KOM_3695

Bupati Mersemikan Masjid Ar – Rahman di Dusun Tegalsari

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan tuasyiah dalam acara peresmian Masjid An – Rahman. Sabtu (15/04/17)

Karanganyar, Senin 17 April 2017

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meresmikan Masjid Ar – Rahman yang telah selesai dibangun dan siap untuk digunakan di Desa Tegalsari, Kelurahan Lalung, Kabupaten Karanganyar. Sabtu malam (15/04).

Peresmian itu juga dihadiri oleh Camat Karanganyar, Kepala Desa Lalung, Kepala OPD Kabupaten Karanganyar dan seluruh masyarakat Desa Tegalsari.

Dalam persemian ini Bupati menyampaikan sambutan sekaligus tausyiah kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Bupati dalam tausyiahnya memberikan pengetahuan tentang manfaat bersedekah. Bupati mengapresiasi pembangunan Masjid Ar – Rahman ini yang dibangun dengan bantuan dan sedekah baik berupa uang, material, dan tenaga dari seluruh masyarakat di Desa Tegalsari dan sekitarnya hingga salah satu perwakilan organisasi yang berasal dari Negara Oman yang memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Ar –Rahman.

“Karena barang siapa yang membantu atau bersedekah walaupun hanya sekecil seperti rumah burung itu mereka akan dibangunkan istana di surga – Nya Allah SWT,” kata Bupati yang mengutip salah satu hadist.

Arti dari nama Masjid Ar – Rahman adalah Allah Maha Pemurah, yang artinya Allah Maha memberi segalanya di dunia ini yang salah satunya telah meridhoi pembangunan Masjid Ar – Rahman ini dengan usaha dari seluruh masyarakat Desa Tegalsari dan sekitarnya yang dibangun di tanah wakaf salah satu warga Desa Tegalsari. Demikian Diskominfo (rz)

Read More
web copy

Pasar Matesih Diresmikan

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Karanganyar, Kamis (26/01/2017)

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Peresmian itu dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

Seperti pada peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Minggu (22/01) malam, di Pasar Matesih juga dipentaskan hiburan wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “Pendowo Bangun Projo”.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono mengatakan, semua pedagang masuk pasar, dan tidak perlu diundi lagi.

“Pedagang menempati tempat yang dulu, ini gratis tidak dipungut biaya. Saya harap dapat dijaga dan menjaga kebersihan,” katanya.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memunggut biaya.

Dia juga menyerahkan waktu kepada Lurah pasar untuk berembug dengan pedagang, kapan mereka pindahan dari pasar darurat yang berada di Lapangan Desa Matesih.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki menjelaskan pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.

“Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya,” katanya.pd

Read More
web

Pasar Nglano Diresmikan, Pedagang Tempati Kios Gratis

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengunting pita, sebagai tanda peresmian pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menggunting pita, sebagai tanda peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Karanganyar, Senin (23/01/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar dan menyerahkan kepada pedagang lama dengan kios gratis, Minggu (22/01) malam.

“Pasar ini dibangun habis Rp. 16.4 miliar dan telah selesai dengan baik, maka pedagang yang dulu menempati segera menempati kembali dan gratis, tidak ada pembayaran lagi,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memungut biaya.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar menginginkan masyarakat sejahtera. Pedagang menempati tempat lama, tidak ada pengundian,” kata Bupati.

Sementara itu, dulu yang menempati pasar burung, di utara jalan akan dibersihkan dan diberi tenda pedagang agar terlihat bersih.

Los-los nantinya akan diberi sekat biar pantas, supaya pembeli senang, dan bersih. Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

“Pada 21 Januari 2017 telah dilaksanakan sosialisasi Pedagang untuk menempati 8 los terisi 416 lapak kios, 183 kios dan 28 kios burung di Pasar Nglano,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Bersamaan dengan peresmian pasar itu juga diadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, dengan lakon “Banjaran Noroyono”.pd

Read More
DSC_0022

Peresmian Gedung Sasana Krida Budaya Matesih

DSC_0022

Bupati Karanganyar memberikan sambutan pada acara peresmian sasana krida budaya

Karanganyar, 17 Januari 2017

Hari Selasa, 17 Januari 2017 malam diresmikan Gedung Gedung Sasana Krida Budaya yang berlokasi di SDN 01 Matesih.

