Pedagang Klitikan Diminta Masuk Pasar

Pedagang klithikan yang menempati sisi barat Pasar Klodran diminta untuk masuk ke dalam pasar. Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali Pasar Klodran, Colomadu yang kondisinya sepi beberapa tahun terakhir.

Kepala Desa Klodran Warsito mengungkapkan kondisi pasar sangat sepi dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan sejak dibangun pada tahun 2005 lalu. Padahal, selama ini, pihaknya telah mengupayakan dengan berbagai cara seperti menggelar bazaar dan senam pagi di pasar tersebut.

“Semuanya sudah diupayakan untuk menghidupkan kembali Pasar Klodran namun tidak ada perkembangan,” ujarnya saat ditemui  di kantornya, Rabu (14/3/2012).

Berdasarkan data, kios di Pasar Klodran berjumlah 120 kios. Sementara kios yang kini masih digunakan untuk berjualan hanya sekitar 30-an kios. Sementara pedagang klithikan biasanya berjualan di sore hari. Sehingga Pasar Klodran hanya ramai di saat sore hari ketika pedagang klithikan menggelar dagangannya.

Sementara itu seorang pedagang klithikan, Wahyu Hidayat, menyanggupi jika diminta untuk pindah ke dalam pasar. Namun dia meminta agar pedagang tidak dikenai biaya sewa kios karena penghasilannya masih minim.

Jumlah pedagang klithikan yang berjualan di sisi barat Pasar klodran sekitar 20-30 orang. “Kami sengaja berdagang di pinggir jalan agar pembeli tertarik dengan barang dagangan yang ditawarkan,” pungkasnya.

Read More

Karanganyar Langka Ikan Laut

Cuaca buruk yang terus terjadi di awal Bulan Januari membuat banyak nelayan di Pantai Utara Jawa (Pantura) enggan melaut. Hal tersebut juga memberikan dampak terhadap pasokan laut di Karanganyar. Di beberapa pasar tradisional, ikan laut menjadi barang langka dan apabila tersedia harganya mahal.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lapangan, sejumlah komoditi ikan laut mengalami kenaikan harga antara lima ribu hingga tujuh ribu rupiah per kilogramnya. Sebagai contoh harga ikan tongkol naik dari harga semula Rp 18.000 menjadi Rp 25.000, dan ikan dorang naik dari harga semula Rp 35.000 menjadi Rp. 40.000.
Kenaikan harga ini membuta para pembeli resah dan kemudian mencoba mengalihkan komoditi ikan laut menjadi ikan tawar sebagai menu sehari-hari. Salah satu pedagang Ikan di Pasar Jungke, Sri Wahyuni (48) mengatakan sejak dua hingga tiga hari ini dirinya kesulitan mendapatkan pasokan ikan laut terutama dari daerah Pantura seperti ikan laut dari Rembang, Tuban dan Jepara.
“Kalau pun ada stoknya turun drastis mas, tidak seperti biasa. Katanya karena sedikit nelayan yang pergi melaut,” ujarnya saat ditemui  di kiosnya Pasar Jungke, Rabu (11/1).
Menurutnya kondisi kelangkaan ikan laut itu akan berlangsung agak panjang tergantung cuaca. Biasanya komoditi ikan laut akan kembali normal saat cuaca perairan di daerah Pantura kembali normal.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Sumarni (30) mengaku terpaksa membeli ikan tawar yakni gurami karena stok ikan laut di pasaran beberapa hari terakhir susah didapat. “Pengennya stoknya terus ada dan murah, soalnya selain nilai gizinya tinggi, keluarganya merupakan salah satu penggemar sea food,” jelas dia.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-langka-ikan-laut-64915.html

