Tak Ada Izin Lingkungan, Puluhan Peternakan Ayam Rakyat Terancam Ditutup

Puluhan peternakan ayam di Karanganyar terancam ditutup apabila pengusaha atau pemilik peternakan tidak mengurus izin lingkungan. Selama ini, warga yang berdomisili di sekitar peternakan ayam sering mengeluhkan kondisi lingkungan yang kotor dan bau tidak sedap.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan sesuai aturan para pemilik peternakan ayam harus meminta izin kepada warga sekitar yang berdomisili di sekitar kandang ayam. Namun kenyataannya, para pengusaha ternak ayam langsung mendirikan kandang ayam tanpa meminta izin warga sekitar sebelumnya. “Kami minta agar pemilik ternak ayam mengurus izin lingkungan agar tidak ada komplain dari warga sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sering menerima pengaduan dari warga yang resah karena lingkungannya kotor akibat dampak adanya kandang ayam. Apalagi pemilik peternakan ayam juga enggan mengurus izin lingkungan. Apabila telah mengantongi izin lingkungan maka segera dilaporkan ke instansi terkait agar diinventarisasi. “Masih banyak pengusaha peternakan ayam yang tidak mengurus izin lingkungan, tahu-tahu kami mendapatkan aduan dari warga yang akan menyegel kandang ayam. Kesadaran pemilik peternakan ayam sangat minim,” katanya. Selama 2011, pengusaha peternakan ayam yang melaporkan izin lingkungan ke Disnakkan berjumlah 11 orang. Padahal, peternakan ayam jenis rakyat berjumlah puluhan yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar.

Sementara seorang pemilik peternakan ayam, Khadiran, menyatakan dia meminta izin kepada warga sekitar yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari kandang ayam. Setelah disetujui warga maka dia baru berani mendirikan kandang ayam. Kandang ayam dengan permukiman penduduk berjarak minimal 500 meter.

Dia menambahkan para pemilik peternakan ayam kurang memahami aturan mengenai izin lingkungan tersebut. Sehingga mereka langsung mendirikan kandang ayam apabila sudah mendapatkan lokasi peternakan ayam. “Kebanyakan memang tidak tahu karena biasanya lokasi kandang ayam di tengah-tengah perkebunan atau ladang,” imbuhnya.

Read More

Pengumuman Pemenang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah Pada Dinas Peternakan dan Perikanan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan

Pejabat Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah pada Dinas Peternakan dan Perikanan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012, bersama ini menyampaikan Rekapitulasi Pengumuman Pemenang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Dinas Peternakan dan Perikanan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012.

Download

Read More

Pengawasan Daging Makin Diperketat

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar akan memperketat pengawasan daging di pasar-pasar tradisional. Menurut Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, pengawasan akan diwujudkan dalam bentuk inspeksi mendadak (Sidak). “Sidak intensif akan kami lakukan selama puasa hingga menjelang lebaran,” kata Hatta, Jumat (20/7).
Pasar yang akan menjadi prioritas untuk disidak adalah Pasar Karangpandan, Nglano, Jungke, dan Palur. Keempat pasar tersebut dipandang pasar besar dan juga menjadi sentra penjualan daging. Bahkan daging yang dipasok di pasar-pasar tersebut juga berasal dari luar Karanganyar.
Sebelumnya, Hatta mengaku pernah mendapati daging tak layak konsumsi di salah satu pasar tersebut. “Kami pernah menemukan daging yang tak layak di Pasar Nglano, yakni daging gelonggongan. Penjualnya pun masih sama seperti yang dulu-dulu,” katanya.
Hatta mengatakan akan menindak tegas penjual daging yang kedapatan menjual daging gelonggongan. “Bagi yang kedapatan menjual daging gelonggongan akan kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Jika masih nekat maka izin jualan kami cabut. Daging-dagingnya juga akan kami sita,” tegasnya.
Hatta memprediksi menjelang puasa dan lebaran, permintaan daging bakal semakin tinggi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mencari keuntungan lebih, namun membahayakan konsumen.
Hatta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih daging yang akan dibeli. Masyarakat jangan sampai tergiur dengan harga daging yang murah. Ciri-ciri daging yang tak layak konsumsi, menurut Hatta, di antaranya warna daging pucat, baunya berbeda dengan daging pada umumnya, serta memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Read More

