BUAH MATESIH Mulai Banjiri Pasar Luar Jawa

Buah-buahan hasil pertanian di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar mulai membanjiri pasar luar Pulau Jawa. Buah Matesih tak kalah dengan buah dari daerah lain.

Camat Matesih Titik Umarni ketika dijumpai  akhir pekan lalu di Karanganyar, mengatakan buah-buahan hasil pertanian Matesih di antaranya Duku, Durian dan Manggis. Pemasaran buah-buahan tersebut sudah sampai ke Luar Pulau Jawa.

“Duku Matesih tidak kalah dengan Duku Palembang. Rasanya juga manis dan lebih keset dagingnya.”

Titik mengatakan untuk saat ini buah-buahan hasil pertanian Matesih sangat sedikit di pasaran. Mengingat masa panen seperti Duku, Manggis sudah terjadi pada Februari-Mei lalu. Dia menyebutkan satu kilogram (kg) duku bisa menembus Rp 22.000. Padahal pada musim panen buah duku biasa dijual Rp 10.000-Rp 11.000 per kg.  “Petani duku di Plosorejo dan Pablengan tidak panen. Jadi buahnya tidak banyak dijumpai di pasaran,” tuturnya.

Titik mengatakan terus mengembangkan buah-buahan hasil pertanian Matesih. Keberadaan buah Matesih bahkan kini mulai masuk ke pusat-pusat perbelanjaan seperti mal. Mereka bersaing dengan buah hasil pertanian dari daerah lain. Dari segi kualitas, Titik menjamin buah Matesih tidak kalah dengan yang lain. Dia optimistis buah-buahan Matesih bakal menjadi primadona dan dicari para konsumen.

Read More

Blewah, Melon, dan Semangka, Primadona saat Ramadan

Bulan Ramadan membawa keuntungan tersendiri bagi para  penjual buah di kompleks pasar buah di Jaten dan Pasar Palur. Tiga jenis buah yaitu blewah, semangka, dan melon paling banyak dicari konsumen sehingga harganya mengalami kenaikan.
Salah satu pedagang buah di Jaten, Wiyono, mengatakan ketiga jenis buah itu saat Ramadan ini mengalami kenaikan Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per kilogram. “Saat ini harga semangka mencapai Rp 7.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 3.000 per kilogram,” katanya, Senin (23/7).
Sedangkan untuk melon menjadi Rp 9.000 per kilogram, yang sebelumnya Rp 7.500 per kilogram. Untuk blewah, mengalami kenaikan Rp 1.000 per kilogram, dari awalnya Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 per kilogram. “Kenaikan harga tersebut sudah dari petani. Dan saya sebagai penjual hanya mengikuti saja agar tidak rugi,” ungkap Wiyono.
Wiyono mengaku, mendatangkan buah-buah tersebut dari daerah Ngawi, Jawa Timur karena kualitasnya lebih baik dibanding dari petani lokal. Terkadang juga buah dari Wonogiri, Klaten, dan Sukoharjo juga ditampung jika memang kualitasnya baik.
Setiap bulan Ramadan seperti sekarang, Wiyono mengaku, memiliki stok buah blewah, semangka, dan melon lebih banyak jika dibanding lainnya. Hal itu sebagai antisipasi karena memang ketiga buah itu banyak dicari konsumen. “Pada puasa hari kedua kemarin saja, buah-buah tersebut laku lebih dari 50 butir. Kebanyakan yang beli juga para pedagang es buah untuk berbuka puasa,” katanya.
Salah satu pedagang buah di Pasar Palur, Sarni, mengatakan di antara ketiga buah yang menjadi primadona di bulan Ramadan, blewah paling banyak dicari konsumen. “Blewah paling diminati karena stoknya melimpah dan harganya cukup terjangkau,” katanya.

Read More

Pengawasan Daging Makin Diperketat

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar akan memperketat pengawasan daging di pasar-pasar tradisional. Menurut Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, pengawasan akan diwujudkan dalam bentuk inspeksi mendadak (Sidak). “Sidak intensif akan kami lakukan selama puasa hingga menjelang lebaran,” kata Hatta, Jumat (20/7).
Pasar yang akan menjadi prioritas untuk disidak adalah Pasar Karangpandan, Nglano, Jungke, dan Palur. Keempat pasar tersebut dipandang pasar besar dan juga menjadi sentra penjualan daging. Bahkan daging yang dipasok di pasar-pasar tersebut juga berasal dari luar Karanganyar.
Sebelumnya, Hatta mengaku pernah mendapati daging tak layak konsumsi di salah satu pasar tersebut. “Kami pernah menemukan daging yang tak layak di Pasar Nglano, yakni daging gelonggongan. Penjualnya pun masih sama seperti yang dulu-dulu,” katanya.
Hatta mengatakan akan menindak tegas penjual daging yang kedapatan menjual daging gelonggongan. “Bagi yang kedapatan menjual daging gelonggongan akan kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Jika masih nekat maka izin jualan kami cabut. Daging-dagingnya juga akan kami sita,” tegasnya.
Hatta memprediksi menjelang puasa dan lebaran, permintaan daging bakal semakin tinggi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mencari keuntungan lebih, namun membahayakan konsumen.
Hatta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih daging yang akan dibeli. Masyarakat jangan sampai tergiur dengan harga daging yang murah. Ciri-ciri daging yang tak layak konsumsi, menurut Hatta, di antaranya warna daging pucat, baunya berbeda dengan daging pada umumnya, serta memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Read More