Berlokasi di SDN 01 Matesih Bupati Karanganyar, Juliyatmono meresmikan Gedung Gedung Sasana Krida Budaya. Gedung berupa joglo yang baru saja selesai dibangun ini merupakan sumbangan dari Susanto, pengusaha Samarinda dan diperuntukkan bagi pengembangan seni dan budaya di wilayah Kecamatan Matesih.

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan, “Supaya gedung ini bisa dimanfaatkan oleh seniman Karanganyar Kecamatan Matesih. Silahkan dimanfaatkan, syukur setiap minggu sekali atau berapa minggu sekali ada klenengan, dan lain-lain.”

Didampingi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Drs. Djatmiko, MM., beberapa Kepala SKPD, pengurus PGRI serta Camat Matesih, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada komite, Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru beserta keluarga besar SDN 01 Matesih yang telah memberikan ruang bagi pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Karanganyar khususnya Kecamatan Matesih.

Bupati mengaku senang karena adanya joglo ini, anak-anak bisa gembira mempunyai tempat untuk menampilkan kreatifitasnya. Ditandai dengan pemukulan gong, Bupati meresmikan Gedung atau Joglo Sasana Krida Budaya Matesih.

Untuk mewadahi para seniman di Kecamatan Matesih, dalam kesempatan tersebut dikukuhkan pula pengurus Seniman Karanganyar wilayah Kecamatan Matesih yang diketuai oleh Sukir.

Sebagai wujud rasa syukur atas peresmian gedung tersebut ditampilkan atraksi seni tari dan musik oleh anak-anak SDN 01 Matesih dan warga Kecamatan Karanganyar.

Bahkan Juliyamono pun tak ketinggalan ikut menyumbangkan suaranya diiringi grup musik lagu-lagu Koes Plus “Gembira Ria” dari Matesih.

Demikian Diskominfo (kris/adit)

Read More
DSC_0019 (2)

Bupati Resmikan Kantor Kecamatan Kebakramat

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menandatangani Prasasti Peresmian Kantor Kecamatan Kebakramat, Jum’at malam (04/12/2015).

Karanganyar, Jum’at 4 Desember 2015

Bupati Karanganyar Juliyatmono meresmikan kantor Kecamatan Kebakramat dengan menandatangani prasasti. Bupati beserta jajarannya menghadiri acara ini yang digelar pada Jum’at (04/12/2015) di Kantor Kecamatan Kebakramat, Karanganyar.

Peresmian tersebut dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Mbagun Purokecono oleh Dalang Ki Anom Wartoyo dari Boyolali.

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat meninjau ruang pelayanan Kantor Kecamatan Kebakramat yang baru diresmikan.

“Semoga dengan diresmikannya Kantor Kecamatan Kebakramat yang baru ini dapat memberikan keberkahan bagi kita semua, dapat lebih meningkatkan kinerja utamanya untuk pelayanan masyarakat,” tutur Bupati saat memberikan arahannya. Uum

 

Read More
DSC_0034

Karanganyar Bangun Wisata Edukasi Dirgantara

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara, Selasa (24/03) pagi di barat kolam renang Intanpari

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara, Selasa (24/03) pagi di barat kolam renang Intanpari

