Pengolahan
  • Seksi Kesehatan Hewan

d. Bidang Perikanan, membawahkan :

  • Seksi Produksi dan Pengembangan Perikanan
  • Seksi Usaha dan Pengolahan Hasil Perikanan.

e. Unit Pelaksana Teknis Daerah.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Alamat

[unitkerja id = 22]

Daftar Pejabat

[pejabat id = 22]

Read More

Perlunya Pengembangan Peternakan Khususnya Keamanan Pangan dan Kesehatan Hewan

Read More
DSC_2758

Sidang Terbuka Senat Akademi Peternakan (APEKA) Karanganyar

Read More
DSC_2783

Wisudawan Apeka Ditantang Jadi Wirausahawan Bidang Peternakan

Apeka Karanganyar mewisuda 48 Mahasiswa bidang peternakan. Proses itu dikukuhkan setelah Apeka menggelar sidang terbuka di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar

 

KARANGANYAR – 16 Oktober 2018

Sebanyak 48 wisudawan Akademi Peternakan (Apeka) Karanganyar ditantang untuk menjadi wirausahaan bidang peternakan. Jika perlu, usaha itu dionlinekan seperti halnya Gojek atau Bukalapak. Yakni produk-produk peternakan seperti telur, ayam, burung puyuh yang handal, sehat dan bagus.

“Saya menantang lulusan Apeka saat ini untuk menjadi wirausahaan. Kalian semua mengusai dari Kandang sampai meja makan. Dikemas dengan baik hal tersebut dan dionlinekan sehingga lebih menjual,” papar Ketua Yayasan Apeka Karanganyar Surakarta Dr Ir Diwi Acita Irawati,  MP saat acara wisuda Apeka di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Karanganyar Selasa (16/10).

Dia menambahkan wisuda hari Selasa tanggal 16 Oktober momentum yang tepat dengan hari pangan sedunia. Sebagai lulusan Apeka harus dapat menguasai Kandang sampai rumah makan. Saat ini, bapak ibu pegawai, guru SMA dan SMK jika bekerjanya pulangnya sore hari, hal ini menjadi kesempatan emas para wisudawan untuk mengurusi makan di rumah bapak ibu pegawai. “Mungkin hari ini telur, besok ikan dan seterusnya. Ini ladang emas bagi lulusa apeka untuk berwirausaha,” imbuhnya.

Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) telah meluluskan 48 wisudawan dari 52 mahasiswa yang aktif yang terdiri atas 30 laki-laki dan 18 perempuan semuanya adalah angkatan 2015. Sementara Direktur Apeka Ir Darmayanto Widharto mengatakan pihaknya tidak hanya mendidik akan tetapi juga menyalurkan ke dunia kerja. Pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Stakcholder untuk meningkatkan kemampuan Mahasiswa. “Sudah ada beberapa mahasiswa yang langsung diterima bekerja di perusahaan,” imbuhnya.

Menurutnya wisuda kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yakni pada Penomeran Ijazah Nasional. Pin adalah bukti rekam jejak wisudawan dan hal ini sebagai bukti sekolah sungguhan. Keabsahan diakui dan tidak perlu legalisasi. Perusahaan yang butuh tinggal klik nim mahasiswa maka akan dapat dideteksi nama mahasiswa berikut rekam jejaknya secara online. “Sehingga ini membutuhkan bahwa yang bersangkutan sekolah benar-benar bukan abal abal atau hanya sekedar mencari ijazah,” tandasnya.

Sementara Bupati Karanganyar yang diwakilkan oleh Asisten III, Sutarno dalam sambutannya mengucapkan selamat bagi wisudawan dalam menyelesaikan masa study nya. Beliau juga berpesan jangan pernah puas dengan hasil yang di dapat dan berharap agar wisudawan wisudawati tetap semangat dalam mengabdi di masyarakat. “Siapkan diri dengan bekal kemampuan akademis yang kalian miliki untuk menjadi wirausaha.”ujarnya. (Ind/Vnd/Hr/Rahma)

Read More
WEB

Lagi, Tim Sidak Temukan Daging Tak Layak Konsumsi

Tim Sidak Dinas Perikanan dan Peternakan saat memeriksa kualitas daging di pasar tradisional

Karanganyar, Kamis (15/06/2017)

Tim Sidak daging dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar kembali menemukan daging tak layak konsumsi yang dijual di pasar tradisional. Temuan itu berupa tiga kilogram hati sapi yang sudah busuk dan daging ayam.

Temuan hati busuk tadi diketahui oleh tim sidak di Pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar. Petugas merasa curiga saat melihat daging yang ditutupi kain. Setalah dibuka, ternyata hati yang berwarna agak kehitaman.

Lantas, petugas meneliti dengan uji lab ditempat tersebut. Hasilnya memang mengindikasikan ada pembusukan. Selanjutnya, hati tersebut disita petugas untuk dimusnahkan.

