MUDIK LEBARAN 2013 : Pejabat Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Para pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar dilarang memakai kendaraan dinas untuk keperluan mudik.

Apabila terdapat pejabat yang nekat memakai kendaraan dinas untuk mudik maka akan diberi sanksi.

Sekda Karanganyar, Samsi, mengatakan sesuai intruksi Bupati Karanganyar, pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar dihimbau tak memakai kendaraan dinas untuk keperluan di luar kedinasan bahkan mudik ke kampung halaman. Menurutnya, kendaraan dinas hanya digunakan untuk keperluan kedinasan.

“Sesuai intruksi Bupati, pejabat dihimbau tak memakai mobil dinas untuk keperluan mudik,” katanya saat ditemui seusai sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung DPRD Karanganyar, Minggu (28/7/2013).

Menurutnya, kendaraan dinas merupakan aset daerah yang digunakan sebagai alat transportasi untuk menunjang aktivitas kedinasan. Artinya, mobil dinas dilarang dipakai untuk keperluan di luar kedinasan. Sementara itu, mobil dinas keliling dipakai untuk melayani masyarakat. Para pejabat yang nekat memakai mobil dinas untuk keperluan mudik akan dikenai sanksi sesuai aturan. Pihaknya akan memberikan teguran agar tak mengulangi perbuatannya pada masa mendatang.

“Mobil dinas harus digunakan untuk keperluan kedinasan saja, bila dipakai untuk keperluan mudik jelas-jelas melanggar aturan dan ada sanksinya. Nanti ditegur dahulu,” jelas Samsi.

Pihaknya juga meminta agar para pejabat tak meminjamkan mobil dinas kepada orang lain selama libur cuti Lebaran. Mobil dinas yang dipakai para pejabat harus dipelihara dan dirawat kendati tak dipakai selama libur Lebaran. Pihaknya akan mengawasi langsung mobil dinas yang dipakai oleh para pejabat untuk keperluan mudik Lebaran.

Read More

Pemkab Karanganyar Mengadakan Tarwih Keliling

Bupati Karanganyar, Rina Iriani

Bupati Karanganyar, Rina Iriani

Karanganyar. Bupati Karanganyar, Rina Iriani memberikan sambutan saat melaksanakan tarwih keliling (Tarling) di Masjid Al Amin, Genjian, Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin (15/07) malam.

Read More

Gaji Ke-13, Tingkatkan ZIS

Sekretari Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat membuka sarasehan basiz, di Komplek Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (29/06)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat membuka sarasehan bazis, di Komplek Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (29/06)

Karanganyar, Senin (01/07/2013)

Turunnya Gaji ke-13 pada bulan ini diprediksi bisa meningkatkan Zakat Infaq Sodaqoh (ZIS) di Karanganyar. Peningkatan capaian ZIS juga dimungkinkan berasal dari bertambahnya masyarakat yang beramal di bulan Ramadan.

Perkiraan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi. Dia menyampaikan, Juli ini gaji ke-13 PNS di jajaran Pemkab Karanganyar akan dicairkan. “Saya ingatkan kembali bahwa bulan Juli PNS Karanganyar akan menerima gaji ke-13, maka akan ada kewajiban ZIS bagi para PNS terlebih lagi bersamaan dengan masuknya bulan puasa,” katanya.

Sekretaris Bazis Karanganyar, Abdul Muid menyebutkan, Ramadan tahun lalu terkumpul dana Rp 280 juta. Dengan melihat turunnya sejumlah tunjangan bagi PNS di Pemkab Karanganyar, pihaknya bisa meningkatkan jumlah ZIS di Bumi Intanpari.

“Kami berharap ZIS bisa terkumpul hingga mencapai 350 juta/ bulan,” kata Muid, Sabtu (29/06). Dia menambahkan, pentashorufan atau penyaluran ZIS 2012 mencapai angka Rp 1,2 miliar. Di mana, Bazis membaginya dalam beberapa kelompok. Khusus pelayanan sosial kemanusiaan dan kesehatan, Bazis menyalurkan Rp 180 juta dan Rp 195 juta untuk peningkatan SDM dan Pendidikan. Di sisi lain,  Bazis juga menyalurkan bantuan di bidang pengembangan ekonomi sebesar Rp 65 juta, bina dakwah Indonesia dan pembangunan tempat ibadah senilai Rp 735 juta serta kesehatan Rp 66 juta.

