DSC_0018 copy

Ratusan Orang Ikuti Mudik Gratis

Karanganyar, Rabu (23/07/2014)

Sebanyak 500 pemudik mengunakan mudik gratis dari Pemkab Karanganyar tiba di alun-alun Karanganyar, Rabu (23/07) pagi pukul 04.10

Sebanyak 500 pemudik mengunakan mudik gratis dari Pemkab Karanganyar tiba di alun-alun Karanganyar, Rabu (23/07) pagi pukul 04.10

Sebanyak 500 orang perantau di Jakarta yang berasal dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengikuti program mudik gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah tiba di kampung halaman. Mereka berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta dilepas langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (22/07) sekitar pukul 10.00 pagi.

Selanjutnya, setelah perjalanan darat dengan menggunakan 10 armada bis sekitar 18 jam, pemudik gratis itu tiba di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, dan Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, Rabu (23/07) pukul 04.10 dini hari.

Para pemudik itu terdiri dari anak-anak, remaja maupun orang dewasa dengan berbagai latar belakang pekerjaan, seperti buruh pabrik, tukang bangunan, pedagang asongan, maupun pembantu rumah tangga.

Ke 10 armada bis yang disewa oleh Pemkab Karanganyar tidak melewati jalur Pantura, namun ada yang melewati jalur Purbalingga, Wonosobo, Bawen, Salatiga, Solo, dan Karanganyar. Selain itu juga ada yang melintasi jalur Selatan.

“Perjalanan dari Jakarta terasa lancar dan tidak ada kendala sama sekali,” kata Heru Susanto, pemudik asal Kecamatan Jumapolo. Dia sejak tahun 2009 telah merantau ke Ibu Kota menjadi buruh. Dia merasa senang mengikuti program mudik gratis, karena ketika pulang ke kampung halaman menjadi tenang dan nyaman.pd

Read More
sepakbola (1)

Kabupaten Karanganyar Ikuti Kejuaraan Sepakbola Piala Walikota Solo

sepakbola (3)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berusaha melewati pemain lawan. (Sabtu, 14/06)

Tim sepakbola Kabupaten Karanganyar mengikuti kejuaraan Piala Walikota Solo dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kota Solo ke – 68. Adapun peserta kejuaraan ini adalah kabupaten / kota se eks. karesidenan Surakarta (SUBOSUKOWONOSRATEN). Untuk kriteria pemain panitia juga membatasi dengan usia pemain min 40 tahun keatas.

Pertandingan sabtu pagi, 14/06  yang mempertemukan kesebelasan Pemkab Karanganyar dan kesebelasan Pemkab Sukoharjo berlangsung sangat seru. Gol Pemkab Karanganyar dilesatkan oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo pada menit ke 8 babak pertama. Hingga babak pertama usai, Pemkab Karanganyar tertinggal oleh Pemkab Sukoharjo 1-4.

Babak kedua baru berjalan 3 menit, Pemkab Karanganyar menambah gol melalui Saroto dari titik penalti. Peluit panjang wasit mengakhiri pertandingan dengan keunggulan Pemkab Sukoharjo 7 gol berbalas 2 gol oleh Pemkab Karanganyar. ad

sepakbola (2)

Aksi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat pertandingan sabtu pagi ini.

Read More
090312_SOLO_tower-BTS4

Penarikan Retribusi Pendirian Tower di Karanganyar Diintensifkan

090312_SOLO_tower-BTS4Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan mengintensifkan penarikan retribusi pendirian basetransreceiver station (BTS) atau menara tower telekomunikasi pada tahun ini.

Penarikan retribusi tidak semata-mata untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan mengakomodasi perkembangan pesat teknologi komunikasi dan penataan tata ruang kota.

Demikian disampaikan Kabid Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Bambang Sugito ketika dijumpai, Selasa (10/6) di ruang kerjanya. Bambang mengatakan keberadaan tower selama ini cenderung luput berkontribusi ke Pemkab. Hal ini dikarenakan pendiriannya sebelum terbit Perda No 4/2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perda No 12/2013 tentang Pengendalian Menara Telekomunikasi.