Read More

Upacara Adat Pasar Kumandang

a. Latar Belakang Diselenggarakan Upacara Pasar Kumandang

Pasar Kumandang diselenggarakan dalam rangka mengisi bulan Suro (penanggalan Jawa). Sudah menjadi kegiatan rutin/tradisi oranng Jawa pada bulan Suro dianggap sebagai bulan untuk melakukan tirakat. Banyak permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mencari berkah, kesehatan, keberhasilan baik dibidang pertanian maupun perdagangan dan atau kesuksesan. Bulan untuk perenungan dengan apa yang telah dilakukan. Bulan untuk bebenah diri. (more…)

Read More

Pasar tradisional di Karanganyar akan dipercantik

Pasar-pasar tradisional di Karanganyar siap dipercantik tahun 2012 mendatang.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berencana melakukan revitalisasi serta renovasi pasar tradisional.

PASAR TEGAL GEDE–Penjual daging di Pasar Tegalgede, Karanganyar tengah melayani pembeli.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar  Sundoro kepada Espos, Minggu (27/11/2011) mengatakan telah menyusun rencana revitalisasi maupun renovasi sejumlah pasar tradisional.

Sesuai rencana, dia mengatakan revitalisasi dan renovasi tersebut akan diajukan pada anggaran 2012 mendatang. “Kami sedang susun rencana tahun depan ada sejumlah pasar yang akan di renovasi. Bahkan ada yang akan direvitalisasi,” ujar Sundoro.

Menurutnya, saat ini sangat diperlukan penataan pasar yang baik, terutama pasar tradisional di lingkungan perkotaan, seperti Pasar Palur, Tegalgede serta Pasar Karangpandan.

Hal ini, menurutnya, mengingat semakin menjamurnya keberadaan pasar modern dengan menawarkan kebersihan dan kenyamanan kepada pembeli.  “Kalau pasar tradisional tidak segera ditata nanti bakal kalah dengan pasar modern. Jadi perlu penataan menyeluruh di pasar-pasar tradisional,” tuturnya.

Sundoro mencontohkan pasar tradisional yang mendesak untuk dilakukan revitalisasi seperti halnya Pasar Karangpandan. Hal ini lantaran keberadaan Pasar Karangpandan sering menjadi jujukan para wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar.

Sementara untuk renovasi atau perbaikan pasar akan dilakukan pada Pasar Palur serta Pasar Tegalgede. Kedua pasar tersebut dinilai perlu dilakukan perbaikan lantaran berada di lingkungan perkotaan yang tidak jauh dari keberadaan pasar modern.

Ditanya mengenai berapa anggaran yang bakal dibutuhkan, Sundoro mengaku masih dalam perhitungan. “Ini masih wacana. Kami baru rencana akan diajukan dalam APBD tahun 2012 nanti. Syukur-syukur Dewan menyetujui,” harapnya.

Read More

Seusai Lebaran, harga bahan pokok turun

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Karanganyar berangsur-angsur turun pascalebaran. Harga tersebut kembali normal.Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Matesih, Paryati, 45, mengatakan harga turun sejak tiga hari pascalebaran. Telur, sebut dia, sebelum Lebaran Rp 15.000 per kilogram, kini Rp 14.000. Minyak goreng per botol yang Rp 12.000, sekarang Rp 11.500. “Harga gula masih stabil Rp 9.500 per kilogram,” ungkap Paryati.

Selama musim Lebaran, imbuhnya, hampir semua bahan pokok laku. Ia menaikkan harga sebelum Lebaran karena penyetor juga menaikkan harga. Pedagang lain, katanya, juga melakukan hal sama.

Sementara itu, pedagang beras, Cipto Wiyono, 73, mengaku tidak menaikkan maupun menurunkan harga beras. Pasalnya, Lebaran atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh terhadap penjualan beras. Menurutnya, yang mempengaruhi harga beras bukan permintaan dari pembeli, justru serangan wereng yang membuat petani gagal panen.

