DSC_8772

Pemkab Karanganyar Adakan Festival Durian

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan perwakilan Forkopimda memegang durian di Festival Durian Karanganyar 2018

Karanganyar, Jumat (05/01/2018)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian 2018 yang diikuti puluhan peserta dan bagi yang menang juara 1,2 dan 3 mendapatkan penghargaan berupa piala dan uang, Kamis (04/01) pagi, di Terminal Wisata Mbangun Makutoromo, Karangpandan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan 25 peserta berasal dari petani yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini ada setelah dua tahun berturut-turut vakum, karena merosotnya produksi durian yang disebabkan musim,”kata Supramnaryo.

Lebih dari itu, juga menemukan dan mengenalkan pohon durian lokal dari Karanganyar, dengan harapan kedepan ada penamaan varietas unggul yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian dan akan dijadikan pohon induk bagi perbanyakan bibit.

Kali ini, pihak penyelenggara mengandeng juri dari latar belakang pakar holtikultura, dan pakar buah. Hasilnya, mereka memutuskan juara 1 yakni Wando, dari Mranggen, Pendem, Mojogedang. Juara 2, Wardoyo, dari Pablengan, Matesih, dan Juara 3 yakni Paino, Gendon, Jumantono.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat pembukaan mengatakan dengan adanya festival ini dapat lebih mengenalkan produk durian lokal dari Karanganyar, apalagi Kecamatan penghasil durian.

“Kalau kita lihat, banyak pedagang durian saat musim, berjualan yang strategis, ada pula di desa-desa yang banyak dicari pembeli. Rasa dan aroma khas menjadi incaran penyuka durian,”katanya.

Diakhir acara, ada lelang durian yang dimasukkan di tengok . Sebanyak 38 tengok ditawarkan dengan harga yang berbeda. Ada berisi 10 durian laku Rp. 600 ribu, bahkan ada pula yang sampai Rp. 1,2 juta. (pd)

Read More
DSC_5129

Pemkab Karanganyar Bangun Sinergi Dengan Kemenag

Pemkab : Assisten II Pemkab Karanganyar Siti Maisyaroch memberikan sambutan pada Hari Amal Bakti di Hotel Taman Sari

KARANGANYAR – Kamis, 4 Januari 2017

Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kepada Kementrian Agama (Kemenag) setempat tidak tanggung-tanggung. Berbagai upaya untuk membangun sinergi kehidupan beragama di Karanganyar dilakukan Pemkab Karanganyar. Bentuk-bentuk sinergi itu adalah magrib mengaji. Dimana keluarga terutama anak-anak pukul 18.00 sampai 19.00 (bakda Magrib-menjelang Isyak) diminta untuk mengaji. Sedangkan para orang tua untuk tidak menonton televisi pada jam tersebut.

“Kami terus berupaya membangun sinergi dengan Kementrian Agama Karanganyar. Pak Bupati sangat cinta dengan Kemenag Karanganyar. Wujudnya dilakukan berbagai program mendukung program Kemenag,” papar Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Maisyaroch saat memberikan sambutan mewakili bupati di acara Hari Amal Bakti ke 72 Kemenag Karanganyar di Hotel Taman Sari, Karanganyar, Kamis (4/12).

Selain Magrib mengaji, Siti Maisyaroch menambahkan dukungan itu diantaranya Subuh Keliling. Termasuk juga rewad bagi para penghawal Al Quran. Bukan itu saja, Pemkab Karanganyar juga memberikan bantuan pendidikan siswa di SMA, SMK, dan MA. “Meskipun kewenangan SMA sederajat milik Pemerintah Propinsi. Namun, Pemkab Karanganyar juga membantu kepada siswa SMA, SMK dan MA,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kemenang Karanganyar, Mustai’in Ahmad mengatakan optimis bangsa Indonesia akan maju dan Karanganyar semakin sejahtera. Pihaknya juga mengakui dukungan yang dilakukan Pemkab Karanganyar luar biasa. Diantara contohnya adalah pemberian sepeda motor kepada Kepala KUA di 17 Kecamatan. Termasuk Kemenag diberikan bantuan berupa mobil. “Ditingkat pelayanan juga sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ada satu ponpes yang melakukan izin pendirian namun kami tolak karena ada beberapa persyaratan standar yang belum dipenuhi. Namun tetap kami beri waktu dan dibantu tim kami supaya juga segera berdiri,” imbuh Mustain. (hr)

Read More
web

Pemkab Karanganyar Hibahkan Dana Pembangunan

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Karanganyar Tahap II Tahun 2018 oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Condro Kirono.

