DSC_0052

Ratusan Orang Datangi Pasar Murah Sembako

Karanganyar, Selasa (22/07/2014)

Ratusan masyarakat datangi pasar murah sembako, di area parkir gedung wanita Kabupaten Karanganyar, Senin (21/07) pagi. (ad)

Ratusan masyarakat datangi pasar murah sembako, di area parkir gedung wanita Kabupaten Karanganyar, Senin (21/07) pagi. (ad)

Ratusan orang berduyun-duyun memadati area parkir Gedung Wanita Kabupaten Karanganyar untuk berbelanja kebutuhan sembako dengan harga murah menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2014.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi menuturkan kegiatan ditempat ini (Gedung Wanita), merupakan puncak acara setelah dilaksanakan di 16 Kecamatan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. “Kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga relatif murah dengan harapan masyarakat benar-benar bisa menikmati dan bisa nyaman merasakan lebaran,” ujar Timotius Suryadi, Senin (21/07) pagi kemarin, di area parkir Gedung Wanita, Kecamatan Karanganyar.

Pada pasar murah tersebut disediakan 700 bungkus beras dijual kepada masyarakat dengan harga Rp. 6000/kilogram, 1200 bungkus gula seharga Rp. 7000/kilogram, 72 bal teh seharga 15000/pres, kemudian 78 dos sirup dijual seharga Rp. 8000/botol.

“Selanjutnya minyak goreng sebanyak 65 dos, seharga Rp. 10000/botol, telor sebanyak 930 kilogram dijual seharga Rp. 15000/kilogram, dan mi instan sebanyak 108 dos, seharga Rp.12000/10 bungkus,” ujarnya.

Acara tersebut juga melibatkan kerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Tim Pengerak PKK, Dharma Wanita, BUMD, BUMN, dan sektor swasta lainnya. Di kegiatan itu juga terlihat Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo beserta istri, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Chomsiah Juliyatmono, antusias menjual sembako kepada pembeli yang terlebih dahulu memberikan kupon. pd

Read More
DSC_0087

DKK Temukan Makanan Berbahaya

Karanganyar, Selasa (15/07/2014)

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaraan bahan makanan berbahaya di Pasar Jambangan, Mojogedang, Senin (14/07). Tim menemukan adanya mi basah, bakso, ikan teri yang mengandung bahan berbahaya jenis formalin dan boraks.

Hal itu terbukti saat tim dari DKK melakukan uji langsung di pasar tersebut. Di mana, DKK mengambil sempel bahan makanan yang memiliki warna dan bau yang tidak wajar. Saat dites, ternyata sempel-sempel tersebut positif mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) DKK Karanganyar, Fatkhul Munir, mengungkapkan sempel tersebut diambil pada pedagang yang menjadi binaan dari dinasnya. Mereka yakni pedagang yang sudah ketahuan menjual bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. “Ternyata mereka masih menjual bahan-bahan yang tidak layak konsumsi. Tapi dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih baik,” kata Fatkhul yang juga selaku koordinator sidak, kemarin.

Agar para pembeli tidak dirugikan, DKK juga memberikan tips cara memilih bahan makanan yang layak konsumsi. Pihaknya menekankan kepada pembeli untuk melihat fisik dan label bahan makanan yang dibeli. Makanan yang bagus pastinya memiliki kemasan dan bentuk yang masih bagus serta utuh. Tidak hanya itu, DKK juga menghimbau kepada pembeli untuk meliohat tanggal kedaluarsa yang tertera dalam label bahan makanan yang dibeli.

Salah seorang penjual mi basah, Suratmi mengaku tidak mengetahui tingkat kelayakan makanan yang dia jual. Dia mengaku bahan makanan yang berada di lapaknya diperoleh dari Sragen dan Solo. Meski positif mengandung formalin, dirinya menegaskan selama ini tidak ada keluhan dari para konsumen. “Tidak ada keluhan dari para pembeli. Jadi, saya juga tidak tahu kalau mi saya mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Tim pun melanjutkan sidak ke salah satu pasar modern di Mojogedang. Di sini, petugas mendapati makanan kering tak berlabel, kemasan rusak, dan kemasan jeli tanpa tanggal kedaluwarsa. Seluruh barang-barang mencurigakan didata untuk kemudian ditelusuri identitas penyalurnya. Cara penempatan bahan makanan dan lainnya juga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini diketahui dari peletakan cairan berbahaya yang diletakkan berdekatan dengan makanan.