Melon King dan Mutiara Jajaki Pasar Ekspor

Petani Karanganyar kembali memanen buah melon dengan dua varietas yaitu King dan Mutiara. Dua jenis melon kualitas super itu sudah menembus pasar ekspor seperti Jepang dan Singapura.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat turut serta memanen melon tersebut di Sub Terminal Agribisnis (STA) Karangpandan, mengatakan permintaan melon untuk Singapura misalnya, cukup tinggi yaitu 20 ton per tiga minggu. “Untuk jumlah melon sebanyak itu, kami harus mengumpulkan dulu dari para petani,” ujar Rina, Rabu (18/7).
Tak hanya melon yang sudah diekspor, dua bibit melon super tersebut juga diekspor ke negara Jepang. Bibit-bibit melon tersebut asli dari petani Karanganyar. “Asli asal Karanganyar,” kata Rina.
Sementara itu, pemilik Multi Global Agrindo (MGA), Mulyono Herlambang, mengatakan melakukan penelitian bibit di lahan seluas 1,4 hektare untuk mendapatkan bibit unggul. Sedangkan untuk lahan produksi, ia menyiapkan 10 hektare.
Dalam pemasarannya, Mulyono mengaku mendapat saingan berat yaitu Malaysia. Jarak yang cuku jauh antara Karanganyar dengan Singapura menjadikan ongkos produksi menjadi tinggi dibandingkan dengan Malaysia.
Diungkapkan Mulyono, untuk mengekspor buah dan benih tersebut butuh kerja sama dengan para petani di Karanganyar. “Kita juga sudah sebar bibit-bibit unggul buah tersebut kepada petani di Karanganyar,” katanya.
Selain melon, Mulyono juga memasarkan benih terong, pare, dan timun. Selain Jepang dan Singapura negara tujuan ekspor lainnya yang kini menjadi bidikan adalah Uzbekistan.

Read More

DAGING SAPI Melejit Tembus Rp70.000 per Kilogram

Mendekati Puasa, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Karanganyar terus naik. Kini, giliran harga daging sapi menembus Rp70.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Senin (16/7/2012) tak hanya komoditas sembako seperti telur dan gula merah yang mengalami kenaikan harga. Harga daging sapi dan ayam juga merangkak naik. Sejumlah pedagang daging di Pasar Ngringo, Karanganyar mengaku kenaikan harga semakin menggila sejak sepekan terakhir. Kenaikan berkisar Rp500-Rp2.000 per hari.

“Sekarang harga daging sapi sampai Rp70.000 per kilogram. Biasanya hanya Rp60.000-Rp65.000 per kilogramnya,” ujar pedagang daging sapi, Darmi, 35.

Darmi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Menurutnya kenaikan harga dikarenakan stok daging menipis. Sementara daya beli masyarakat mengalami kenaikan.

Pedagang lain, Joko, 55, mengatakan kenaikan harga daging akan terus berlangsung sampai Lebaran mendatang. Kenaikan itu dikarenakan
tingkat konsumsi daging yang meningkat hingga Lebaran nanti.

Sementara pedagang daging ayam,  Surati, 36, mengatakan harga daging ayam per hari rata-rata mengalami kenaikan Rp200. Kini, dia
mengatakan harga daging ayam Rp30.000 per kilogram dari semula hanya Rp22.000 per kilogramnya. “Ya sudah mulai dua pekan terakhir lah harganya naik terus. Hampir tiap hari naik,” tuturnya.

Dia mengatakan kenaikan harga diduga karena minimnya pasokan dari peternak. Sementara permintaan mengalami kenaikan. Biasanya, dia
menuturkan mampu menjual daging ayam hingga 50 ekor per hari. Namun kini paling hanya mampu menjual 30 ekor per hari.

