Open Hours : Mon – Fri: 8.00 am. – 4.00 pm.
+1 800 123 456 789

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat menghadiri Pembinaan KP3 Kabupaten Karanganyar
Karanganyar, Selasa (25/07/2017)
Penggunan dan peredaran pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), melakukan pengawasan peredaran pupuk yang diperuntukkan bagi petani itu.
“KP3 ini mengawasi pengadaan, ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dan pestisida sampai ke petani, selain itu memfasilitasi penggunaan pupuk berimbang dan pemanfaatan pestisida yang efektif dan efisien,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, Senin (24/07) pagi, di salah satu rumah makan.
Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar dapat diusulkan dari KP3, serta dapat mengusulkan penetapan alokasi Kecamatan dan advokasi dalam alokasi pupuk bersubsidi yang ditentukan Pemerintah.
“Jika ada penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, KP3 dapat melaporkan (memberikan keterangan) kepada instutusi berwenang,” kata Supramnaryo.
Dikatakan lebih lanjut, KP3 dapat mendorong dan membina serta memfasilitasi pengawasan pupuk bersubsidi dan pestisida di tingkat Kecamatan.
Supramnaryo mengharapkan dengan adanya pengawasan terhadap pupuk, dapat mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan, peredaran maupun penggunaan pupuk, sehingga dapat tersedia sampai ditingkat petani secara enam tepat.
“Tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat dan waktu,” katanya.
Pupuk bersubsidi merupakan pupuk diperuntukkan bagi petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, perkebunan, holtikultura dan sub sektor peternakan dengan luasan maksimal dua hektar, serta petambak dengan luasan maksimal satu hektar.
Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Kabupaten Karanganyar sampai Juni 2017, Supramnaryo menjelaskan sesuai dengan SK Kadispertan nomor 521.34/21 tahun 2017.
“Untuk urea 19.060.000, ZA sebesar 6.770,00, SP36 sebesar 5.265.00, NPK sebanyak 13.835.00, dan organik sebesar 6.000.00,” katanya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, meminta kalau penyuluh pertanian mengetahui jika ada orang (di wilayah tugasnya) bermain pupuk tidak resmi segera laporkan ke pihak berwajib.
“Segera ditindak lanjuti. Kasihan petani jika ada permainan pupuk bersubsidi,” katanya. (pd)

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI
Karanganyar, 8 Juni 2017
Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.
Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.
Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.
Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.
Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Siluet burung derkuku yang terbang kearah depan didalam angka 100 menggambarkan semangat perjuangan Raden Mas Sa’id untuk “ keMAJUan “ Kota Karanganyar.
Monumen Tri Dharma merupakan monumen perjuangan Raden Mas Said yang mengandung arti :
Bagian kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang diapit oleh tiga gelung sebagai perlambang hukum abadi umat manusia yaitu : lahir – berkarya – mati sebelum hidup kekal dialam baka Lukisan tangan-tangan yang bergetar menggambarkan dukungan rakyat terhadap RM Said. Tugu bersegi delapan dengan pahatan yang melukiskan kobaran api perjuangan yang tampak terputus-putus diartikan belum menyatunya tekad karena masih disertai watak duniawi sebagai pembawaa usia muda.
Burung derkuku yang membawa hasil bumi ( yang
membentuk huruf “th” ) memiliki arti pertanian dan perkebunan yang melimpah dikota ini. Kota yang terletak dilereng gunung Lawu ini memiliki tanah yang subur sehingga hasil pertanian dan perkebunan dikabupaten Karanganyar sangat melimpah. Dengan demikian kabupaten karanganyar dapat memasok hasil pertanian dan perkebunan keberbagai daerah diIndonesia. sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang “ SEJAHTERA “ .
selain sebagai simbol keanekaragaman budaya Karanganyar, di Kabupaten Karanganyar ini juga mempunyai banyak pesona wisata yang sangat elok dan menawan yang mampu menarik minat para wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dapat menambah pendapatan daerah dikota ini.
Menunjukkan HUT ke-100 Kab. Karanganyar.
Tulisan “Karanganyar Maju dan Sejahtera” melambangkan perwujudan salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Karanganyar periode kepemimpinan 2013 -2018.

Elegan, misterius, namun Atraktif.

Tumbuh, berkembang, dan subur.
Kemakmuran, kejayaan dan semangat.

Bupati Karanganyar dan Ketua DPRD Kab. Sijunjung, Sumatra barat saat tukar menukar cinderamata, Rabu (16/02).
Karanganyar, 16 Maret 2016
Karanganyar merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang maju pada sektor Pertanian dan Peternakan, menjadi tempat tujuan DPRD Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat melakukan study banding.
Rombongan DPRD Kabupaten Sijunjung yang diketuai Sumanto diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi jajaran Kepala SKPD, Rabu (16/03) di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati.
Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Sumanto, mengatakan secara topografi daerah Sijunjung berbukit-bukit, bergelombang dan daerah datar yang cukup sempit sehingga tidak mudah mengembangkan sektor peternakan di daerah tersebut.
“Dengan kunjungan kerja ini, kami berharap dapat menimba ilmu dari Pemerintah Kabupaten Kranganyar khususnya disektor peternakan,” ujar Sumanto selaku Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung.
Ditambahkan Sumanto, peternakan Kabupaten Sijunjung lebih menselaraskan program pemerintah dan masyarakat yakni dengan pemberian hibah sapi kurang lebih 400 ekor kepada kelompok usaha bersama.
“Hanya saja unutk tahun ini tidak boleh adanya hibah, sehingga kami menggunakan sistem revolving dengan membelikan sapi untuk di bagikan kepada peternak yang nantinya akan ada bagi hasil antara peternak dengan pemerintah. Dengan demikian kami disini ingin mengetahui lebih jauh kiat-kiat Kabupaten Karanganyar mengembangkan peternakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang di tekankan pada sektor peternakan, perkebunan, pertanian dan kesehatan hewan,” ujarnya
Menanggapi hal tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan saat ini hibah masih terus diberikan, hanya saja pemberian hibah tersebut harus memiliki badan hukum (BH).
“Bantuan hibah tetap kami berikan kepada kelompoki tani dan kelompok usaha bersama (KUBE) yang telah berbadan hukum. Ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Kabupaten Karanganyar dalam mengembangkan peternakan untuk pemenuhan kebutuhan organik masyarakat. ,” tandasnya.
Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind/bn/umi)