WhatsApp Image 2024-11-26 at 00.23.45

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Gelar Training Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian

Karanganyar – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DispertanPP) Kabupaten Karanganyar menggelar acara peningkatan kapasitas (training) penyuluh pertanian di Rumah Makan Mbak Ning Ngargoyoso pada Senin siang, 25 November 2024. Acara ini dihadiri oleh Pj. Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, yang didampingi oleh Plt. Kepala DispertanPP, Titis Sri Jawoto, serta seluruh penyuluh pertanian se Kabupaten Karanganyar.

Pelaksanaan training ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan kinerja para penyuluh pertanian dalam mendukung program-program pertanian yang ada. Dalam sambutannya, Pj. Bupati menekankan pentingnya peran penyuluh dalam membantu para petani. “Kita harus bekerja dengan lebih baik untuk membantu para petani sesuai dengan arahan pemerintah pusat demi terciptanya swasembada pangan,” ujar baliau.

Pj. Bupati juga mengingatkan bahwa penyuluh pertanian memiliki tanggung jawab besar dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada para petani. “Peningkatan kapasitas penyuluh sangat penting agar mereka dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada petani, sehingga hasil pertanian dapat meningkat,” tambah baliau.

Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh penyuluh pertanian untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program pertanian di Kabupaten Karanganyar. Dengan peningkatan kapasitas yang baik, diharapkan penyuluh dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, demi mencapai target swasembada pangan dan kesejahteraan petani di daerah.

Read More
DISNAKAN

Dinas Perikanan dan Peternakan

Dasar Hukum

Peraturan Bupati Kabupaten Karanganyar Nomor 113 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perikanan dan Peternakan

Tugas dan Fungsi

Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan sub urusan  perikanan dan sub urusan peternakan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana  tersebut diatas, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

  • Perumusan kebijakan bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan koordinasi kebijakan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan administrasi dinas di bidang bidang perikanan dan bidang peternakan;
  • Pelaksanaan fungsi kesekretariatan dinas;
  • Pengendalian penyelenggaraan tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas;
  • Pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Uraian tugas sebagaimana tersebut diatas), sebagai berikut:

  • Penyusunan kebijakan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan teknis produksi, pengembangan, dan pengolahan hasil perikanan;
  • Penyusunan kebijakan teknis produksi, pengembangan, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis produksi, pengembangan, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan teknis produksi, pengolahan dan kesehatan hewan;
  • Pelaksanaan tugas  lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi

a. Kepala Dinas
b. Sekretariat, membawahkan :

  • Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Peternakan, membawahkan :

  • Seksi Pengembangan Peternakan
  • Seksi Pengolahan
  • Seksi Kesehatan Hewan

d. Bidang Perikanan, membawahkan :

  • Seksi Produksi dan Pengembangan Perikanan
  • Seksi Usaha dan Pengolahan Hasil Perikanan.

e. Unit Pelaksana Teknis Daerah.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Alamat

[unitkerja id = 22]

Daftar Pejabat

[pejabat id = 22]

Read More
20200121_091136

Pembinaan Pegawai Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar di Hotel Taman Sari

Read More
20200121_091136

310 Pegawai Dispertan, Pangan dan Perikanan ikuti pembinaan pegawai

Diskominfo

Sambutan arahan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Karanganyar-Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar hadiri pembinaan pegawai Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar di Hotel Taman Sari pada Selasa (21/1/20).

Di awal sambutannya Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa, karena tuntutan organisasi dan regulasi, dinas yang kemaren terpisah yakni pertanian dan peternakan nomenklaturnya digabung untuk menyamakan hierarki di kementrian.