Rencananya, pada Senin (01/07), pihaknya dan Bazis Sragen diminta mewakili Bazis Jawa Tengah untuk menjadi tim perhitung. Setelah itu, pada Senin (08/07) mendatang Bazis Karanganyar dan Pemkab akan melakukan pawai ta’aruf. “Pawai itu sebagai kegiatan untuk menyambut Ramadan,” katanya.

Hingga Juni 2013, pihaknya sudah menghimpun dana dari masyarakat sebesar Rp 286.751.666. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2012, nilai tersebut lebih besar. in

Read More

Pemkab Karanganyar Bakal Lakukan Pemerataan Pegawai

Pemkab Karanganyar bakal melakukan pemerataan pegawai negeri sipil (PNS) pada 2013.

Saat ini, instansi terkait tengah melakukan penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja untuk mengetahui jumlah PNS di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto, mengatakan penyusunan analisi jabatan dan beban kerja di setiap SKPD bakal dilaksanakan mulai Juni.

Setelah penyusunan itu rampung maka pihaknya akan mengkaji untuk melakukan pemerataan PNS di setiap SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar.

“Kami akan melaporkan hasil penyusunan analisis jabatan dan beban kerja kepada Bupati Karanganyar. Setelah disetujui Bupati langsung dilakukan pemerataan PNS,”

Indikator

Menurutnya, proses penyusunan analisis jabatan dan beban kerja cukup lama. Sebab, pendataan jumlah PNS dilakukan di setiap SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar. Tentunya, pihaknya bakal mengkaji perbandingan antara jumlah kebutuhan pegawai dengan jumlah keseluruhan pegawai di setiap SKPD.

Larmanto menambahkan terdapat beberapa indikator penyusunan analisis jabatan dan beban kerja, antara lain satuan hasil rata-rata tahunan, waktu penyelesaian, beban kerja dan jumlah pegawai yang dibutuhkan. SKPD yang kekurangan pegawai akan ditambah dari SKPD lain yang kelebihan pegawai. Langkah ini dilakukan agar tidak ada SKPD yang kekurangan pegawai untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Misalnya jumlah pegawai di SKPD A melebihi formasi maka beberapa pegawai akan dipindah ke SKPD lain yang kekurangan pegawai,” ujarnya.

Berdasarkan data BKD Karanganyar, jumlah PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar sebanyak kurang lebih 11.900 pegawai. Mayoritas PNS terbanyak menjadi guru yakni sekitar 7.000 pegawai dan tenaga kesehatan sekitar 4.000 orang.  “Jumlah PNS selalu berubah setiap waktu karena ada yang memasuki masa pensiun.”

Sementara seorang PNS di Setda Karanganyar, Rohman, meminta agar pemerataan pegawai di lingkungan Pemkab Karanganyar disesuaikan dengan keahlian setiap pegawai. Artinya, pegawai yang dipindahkan ke SKPD lain harus mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing. Sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan untuk melaksanakan jalannya roda pemerintahan.

Read More
DSC_0057

Museum Dayu Jadi Wisata Edukatif

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD)  meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Karanganyar, Sabtu (08/06/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyelesaikan proyek pembangunan Museum Dayu sebagai sarana wisata edukatif, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direncanakan pembangunan Muesum Dayu yang berada di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar  akan selesai pada pertengahan 2014.

Nantinya, di museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang terdiri dari ruang penyimpanan koleksi fosil purbakala, ruang pameran yang tedapat diorama fosil purbakala yang ditemukan di desa Dayu.

Selain itu Pemkab Karanganyar akan berupaya memindahkan sebagian fosil purbakala yang ditemukan, dari Museum Sangiran, Sragen,  ke Museum Dayu.  

“Kami akan memindahkan sebagian fosil purbakala dari Museum Sangiran ke Museum Dayu ini,” jelas Ismu Suprihatin, Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jumat (07/06) pagi.

Menurut Ismu, desa Dayu mempunyai potensi nilai sejarah khususnya fosil purbakala karena warga di desa ini sering menemukan fosil. Terakhir  ditemukan fosil rahang dari gajah purba dan kepala kerbau lengkap.