Sidak tersebut masih akan berlanjut Selasa (15/07) dengan sasaran sejumlah pasar tradisional di wilayah lain setelah empat tim merampungkan di Jatipuro, Kebakkramat, Colomadu dan Mojogedang. pd

Read More
DSC_0022 copy

Jelang Bulan Puasa, Bupati Sidak Pasar

Karanganyar, Jumat (27/06/2014)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Menjelang bulan puasa, tim gabungan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Jungke dan pasar modern yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (27/06).

Dari hasil sidak diketahui terdapat kenaikan harga, seperti pada daging bebek yang mencapai Rp. 35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 32 ribu. Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

Bupati Juliyatmono disela-sela sidak menjelaskan kebutuhan bahan pokok disaat puasa cenderung meningkat. “Dengan adanya permintaan dari konsumen cukup besar, diharapkan para pengusaha tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau bahkan menimbun barang,” ujar nya. Kenaikan harga yang terlihat paling mencolok yakni daging ayam yang mencapai Rp. 35 ribu, dari harga sebelumnya Rp. 22 ribu rupiah pada dua minggu sebelumnya.

Tim sidak juga menemukan mi basah yang postif mengandung bahan berbahaya formalin, yang biasanya untuk pengawet mayat. Petugas dari Dinas Kesehatan Karanganyar langsung menegur penjual dan membawa sampel mi untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ini warna mi terlihat ungu pekat dan berbau. Jika dimakan ditenggorokan jadi panas bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal,” ujar Cucuk Heru Kusumo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Selain itu, dia menambahkan, juga dijumpai krupuk merah dan jajanan menggunakan pewarna yang biasanya digunakan untuk warna tekstil. “Kami menghimbau masyarakat berhati-hati dalam membeli makanan,” ujarnya.

Selanjutnya, inpseksi juga dilakukan di toko modern. Didapati oleh personel dari Bagian Perekonomian, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, menemukan makanan kemasan tidak berijin dan bumbu masakan yang diketahui hampir mendekati kadaluwarsa. pd

Read More
DSC_0004 (3) copy

Batik Kayu Karanganyar Go Internasional

Karanganyar, Minggu (25/05/2014)

Bidak catur dari batik kayu

Bidak catur dari batik kayu

Sejak awal mula tahun 1996 ketika ikut pameran di Pasar Raya Jakarta, Sumartoyo mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik. Kemudian tahun 1998 mulai berdiri mandiri dengan menciptakan karya-karya unik dan tradisional.

“Saya pertama kali membuat warna motif batik ternyata belum bisa. Padahal saat itu akan ada pameran yang di selenggarakan oleh Pemkab Karanganyar,” ujar Sumartoyo. Namun dengan belajar dan ketekunannya dia bisa membuat warna motif ciri khas batik. “Ada motif sogan dan kawung,” kata Sumartoyo, saat di temui di galeri dan sekaligus rumanya Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dia memproduksi berbagai macam batik kayu dari gelang, meja, kursi, kentongan, wayang, mangkok, dan piring. Ada juga jenis hewan seperti bebek, kelinci, ikan dan gajah. “Yang menarik batik kayu untuk papan dan bidak catur. Bahan baku produk kami terbuat dari berbagai jenis kayu seperti jati, pule, sengon, mahoni dan bambu,” ujar dia.

Untuk lamanya pembuatan tergantung ukuran dan di sesuaikan dengan tingkat kerumitan.”Rata-rata bisa selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Sumartoyo. Sampai dengan saat ini, Sumartoyo telah keliling pameran dari lokal hingga luar negeri. “Saya pernah ikut pameran di Utrecht, Jerman. Disana peminatnya lumayan banyak, karena produk ini unik dan bernilai tradisional,” jelasnya.

Di pasar lokal, para pemesan maupun pembeli berasal dari Solo, Jogyakarta bahkan Jakarta. pd

Read More
d

Cuaca Buruk, Ikan Laut Langka di Pasaran

dSejumlah pedagang ikan di Pasar Jungke, Karanganyar mengaku kesulitan menyetok ikan laut dalam jumlah banyak. Langkanya stok ikan laut di pasaran disebabkan semakin tingginya curah hujan mulai awal Januari.