Selain harga daging sapi dan ayam yang mengalami kenaikan, harga sembako juga terus bergerak naik. Pedagang sembako, Tikno, 50
menyebutkan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik seperti telur dan gula merah. “Harga telur sekarang per kilogramnya Rp 18.000 dan gula merah Rp14.000. dua barang itu yang sekarang paling mahal,”

Read More

HARGA SEMBAKO MELONJAK, Pasar Murah Digelar

Disperindagkop dan UMKM Karanganyar bakal menggelar pasar murah apabila harga beberapa kebutuhan pokok terus melonjak menjelang Ramadan. Beberapa kebutuhan pokok akan dijual dengan harga murah untuk membantu kondisi perekonomian masyarakat.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro, mengatakan apabila harga sembako terus melejit terutama menjelang Lebaran maka pihaknya akan menggelar pasar murah. Beberapa kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah seperti beras, gula, telur, tepung terigu. “Salah satu cara mengantisipasi melonjaknya harga sembako dengan menggelar pasar murah,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (15/7/2012).

Sementara, seorang pedagang sembako di Pasar Jungke, Suprapti, menjelaskan kenaikan harga sembako terjadi sejak tiga minggu lalu atau menjelang tradisi nyadran. Kenaikan harga sembako yang signifikan terjadi pada gula jawa dan telur.

Harga gula jawa menjadi Rp16.500/kg dari Rp11.500/kg. Sementara harga telur menjadi Rp17.500 dari Rp16.000/kg. “Hampir semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan tapi yang paling mencolok gula merah dan telur karena bahan makanan untuk membuat tradisi ngapem menjelang awal Ramadan

Read More

PASAR JUMAT: Pemkab Tambah 93 Tenda

Pemkab Karanganyar menambah 93 tenda yang digunakan para pedagang di Pasar Jumat. Pasalnya, animo pedagang untuk berjualan cukup tinggi.

Pasar Jumat merupakan pasar wisata yang digelar setiap hari Jumat di sepanjang Jl Raya Lawu mulai gedung olahraga (GOR) Mini Nyi Ageng Serang hingga depan Alun-Alun Karanganyar. Pasar tersebut dipenuhi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar berbagai barang dagangan. Pasar Jumat digelar mulai pukul 06.00 WIB-14.00 WIB.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, mengatakan Pemkab Karanganyar tetap berkomitmen memfasilitasi para pedagang yang berminat berjualan di Pasar Jumat. Pasalnya, dengan adanya pasar itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pedagang yang berminat berjualan di Pasar Jumat harus mendaftar dahulu ke instansi terkait. Saat ini, jumlah tenda di Pasar Jumat sebanyak 243 buah ditambah 93 buah sehingga total tenda menjadi 336 buah.  “Pasar Jumat menjadi wisata belanja dari seluruh kalangan masyarakat. Mudah-mudahan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (13/7/2012).

Menurutnya, pihaknya tetap mengelola dan menata tenda para pedagang agar terlihat teratur dan rapi. Pedagang dilarang berjualan di luar tenda karena dapat menimbulkan kesemrawutan di sekitar pasar.

Sementara seorang pedagang, Suparno, mendukung penambahan fasilitas berupa tenda dari Pemkab Karanganyar. Tenda tersebut senilai Rp2 juta yang dibayar secara kredit setiap bulan selama dua tahun. “Angsurannya tidak sampai Rp100.000/bulan, kami berterima kasih kepada Pemkab Karanganyar yang telah memfasilitasi tenda,” ungkapnya.

Read More

PENGHARGAAN ADIPURA: Karanganyar Kembali Sabet Adipura

Karanganyar dipastikan menyebet Adipura, setelah dua tahun absen mendapatkan piala kebersihan tersebut. Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan sudah menerima pengumuman untuk menerima piala penghargaan itu di Jakarta, Selasa (5/6).

“Ini kado terindah dalam ulang tahun saya yang ke-50. Saya tidak meminta kado apa-apa, saya sudah senang mendapatkan itu,” ujar Rina di sela-sela launching car free day (CFD), Minggu (3/6/2012).

Perjuangan mendapatkan piala Adipura ini cukup sengit. Bersama pejabat lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Bupati melakukan peninjauan ke beberapa lokasi. Di antaranya Terminal Tegalgede, Pasar Bejen dan Pasar Jungke, dan rumah sakit serta Puskesmas dalam kota.

Fasilitas-fasilitas publik itu mendapatkan evaluasi langsung agar dilakukan pembenahan, sebelum penilaian dari tim Adipura. Saat itu, Karanganyar masih kekurangan nilai 2,94 poin dari nilai minimal 74. Ada sekitar 100-an item yang dinilai dalam piala Adipura tersebut.