Karanganyar, Selasa (02/01/2018)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menghibahkan dana pembangunan gedung Mapolres Karanganyar  sebesar Rp. 10,2 Miliar dalam dua tahap. Dengan rincian Tahap I Rp. 3 Miliar untuk Gedung Wira Satya dan Tahap II Rp. 7,2 untuk sarana dan prasarana lainnya.

Untuk gedung Wira Satya, pembangunan telah selesai dan akan dipergunakan, sedangkan pembangunan tahap II, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melakukan peletakan batu pertama, Selasa (02/01) pagi, di Mapolres Karanganyar.

Bupati Karanganyar mengatakan pemberian dana hibah untuk pembangunan itu karena itu “rasa memiliki” apalagi terletak di pinggir jalan raya, di pusat keramaian, yang di selesaikan tahun 2018 pembangunannya.

“Di sekelilingnya akan dibuat City Walk sehingga terlihat tampak indah dan megah,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto memberikan apresiasi kepada Pemkab Karanganyar sehingga pelayanan warga lebih optimal karena yang dilayani juga termasuk masyarakat Kabupaten Karanganyar.

“Ini adalah kepentingan bersama, bukan kepentingan dari kami. Ini semata-mata untuk memberikan pelayanan dan kepentingan masyarakat,” kata Kapolres Karanganyar.

Kapolda Jawa Tengah juga mengatakan dengan gedung baru dan fasilitas baru mendorong anggota Polres Karanganyar untuk lebih membuat Karanganyar lebih aman, tentram, damai. Lebih terpelihara hak asasi, harta benda, jiwa raga, dan tidak dibeda-bedakan.

“Saya juga meminta untuk lebih melayani masyarakat. Semoga pembangunan gedung ini dapat memberikan manfaat,” kata Kapolda Jawa Tengah.

Pada kegiatan itu, juga diresmikan Barak Dalmas Polres Karanganyar, Rumah Dinas para Kabag Polres Wonogiri, Rumah Aspol Gayam Polres Sukoharjo, Gedung Kantor Polsek Ngawen Polres Klaten, Gedung Kantor Polsek Sayung Polres Demak, Rumah Dinas Polsek Ampelgading Polres Pemalang, dan Gedung Kantor Polsek Garung Polres Wonosobo. (pd)

Read More
DSC_2388

Sambut Satu Abad, Pemkab Karanganyar Hadirkan Lansia Berumur Seratus Tahun

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan cinderamata kepada lansia berumur 100 tahun atau lebih yang dihadirkan pada Upacara Hari Jadi ke 100 Tahun Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Senin 20 November 2017

Memperingati hari jadi ke seratus, Pemkab Karanganyar menghadirkan nuansa yang berbeda pada pelaksanaan Upacara. Selain menggunakan bahasa Jawa dan pakaian adat Jawa, Pemkab Karanganyar juga menghadirkan 64 lansia yang berusia lebih dari 100 tahun sebagai tamu undangan.

Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Karanganyar ke-100 digelar di Alun Alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/11) kemarin. Dalam upacara ini seluruh peserta upacara dan tamu undangan menggunakan pakaian adat Jawa yakni Beskap Jangkep untuk laki-laki dan Kebaya Jarit Wiru untuk perempuan.

Tampil sebagai Komandan Upacara, Kepala Satpol PP, Kurniadi Mulato dan bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pada Upacara peringatan satu abad Karanganyar, Pemkab Karanganyar meraih penghargaan Tingkat Nasional yakni Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha sebagai daerah dengan Kinerja Pemerintahan terbaik peringkat ke dua se Indonesia. Selain itu juga disampaikan Satyalancana Karya Satya kepada tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Karanganyar yakni sebuah penghargaan dari Presiden RI atas pengabdiannya di Pemerintahan Karanganyar selama puluhan tahun. Penghargaan tersebut diberikan kepada Drs. Siswanto (Kepala BKPSDM Karanganyar atas pengabdiaannya selama 30 tahun), Suripto (ASN dari Inspektorat Karanganyar yang mengabdi selama 20 tahun) dan Sri Mulyani ( Guru SD Negeri 1 Suruh, Karanganyar).