Karanganyar, Rabu (25/03/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Karanganyar sebentar lagi akan memiliki Taman Wisata Edukasi Dirgantara.Wahana yang luasnya sekitar 4000 meter itu terletak di sebelah barat kolam renang Intanpari, di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Edhy Sriyatno, mengatakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara sesuai nilai kontrak sebesar Rp 2.9 miliar,dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari.
“PT.Candi Unggul Perkasa sebagai pelaksana pembangunan konstruksi. Menariknya disini ada pesawat terbang, helikopter dan mesin pesawat terbang. Selain itu dilengkapi tempat parkir, pusat jajanan, loket, dan mushola,” kata Edy Sriyatno.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk pengadaan satu pesawat terbang Boeing 727-200 dan dua unit helikopter jenis bolcow masih dalam tahap klarifikasi. “Kita harapkan dalam waktu dekat ini sudah ada pelaksana proyek,” kata Edy.
Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengatakan pembangunannyadiharuskan sudah selesai sebelum tanggal 2 Mei 2015. Ini diibaratkan bandung bondowoso kepada roro jonggrang membuat seribu candi, karena bisa menyelesaikan dalam waktu singkat.
“Harapnnya peresmian bisa 2 Mei 2015 untuk menandai Hari Pendidikan Nasional. Harapannya anak-anak dan masyarakat luasberani bermimpi dan mewujudkan cita-cita setinggi-tingginya layaknya pesawat terbang,” kata Bupati Juliyatmono, Selasa (24/03) saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara.
Nantinya pengelolaanTaman Wisata Edukasi Dirgantara dikelola sepenuhnya oleh Dinas Pariwisata Karanganyar. “Rencana kedepan, kolam renang ini akan di buat water boom, dan di sebelah barat juga ada taman bunga, sehingga terlihat menarik,” katanya.pd

Read More
DSC_0019 copy

Ruang Kelas MI Muhammadiyah Parakan Diresmikan

Karanganyar, Minggu (01/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting pita sebagai tanda peresmian penggunaan ruang kelas MI MUhammadiyah Parakan, Bolong, Karanganyar, Sabtu (31/05)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting pita sebagai tanda peresmian penggunaan ruang kelas MI Muhammadiyah Parakan, Bolong, Karanganyar, Sabtu (31/05)

Bupati Karanganyar Juliyatmono meresmikan bangunan tiga ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Parakan, Desa Bolon, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (31/04) siang.
Peresmian itu menandai penggunaan ruang kelas yang dibangun dari dana donatur dan gotong royong warga setempat. MI Muhammadiyah Parakan sendiri telah ada sejak tahun 1962 dan menempati tanah wakaf seluas 18 x7 meter.
Riyanto, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Parakan, menuturkan saat ini tercatat jumlah murid dari kelas satu sampai kelas enam sebanyak 155 siswa, dan 13 guru pengajar.
“Peminat untuk sekolah disini cukup banyak, bahkan terdapat 49 anak tercatat di daftar tunggu untuk sekolah di tahun 2014-2015,” kata Riyanto saat ditemui disela-sela peresmian.
Saat ini, jelasnya, terdapat 11 ruang dan rencananya menambah ruang di lantai dua. Selain itu terdapat kegiatan ektrakulikuler seperti drumband, rebana, silat, kiroah dan pramuka.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi dengan adanya penambahan ruang kelas tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengharapkan pengembangan pendidikan terus ditingkatkan. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang putus atau tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi,” tandasnya.pd

Read More

GOR Karanganyar Resmi Milik Pemkab

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Karanganyar yang menelan anggaran mencapai Rp 6,8 miliar telah diserahkan ke Pemkab Karanganyar. Selanjutnya pengelolaan GOR tersebut telah resmi menjadi milik Pemkab.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komite Pembangunan GOR, Nur Halimah. “Dari komite sudah kita serahkan dan laporkan ke Bupati. Jadi saat ini masih menunggu peresmian oleh Bupati,” kata Halimah.

Dijelaskannya, pada peresmian nanti sekaligus penunjukan untuk pengelola GOR. Tapi sejauh ini ia tidak mengetahui siapa yang bakal mendapat amanah untuk mengelola GOR tersebut. “Kalau pengelolanya siapa kita tidak tahu, itu kewenangan Bupati,” katanya.

Meski belum diresmikan, Halimah menolak kalau GOR tersebut dikatakan sebagai proyek yang terbengkalai. Karena, sebelum diresmikan pengelolaan berada di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar. “Tidak (terbengkalai), sudah ada yang memanfaatkan kok, meski hanya lingkup internal,” ucapnya.