Lebih lanjut, diharapkan kepada 310 pegawai di lingkungan Dispertan, Pangan dan Perikanan bisa menjadi keluarga yang menyatu dibawah kepemimpinan Siti Maisyaroch, agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Dijelaskan bahwa Karanganyar masih identik dengan kabupaten pertanian, sehingga identitasnya harus terus dijaga, misalnya dengan mengembangkan berbagai jenis makanan untuk bisa diekspor, seperti merica, kayumanis dan rumput stevia, khususnya rumput stevia, tanaman yang hanya ada di Karanganyar dan Manado ini akan dikembangkan sebagai pengganti gula.

Bupati ingin mulai 2020 semua kegiatan tuntas selesai di akhir Bulan November, karenanya pemerintah akan terus lakukan evaluasi baik perminggu ataupun perbulan.

Tidak bisa ditolelir kegiatan harus segera dikerjakan, Dpa sudah diberikan agar bisa langsung bergerak dengan baik. APBD 2021 harus sudah ditetapkan di akhir November sehingga Desember dapat menikmati akhir tahun” tegasnya. (An/In)

Read More
DSC_0851

Bantuan 220.000 Ekor Benih Ikan Dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah

Read More
WEB

Lagi, Tim Sidak Temukan Daging Tak Layak Konsumsi

Tim Sidak Dinas Perikanan dan Peternakan saat memeriksa kualitas daging di pasar tradisional

Karanganyar, Kamis (15/06/2017)

Tim Sidak daging dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar kembali menemukan daging tak layak konsumsi yang dijual di pasar tradisional. Temuan itu berupa tiga kilogram hati sapi yang sudah busuk dan daging ayam.

Temuan hati busuk tadi diketahui oleh tim sidak di Pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar. Petugas merasa curiga saat melihat daging yang ditutupi kain. Setalah dibuka, ternyata hati yang berwarna agak kehitaman.

Lantas, petugas meneliti dengan uji lab ditempat tersebut. Hasilnya memang mengindikasikan ada pembusukan. Selanjutnya, hati tersebut disita petugas untuk dimusnahkan.

“Menurut pengakuan pedagang itu, S. Daging itu kebawa ke pasar dan akan dibawa pulang lagi,” kata petugas sidak Joko Mulyono, Kamis (15/06) pagi.

Secara kasat mata, Joko Mulyono menjelaskan, hati sapi yang busuk konsistensi lembek, berbau dan warna kusam. Jika masih segar, konsistensi kenyal, sudut-sudut tajam dan warna mengkilat.

Selain itu, petugas juga menemukan daging ayam yang tak layak konsumsi di pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu. Yakni daging yang tidak laku namun direbus dan dijual lagi. Sehingga pembusukan tidak terlalu ada.

“Tadi kalau dijual dan dimakan tidak enak rasanya. Juga berbahaya, sehingga kami juga melakukan penyitaan untuk dimusnahkan,” katanya.

Sebelumnya, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik.

Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita. (pd)   

Read More
web

Pantau Daging dan Mamin, Tim Sidak Temukan Sejumlah Temuan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat melihat makanan mentah di salah satu kios pedagang Pasar Palur.

Karanganyar, Senin (12/06/2017)

Tim Sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang mengadakan pantuan di pasar tradisional dan supermarket, menemukan sejumlah temuan.

Dua tim itu bergerak memasuki pasar Palur, Kecamatan Jaten, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Sedangkan dari Dinas Kesehatan memantau kemasan, kandungan zat berbahaya, masa kadaluarsa, dan label.

Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik. Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita.

“Pernah diketemukan pasar Nglano dan Karangpandan daging tidak layak konsumsi, namun dulu, tahun kemarin tidak ada,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Sumijarto.

Lantas, dari hasil pantuan makanan dan minuman, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah makanan dengan kemasan rusak, telah kadaluarsa, tidak ada label makanan, dan mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat dilokasi mengatakan, ada makanan yang belum registrasi yang formal, dan mengunakan bahan berbahaya.