Salah satu pedagang ikan laut di Jungke, Mandra, 46, mengatakan kelangkaan ikan laut mulai berlangsung dalam waktu satu pekan terakhir. Kelangkaan tersebut mengakibatkan harga aneka ikan laut meroket. Di antaranya, harga cumi laut yang semula senilai Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, harga ikan tongkol per kilogram senilai Rp20.000 menjadi Rp21.000.

“Sampai sekarang, saya masih menjalin komunikasi dengan juragan saya yang ada di Semarang atau Kendal. Tapi, tak kunjung memperoleh barang [ikan laut]. Alasannya, para nelayan di pesisir tidak melaut karena tingginya curah hujan. Jadi, tidak ada stok baru [yang ada stok ikan dalam pendingin],” katanya saat ditemui  di Jungke, Minggu (26/1/2014).

Mandra mengatakan tingginya harga ikan laut menyebabkan dirinya hanya bisa menyetok aneka ikan laut kurang dari 3 kilogram. Padahal, biasanya bisa menyetok lebih dari 5 kilogram untuk beberapa hari.

“Para pelanggan biasanya menggeluhkan harga ikan laut yang tinggi. Saya pun tidak bisa apa-apa kalau ada yang mengeluh seperti itu,” katanya.

Hal senada dijelaskan pedagang ikan laut lainnya, Sri Wahyuni, 46. Kelangkaan dan tingginya ikan laut menjadikan jual-beli ikan laut sepi.

“Pelanggan saya langsung berkurang setelah mengerti kalau harga ikan laut cukup tinggi. Mereka biasanya hanya membeli dalam skala kecil [di bawah 1 kilogram]. Kalau tidak seperti itu, mereka hanya membeli ikan tawar sebagai pengganti ikan laut,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun harga Sembako di pasaran di Karanganyar juga mengalami kenaikan seiring semakin tingginya curah hujan. Hal itu termasuk harga besar kualitas super yang semula senilai Rp8.000 per kiloram menjadi Rp9.000 per kilogram. Kacang tolo yang semula senilai Rp6.000 per kilogram menjadi Rp13.500 per kilogram.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/27/cuaca-buruk-ikan-laut-langka-di-pasaran-484990

Read More

Selesai Dibangun, Pedagang Oprokan Segera Ditertibkan

Pedagang oprokan di depan Pasar Jungke, Karanganyar, segera ditertibkan menyusul rampungnya proyek revitalisasi 66 kios.

Pasalnya, keberadaan pedagang oprokan dinilai membuat kondisi pasar semakin semrawut. Pedagang oprokan biasa membuka lapak mereka di sepanjang emperan kios bagian depan Pasar Jungke. Tak jarang, mereka juga berjualan di sisi kanan dan kiri jalan menuju pasar. Akibatnya, jalan di depan pasar menjadi kian padat dan semrawut.

Salah seorang pedagang di Pasar Jungke, Sunardi, 37, menyatakan keberadaan pedagang oprokan yang kian menjamur cukup meresahkan pemilik kios. “Ya jelas, kondisi depan pasar menjadi semakin semrawut, apalagi kalau pagi-pagi. Selain itu, pedagang di dalam pasar jadi enggak laku,” tutur dia saat dijumpai di kiosnya, Minggu (27/10/2013).

Sunardi berharap keberadaan pedagang oprokan segera ditertibkan setelah proses perbaikan seluruh kios di bagian depan pasar rampung. Kios tempatnya berjualan juga telah selesai dipoles dan dapat digunakan kembali pada awal Oktober lalu.

Bongkar Taman

Terpisah, Kepala Pasar Jungke, Sumardi, membenarkan bahwa keberadaan pedagang oprokan membuat kondisi pasar semakin semrawut. “Mereka tidak terdaftar sebagai pedagang resmi di Pasar Jungke, hanya pedagang musiman dan membuat lapak sendiri-sendiri,” terang dia.

Dia menegaskan pedagang oprokan tidak akan lagi diizinkan berjualan di depan pasar setelah proses revitalisasi rampung. Pihaknya bakal mendata pedagang oprokan dan meminta mereka berjualan di dalam pasar. “Pokoknya bagian depan pasar harus steril dari pedagang oprokan, semua harus masuk ke dalam pasar,” tandas Sumardi.