“Karena gagal panen, akhirnya beras jadi langka dan harganya naik. Terutama beras yang berkualitas super,” ujar Cipto saat ditemui Espos di kios berasnya di Pasar Matesih, Rabu (7/9).Cipto hanya menjual beras dengan kualitas super sebab harganya stabil sejak dua bulan lalu. Ia menjual beras super jenis IR64 Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan kualitas di bawahnya lagi, harganya hanya selisih Rp 500.

Harga daging ayam juga turun setelah Idul Fitri. Salah satu pedagang daging di Pasar Gondangrejo, Yani, 33, mengatakan harga daging baru turun H+7 Lebaran. Saat Lebaran, harga daging ayam Rp 25.000 per kilogram, kini Rp 24.000. Penurunan harga itu, imbuh Yani, dibarengi dengan turunnya permintaan daging. Selama Lebaran, ia menjual lebih dari 30 kilogram daging. Usai Lebaran, penjualan kembali seperti sedia kala, sekitar 20 kilogram.

Read More

Pedagang Pasar Tuban protes keberadaan TPS

Pedagang Pasar Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar memrotes keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pasar.

Alasannya, lokasi pembuangan sampah tersebut menggangu kenyamanan lingkungan dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Demikian disampaikan sejumlah pedagang di los daging yang lokasinya mepet dengan TPS, Rabu (24/8/2011). Samini, 47  mengatakan adanya TPS tersebut mengganggu beberapa aktivitas pedagang di sekitarnya. Karena bau dari tumpukan sampah sangat menyengat sehingga membuat pembeli enggan masuk ke los daging.

”Sangat mengganggu  sekali. Tiap hari harus tutup hidung kalau masuk sini,” jelas dia.

Menurutnya, bau tidak sedap bukan hanya saat sampah menumpuk di TPS. Namun muncul ketika sampah diangkut petugas kebersihan dari pemerintah. Bahkan setiap usai hujan deras, air dari sampah kerap meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sudah berulang kali meminta TPS dipindah jangan mepet los daging. Kasihan yang mau beli bau sampahnya menyengat,” keluhnya.

Pedagang lain, Limbo mengatakan tidak hanya bau tidak sedap yang ditimbulkan dari TPS tersebut. Namun juga serbuan lalat yang begitu banyak. Pedagang lain, Menik, menambahkan bersama pedagang lainnya telah mengajukan permasalahan  bau sampah kepada pihak Lurah setempat. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon.
Dia mengatakan penumpukan sampah di TPS bukan hanya sekadar menimbulkan bau, timbulnya wabah penyakit pun mulai dikhawatirkan para pedagang. ”Apabila TPS tidak dipindahkan. Kami hanya meminta dibenahi supaya tidak menimbulkan bau sampah,” pintanya.

Lurah Pasar Tuban Joko Purnomo menilai penempatan lokasi TPS sudah berada dalam posisi paling aman. Apalagi keberadaan los daging dengan TPS sudah dibentengi dengan tembok tinggi. “Jadi sebenarnya posisinya sudah paling aman. Kemungkinan dipindah tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, dia mengatakan yang menjadi persoalan adalah banyaknya warga yang tetap nekat membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS yang ada dikhususkan bagi pedagang di Pasar Tuban. “Kami sudah melarang. Tapi banyak warga yang tetap nekat membuangnya di sini. Mereka berani buang samapi kalau pasar sepi,” katanya.