Padahal potensinya cukup besar, mencapai Rp800 juta dari total 119 tower di Karanganyar. “Retribusi untuk satu menara telekomunikasi dihitung dua persen dari nilai jual obyek pajak (NJOP),” kata dia.

Selain berpotensi menyumbang PAD, Bambang mengatakan penarikan retribusi bertujuan mengendalikan pendirian infrastruktur itu demi kepentingan estetika. Dalam perda pengendalian menara telekomunikasi diatur tata cara pendirian yang disesuaikan zona. Di antaranya mengatur radius antarmenara dalam satu zona, yakniminimal satu seperempat kali ukuran tingginya. Kemudian jarak aman dengan hunian minimal lima meter dan terlarang didirikan di kawasan cagar budaya.

Dalam selular plan yang disusun Dishubkominfo, lanjut Bambang, kuota pendirian menara telekomunikasi di Bumi Intanpari masih banyak tersedia.

Anggota Tim Teknis selular plan Pemkab Karanganyar, Eko Supriyadi menambahkan tengah mengevaluasi keberadaan menara telekomunikasi guna melandasi rekomendasi pendirian baru pada tahun ini. Tercatat, penyedia layanan selular antre mendapatkan rekomendasi pendirian tower. Diterangkannya, ada syarat yang harus dipenuhi provider dalam pendirian menara telekomunikasi.

Hal ini agar tidak mengulang pendirian menara telekomunikasi pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai ada beberapa kekurangan. Sejumlah kasus muncul akibat masyarakat merasa tidak nyaman tinggal di sekitar menara telekomunikasi.

“Terdapat penyesuaian di aspek perizinan. Keberadaan menara harus diasuransikan, wajib mengurus HO [izin gangguan] khususnya menara berpotensi mengganggu lingkungan,” kata dia.

Dari total menara telekomunikasi di Karanganyar, Eko menyebut sebagian di antaranya masih mengandalkan suplai energi genzet. Tim teknis tidak merekomendasikan operasional mesin tersebut karena menimbulkan kebisingan.

“Kami akan secara selektif dalam merekomendasikan pendirian tower. Termasuk aspek gangguan harus diminimalisasi oleh provider,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
DSC_0004 (3) copy

Batik Kayu Karanganyar Go Internasional

Karanganyar, Minggu (25/05/2014)

Bidak catur dari batik kayu

Bidak catur dari batik kayu

Sejak awal mula tahun 1996 ketika ikut pameran di Pasar Raya Jakarta, Sumartoyo mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik. Kemudian tahun 1998 mulai berdiri mandiri dengan menciptakan karya-karya unik dan tradisional.

“Saya pertama kali membuat warna motif batik ternyata belum bisa. Padahal saat itu akan ada pameran yang di selenggarakan oleh Pemkab Karanganyar,” ujar Sumartoyo. Namun dengan belajar dan ketekunannya dia bisa membuat warna motif ciri khas batik. “Ada motif sogan dan kawung,” kata Sumartoyo, saat di temui di galeri dan sekaligus rumanya Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dia memproduksi berbagai macam batik kayu dari gelang, meja, kursi, kentongan, wayang, mangkok, dan piring. Ada juga jenis hewan seperti bebek, kelinci, ikan dan gajah. “Yang menarik batik kayu untuk papan dan bidak catur. Bahan baku produk kami terbuat dari berbagai jenis kayu seperti jati, pule, sengon, mahoni dan bambu,” ujar dia.

Untuk lamanya pembuatan tergantung ukuran dan di sesuaikan dengan tingkat kerumitan.”Rata-rata bisa selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Sumartoyo. Sampai dengan saat ini, Sumartoyo telah keliling pameran dari lokal hingga luar negeri. “Saya pernah ikut pameran di Utrecht, Jerman. Disana peminatnya lumayan banyak, karena produk ini unik dan bernilai tradisional,” jelasnya.

Di pasar lokal, para pemesan maupun pembeli berasal dari Solo, Jogyakarta bahkan Jakarta. pd

Read More
DSC_3057

Pemkab Karanganyar Awasi Peredaran Pupuk

Karanganyar, Kamis (24/04/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawasi ketat peredaran pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan karena di kalangan petani mengeluhkan kelangkaan pupuk dalam beberapa bulan terakhir.