Read More

PASAR JUMAT :: Berbagai Barang Murah dijual

Suasana Jumat pagi di Alun-alun Karanganyar akan selalu berbeda dengan hari-hari yang lain. Jumat (11/5) pagi kemarin Alun-alun Karanganyar kembali ramai dikunjungi oleh warga. Beraneka macam barang dagangan akan dengan mudah kita jumpai di sebelah utara alun-alun. Ya, setiap Jumat pagi sepanjang Jalan Lawu di Alun-alun Karanganyar ini disulap sebagai Pasar Jumat.

Sekitar pukul 07.00 pedagang mulai menyiapkan barang dagangannya, namun sebagian juga masih mendirikan tenda yang akan digunakan untuk menggelar dagangannya. Namun tidak semua pedagang berdagang di tenda, sebagian pedagang hanya menggunakan gerobak dan dan mobil pribadi sebagai lapak berjualan.

Masyarakat akan dapat menemui berbagai macam kebutuhan sehari-hari di pasar ini. Pedagang menjajakan beraneka ragam makanan, pakaian, pakaian dalam, topi, hewan, pernak-pernik, kosmetik, dll. Bahkan juga ada arena permainan dan hiburan untuk anak-anak.

Hal yang cukup menarik di pasar ini adalah harga barang-barang yang ditawarkan. Masyarakat bisa membeli barang-barang di Pasar Jumat ini dengan harga yang lebih murah. Untuk pakaian saja masyarakat bisa mendapatkan dengan harga Rp 10.000-Rp 30.000. Untuk pernak-pernik sendiri seperti gelang, cincin, bando, dan ikat rambut dijual mulai dari harga Rp 1.000 dan tas dijual mulai dari harga Rp 15.000. Salah satu pelajar, Yani juga mengaku memilih membeli barang-barang tersebut karena harganya yang murah.

Selain buat orang dewasa, di pasar ini kita juga dapat menjumpai beberapa permainan anak-anak seperti odong-odong dan kereta-keretaan. Tarif untuk permainan ini pun bisa dibilang sangat terjangkau, sekitar Rp 3.000-Rp 5.000 untuk sekali permainan. Pasar ini akan semakin ramai saat menjelang siang. Terlebih lagi saat para pelajar sudah pulang dari sekolah, pasar ini akan semakin ramai.

Read More

Perbaikan Atap Pasar Tuban Dianggar Rp 400 J

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Karanganyar menyiapkan  dana Rp 400 juta untuk perbaikan atap pasar Tuban, Gondangrejo. Perbaikan perlu segera dilakukan karena banyak bagian atap yang telah bocor.
Sehingga setiap turun hujan air masuk dan mengganggu kenyamanan para pedagang. Selain atap, dana tersebut juga untuk perbaikan saluran air di los pedagang daging. ”Perbaikan atap pasar ini agar kalau hujan turun airnya tidak lagi masuk,” terang Kepala Disperindagkop dan UMKM Sundoro.  Untuk perbaikan ini, Disperindagkop sudah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Sundoro menjelaskan, masuknya air hujan itu karena antara atap atas dan atap bawah terdapat jarak. Sehingga air hujan bisa dengan mudah masuk ke dalam pasar.
Untuk  mengatasinya Disperindagkop akan membuatkan semacam penyekat antara atap atas dan bawah. Sehingga jika hujan turun air tidak lagi masuk pasar. ”Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi itu. Dan ini mengurangi kenyamanan para pedagang yang kebanyakan berada di los,” lanjut Sundoro.
Selain untuk pemberian sekat, dana itu  juga akan digunakan untuk perbaikan sirkulasi air di los daging. Karena  selama ini, sirkulasi air di los tersebut sangat buruk, bahkan sering mampat. Akibatnya bau yang tidak sedap pun sering mengganggu para pedagang dan juga pembeli.
Lelang
Sementara mengenai waktu pengerjaannya, Sundoro belum dapat memastikannya. ”Nanti kita ikuti sesuai aturan administrasi dan akan dilelang dulu melalui LPSE,” katanya. Meski begitu, Sundoro menargetkan perbaikan ini akan selesai sebelum hari raya Idul Fitri.
Sementara terkait wacana penyeragaman bangunan semipermanen di los pasar, Sundoro mengaku akan menundanya dulu. Alasannya, karena perekonomian para pedagang yang berbeda sehingga dikhawatirkan rencana itu justru akan memberatkan pedagang. ”Untuk sementara kita tunda dulu, karena sosial ekonomi pedagang yang berbeda. Tetapi kami tetap mengimbau kepada pedagang yang menempati los agar kalau membuat bangunan semi permanen dilakukan dengan rapi dan tidak serampangan,” tutup Sundoro.

Read More