“Masih banyak potensi fosil purbakala di daerah sini seperti hewan dan manusia purba. Kami juga minta kepada masyarakat apabila menemukan fosil apa saja maka diserahkan ke instansi terkait,” jelas Ismu.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, yakni meminta agar warga setempat mau memberikan benda sejarah itu jika menemukan fosil purbakala.

“Apabila ada warga yang menemukan fosil purbakala, hendaknya jangan dijual. Karena itu sangat tinggi nilai historisnya. Lebih baik diserahkan ke museum saja,” jelas Bupati Rina Iriani, saat meninjau pembangunan Museum Dayu bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sedangkan Museum Dayu berdiri diatas lahan seluas 7000 m2, dengan luas tanah 11000 m2. Pembangunan museum ini sendiri ,menghabiskan dana kurang lebih 25 miliar yang berasal dari APBN.pd

Read More
DSC_0025

Kerja Bakti Masal APPMD Wahyu Sekar Mulyo

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Karanganyar, Minggu (02/06/2013)

600 warga Dusun Ngelosari dan Dondong, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang tergabung dalam Asosiasi Paguyuban Peduli Masyarakat Desa (APPMD) Wahyu Sekar Mulyo menggelar kerja bakti masal memperbaiki jalan rusak sepanjang satu kilometer, Minggu (2/6) pagi. Kegiatan tersebut murni dengan tenaga dan dana mandiri.

Langkah ini menjadi bukti bahkan masyarakat tidak terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Pasalnya, sering kali masyarakat lebih mengedepankan aksi frontal untuk menyampaikan aspirasinya. Di antaranya dengan menanami jalan rusak dengan pohon atau lainnya.

Ketua APPMD Wahyu Sekar Mulyo, Suparman juga mengaku kegiatan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali jiwa gotong royong di dalam masyarakat. Menurutnya, selama ini gotong royong mulai terkikis sedikit demi sedikit. “Dalam kegiatan ini, kami melibatkan semua pihak. Baik karang taruna hingga orang tua di Dusun Ngelosari dan Dondong. Tapi ada juga masyarakat di luar dusun juga ada yang membantu kegiatan itu,” kata dia.

Dia menambahkan, masyarakat tidak ingin terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama menanggung semua pembiayaan untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Jalan yang rusak ini sepanjang satu kilometer. Informasi menyebutkan jika jalan ini milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tapi ada juga yang mengatakan bukan milik DPU. Kami pun memutuskan untuk memperbaikinya sendiri,” ujar Suparman.

Kegiatan itu menurut dia sudah dirancang sedemikian rupa. Baik dari sisi peralatan, logistik, material maupun tenaga. “Kami semua bahu membahu dalam memperbaiki jalan yang rusak. Kami tidak perlu menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes. Dengan seperti itu, jalan juga tidak akan bagus dengan sendirinya,” tuturnya. pd

Read More

Wabup : Penggunaan Dana Hibah Harus Hati-Hati

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono

Karanganyar, Selasa (28/05/2013).

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono memberikan pembinaan kepada 177 kepala desa/ lurah dan 17 camat se-Karanganyar, Selasa (28/05). Pembinaan itu terkait dengan penggunaan dan pertanggungjawaban dana hibah pemberdayaan masyarakat.

Dalam arahannya, dia meminta kepada semua penerima hibah untuk berhati-hati dalam hal pencairan, penggunaan, dan pembuatan laporan pertanggungjawaban. Paryono menegaskan, lurah atau kepala desa menjadi penanggungjawab penggunaan dana itu di tiap desa. “Kepala desa sebagai penanggungjawab kegiatan itu. Semua program harus terwujud dan penggunaannya harus hati-hati,” kata dia di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Semua penerima hibah, lanjut dia, diberi waktu penggunaannya hingga 31 Desember 2013. Dia mengingatkan kepada penerima hibah untuk cermat dan tangkas dalam pencairan. “Pencairannya jangan mepet 31 Desember. Pada tanggal itu, semua kegiatan sebagai realisasi hibah harus sudah selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, orang nomor dua di jajaran Pemkab Karanganyar itu mengingatkan kepada semua perangkat desa dan kecamatan untuk tidak menanggapi ulah oknum yang jika mencoba meminta dana. “Kalau ada oknum yang minta, camat dan lurah jangan sampai menanggapinya,” tuturnya.