Saat Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi bersama pengecer, distributor, gapoktan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten (Dispertanbunhut) Karanganyar , Siti Maisyaroh, menuturkan penyaluran pupuk di Kabupaten Karanganyar mengalami ketidak lanc

ilustrasi

ilustrasi

aran dikarenakan ada pengurangan jumlah alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2014 berkurang sekitar 20 persen dibanding tahun 2013, banyak petani yang belum masuk di kelompok tani sehinga pelayanan pembelian pupuk di tingkat pengecer tanpa Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Selain itu kurangnya petani mengunakan pupuk organik dan masih ada ketergantungan pada pupuk kimia. Terdapat pengecer yang hanya melayani tetangga dekatnya, sedangkan lainnya tidak terlayani,” ujar Siti Maisyaroh, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (23/04) pagi.

Dia meminta kepada seluruh Penyuluh Petani Lapangan (PPL) agar petani yang belum ikut kelompok tani diminta masuk ke gapoktan, pengencer pupuk bersubsidi agar benar-benar mematuhi peraturan yang berlaku dengan penertiban adminitrasi agar tidak terjadi penyimpangan.

“Petani dapat menggunakan pupuk organik dan tidak tergantung pada pupuk kimia” himbaunya.
Ditempat yang sama juga dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi, dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Supramnaryo.

Bupati Juliyatmono akan menindak tegas apabila ada oknum yang bertindak curang, bahkan bisa diberikan sangsi berupa penghentian ijin operasi. “Pupuk sangat vital dan berpengaruh pada kelangsungan hidup bagi petani. Untuk itu, jangan sampai berbuat curang dalam memenuhi pupuk untuk petani,” ujarnya.

Tahun ini pengurangan kuota pupuk meliputi Urea dari tahun 2013 sekitar 21.000 ton, namun tahun sekarang menurun hanya 18.600 ton. Sedangkan untuk pupuk ZA dari 7200 ton menjadi 5700 ton, dan phonska dari 11.000 ton menjadi 9600 ton.pd

Read More
Menhut-400×300

Menhut Sepakat Grojogan Sewu Dikelola Pemkab

Menhut-400x300Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan sepakat jika pengelolaan objek wisata Grojogan Sewu diserahkan kepada Pemkab Karanganyar. “Saya setuju Grojogan Sewu nantinya bisa dikelola bersama dengan Pemkab Karanganyar. Karena ini juga untuk pemberdayaan pemerintah daerah,” katanya di hadapan masyarakat dan pejabat teras Pemkab Karanganyar saat berkunjung ke Tawangmangu, Senin (7/4).

Menurut Zulkifli, selama mengelola nanti, Pemkab tetap harus menggandeng pengusaha serta diminta untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. “Nanti objek wisata ini harus ditata dengan baik agar seluruh komponennya juga menjadi terangkat,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini terdapat 50 wisata alam di Indonesia yang dikembangkan menjadi wisata edukasi, sebab lebih bermanfaat bagi semua pihak. Di antara objek wisata yang kini berkonsep wisata edukasi yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Taman Nasional Panjangan diBali Barat.

“Komodo itu merupakan satwa purba yang hanya ada di Indonesia. Makanya banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Sebenarnya Indonesia ini sangat unggul dalam objek wisata. Tak ada yang lebih baik dari Indonesia. Nanti Grojogan Sewu biar bisa dikelola seperti itu,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sesegera mungkin akan menindaklanjuti pernyataan Menteri Kehutanan dengan mencari legalitas pengelolaan. “Secara de facto sudah, tinggal legalitasnya. Secara teknis nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.

Selama ini Grojogan Sewu adalah salah satu dari 125 wisata alam di Indonesia. Namun selama 60 tahun terakhir, Pemkab Karanganyar tidak mendapat manfaat sama sekali. Permohonan agar Grojogan Sewu dikelola pemerintah daerah sebenarnya sudah diajukan sejak lama. “Sudah bergonta-ganti menteri, Pemkab tak mendapat apa-apa dari Grojogan Sewu. Semoga Pak Menteri bisa mengizinkannya,” lanjutnya.