Jelang Puasa, Harga Daging Sapi Naik

Menjelang bulan puasa, harga daging sapi mulai merangkak naik. Kenaikan harga daging tersebut terjadi di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar. Selain itu, stok daging sapi juga mulai menipis.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, Muhammad Hatta, harga daging sapi yang biasanya Rp 60.000 per kilogram dalam sepekan ini sudah menjadi Rp 65.000 per kilogram.
“Kenaikan ini masih cukup normal dan pasti terjadi menjelang puasa dan lebaran. Untuk Karanganyar sendiri harga itu masih dapat dijangkau. Sebab dibanding dengan daerah lain, harga daging sapi kenaikannya mencapai Rp 75.000 per kilogram,” terang Hatta, Senin (9/7).
Terkait pasokan daging sapi di Karanganyar, Hatta mengaku masih stabil yaitu tetap memotong 13-14 ekor per hari. “Hanya saja, permintaan kebutuhan daging sapi dari masyarakat terus meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, untuk pemotongan sapi sendiri dipusatkan di Gondangrejo. Daging sapi dari Karanganyar juga didistribusikan ke Kota Solo.
Sementara itu, untuk mengantisipasi maraknya daging sapi gelonggongan, pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar-pasar tradisional. “Sidak pasti akan kita lakukan,” kata Hatta. n

Read More

Kambing Muda Serbu Karanganyar

Sepekan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H, Petugas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menemukan sejumlah hewan ternak kambing yang masih belum memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai hewan kurban alias poel saat menggelar pemeriksaan di tempat penjualan hewan kurban, Senin (31/10).
Seksi Kesehatan Hewan, Disnakkan Karanganyar Fathur Rahman menjelaskan setidaknya ada 10 ekor kambing yang masih belum cukup umur (belum poel) ditemukan pada dua titik penjual kambing di ruas Jalan Raya Jaten. “Pertumbuhan usia kambing untuk menjadi poel memang bisa terjadi dalam beberapa hari, namun jika belum poel berarti tidak bisa disembelih saat kurban mendatang,” jelas dia di sela-sela pemeriksaan.
Fathur menambahkan cara termudah untuk melihat kambing sudah berumur poel atau belum yakni dengan tanggalnya gigi depan. Atau juga melihat dari umurnya, untuk kambing poel biasanya berumur lebih dari satu setengah tahun. “Kita berharap para pembeli lebih jeli untuk memilih hewan kurban, dan jangan terpaku kepada harga hewan ternak yang murah. Dicek dahulu poel atau belum. Jika tidak malahan nantinya tidak bisa digunakan untuk kurban karena menyalahi aturan agama,” seloroh dia.

Read More

Disnakkan perketat lalu lintas hewan ternak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) akan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak.

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2006

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2006. Antara lain tentang Bahan Galian, BPR, Desa, Holtikultura, IMB, Kaki Lima, Kelurahan, Lingkungan Hidup, Pajak Hiburan, Pariwisata, Partai Politik, Pasar, Pemakaman, Pencatatan Sipil, Pendaftaran Penduduk, Pendidikan, Pengujian Kendaraan, Pengunaan Jalan, Perikanan, Peternakan, Reklame, Retribusi, Sriti, Tanaman Pangan, Trayek, Usaha, dan Walet.

Read More
Kantor BP4K

Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Dasar Hukum

Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 5 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Daerah Kapubaten Karanganyar.

Tugas dan Fungsi

Kepala Badan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan  urusan pemerintahan di bidang pelaksanaan penyuluhan  pertanian, perikanan dan kehutanan yang meliputi :

  • Menyusun kebijakan dan programa penyuluhan Kabupaten yang sejalan dengan kebijakan dan programa penyuluhan Provinsi dan Nasional
  • Melaksanakan penyuluhan dan mengembangkan mekanisme, tata kerja dan metode penyuluhan
  • Melaksanakan pengumpulan, pengolahan, pengemasan dan penyebaran materi penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha
  • Melaksanakan pembinaan pengembangan kerja sama, kemitraan, pengelolaan kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana serta pembiayaan penyuluhan
  • Menumbuh kembangkan dan memfasilitasi kelembagaan dan forum kegiatan bagi pelaku utama dan pelaku usaha
  • Melaksanakan peningkatan kapasitas penyuluh Pegawai Negeri Sipil, swadaya dan swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Kepala Badan mempunyai  fungsi :