Read More

Data Upacara Adat

DATA UPACARA ADAT KABUPATEN KARANGANYAR
TAHUN 2010

No JENIS UPACARA LOKASI WAKTU PELAKSANAAN DISKRIPSI SINGKAT
1 Julungan Desa kalisara Tawangmangu Tiap selasa kliwon, pada wuku julung wengi ( jawa ) Merupakan kegiatan bersama untuk mengadakan bersih desa dan sedekah bumi di lanjutkan kenduri dan selamatan
2 mondosiyo Pancot Blumbang Tawangmangu Tiap 7 bulan atau 6 lapan sekali ( 1 lapan 35 hari ) Bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hasil bumi yang di hasilkan
3 Dhukutan Nglurah Tawangmangu Tiap selasa kliwon. Wuku Dhukut pada kalendar jawa Upacara adat bersih desa di situs menggung kenduri bersama di lanjutkan tawur sesaji untuk keselamatan dan kesejahteraan warga
4 Wahyu Kliyu Dusun Kendal Jatipuro Tiap 1 tahun sekali dalam bulan maharam ( sura ) pada bulan purnama, kalendar jawa Merupakan upacara selamatan sedekah apem oleh seluruh warga masyarakat untuk memohon ridho allah agar mendapat anugerah, kekuatan jauh dari bencana dan mala petaka
5 Jomboleko Talpitu Ngemplak Karangpandan Tanggal 1 sampai dengan pada bulan muharam  ( sura ) Merupakan kegiatan ritual di punden jambaleka selama 3 hari bersyukur kepada tuhan yang maha esa atas berkah yang di terima selama ini
6 Pasar kumandang Di Pasar tradisional atau pasar wisata tawangamangu Hari minggu pahing bulan suro Bersedekah dan berdoa bersama dilanjutkan pembagian udik udik berharap semoga laris, sehat dan murah rejeki. Di akhiri pentas kesenian setempat
7 Purnama Sidi Di candi sukuh dan candu cetho Tiap bulan purnama mengadakan upacara bersama untuk selamatan dan wilujengan
8 Tutup Sura Di candi sukuh Di Akhir bulan sura Merupakanm ucapan syukur dari rangkaian selama 1 bulan dengan berdoa bersama melalui lantunan tembang macapat
9 Mahesa Lawung Di hutan kremdhawahana gondangreja Tiap awal tahun sura melaksanakan ritual wilujengan sodakohan sesaji kepala kerbau dan ber doa untuk keselamatan negara beserta isinya
10 Wdawuhan Sumber air ngargoyoso Tiap setahun sekali dalam bulan sura Merupakan upacara tradisi membersihkan sumber air untuk kebutuhan sehari hari dan petani
11 Surya Jawi Tawangmangu karanganyar Setahun sekali dalam bulan sura Upacara adat ruwatan kuda kuda tunggang untuk melancarkan rejeki, keselamtan kuda dan pemiliknya
12 Dalungan desa dalungan Kec. Kebakkramat Hari jum at legi tiap bulan ruwah ( jawa ) Merupakan upacara adat bersih desa yang di wajibkan menggelar tayub sebagai sarana komunikasi spiritual
13 Mubeng gunung Lawu Gunung Lawu Hari ke se 10 dan 15 pada bulan sura Berjalan kaki mengelilingi gunung lawu agar semua keinginan dan usahanya segera di kabulkan oleh hyang widhi
14 Labuhan Gunung Lawu Gunung lawu Tiap 1 dan 8 tahun se kali pada bulan sura Membuang sesaji di tempat tertentu mewakili rakyat untuk keselamatan seluruh jawa
15 Grebeg Giling Pabrik tebu tasikmadu sondokoro Hari jumat wage ( Musim giling atau cembengan ) Merupakan upacara sesaji sebelum giling tebu untuk keselamatan karyawan dan pabrik tebu
16 Odalan Pure pamecatan kec Karangpandan Tiap 210 hari pada Ulang Tahun pure Ritul pembersihan diri dengan mengharmoniskan antara pikiran, kata kata dan perbuatan dengan baik

Read More

Disnakkan Karanganyar minta masyarakat waspadai daging semigelonggongan dan daging busuk

Masyarakat Karanganyar diminta mewaspadai adanya daging busuk dan semigelonggongan yang beredar di sejumlah pasar. Pasalnya, saat Bulan Puasa seperti ini, banyak oknum yang mengeruk untung dengan menjual daging yang sebenarnya tidak layak konsumsi.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan, selama ini Disnakkan belum mendapatkan laporan adanya daging gelonggongan di Karanganyar. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk waspada terhadap daging yang dijual di pasar. Bila warga mencurigai ada daging sapi yang lembek, terlihat basah dan warnanya tidak merah cerah, diimbau untuk melaporkannya ke Disnakkan. Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai daging yang dijual dengan cara digantung, tidak ditaruh di meja.