Dalam amanatnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan beberapa penghargaan yang diterima Pemkab Karanganyar jangan menjadikan para jajarannya terlena. Penghargaan dari Pemerintah justru harus membuat para jajarannya memberikan yang lebih baik lagi.

“Penghargaan ini harus menjadikan kita lebih baik di masa mendatang. Apalagi kedepan tantangan semakin berat,”tuturnya.

Ditambahkannya, jelang tahun politik pada 2018 dimana akan dilaksanakan secara serentak, Bupati berharap para ASN Karanganyar dapat berpartisipasi dan mampu menjaga netralitas.

“Mari ikut serta dalam pesta demokrati dengan memberikan suara anda,”imbuhnya.

Usai pelaksanaan Upacara, Pemkab Karanganyar memberi penghargaan terhadap para lansia berumur lebih dari seratus tahun sejumlah 64 lansia. Selain itu, Pemkab Karanganyar juga memberikan hadiah bagi bayi yang lahir tepat di hari Sabtu Pahing Tanggal 18 November 2017.

Sementara itu dalam menyemarakkan seratus tahun hari jadi Karanganyar, ditampilkan drama kolosal perjuangan Pangeran Samber Nyawa atau lebih dikenal Raden Mas Said yang melibatkan 1000 pelajar dari tingkat SMP, MTs, SMA/SMK/MA se Karanganyar dan demontarsi aeromodelling dari TNI Angkatan Udara Lanud Adi Sumarmo.

Demikian Diskominfo (Tim)

Read More
WEB (2)

Pemkab Karanganyar Peringati Hari Wayang Dunia

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono.

Karanganyar, Rabu (08/11/2017)

Peringatan Hari Wayang Dunia setiap tanggal 7 November diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Namun untuk tahun 2017 terasa sangat berbeda, karena pertunjukan wayang kulit dikemas spektakuler, Selasa (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono. Lebih menarik lagi, ada 100 sinden dan 17 kelompok karawitan dari Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Setiap tahun, sejak peringatan ke 97, Pemkab Karanganyar selalu menyatukan acara Hari Wayang Dunia dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Hari Wayang didasari karena pada 7 November 2003 UNESCO telah memberikan penghargaan pengakuan secara resmi wayang adalah hasil karya agung bangsa Indonesia

“Tahun ini memang dibuat berbeda. 100 sinden karena tahun 2017 bertepatan dengan Hari Jadi ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, dalang Ki Manteb dan Ki Purbo memainkan wayang kulit, dalang Ki Enthus memainkan wayang golek dalam satu panggung,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Di kursi tamu undangan, terlihat Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan wayang kulit merupakan karya agung budaya dari Indonesia yang terus dilestarikan.

“Kita terus berjuang agar Pemerintah segera menerbitkan keputusan tanggal 7 November Hari Wayang Dunia,” kata Bupati Karanganyar.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi pertunjukkan dengan wayang ini karena menjadi media, sehingga komunikasi dengan masyarakat menjadi mudah.

Disela-sela acara, juga diadakan lelang perangko. Dari penawaran tertinggi dimenangi oleh pedagang bakso, Tukino Jawir, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono dengan harga Rp. 85 juta.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang. Ribuan penonton tampak memadati lokasi acara hingga akhir pentas.(pd)

 

Read More
DISKOMINFO

Pemkab Karanganyar Gelar Nonton Bareng Film G30S/PKI

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar memberikan sambutan pada acara nonton bareng film G30S/PKI

Karanganyar, 2 Oktober 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar adakan nonton bareng film gerakan pemberontakan 30 September PKI, minggu malam (1/10). Acara yang berlangsung di Taman Pancasila ini dihadiri langsung oleh Bupati beserta Wakil Bupati Karanganyar dan didampingi jajaran forkopimda.

Walaupun baru dimulai sekitar jam 20.00, namun tidak mengurangi antusiasme warga Karanganyar. Meskipun banyak anak – anak yang ikut menyaksikan film ini namun pihak TNI menjamin film ini aman untuk dilihat anak – anak, karena adegan kekerasan sudah dipotong.

Sementara dalam sambutannya Bupati Karanganyar sangat mengapresiasi Komandan Kodim 0727/Karanganyar atas perintah Panglima TNI memutar kembali Film G 30 S /PKI ini. Bupati juga menegaskan tujuan penayangan film ini adalah agar tragedi memilukan,tragedi kelam, yang pernah terjadi di Indinesia ini jangan sampai terulang kembali. Selain itu Juliyatmono juga berpesan NKRI dan Pancasila adalah harga mati.