  • Penyusunan kebijakan teknis di bidang  penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang meliputi  penyelengaraan dan kerja sama penyuluhan, ketenagaan dan kelembagaan penyuluhan, pengelolaan  balai  penyuluhan kecamatan, Pos penyuluhan desa / kelurahan serta kesekretariatan;
  • Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah  dibidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang meliputi penyelengaraan dan kerja sama penyuluhan, ketenagaan dan kelembagaan penyuluhan, pengelolaan  Balai  penyuluhan kecamatan, pos penyuluhan  desa/ kelurahan serta kesekretariatan ;
  • Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang  penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang meliputi penyelengaraan dan kerja sama penyuluhan, ketenagaan dan kelembagaan penyuluhan, pengelolaan  balai  penyuluhan kecamatan, pos penyuluhan desa/ kelurahan serta   kesekretariatan ;
  • Pengumpulan, pengolahan, pengemasan dan penyebaran informasi/ materi penyuluhan pertanian bagi petani dan pelaku usaha pertanian lainnya;
  • Pelaksanaan fasilitasi dan penyelenggaraan forum kegiatan kelembagaan petani dan kelembagaan usaha pertanian lainnya;
  • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan, kesekretariatan;
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Uraian Tugas sebagaimana tersebut di atas, sebagai berikut :

  • Merumuskan program kegiatan Badan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sumber data yang tersedia sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
  • Menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya, memberikan arahan dan petunjuk secara lisan maupun tertulis guna meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas
  • Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan masukan, informasi serta untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal
  • Merumuskan kebijakan dan Programa Penyuluhan yang sejalan dengan Kebijakan dan Programa Penyuluhan Nasional dan Provinsi, Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan, Program Dinas Peternakan dan Perikanan, Program Kantor Ketahanan Pan;an
  • Membina pelaksanaan dan pengembangan metode penyuluhan spesifik lokalita
  • Melaksanakan pembinaan dan pengembangan kerjasama, kemitraan, pengelolaan kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana dan pembiayaan penyuluhan
  • Membina pelaksanaan peningkatan kapasitas Penyuluh PNS, Swadaya dan Swasta, melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan
  • Membina dan mengarahkan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan penyuluhan
  • Mengkoordinasikan program pembangunan penyuluhan pertanian baik yang dibiayai Kabupaten, Propinsi maupun Pemerintah Pusat, bantuan pembangunan dan dana-dana lain
  • Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap penyuluh yang berprestasi untuk mendorong kinerja penyuluh
  • Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui sistem penilaian yang tersedia sebagai cerminan penampilan kerja
  • Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar pengambilan kebijakan
  • Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas
  • melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

STRUKTUR ORGANISASI

a.  Kepala Badan
b.  Sekretariat, membawahi :

  • Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub Bagian Umum.

c.  Bidang Penyelenggaraan dan Kerjasama Penyuluhan
d.  Bidang Ketenagaan dan Kelembagaan Penyuluhan
e.  Kelompok Jabatan fungsional
f.   Kelompok Jabatan Fungsional Balai Penyuluhan Kecamatan
g.  Kelompok Jabatan Fungsional Pos Penyuluhan Desa dan Kelurahan.

 

Read More
karanganyarkab_potensi peternakan dan perikanan

Potensi Peternakan dan Perikanan

Potensi Peternakan

Satuan : Ekor, butir, Kg, Liter

No

Data

2014

2015

2016

Populasi

Produksi

Populasi

Produksi

Populasi

Produksi

1 Sapi Potong 61.612 1.995.300 62,948 2171,34 63.144 2507,4
2 Sapi Perah 444 365 292,74  277.200
3 Produksi Susu Sapi (Lt) 158 282.870 292.740
4 Kambing 24.451 169.538 24,600 203.728 25.330 193.623
5 Domba 116.155 270.164 117,606 2171,34 117.651 304.834
6 Babi 53.520 51,021  52.145
7 Kerbau 226 203  122
8 Kuda 177 177  167
9 Rusa 16  –
10 Kelinci 12.801 12,985  12.268
11 Ayam Buras 915.771 915.908 918,961 916,213 919.390 916.382
12 Ayam Petelur 1.859.500 18.858.421 1,830,060 343.542.625 1.830.430 343.542.625
13 Ayam Pedaging 5.296.550 2.970.788 4,758,900 6.948.766
14 Itik 85.524 446.496 85,694 74.316 44.279
15 Itik Manila 3.825  –
16 Burung Puyuh 500.350 511,427 511.485 985.763
17 Burung Dara  –
18 Angsa 1.866 1,885  –