“Bila kadar keasaman (PH) berkisar antara 5-6, itu ideal. Namun bila lebih dari enam, kemungkinan ada indikasi daging itu semigelonggongan. Kami ada alat untuk mengukurnya,” ujar Hatta kepada wartawan di Kantor Disnakkan, Rabu (3/8/2011). Biasanya, Disnakkan diajak turut serta dalam operasi pasar bersama Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) ke sejumlah pasar. Namun ada atau tidak ada operasi pasar, Disnakkan akan menurunkan tim untuk memantau kondisi daging di pasar. Beberapa pasar yang menjadi target yakni Pasar Jungke, Karangpandan, Palur dan Nglano.

Menurut Hatta, pada tahun lalu di Pasar Karangpandan timnya menemukan daging sapi yang sudah busuk namun masih dijual. Karena itu, saat operasi itu, bukan hanya daging glonggongan yang menjadi perhatian, tapi juga daging sapi yang sudah membusuk dan bangkai ayam Tiren (mati kemarin).

“Untuk mengecek apakah daging sudah busuk atau tidak, kami menggunakan alat tes Duranti. Saat ditetesi Duranti warnanya jadi biru, maka dagingnya masih baik. Tapi bila berubah jadi hijau, artinya sudah busuk,” ujarnya. Namun pihaknya kesulitan untuk mengecek kondisi daging ayam. Sebab daging yang dijual di pasar saat ini banyak yang sudah dijual dalam kondisi sudah matang atau setidaknya sudah direbus.

Hatta menyatakan pula, daging gelonggongan di Karanganyar hampir tidak ada. Sebab sejak hewan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), sudah diawasi secara ketat baik siang maupun malam. Bila ditemukan daging gelonggongan, kemungkinan itu datang dari luar. Terlebih lagi, permintaan daging di Karanganyar masih sedikit bila dibandingkan dengan Kota Solo.

Sumber : http://www.solopos.com/2011/karanganya

Read More

Stok masih minim, harga daging di Karanganyar merambat naik

Harga daging sapi di Karanganyar naik hingga Rp 5.000/kg dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan dipicu lantaran minimnya stok daging sementara permintaan meningkat. Harga daging ayam juga terus bergerak naik. Berdasarkan pantauan Espos di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar, Selasa (2/8/2011), kenaikan harga daging itu melengkapi kenaikan harga bahan pokok seperti beras, telur dan gula pasir. (more…)

Read More

Pasar Jumat

Wisata belanja karanganyar terletak di dekat Jalan Perkantoran Pemkab Karanganyar. Anda akan melihat pemandangan yang tidak biasa dibandingkan hari-hari lainnya. Bukan hal istimewa memang, tetapi itulah kerumunan orang yang sedang tawar-menawar di “pasar tiban” pasar yang berada di Kabupaten karanganyar ini  hanya buka setiap hari jumat dan tidak ada sangkut paut dengan penanggalan jawa yang sering disebut “pasaran”.

Itulah alasan pasar ini disebut pasar jumat. Pasar ini sendiri dibuka dan mulai diresmikan oleh Ibu Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih,  M.Hum. Di Pasar Jumat anda biasa melihat keramaian di sana diwarnai pemajangan beraneka ragam komoditas dagang. Mulai dari kebutuhan sembilan bahan pokok hingga kebutuhan skunder lainnya, terpajang di sana. Para pedagang yang berjualan di tempat itu tidak hanya berasal dari Karanganyar. Beberapa di antara mereka datang dari Solo, Sukoharjo, Sragen dan lain-lain.

Read More