Terkait kelanjutan pembangunan GOR, Halimah menjelaskan hal itu tergantung pada proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat. “Dana pembangunan pertama kan dari pusat, nanti kelanjutannya juga bagaimana proposalnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Langgeng Widodo, Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Karanganyar, menyayangkan kondisi GOR yang terbengkalai karena Pemkab belum menunjuk siapa yang berhak mengelolanya. “Mestinya setelah masa pemeliharaan rampung, GOR segera diserahkan ke komite pembangunan yang sudah ditunjuk Pemkab untuk mengelolanya,” terangnya.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More
bazis

MUI Jateng : Hindari Penggunaan Zakat Bersifat Konsumtif

Bupati Karanganyar menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Rina Iriani menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (01/03/2013).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rofiq meminta Bazis di masing-masing Kabupaten/ Kota untuk cermat dalam menyalurkan zakat. Kecermatan itu untuk menghindari penggunaan zakat untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Hal ini dia sampaikan dalam khutbah iftitah peresmian Gedung Bazis Karanganyar di kompleks Masjid Agung dan juga pelantikan pengurus MUI Karanganyar periode 2013-2018, Kamis (28/2). Menurutnya, khusus zakat mal tidak diperbolehkan untuk konsumtif. “Kalau konsumtif, sudah diwakilkan zakat fitrah dan infaq shodaqoh.  Kalau zakat mal dan uang harusnya lebih merujuk pada efek jangka panjang,” kata dia.

Dirinya memaparkan jika zakat itu diharapkan bisa mengurangi  angka kemiskinan. Pertimbangannya, semakin banyak zakat yang disalurkan, maka cepat atau lambat bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ya sebagai contoh di Jateng ada 15 persen warga miskin. Zakat yang terkumpul disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan, tidak menutup kemungkinan angka kemiskinan bisa turun menjadi 10 persen atau bahkan lima persen,” ujar dia.

Disinggung mengenai zakat di Jateng, baru 10 persen yang bisa diberdayakan. Sebanyak 5,5 persen disalurkan lewat Bazis dan sisanya sebesar 4,5 persen penyalurannya menggunakan lembaga zakat lainnya. “Kami berharap sisanya yakni 90 persen disalurkan langsung tanpa menggunakan lembaga penyalur zakat,” katanya.

Kepala Bidang Jaringan Baznas Pusat, Naharus Surur menyebut, dari sekian banyak orang yang menitipkan zakat, sebagian besar berasal dari pegawai negeri sipil (PNS). Sementara itu, jumlah masyarakat umum yang menyalurkan zakat lewat bazis bisa dikatakan masih rendah.

Dari deretan tamu undangan, terlihat Bupati Karanganyar Rina Iriani, Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, dan Dandim Letkol Edi Basuki. pd

Read More

BPR Pura Artha Kencana Siap Buka Cabang

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, memotong bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, menggunting rangkaian bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (28/02/2013)

Sejak berdiri pada 1998 lalu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana mempunyai peran terhadap bergeraknya roda ekonomi kerakyatan. Peran tersebut dapat dilihat dari pemberian pinjaman kredit kepada pedagang kecil yang berada di pedesaan.

“Sasaran kami yaitu pedagang dan petani yang besaran kredit rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” jelas Riyanto, Direktur Utama BPR Pura Artha Kencana Jatipuro, di sela-sela peresmian kantor cabang baru di Jatipuro, Karanganyar, Rabu (27/02). Hingga saat ini, data BPR menunjukkan nasabah kreditnya mencapai angka 1.200 orang, sedangkan  nasabah tabungan mencapai 6.000. Mereka tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar.

Dengan jumlah nasabah yang banyak tersebut, maka berimbas pada jumlah kredit yang 60 persennya memiliki pinjaman kecil. Guna meningkatkan pelayanan, maka Riyanto merencanakan membuat unit-unit di setiap kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Sementara ini, baru tiga unit yang dimiliki, yakni di Jumapolo, Jumantono, dan Lalung. Sedangkan di Jatipuro sebagai kantor utama.

Dia menambahkan hingga awal tahun ini aset yang dimiliki sebesar Rp 15 miliar.  Laba bersih hingga bulan Desember 2012 sebesar Rp. 530 juta, sedangkan laba kotor mencapai Rp 605 juta.

Dalam acara yang sama peresmian Kantor baru BPR tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, mengatakan sangat mendukung tujuan bank itu. “Kami sangat mengapresiasi adanya BPR ini, sehingga dapat membantu para pemilik modal kecil dapat mengembangkan usahanya,” jelas Samsi. pd  

Read More