“Itu jadi problem bersama. Untuk mengatasinya secara terpadu, tidak bisa sendiri-sendiri, karena tidak bisa selesai. Mudah-mudahan ada langkah strategis mengendalikan itu. Minimal kepala pasar bisa berperan aktif dalam kendali itu,” kata Cucuk Heru Kusumo.

“Kita tidak mempunyai kewenangan eksekusi tapi hanya edukasi. Konsumen perlu perhatikan warna, bentuk, legalitas, kemasan secara benar, komposisi bahan, masa kadaluarsa. Dari pabrikan jika kaleng rusak perlu diwaspadai,” jelasnya.

Untuk pedagang, jika ada pemasok dikomunikasikan jika tidak mempunyai persyaratan layak konsumsi tentu dipertanyakan. Untuk yang curah, lanjut Cucuk, harus ada kejelasan, ada labelnya.

“Jika dikemas lagi menjadi kecil harus menyantumkan produksinya. Pengemas juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Seusai dari pasar tradisonal, dilanjutkan ke supermarket terdekat. Disitu, tim Dinas Kesehatan tidak menemukan temuan, hasilnya layak konsumsi. Uji sampel bakso juga dinyatakan bebas zat berbahaya.(pd)

Read More
DSC_9631

Sidak Daging, Tak Temukan Daging Tidak Layak Konsumsi

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Petugas (tengah) saat memeriksa kandungan air di dalam daging ayam, saat sidak di pasar Palur, Kecamatan Jaten (22/06)

Karanganyar, Kamis (23/06/2016)

Tim inspeksi mendadak (Sidak) gabungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi (Disnakkeswan) Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, tidak menemukan daging yang tidak layak konsumsi, Rabu (22/06).

Sidak gabungan itu menyisir tempat jualan pedagang daging sapi, ayam dan ikan di Pasar Palur, Kecamatan Jaten. Satu per satu, lapak jualan didatangi petugas untuk diperiksa kandungan pH di dalam daging dengan mengunakan alat.

Staf Bidang Keswan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Fathurrahman, mengatakan petugas masih menoleransi kualitas daging meski kandungan airnya berlebih.

“Hasilnya tadi daging masih layak dikonsumsi, karena kandungan pH air di bawah 6. Namun tadi ada sedikit pedagang yang menjual di batas  6. Normalnya pH 5,4 sampai 5,8 ,” kata Fathurrahman, seusai sidak.

Biasanya ayam, lanjutnya, dicelup ke dalam air kemudian disajikan, ketika sudah kering, ayam kembali di celup agar terlihat segar dan cerah. Jika sering dicelup dalam dua sampai tiga hari daging menjadi menghitam.

“Hal itu tidak boleh, karena justru menabah bobot daging. Justru daging kering dapat awet tahan lama,” katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kasi Pengujian Bahan Asal Hewan Balai Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Jawa Tengah, Haryono, meminta agar para pedagang menjaga kebersihan diri dan tempat jualan.

“Kantung plastiknya sebaiknya yang bening. Jangan berwarna hitam karena bisa mengontaminasi daging. Jerohan dengan daging jangan dicampur. Dikhawatirkan, air tirisan jerohan yang penuh bakteri itu masuk ke daging,” katanya.

Selain itu, Haryono, meminta para pedagang untuk sering menganti celemek agar terlihat bersih, dan jangan untuk dipakai lap tangan. Dia meminta juga untuk menyediakan sendiri  kondisi lap bersih, dan air cuci tangan.pd

Read More
DSC_8174 copy

Akses Masuk Hewan Kurban Diawasi Ketat

Karanganyar, Jumat (26/09/2014)

ilustrasi hewan kurban

ilustrasi hewan kurban

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) akan mengawasi ketat hewan kurban yang datang di wilayah Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika adanya kemungkinan hewan kurban yang terkena penyakit antraks dan cacing hati.

