DSC_2936

Cuaca Panas, Calon Haji Diminta Jaga Kesehatan

Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.

Karanganyar, Rabu (17/05/2017)

Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar meminta Calon Haji untuk menjaga kondisi fisik dan menyiapkan bekal kesehatan sebelum berangkat haji. Tak hanya itu saja, dokumen keterangan status kesehatan, juga perlu disiapkan.

“Kondisi masing-masing seperti apa, apakah ada kondisi yang perlu kekhususan atau tidak. Misalkan saja ada riwayat sakit, biasa konsumsi untuk kebugaran badan, hal itu perlu diketahui dulu, setelah itu disiapkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Selasa (16/05) saat Pengarahan Manasik Haji, di Gedung Wanita Karanganyar.

Ada persyaratan orang datang ke negara lain dan kembali ke negara asal, dilarang membawa penyakit saat pergi dan pulang. Syarat secara baku yakni punya kekebalan tubuh penyakit Meningitis, dengan bukti sertifikat imunisasi Meningitis, tidak dicek fisik lagi, tapi cek sertifikatnya. Yang dapat sertifikat dinyatakan telah imunisasi.

“Sebelum berangkat minta dicek semuanya. Jika ada obat yang digunakan secara rutin disiapkan sendiri dan disertai daftar obatnya,” kata Cucuk.

Lebih lanjut, Cucuk mengatakan, jika ada masalah kesehatan, diimbau menghubungi Dinas Kesehatan atau  puskesmas terdekat. Pemerintah dari sisi kesehatan juga memberikan bimbingan melalui puskesmas di wilayah Kecamatan masing-masing. Jika ada jadwal manasik, puskesmas dilibatkan sekalian mendampingi. Setelah pulang dari ibadah haji, disarankan aktif ke puskesmas untuk dipantau lagi kesehatannya.

“Kami meminta agar latihan patuh terhadap aturan yang ada agar lancar. Yang perlu diperhatikan ibadah haji tahun ini yakni suhu di Tanah Suci diperkirakan diatas 40 derajat celcius bisa 54 derajat celcius. Lebih dua kalinya di Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Cucuk juga meminta Calon Haji tidak perlu takut, yang terpenting jaga kesiapan fisik, dan jaga cairan tubuh jangan sampai dehidrasi dengan minum cukup.

“Jika tidak ada rasa haus, itu salah satu pertanda kekurangan cairan tubuh yang agak berat. Selama ada kesempatan, silakan minum karena disana udara disana lembab, kering, panas,” katanya.

Yang perlu diperhatikan lagi yakni makan yang cukup terutama sayur, buah, memakai masker, dan membasahi masker. Secara teknis akan diberikan saat jadwal manasik berikutnya.

“Kami memohon maaf, jika ada yang mengidap penyakit tertentu tidak diperbolehkan untuk berangkat, walaupun itu ibadah. Selain itu,  untuk kondisi tertentu seperti hamil,” katanya.

Calon Haji Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 awalnya berjumlah 555 orang, mengundurkan diri sebanyak 15 orang, meninggal dunia satu orang. Sehingga jumlahnya menjadi 539 orang ditambah dari TPHD.

“Kloter dari Kabupaten Karanganyar terbagi menjadi dua. Kloter 21 sejumlah 355 orang, akan berangkat Rabu 2 Agustus 2017, dan Kloter 77 sebanyak 188 orang, berangkat Sabtu, 18 Agustus 2017,” kata Asisten Pembangunan, Siti Maisyaroch, ditempat yang sama.

Tim Medis ada dua dokter dan empat perawat, yang memantau kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Setiap kloter ada satu dokter dan dua perawat.(pd)

Read More
IMG_1906

Seminar Keperawatan Dalam Rangka HUT PPNI ke-43

Karanganyar, Senin 20 Maret 2016

Seminar keperawatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesia ) ke-43 tepatnya pada tanggal 17 Maret diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/03/2017).

Seminar ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono , Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Direktur RSUD Kabupaten Karanganyar, Direktur RS TNI AU Karanganyar, Direktur RS PKU Muhammadiyah, dan Ketua Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pertimbangan PPNI Kabupaten Karanganyar beserta seluruh jajaran pengurus.

“Dilihat pada kondisi sampai saat ini organisasi profesi belum bisa mensejahterakan seluruh anggotanya bahkan tidak mempunyai kantor sendiri sehingga pada kesempatan kali ini seminar keperawatan  mengambil tema ‘Meningkatkan Kesejahteraan Perawat Melalui Peluang Usaha Mandiri’,” kata Warsono, Ketua Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pertimbangan PPNI Kabupaten Karanganyar dalam sambutannya.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengharapkan kepada para perawat supaya memberikan pengabdian yang sangat baik. Disampaikan pula bahwa bagi perawat akan diberikan kesempatan bekerja tidak hanya di dalam negeri saja tetapi juga ke luar negeri  kepada perawat yang ingin bekerja di luar negeri.

“Bagi siapapun perawat yang ingin bekerja di luar negeri, di manapun negaranya, saya akan fasilitasi anda semua” kata Bupati, Juliyatmono.

Dikarenakan juga negara-negara lain masih membutuhkan banyak perawat dan gaji yang didapatkan lebih banyak sehingga diharapkan dapat mensejahterakan perawat-perawat Indonesia

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Herukusumo juga  menyampaikan kepada seluruh perawat untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan profesi, dan profesionalitas demi mencapai  kesejahteraan.

“Kita harus berupaya, kita harus memberdayakan sesuatu, agar profesi kita bisa mendapatkan kesejahteraan dengan meningkatkan kualitas profesionalitas dengan memanfaatkan peluang yang ada” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Herukusumo

Pada acara seminar keperawatan ini  juga diselingi dengan hiburan berupa tari-tarian serta dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai perayaan hari ulang tahun PPNI ke-43. Demikian Diskominfo (yoga/rz)

Bupati Karanganyar melakukan pemotongan tumpeng dan memberikan bantuan kepada Ketua Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Karanganyar. Sabtu (18/03/17)

Read More