DSC_0005 copy

Efektifkan PSN Daripada Fogging

Dengan PSN melihat jentik nyamuk di tempayan bisa mengantisipasi penyakit DB

Dengan PSN melihat jentik nyamuk di tempayan bisa mengantisipasi penyakit DB

Karanganyar, Selasa (10/02/2015)
Untuk memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti, masyarakat diminta untuk mengefektifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah masing-masing, daripada menggunakan pengasapan (Fogging).
Jenis nyamuk itu dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah (DB), mempunyai habitat di perumahan, di tempat yang banyak genangan air bersih dalam bak mandi, bekas botol minuman, dan tempayan.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Fatkhul Munir menjelaskan masyarakat lebih baik dengan gerakan PSN, pasalnya kalau fogging hanya sesaat.
“Kalau fogging tidak bisa membunuh jentik yang ada di dalam air bersih. Sebab hanya membunuh nyamuk dewasa, dan jumlahnya sedikit dibandingkan jentik,” kata Fakthul Munir, Senin (09/02).
Munir juga meminta agar di lingkungan rumah masing-masing untuk mengefektifkan 3M, yakni menguras bak mandi, agar larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi.
“Biasanya dalam seminggu, sebaiknya tiga kali bak mandi di kuras. Selain itu menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur, ” katanya. pd

Read More
DSC_0087

DKK Temukan Makanan Berbahaya

Karanganyar, Selasa (15/07/2014)

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaraan bahan makanan berbahaya di Pasar Jambangan, Mojogedang, Senin (14/07). Tim menemukan adanya mi basah, bakso, ikan teri yang mengandung bahan berbahaya jenis formalin dan boraks.

Hal itu terbukti saat tim dari DKK melakukan uji langsung di pasar tersebut. Di mana, DKK mengambil sempel bahan makanan yang memiliki warna dan bau yang tidak wajar. Saat dites, ternyata sempel-sempel tersebut positif mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) DKK Karanganyar, Fatkhul Munir, mengungkapkan sempel tersebut diambil pada pedagang yang menjadi binaan dari dinasnya. Mereka yakni pedagang yang sudah ketahuan menjual bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. “Ternyata mereka masih menjual bahan-bahan yang tidak layak konsumsi. Tapi dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih baik,” kata Fatkhul yang juga selaku koordinator sidak, kemarin.

Agar para pembeli tidak dirugikan, DKK juga memberikan tips cara memilih bahan makanan yang layak konsumsi. Pihaknya menekankan kepada pembeli untuk melihat fisik dan label bahan makanan yang dibeli. Makanan yang bagus pastinya memiliki kemasan dan bentuk yang masih bagus serta utuh. Tidak hanya itu, DKK juga menghimbau kepada pembeli untuk meliohat tanggal kedaluarsa yang tertera dalam label bahan makanan yang dibeli.

Salah seorang penjual mi basah, Suratmi mengaku tidak mengetahui tingkat kelayakan makanan yang dia jual. Dia mengaku bahan makanan yang berada di lapaknya diperoleh dari Sragen dan Solo. Meski positif mengandung formalin, dirinya menegaskan selama ini tidak ada keluhan dari para konsumen. “Tidak ada keluhan dari para pembeli. Jadi, saya juga tidak tahu kalau mi saya mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Tim pun melanjutkan sidak ke salah satu pasar modern di Mojogedang. Di sini, petugas mendapati makanan kering tak berlabel, kemasan rusak, dan kemasan jeli tanpa tanggal kedaluwarsa. Seluruh barang-barang mencurigakan didata untuk kemudian ditelusuri identitas penyalurnya. Cara penempatan bahan makanan dan lainnya juga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini diketahui dari peletakan cairan berbahaya yang diletakkan berdekatan dengan makanan.

Sidak tersebut masih akan berlanjut Selasa (15/07) dengan sasaran sejumlah pasar tradisional di wilayah lain setelah empat tim merampungkan di Jatipuro, Kebakkramat, Colomadu dan Mojogedang. pd

Read More

Saat Musim Penghujan, Warga Diminta Waspada Jentik

Karanganyar, Kamis (21/11/2013)

Saat musim hujan tiba, setiap warga diminta untuk waspada terhadap jentik-jentik nyamuk di lingkungan rumah masing-masing.  Himbuan itu untuk mencegah penyakit demam berdarah yang menyebabkan kematian.

Kepala bidang  Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkhul Munir mengungkapkan peranserta dan kesadaran masyarakat terus diharapkan agar demam berdarah bisa terdeteksi.

“Kadang kurang peduli dan penanganannya telat yang berakibat resiko besar. Seharusnya ketika panas tinggi langsung dilarikan ke Rumah Sakit,” ungkap Munir, beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan fogging dilakukan ketika ada indikasi, tapi yang paling penting masyarakat bisa siap ketika ada jentik.

“Kami menggerakkan peran aktif masyarakat untuk melakukan  pemberantasan jentik nyamuk,” ujarnya.

Pemberantasan jentik nyamuk yang dilakukan di sekitar lingkungan secara rutin merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Namun, kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan masih minim.

Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memasuki pergantian musim seperti sekarang.

“Biasanya saat pergantian musim berlangsung, sehari bisa panas terik disertai debu yang banyak, sehari lagi hujan. Untuk itu peranserta masyarakat sangat dibutuhkan” tandas Cucuk.pd

Read More