“Menurut pengakuan pedagang itu, S. Daging itu kebawa ke pasar dan akan dibawa pulang lagi,” kata petugas sidak Joko Mulyono, Kamis (15/06) pagi.

Secara kasat mata, Joko Mulyono menjelaskan, hati sapi yang busuk konsistensi lembek, berbau dan warna kusam. Jika masih segar, konsistensi kenyal, sudut-sudut tajam dan warna mengkilat.

Selain itu, petugas juga menemukan daging ayam yang tak layak konsumsi di pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu. Yakni daging yang tidak laku namun direbus dan dijual lagi. Sehingga pembusukan tidak terlalu ada.

“Tadi kalau dijual dan dimakan tidak enak rasanya. Juga berbahaya, sehingga kami juga melakukan penyitaan untuk dimusnahkan,” katanya.

Sebelumnya, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik.

Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita. (pd)   

Read More
web

Pantau Daging dan Mamin, Tim Sidak Temukan Sejumlah Temuan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat melihat makanan mentah di salah satu kios pedagang Pasar Palur.

Karanganyar, Senin (12/06/2017)

Tim Sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang mengadakan pantuan di pasar tradisional dan supermarket, menemukan sejumlah temuan.

Dua tim itu bergerak memasuki pasar Palur, Kecamatan Jaten, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Sedangkan dari Dinas Kesehatan memantau kemasan, kandungan zat berbahaya, masa kadaluarsa, dan label.

Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik. Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita.

“Pernah diketemukan pasar Nglano dan Karangpandan daging tidak layak konsumsi, namun dulu, tahun kemarin tidak ada,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Sumijarto.

Lantas, dari hasil pantuan makanan dan minuman, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah makanan dengan kemasan rusak, telah kadaluarsa, tidak ada label makanan, dan mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat dilokasi mengatakan, ada makanan yang belum registrasi yang formal, dan mengunakan bahan berbahaya.

“Itu jadi problem bersama. Untuk mengatasinya secara terpadu, tidak bisa sendiri-sendiri, karena tidak bisa selesai. Mudah-mudahan ada langkah strategis mengendalikan itu. Minimal kepala pasar bisa berperan aktif dalam kendali itu,” kata Cucuk Heru Kusumo.

“Kita tidak mempunyai kewenangan eksekusi tapi hanya edukasi. Konsumen perlu perhatikan warna, bentuk, legalitas, kemasan secara benar, komposisi bahan, masa kadaluarsa. Dari pabrikan jika kaleng rusak perlu diwaspadai,” jelasnya.

Untuk pedagang, jika ada pemasok dikomunikasikan jika tidak mempunyai persyaratan layak konsumsi tentu dipertanyakan. Untuk yang curah, lanjut Cucuk, harus ada kejelasan, ada labelnya.

“Jika dikemas lagi menjadi kecil harus menyantumkan produksinya. Pengemas juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Seusai dari pasar tradisonal, dilanjutkan ke supermarket terdekat. Disitu, tim Dinas Kesehatan tidak menemukan temuan, hasilnya layak konsumsi. Uji sampel bakso juga dinyatakan bebas zat berbahaya.(pd)

Read More
DSC_0228

Jaga Kelestarian Populasi Sapi Di Kabupaten Karanganyar, Disnakan Larang Pemotongan Sapi Betina Produktif

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka ‘Sosialisasi Pencegahan Pemotongan Ternak Betina Ruminansia Produktif Di Kabupaten Karanganyar’ di Ruang Podang 2 Setda Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/6).

Karanganyar, Kamis 08 Juni 2017

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar melakukan sosialisasi terhadap para peternak dan penjagal mengenai pelarangan pemotongan sapi betina produktif, Kamis (08/06/2017) di ruang Podang II Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para peternak dan penjagal untuk lebih memahami tentang aturan-aturan yang berkaitan dengan pelarangan pemotongan ternak sapi betina produktif sehingga keberadaan populasi sapi di Karanganyar berkembang dan bertambah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Disnakan Karanganyar, Sumijarto mengatakan populasi sapi betina di Karanganyar tergolong tinggi yakni mencapai enam puluh ribu ekor. Dan untuk tahun depan Disnakan menargetkan sapi betina produktif capai 15.700 ekor dan diharapkan 70 persen buntingnya dari jumlah populasi tersebut.

Ditambahkannya, selain sosialisasi untuk menjaga populasi sapi betina produktif, Disnakan juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga Rumah Pemotongan Hewan (RPM) dan hasilnya tidak ada sapi betina produktif yang dipotong.

“Kami lakukan sidak di tiga RPH dan hasilnya nol pelanggaran. Semoga dapat terus dipelihara sehingga populasi sapi berkembang, pelaku usaha dapat berjalan lancar dan dapat menyediakan daging yang sehat,aman, halal dengan harga yang tidak terus melambung tinggi,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap dengan adanya sosilaisasi pencegahan pemotongan ternak betina ruminansia produktif, Karanganyar dapat menjadi Kabupaten swasembada daging.

Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan drh. Slamet dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah sebagai narasumber. Ia menyampaikan sapi potong berperan sebagai penghasil daging, sumber pendapatan, sarana investasi, tabungan, fungsi sosial, sumber pupuk,tenaga kerja dan pemanfaatan limbah pertanian.

“ UU No. 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal  18 ayat 2 yaitu ternak ruminansia betina produktif dilarang disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik, kecuali untuk keperluan penelitian, pemuliaan atau pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.

Lebih lanjut, ia mengatakan upaya meningkatkan produktivitas dengan melaksanakan kegiatan intensif dan penyelamatan pemotongan ternak ruminansia betina produktif.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
web

Baznas Karanganyar Jajaki Buat Peternakan Kambing Boer

Kunjungan kerja Baznas Kabupaten Karanganyar melihat langsung pengembangbiakkan kambing Boer, dari Malang, Jawa Timur.

Kunjungan kerja Baznas Kabupaten Karanganyar melihat langsung pengembangbiakkan kambing Boer, dari Malang, Jawa Timur.

Karanganyar, Senin (27/02/2017)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar menjajaki membuat peternakan kambing jenis Boer, dari Malang, Jawa Timur.

Untuk melihat dari dekat, bagaimana pengembangbiakan kambing itu, Baznas Kabupaten Karanganyar melakukan kunjungan kerja di Pusat Pengembangan dan Pembibitan Kambing Boer Sumber Sekar,milik Universitas Brawijaya, Malang,di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,  dan ke salah satu Kelompok Binaan, Jumat (24/02).

“Kita harus perlu belajar, dan mampu membuat peternakan tetapi butuh kerjasama dengan pihak lain, seperti pengawasan kesehatan dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar,” kata Penasehat Baznas Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Samsi juga optimis dengan peternakan yang akan dibuat, terlebih Baznas Karanganyar mampu berinvestasi sebagai proyek percontohan, sedangkan lokasi sedang dipersiapkan.

“Ada potensi juga, berapa peternak yang mampu dibuat kelompok-kelompok untuk ikut beternak kambing,” katanya.

Sementara itu, Agus Budiarto, Pengurus Laboratorium Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, mengatakan keunggulan dari kambing boer peternakannya yakni pertumbuhan cepat, anak yang lahir berat lebih banyak, dan kolesterol rendah.

“Kambing ini dapat dikembangbiakkan di dataran tinggi maupun rendah, tidak ada masalah,” katanya.

Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, itu juga menjelaskan, pihaknya telah membuat kelompok-kelompok binaan yang tersebar di Malang.

“Mulai dari tahun 2011, kami mebuat kelompk binaan dengan melibatkan pihak perbankan untuk bantuan kredit untuk modal,” katanya.

Dia juga menyasarankan, jika Baznas Kabupaten Karanganyar mengembangkan ternak kambing boer, agar menyediakan pakan yang banyak, dengan menanam rumput. (pd)

Read More
dsc_7635

Wakil Bupati Karanganyar Beri Kuliah Umum di APEKA

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA), sebagai bagian pengenalan kehidupan kampus, Selasa (18/10) pagi.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA), sebagai bagian pengenalan kehidupan kampus, Selasa (18/10) pagi.

Karanganyar, Selasa (18/10/2016)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA), sebagai bagian pengenalan kehidupan kampus, Selasa (18/10) pagi.

Didalam kuliah umum itu, Wakil Bupati Rohadi Widodo menjelaskan perkembangan peternakan dan pertanian di masa yang akan datang semakin maju dan canggih. Di contohkan olehnya kalau panen padi setahun sebanyak dua kali, dengan teknologi bisa saja panen tiga kali hingga empat kali setahun.

“Ada lagi dengan sistem SRI, menanam padi dengan pola maju, bukan cara mundur. Untuk itu mahasiswa APEKA bisa mengikuti dan menggunakan teknologi baru atau mempunyai gagasan yang bermanfaat,” kata Wakil Bupati.

Tak hanya itu saja, APEKA bisa mengedukasi masyarakat agar peternak bisa mandiri, misalnya saja membuat olahan makan konsentrat dengan HCS, dengan harapan peternak kita menjadi hebat.

Selain itu, dia menjelaskan, orang pertanian harus bisa menjual tanpa kehilangan barang, yaitu salah satunya dengan membuka wisata perternakan, jika kurang modal maka sebaiknya membentuk komunitas kolektif agar menghasilkan sesuatu yang efisien.

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur APEKA Damaryanto Widharto dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan pengenalan kampus di mulai dari kunjungan ke Balai Pangan Karanganyar, Perusahaan susu di Salatiga, pemupukan tanaman di area taman air mancur dan sekitar alun-alun Karanganyar.

Kuliah umum itu sebagai rangkaian dan acara penutup masa pengenalan kampus. Kegiatan tersebut  diikuti oleh mahasiswa dari semester satu hingga lima yang berjumlah sekitar 200 mahasiswa. (Vv/us)

Read More