1

Penarikan Mahasiswa KKN UNS Di Kabupaten Karanganyar

Read More
WhatsApp Image 2020-02-13 at 18.39.16

Penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Setia Budi (USB) Surakarta

Read More
DSC_9798

Penarikan Mahasiswa KKN UNS

Read More
IMG-20190228-WA0009

Penarikan Mahasiswa KKN-DIK UMS Di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 1 Maret 2019

Sebanyak 204 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) baru saja selesai melaksanakan kegiatan KKN-DIK di Kabupaten Karanganyar. Penarikan mahasiswa KKN-DIK dilaksanakan pada hari Jumat (1/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan dilakukan langsung oleh Bupati Juliyatmono. Seperti yang diketahui bahwa 204 mahasiswa tersebut disebar ke dua kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. Dua perwakilan mahasiswa dari masing – masing kecamatan bertanggungjawab untuk memberikan laporan langsung kepada bupati.

Dari Kecamatan Karanganyar, laporan dipresentasikan oleh Mohammad Afriansyah. Dia menekankan bahwa kegiatan – kegiatan KKN merujuk pada 7 bidang. Bidang – bidang tersebut adalah yang pertama bidang pendidikan yang sesuai dengan dasar pendidikan mereka. Yang kedua, bidang kesehatan dengan membantu posyandu dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan. Yang ketiga, bidang dakwah dengan mengajar TPA dan mengadakan pengajian. Yang keempat, bidang sosial dan kebudayaan dengan menginisiasi kegiatan – kegiatan baru yang belum pernah ada di lingkungan masyarakat. Yang kelima adalah bidamg pariwisata dengan mengembangkan potensi wisata di tempat KKN. Yang keenam adalah bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dan yang terakhie adalah bidang keamanan.

Selanjutnya dari Kecamatan Kerjo diwakilkan oleh Dhora Ayu Martadiningsih. Dhora mengatakan bahwa mereka tidak hanya terpaku dengan kegiatan di bidang pendidikan saja, namun juga terjun langsung ke masyarakat dan membuat inovasi – inovasi baru yang cukup menarik.

“Di sini selain di dunia pendidikan, kami juga berinteraksi langsung kepada masyarakat dengan membuat inovasi – inovasi terbaru yang belum ada di Kecamatan Kerjo. Diantaranya kami menciptakan krupuk “biduan” (biji durian), manisan kulit ari durian, nugget biji durian, dan abon kulit durian”, paparnya.

Alasan mereka membuat inovasi olahan dari limbah durian karena mereka berhasil melihat potensi limbah durian di Kecamatan Kerjo dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut. Tujuan dibuatnya inovasi olahan tersebut adalah diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Kecamatan Kerjo, khususnya di Desa Gempolan karena akan segera dibuka Waduk Gondang. Olahan – olahan dari limbah durian tersebut bisa dijadikan oleh – oleh khas masyarakat Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Namun, sayangnya krupuk biduan dibuat dengan cara manual sehingga masih memiliki tekstur yang keras. Hal ini mendorong Dhora dan teman – teman untuk meminta dukungan dari bupati mengenai programnya dan masyarakat Kecamatan Kerjo untuk mengembangkan inovasi dari limbah durian yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS.

Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno., M.H yang mewakili Rektor UMS yang tidak bisa hadir mengatakan bahwa seluruh mahasiswa KKN-DIK yang berada di Kabupaten Karanganyar dapat belajar banyak pengalaman, salah satunya dengan membuat krupuk “biduan”. Beliau yang juga selaku Dekan FKIP menyampaikan banyak terimakasih dan berharap kegiatan KKN-DIK yang telah dilakukan menjadi kegiatan yang bermanfaat, yang dapat mendewasakan, dan membentuk kepribadian mahasiswa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bupati Juliyatmono mewakili pemerintah juga menyampaikan terimakasih kepada Dekan FKIP dan UMS karena telah diberi kepercayaan sebagai tempat KKN-DIK 2019.

“Terimakasih atas kepercayaannya dan semoga bisa menjadi motivasi untuk masyarakat Kerjo dan Karanganyar. Satu – satunya KKN yang paling bagus dan yang paling hebat dari perguruan tinggi mana pun, baru kali ini dari UMS”, ujarnya.