Juliyatmono berjanji apabila nanti Grojogan Sewu telah resmi diserahkan ke Pemkab, pihaknya akan makin menghijaukan area hutan di Tawangmangu. Selama ini, Pemkab hanya memiliki satu objek wisata Sapta Tirta Pablengan di Kecamatan Matesih yang hanya menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 22 juta per tahun. Padahal biaya operasional setahun mencapai Rp 75 juta. “Nanti akan kita hijaukan. Kita akan tanami banyak pohon,” katanya.

Sumber : http://joglosemar.co/

Read More
Bupati-Karanganyar (1)

Ratusan Honorer K2 Karanganyar Pemberkasan

Sebanyak 199 tenaga honorer kategori 2 (K2) yang dinyatakan lolos CPNS beberapa waktu lalu mulai melakukan pemberkasan. Penetapan nomor induk pegawai (NIP) bagi ratusan tenaga honorer K2 itu paling cepat dilakukan bulan Mei.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan tahap verifikasi berkas tenaga honorer K2 bersifat gratis. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar ini siap menjewer anggota PNS yang mencoba menarik biaya dari tenaga honorer K2 selama pemberkasan.

“Kalau ada orang yang menarik biaya, tolong informasikan kepada saya. Saya sendiri yang akan mengambil tindakan tegas,” kata Juliyatmono saat memberikan pengarahan kepada ratusan tenaga honrer K2 di rumah dinas (Rumdin) bupati Karanganyar, Kamis (27/3/2014).

Juliyatmono menerangkan setiap CPNS di Bumi Intanpari harus bersedia ditempatkan di lokasi manapun sesuai kebutuhan. Hal dilakukan semata-mata agar pelayanan masyarakat di Karanganyar dapat berjalan ideal.

Dadi ojo sambat yen wis kepenak [jadi jangan mengeluh kalau sudah hidup enak],” katanya.

Bupati-Karanganyar (1)

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto, pemberkasan tenaga honorer K2 ini menindaklanjuti surat Badan Kepegawaian Negara (BPN), Sabtu (22/3). Diharapkan, pemberkasan kali ini dapat rampung pertengahan April mendatang. Sehingga, penetapan NIP dapat dilakukan Mei.

“Begitu data verifikasi terkumpul, langsung kami kirim ke BKN,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah tenaga honorer K2 di Pemkab Karanganyar masih menyisakan 248 orang. Menyikapi hal ini, Pemkab Karanganyar sudah mengirim surat ke pemerintah pusat agar segera memikirkan nasib mereka.

“Terkait tenaga honorer K2 yang belum lolos masih menunggu informasi lebih lanjut dari BKN,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
DSC_0061 copy

Pemkab Karanganyar Berikan Bantuan untuk Korban Gunung Kelud

Karanganyar, Sabtu (08/03/ 2014)
DSC_0061 copy

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengirimkan bantuan untuk korban Gunung Kelud, Kediri Jawa Timur. Bantuan itu berupa sembako, pakaian pantas pakai, dan uang sekitar Rp.21 juta.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi menuturkan bantuan ini diperoleh dari warga masyarakat Karanganyar.

“Pemberian ini merupakan bentuk misi kemanusiaan dan kepedulian dari masyarakat Karanganyar untuk warga Kediri yang menjadi korban letusan Gunung Kelud ,” kata Timotius Suryadi, di Kantor PMI Karanganyar, Sabtu (08/03).

Ditempat yang sama Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Rohadi Widodo melepas langsung bantuan tersebut yang diangkut menggunakan empat mobil yakni satu truk, satu ambulance, dan dua mobil PMI.

“ Saya sangat mengapresiasi pemberian bantuan ini karena merupakan  kepedulian kemanusiaan” tutur Bupati Juliyatmono.  