“Ideologi Negara kita adalah Pancasila,Pancasila adalah alat perekat pemersatu, kesatuan yang terdiri dari sekian ribu pulau dengan sekian ratus ribuan Bahasa, Suku, adat-istiadat,agama yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia ini alat pemersatunya adalah Pancasila,”tuturnya.

KOMINFO

Bupati dan Jajaran Forkopinda me-launching agenda kegiatan 1 Abad hari Jadi Kabupaten Karanganyar

Bebarengan dengan acara nonton bareng ini Bupati Karanganyar Juga me-launching agenda kegiatan dalah rangka “Hari Jadi 1 Abad kabupaten Karanganyar”.Demikian DISKOMINFO(yoga)

Read More
web (2)

Pemkab Karanganyar Kelola Tiga Kawasan Wisata

Penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) (tengah) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar) (kanan), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kiri)

Karanganyar, Sabtu (22/07/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai awal bulan Agustus tahun 2017 mengelola dan melestarikan hutan tiga kawasan wisata alam di lereng Gunung Lawu, yakni Sekipan, Pringondani, dan Puncak Lawu (Cemoro Kandang, Cetho dan Sukuh).

Pengelolaan dan pelestarian hutan itu diserahkan dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Surakarta kepada Pemkab Karanganyar, dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Serahterima pengelolaan itu dilakukan di Bumi Perkemahan Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu, Jumat (21/07), ditandai dengan penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Di salah satu butir Berita Acara Serah Terima, menyebutkan disamping luas tanah yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) di tahun 2016, juga aset yang ada diatasnya, dan jenis jumlahnya.

Titis Sri Jawoto, mengatakan mulai 1 Agustus 2017 pengelolaan sepenuhnya oleh Pemkab Karanganyar tentu bersinergi dengan Perum Perhutani, karena batas secara fisik belum ada, namun batas dan luas telah disepakati.

“Yang paling kami tekankan, kami tetap pegang etika. Siapapun yang telah bekerja di pengelola lama tetap di sinergikan dengan kami, jadi jangan kuatir,” katanya.

Ditempat yang sama, Eka M Ruskanda, mengatakan nanti di perinci lagi termasuk aset-aset, batas-batas fisik, dan petak berapa saja yang masuk dalam pengelolaan.

“Tradisinya di kelola oleh kami, akan diserahkan. Tim bersama akan merinci lagi batas-batasnya, awal Agustus tahun ini sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, dengan pengelolaan oleh Pemkab Karanganyar dibuat lebih baik, seperti perbaikan jalan dan gapura masuk  menuju Sekipan juga akan dibuat lebih baik.

“Nantinya tempat disini akan dibuat semakin menarik. Kami juga optimis tingkat kunjungan semakin banyak, apalagi disekitarnya sudah ada tempat rekreasi,”kata Rohadi Widodo.

“Saya contohkan, bisa dibuat rumah pohon, lokasi yang menarik bisa untuk foto selfi , dengan begitu pengunjung semakin banyak,” katanya. (pd)

Read More
web (2)

Bupati Karanganyar Buka Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membuka Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi yang dihadiri para Kepala OPD Pemkab Karanganyar.

Karanganyar, Senin (17/07/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melakukan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi, yang dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungkan Pemkab Karanganyar, Senin (17/07), di Ruang Podang 1, di Kantor Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membuka acara mengatakan, birokrasi terus melakukan reformasi sesuai dengan implementasi revolusi mental, karena rakyat punya hak untuk diberikan pelayanan yang terbaik, tidak hanya cukup itu, namun mampu mendorong masyarakat lebih sejahtera.

“Maka kami minta pegawai di OPD bekerja dari hati dan nyaman, jangan menjadi beban, sebab tidak produktif. Untuk itu harus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” kata Bupati.

Acara itu dengan narasumber, Erna Irawati, Kepala Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Bupati berharap OPD dapat menindalanjuti regulasi-regulasi yang ada dengan menggunakan filosofi bekerja nyaman.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan, ukuran kepuasan masyarakat adalah respon masyarakat baik secara pribadi maupun melalui media sosial, publikasi, surat aduan, adalah prosentase aduan sangat kecil.