Beliau juga memuji ide dan karya yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS. Bupati berjanji akan menindaklanjuti inovasi yang dibuat mahasiswa tersebut dan akan mengapresiasi keinginan mahasiswa, khususnya di Kecamatan Kerjo dengan memberikan alat untuk membuat krupuk dari limbah durian.

 

Diskominfo (in/an/sr)

 

Read More

Penarikan Mahasiswa KKN di Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_7458

Penarikan Mahasiswa KKN dari Univet Bantara Sukoharjo

Read More
DSC_2296

Penarikan Mahasiswa KKN UNS dan USB dihadiri Pjs Bupati Karanganyar

Diskominfo

Pjs Bupati Karanganyar, Anggoro Prijo Budi Raharjo saat kunjungi salah satu stand hasil karya mahasiswa KKN UNS

Karanganyar, (22/02/2018)

            Sebanyak 269 mahasiswa yang meliputi dua universitas yang telah selesai melaksanakan KKN di wilayah Karanganyar yakni mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan Universitas Setia Budi selama kurang lebih satu setengah bulan melaksanakan KKN, secara resmi ditarik kembali oleh pihak kampus yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar, Kamis Siang (22/02).

Dalam sambutan Pjs Bupati Karanganyar, Anggoro Prijo Budi Raharjo, mengatakan bahwa mahasiswa KKN UNS dan USB adalah calon pemimpin yang harus memiliki sikap dan etika yang baik.

Mengenai apa yang disampaikan dalam laporan umum pelaksanaan KKN oleh salah satu mahasiswa, Anggoro Prijo mengatakan hal tersebut hanya gambaran di lingkungan masyarakat, sehingga penekanan akan pasar (market) adalah potensi yang bisa diolah dan menambah nilai ekonomi masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu merubah pola pikir masyarakat dan menjadi partner pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan”, pesan Anggoro Prijo

Lebih lanjut ia mengatakan, Karanganyar harus memiliki ikon yang bisa ditujukan ke semua orang.  Tak lupa, atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Anggoro Prijo mengucapkan selamat dan terimakasih kepada mahasiswa atas sumbangsih pengabdian kepada masyarakat selama melaksanakan KKN.

Sementara itu, Ketua Koordinator KKN Kabupaten Karanganyar, Waridi Hendro Saputro meminta izin kepada Bupati Karanganyar untuk menarik kembali pengabdian masyarakat mahasiswa KKN dua perguruan tinggi tersebut dimana telah menyelesaikan tugasnya untuk memajukan dan memahami kehidupan masyarakat di Karanganyar sebagai calon pemimpin masa depan.

“hasil yang dicapai adalah komitmen bersama antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi dari setiap periode bahwa kita melakukan kegiatan ini untuk memberikan motivasi dalam belajar mengajar supaya lebih cerdas,” jelasnya.

Sesaat setelah acara selesai, Pjs Bupati Karanganyar bersama rombongan dan perwakilan dari kedua universitas melihat berbagai hasil kreasi dan inovasi mahasiswa selama melaksanakan KKN. Demikian Diskominfo (ad, Ard, karina, imas)

 

 

Read More
Kominfo

Ratusan Mahasiswa Univet Ditarik dari lokasi KKN

Dishubkominfo

Sambutan Rektor Univet Bantara Sukoharjo dalam acara Penarikan Mahasiswa KKN Periode I, Selasa (11/10/2016).

Ratusan mahasiswa KKN Tematik Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo  yang tersebar di 23 Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Mojogedang dan Jatipuro secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (11/10/2016).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan Kepala Bappeda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah mengabdi selama dua bulan di masyarakat Karanganyar, dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 Oktober 2016.

Dishubkominfo

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar melihat pameran produk-produk lokal unggulan hasil karya Mahasiswa Univet selama KKN di 23 Desa di wilayah Karanganyar.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, mengasah skill dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan saya berharap mahasiswa Univet bisa terus menjaga nama baik Universitas hingga menjadi sarjana” ujar Juliyatmono.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo Prof.Dr. Ali Mursid WM, M.P, mengatakan sejumlah mahasiswa KKN ini selama dua bulan telah memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk lokal.

“Kami berharap kerja sama dengan Kab. Karanganyar bisa terus berlanjut, dan kami juga meminta MOU dari Pemkab Karanganyar, untuk menjadi bukti keberlangsungannya KKN kami di daerah ini,” katanya, disela-sela sambutan.

Demikian Dishubkominfo (ind/irov)     

Read More