Peternak

Satuan : Orang

No

Data

2013

2014

2015

2016

1 Ternak Sapi Potong 33.408 33.409 33,473 33.567
2 Ternak Sapi Perah 76 77 36 25
3 Produksi Susu Sapi  –
4 Kambing 5.873 5.873 5,910 7.006
5 Domba 26.638 26.638 26,973 27.452
6 Babi 138 138 138 173
7 Kerbau 93 93 93 38
8 Kuda 155 155 160 86
9 Rusa 0 0 2
10 Kelinci 1.233 1.233 1,245 1.245
11 Ayam Buras 74.447 74.447 74,704 74.704
12 Ayam Petelur 172 172 172 178
13 Ayam Pedaging 396 396 399 311
14 Itik 625 625 626 613
15 Itik Manila 1.262 1.262  –
16 Burung Puyuh 187 187 191 191
17 Burung Dara  –
18 Angsa 605 605 628

Industri Peternakan

Satuan : Buah

No

Data

2013

2014

2015

2016

1 Pabrik Pakan Ternak 1 1 1 1
2 Rumah Potong Hewan 3 3 3 3

Perikanan Darat

Satuan : Hektar (Ha), Ton

No

Data

2015

2016

Jumlah (Ha)

Produksi (ton)

Jumlah (Ha)

Produksi (ton)

1 Kolam Air Renang 34,62 1.611 34,6231 1.615,05
2 Karamba 0,009 3,6 0,009 1,80
3 Perairan Umum 645,090 502,509 35,350 532,66

Potensi Perikanan

Satuan : Ton

 

No

Data

2014

2015

2016

1 Penangkapan Ikan dan Biota Air Tawar 698,485 645,090 1.060,50
2 Budidaya Ikan dan Biota Air Tawar 1.534,234 3.462,310 2.769,85

Sumber: DISNAKKAN

Read More
karanganyarkab_potensi pertanian dan perkebunan

Potensi Pertanian dan Perkebunan

Sektor pertanian sebagai salah satu sektor primer, memang masih memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar. Sektor pertanian dirinci menjadi beberapa subsektor, yaitu (1) Tanaman Bahan Makanan, (2) Perkebunan, (3) Kehutanan, (4) Peternakan, dan (4) Perikanan.

Tanaman Bahan Makan

Pertanian  tanaman  bahan  makanan merupakan salah satu sektor dimana produk yang dihasilkan menjadi kebutuhan pokok hidup  rakyat.  Kabupaten  Karanganyar sebagian  tanahnya merupakan  tanah pertanian yang memiliki potensi cukup baik bagi pengembangan tanaman agro industri

Data Pertanian Tahun 2014,2015,2016

DATA INFORMASI SDA BIDANG PERTANIAN DAN HORTIKULTURA

Satuan : Hektar (Ha), Ton

No

Data

2014

2015

2016

Luas Area

Produksi

Luas Area

Produksi

Luas Area

Produksi

1 Padi sawah 46.054 275.188 48.131 311.921 22.489 357.383
2 Jagung 6.382 28.791 5.645 39.411 5.647 36.567
3 Kacang Tanah 4.233 7.619 4.348 6.684 3.661 4.935
4 Kedelai 173 234 128 217 128 252
5 Singkong (Ubi Kayu) 4.892 115.723 4.005 131.244 2.830 91.478
6 Ketela (Ubi Jalar) 642 27.059 868 31.076 704 29.916

Perkebunan

Satuan : Hektar (Ha), Ton

No

Data

2014

2015

2016

Luas Area

Produksi

Luas Area

Produksi

Luas Area

Produksi

1 Kopi Arabika  25,08 2,92 26,83  1,23 20,63 1,39
2 Kopi Robusta  15,9 1,26 14,4 2,170 14,07 1,12
3 Kelapa  2.282,09 1.341,15  1,863,73 963,45 314,16 127,12
4 Tembakau 126 1.654,62 179,25 2.044,15 171,20 2.988,05
5 Tebu  2.161,41 8.743,48 2.220,21 9.792,67 1.615,15  6.275,22
6 Lada  12,39 0,78  11,76 0,841 8,36 0,63

Tanaman Buah, Toga, Bunga

Satuan : Batang, Ton

 

No

Data

Jumlah Batang

Produksi

1 Durian 60.000 3.949
2 Duku 12.000 1.114
3 Jambu Merah 378
4 Melon 582
5 Pisang 6.093
6 Jahe 1.760
7 Kunyit 574
8 Temulawak 125
9 Bunga Krisan 328.649 328.649 batang

Sumber : Dispertan

Read More