Setelah sampai di Kediri, bantuan itu langsung diberikan melalui PMI Kabupaten Kediri untuk di distribusikan.ss/db

Read More
aku1 copy

Wabup Rohadi Ciptakan Hattrick

BUpati Karanganyar Juliyatmono nomor punggung 15 mengejar bola dengan lawan, saat pertandingan laga persahabatan antara kesebelasan Pemkab Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Mojogedang, di lapangan Desa Sewurejo, Kamis (06/02) sore.

Bupati Karanganyar Juliyatmono nomor punggung 15 mengejar bola dengan lawan, saat pertandingan laga persahabatan antara kesebelasan Pemkab Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Mojogedang, di lapangan Desa Sewurejo, Kamis (06/02) sore.

aku1 copy

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, nomor punggung 3 (baju putih) merebut bola

Karanganyar, Jumat (07/02/2014)

Layaknya pemain sepak bola profesional, Wakil Bupati Karanganyar  Rohadi Widodo mampu menunjukkan kehebatannya.

Pertandingan sepak bola tersebut  merupakan laga persahabatan antara kesebelasan pejabat di Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang di motori Bupati Juliyatmono melawan pejabat di lingkungan Kecamatan Mojogedang , di lapangan Desa Sewurejo, Mojogedang, Kamis (06/02) sore.

Pertandingan yang berlangsung seru dan ditonton ratusan warga Desa Sewurejo. Sejak  kickoff dimulai, pada menit-menit awal, Pemkab Karanganyar mendapat serangan dari Kecamatan Mojogedang.

Akhirnya, Kecamatan Mojogedang mendapat gol pertama yang dilesakkan Narmo pada menit 7 setelah membangun serangan dari tengah.

Tak mau ketinggalan, Pemkab Karanganyar lewat kerjasama yang bagus terus menggempur benteng pertahanan lawan.

Umpan dari tengah akhirnya dapat menjebol gawang lawan oleh Rohadi Widodo pada menit ke 15.

Setelah berlangsung imbang, tak mengendorkan semangat kedua kesebelasan. Giliran Kecamatan Mojogedang pada menit ke 25 lewat tendangan dari sayap kiri menambah gol ke dua oleh Tarno.

Menjelang turun minum, kedudukan menjadi  2-1. Kerjasama antara Juliyatmono dengan Rohadi Widodo menambah pundi gol, setelah Wabup mendapat  umpan silang dari Bupati.  Kini,dua gol telah dimasukkan oleh Rohadi Widodo.

Sampai turun minum kedudukan menjadi imbang 2-2 oleh kedua kesebelasan.             

Memasuki babak kedua, kini giliran Pemkab Karanganyar mengambil alih permainan. Namun sampai menit ke 25 serangan demi serangan tak mampu menambah gol. Bahkan Juliyatmono dan Rohadi Widodo selalu berusaha menambah keunggulan sampai jatuh bangun.

Kemelut di depan gawang akhirnya menambah gol lewat sundulan Rohadi Widodo, penjaga gawang tak mampu menangkap bola.

Sampai pertandingan selesai, Pemkab Karanganyar tetap mempertahankan keunggulan 3-2.pd

 

Read More
DSC_0051 (2)

Pemkab Karanganyar Sediakan TPU

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyediakan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di Dusun Munggur, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyediakan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di Dusun Munggur, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (04/02/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyediakan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di Dusun Munggur, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono menjelaskan lahan ini seluas 1,15 hektar. TPU ini bisa menampung lebih dari 10 ribu makam.

“Dengan adanya lahan TPU ini kami harapkan tidak ada lagi konflik sosial rebutan lahan makam,” ucap Didik, Senin (03/02) pagi.

Dia juga menambahkan DKP akan menambah lahan hingga dua hektar lagi, dengan demikian pihak DKP harus mengkoordinir perulasan lahan tersebut dengan pengembang perumahan di Karanganyar.

“Bila ada jenazah yang mempunyai KTP Karanganyar, jenazah tersebut dapat dimakamkan di pemakaman ini” tambah Didik.

Di pemakaman umum ini juga akan dibangun beberapa fasilitas penunjang seperti masjid, tempat singgah untuk juru kunci makam dan rumah peristirahatan untuk para peziarah serta jalan menuju pemakaman umum ini telah diperbaiki dan dibeton.pd

Read More