“Di wilayah perbatasan seperti Sragen, Magetan, Sukoharjo dan Boyolali kami awasi. Selain itu juga menempatkan beberapa dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Sumijarto, Kepala Disnakan Kabupaten Karanganyar, saat ditemui pada acara Sosialisasi Pengendalian Zoonosis dan Penerapan Kesrawan Pada Pemotongan Hewan Qurban Tahun 2014 di kantornya, Kamis (25/09) pagi .

Sumijarto menambahkan, akan menempatkan sebanyak lima dokter hewan seperti di Jaten, Karanganyar dan Karangpandan. “Kami juga akan membuka layanan call center apabila ditemukan adanya indikasi hewan kurban yang disembelih tidak baik secara mendadak,” jelasnya.

Dia juga memperkirakan, jumlah hewan kurban yang akan di sembelih pada tahun ini mengalami kenaikan walaupun harganya naik cukup tinggi. “Tahun lalu jumlah hewan kurban sebanyak 4.798 sapi, 4.417 kambing, dan 7.645 domba. Mantri hewan di masing-masing kecamatan kami kerahkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum maupun sesudah hari raya,” jelasnya. pd

Read More

Ratusan Itik Mati, Diduga Terserang Flu Burung

Lebih kurang 400 itik milik para peternak di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar , berangsur-angur mati sejak sepekan terakhir.

Unggas-unggas tersebut diduga terserang virus avian influenza (A1) atau yang dikenal sebagai flu burung. Sebab, ratusan itik milik 10 peternak tersebut menunjukkan gejala terserang flu burung, seperti mata keruh, terjadi kebutaan, angka kematian tinggi, dan unggas cenderung suka berputar-putar.

Mendapati kejanggalan itu, para peternak segera mengirim laporan kepada Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar pada Sabtu (24/8/2013). Pasalnya, kasus tersebut bukan yang kali pertama terjadi di Desa Gondangmanis.

“Desa itu memang daerah endemik, dulu juga banyak unggas mati karena terinfeksi A1. Pada kasus kematian unggas kali ini gejalanya juga sama dengan kematian unggas yang terjadi beberapa waktu lalu,” terang salah seorang anggota staf Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar, Fathurrahman.

Berdasarkan analisa serta riwayat penyebaran flu burung di Desa Gondangmanis, Fathurrahman yang juga dokter hewan menduga ratusan itik tersebut telah terserang virus A1. Guna memastikan dugaan itu, petugas Disnakkan Karanganyar telah mengambil sampel bangkai itik untuk melakukan uji laboratorium pada Selasa (27/8/2013).

“Sampelnya sudah dibawa di Jogja karena kami tidak memiliki alat uji virus A1, namun kami belum dapat memastikan kapan uji laboratorium akan selesai. Sebenarnya laporannya masuk kepada kami pada Sabtu lalu, tapi tim laboratorium baru bisa datang ke Karanganyar kemarin [Selasa], ” imbuhnya.

Selain mengambil sampel bangkai itik, Disnakkan juga telah mengimbau peternak untuk tidak menjual maupun mengonsumsi unggas yang sakit. Peternak juga diminta memisahkan unggas yang sehat dan sakit supaya virus tak kian menyebar. “Sebagian itik yang sakit masih hidup, tapi kami sudah mewanti-wanti peternak supaya itik yang sakit dikarantina agar tidak menulari yang lain. Kalau ada unggas yang mati mendadak juga harus segera dikubur,” jelas Fathurrahman.

Kendati hasil uji laboratorium belum keluar, Disnakkan telah mengantisipasi penyebaran virus flu burung dengan memberikan larutan disinfektan kepada para peternak di Desa Gondangmanis.

Selanjutnya, mereka diimbau rutin menyemprotkan disinfektan di kandang serta lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran virus yang juga dapat menginfeksi tubuh manusia itu. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa itik-itik tersebut positif terserang virus A1, Disnakkan akan segera melakukan vaksinasi kepada unggas di Desa Gondangmanis.

Read More