Pertimbangannya, dana hibah sudah jelas peruntukkannya dan sesuai dengan proposal yang sudah masuk. Selain itu, dana itu hanya diwujudkan pada program yang spesifik, salah satunya untuk pembangunan gapura. “Dana hibah jangan digunakan untuk membeli alat-alat RT maupun operasional. Ini sudah jelas peruntukkannya,” imbuh dia.

Sementara itu, Inspektur Karanganyar, Suprapto yang juga hadir dalam kegiatan itu menegaskan, siap melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana itu. Inspektorat akan tetap menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan ke lapangan. “Selain tepat waktu, penerima hibah juga harus tertib administrasi. Jika ada yang menyelewengkan dana itu, kami akan menindaknya,” tegas Suprapto didampingi Kabag Administrasi Pembangunan Karanganyar, Narimo. pd

 

Read More
DSC_3167

Pemkab Karanganyar Tetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3Kg

DSC_3167

Sekda Karanganyar, Samsi saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar

Pemerintah Kabupaten Karanganyar adakan sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) untuk harga LPG 3 Kg, bertempat di Podang I Gedung Setda Kab. Karanganyar, Selasa (23/4). Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi, M.Si, Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Agus Cipto Waluyo, SH, MT, Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Ambang Wibowo, S.Sos, Perwakilan dari PT. Pertamina serta agen-agen LPG di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Samsi mengatakan LPG merupakan hak masyarakat kecil dan UMKM, sehingga sebenarnya tidak setiap warga masyarakat berhak membeli barang tersebut. Mekanisme pendistribusian LPG tertentu perlu dikendalikan dan diawasi agar tepat sasaran, karena pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk mensubsidi LPG ini agar harganya terjangkau oleh masyarakat kelas bawah.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karanganyar Nomor 540 / 575 Tahun 2013 Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram di Wilayah Kabupaten Karanganyar diputuskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 KG pada konsumen sebagai pengguna akhir di Wilayah Karanganyar sebesar Rp. 14.500,00. (ad)

Read More

2012, Angka Kematian Bayi Turun

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2012 kepada Ketua DPRD, Sumanto, dalam Rapat Paripurna, Sabtu (06/04)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2012 kepada Ketua DPRD, Sumanto, dalam Rapat Paripurna, Sabtu (06/04)

Karanganyar, Sabtu (06/04/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyatakan, angka kematian bayi pada 2012 mengalami penurunan. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mencatat angka kematian bayi tahun lalu hanya 9,23 permil.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2012 dalam rapat paripurna, Sabtu (06/04). Dikatakan Rina, hal itu merupakan capaian yang cukup menggembirakan. “Angka kematian bayi pada 2012 sebesar 9,23 permil. Artinya, terjadi penurunan kematian bayi permil penduduk pada 2012,” kata dia.

Dengan capaian tersebut, dinas terkait yakni DKK sudah bagus dalam melaksanakan tugas dan program kerjanya terkait penanganan kasus kematian anak pada tahun lalu. “Untuk persentase capaian kierja tahun 2012 mengalami kemajuan sebesar 126,32 persen,” ujar dia.

Setali tiga uang kasus kematian bayi, peningkatan kinerja DKK juga ditunjukkan dengan adanya penurunan kematian Bawah Lima Tahun (Balita) di tahun yang sama. “Data kami menyebutkan penurunan tersebut mencapai angka 0,37 permil,” ujar dia di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Karanganyar serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kendati demikian, angka kematian ibu pada 2012 masih cukup tinggi yakni 127,6 per 1.000 ibu. Dipaparkan orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu disebabkan meningkatnya pre-eklamsi pada ibu. Hal itu sulit diprediksi prognosisnya. Namun, pihaknya mengklaim sebagian besar kinerjanya bersama dinas terkait sudah baik. Hanya saja, Rina menyampaikan apa yang diraihnya saat ini harus tetap ditingkatkan.

Di sisi lain, Pemkab Karanganyar juga memiliki prestasi tersendiri dalam hal penggalakan program Keluarga Berencana.  Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) melaporkan progam pelayanan keluarga berencana 2012 terdapat 26.886 orang akseptor baru. Sementara itu, peserta KB aktif sebanyak 133.565 dan KB mandiri 79.944 orang.pd  

Read More

Uji Publik KII

DSC_0002Seorang pegawai sedang melihat nama-nama Tenaga Honorer Kategori II (KII) di website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar (www.karanganyarkab.go.id), Jumat (05/04)

Read More