“Artinya yang sudah dilakukan sudah sesuai dengan kemauan masyarakat. Kemungkinan apa yang muncul, sebelum ada kita hadir ditengah-tengah masyarakat supaya persoalan diselesaikan dengan baik,” katanya.

Ditempat yang sama, Erna Irawati mengatakan, sasaran reformasi birokrasi tahun 2015-2019 adalah birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, dan memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

“Terdapat pula efisiensi birokrasi yakni alokasi anggaran harus digunakan untuk program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, misalnya infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Setda Kabupaten Karanganyar, Sutarno, menjelaskan, dengan road map ini dapat memantau sejauh mana perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi di tingkat daerah.

“Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil mengikuti rakor implementasi reformasi birokrasi Kabupaten/Kota se Jawa Tengah,” katanya.(pd)

Read More
web (2)

Pasar Murah Jelang Lebaran Diserbu Warga

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat melayani pembeli di pasar murah.

Karanganyar, Rabu (21/06/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjelang lebaran tahun 2017 mengadakan pasar murah untuk warga kurang mampu, Rabu (21/06) di Gedung Wanita Karanganyar.

Sejak pagi, ratusan warga sudah mengantri mengambil kupon yang dibagikan. Untuk 2 kilogram gula pasir, dihargai Rp. 20 ribu, 5 kilogram beras seharga Rp. 35 ribu, satu bungkus minyak goreng Rp. 10 ribu. Adapula sirup, mi instan, buah dan sayur segar, roti kemasan, teh, bumbu dapur, daging, dijual dengan harga terjangkau.

Setiap tahun, Pemkab Karanganyar mengadakan pasar murah di 17 Kecamatan. Namun di tahun ini untuk Kecamatan Karanganyar diadakan di dua tempat, yakni di Kantor Kelurahan Delingan dan di Gedung Wanita.

“Pasar murah ini untuk warga yang kurang mampu dan meringankan mereka. Selain itu untuk penangulangan inflasi daerah,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Budi Supriono.

Yang menarik, lanjut Budi, di beberapa kecamatan komoditas beras tidak begitu diminati. Ini bisa jadi ketersediaan beras berlebih, juga bersamaan pencairan rastra pada bulan Mei-Juni, di cairkan pada bulan Juni, dan juga pas masa panen.

Ditempat itu, Bupati juga berkeliling mendatangi setiap stan dan berdialog dengan warga yang berjubel mengantri membeli kebutuhan pokok.

“Sebentar lagi lebaran. Yang dibeli hari ini jangan dulu dimasak. Dimasak malam takbiran saja. Biar irit dulu,”  kata Bupati.

Tampak juga, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, membantu menjualkan teh dan minyak goreng. Warga pun terlihat senang karena dilayaninya. (pd)

Read More
web

ASN Diimbau Tingkatkan Ibadah Saat Ramadan

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat ikut ASN Inspektorat Kabupaten Karanganyar yang beragama Islam membaca Al Quran, di bulan Ramadan.

Karanganyar, Jumat (02/06/2017)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di Badan Usana Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Karanganyar, meningkatkan ibadah di bulan ramadan.

“Di bulan Ramadan ini sebaiknya diperbanyak ibadah-ibadahnya, dan khusyuk menjalankannya,” kata Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Hal itu dikatakan Wabup Karanganyar saat memimpin pengajian bagi ASN beragama Islam di Inspektorat Kabupaten Karanganyar, Jumat (02/06) pagi.

Tahun 2017 ini, merupakan tahun ke empat Pemkab Karanganyar mengadakan “Karanganyar Bertakwa” dengan diisi berbagai kegiatan keagamaan. Seperti pengajian membaca Al Quran bagi yang beragama Islam di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD.

“Di bulan Ramadan ini tentunya ASN Pemkab Karanganyar yang muslim sudah mempunyai keinginan, beribadah dengan khusyuk sehingga mendapatkan pahala,” kata Rohadi Widodo.

“Yang pertama adalah puasa di bulan ramadan. Juga mengerjakan shalat sunah. Niatkan pula untuk infaq shodaqoh setiap hari, rutin,” kata Wakil Bupati.

Amal yang lainnya, lanjut Wakil Bupati, dengan iktikaf, bisa di Masjid Agung Karanganyar. “Kalau ASN bisa mulai sore sampai subuh. Ibadah-ibadah tadi dilaksanakan agar mendapatkan kemuliaan di bulan ramadan,” katanya. (pd)

Read More