Guna mencegah pedagang oprokan datang kembali, pihaknya juga akan membongkar taman di depan pasar. Sumardi juga telah meminta pihak kontraktor membongkar taman seusai merampungkan pembangunan kios kendati tidak termasuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) Revitalisasi Pasar. Dia berharap jalan di depan pasar menjadi lebih lebar setelah taman tersebut dibongkar.

Sumardi memastikan proses revitalisasi kios di bagian depan Pasar Jungke bakal selesasi pada 25 November mendatang. Hingga saat ini, proses revitalisasi telah 85 persen rampung. Deretan kios di sisi utara pintu utama pasar telah selesai dipoles dan dapat dihuni kembali oleh pedagang. Sementara, pihak kontraktor masih harus merampungkan pembangunan deretan kios di sisi selatan pintu pasar.

Read More

Layani Pasar Murah, Rina Naik Meja

Pemkab Karanganyar menggelar pasar murah menjelang lebaran di halaman Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (30/7) pagi. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga itu dihadiri oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani yang turut serta membantu panitia melayani para pembeli.

Kerumunan warga yang mengantre dan berdesak-desakanlah yang memaksa Rina ikut turun tangan. Bahkan Rina sampai berdiri di atas meja untuk menenangkan warga agar tertib mengantre. “Ayo semuanya berbaris yang tertib. Yang sudah mendapatkan jatah membeli, segera bergeser agar bisa bergantian dengan yang lain,” kata Rina yang didampingi Kepala Satpol PP Karanganyar, Mei Subroto.

Menurut Rina, pasar murah digelar untuk merespons lonjakan harga-harga kebutuhan pokok menjelang lebaran. “Tren harga bahan pokok meningkat, sehingga bagi masyarakat yang kurang mampu jelas merepotkan. Harga-harga kebutuhan pokok jelang lebaran itu kalau kata orang desa salin rego (ganti harga),” ungkapnya.

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo menuturkan untuk kegiatan pasar murah di 17 kecamatan tersebut mendapat subsidi dari APBD sebesar Rp 260 juta. “Yang di seluruh kecamatan sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Yang di Gedung Wanita ini merupakan yang terakhir. Jumlah yang disediakan di tiap daerah pun beda-beda, tergantung kebutuhan,” terangnya.

Untuk pasar murah yang berada di Gedung Wanita kemarin, Pemkab menyediakan sebanyak 4.400 kg beras, 2.400 kg gula pasir, telur 1.400 kg, minyak goreng 1.400 kg, teh 7.000 bungkus, sirup 1.440 botol, dan mi instan 190 dus. “Kami harap ini cukup untuk membantu yang kurang mampu,” pungkasnya.

Read More

DKK Karanganyar Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan sejumlah makanan mengandung formalin dan rhodamin B yang masih dijual bebas di pasar tradisional.

Makanan berformalin dan mengandung rhodamin B itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium pada sampel yang diambil dalam inspeksi mendadak (sidak) DKK di Pasar Gondangrejo dan Pasar Karangpandan, Senin (29/7/2013).

“Berdasarkan hasil sidak hari ini [Senin], kami menemukan 11 jenis makanan yang tidak layak konsumsi, seperti mie basah dan teri asin yang berformalin, serta cendhol, kerupuk, dan roti yang mengandung rodhamin B,” urai Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir.

Munir mengatakan sebagian besar makanan berformalin dan mengandung rhodamin B justru merupakan jajanan tradisional yang banyak dicari masyarakat selama Ramadan. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan. Menurutnya, para pedagang secara otomatis tak akan lagi menjual makanan berbahaya jika masyarakat tak meminati.

“Makanan yang tidak sehat itu dapat terlihat dari penampilannya, misalnya cendol yang warnanya terlalu mencolok atau mie yang terlalu kenyal. Kalau kelihatan berbahaya jangan dibeli, jadi pedagang juga akan enggan menjual,” tambah dia.

Lebih lanjut, Munir menjelaskan pihaknya tak memiliki wewenang menarik makanan berbahaya dari para pedagang. Oleh karena itu, DKK hanya bisa memberi arahan bagi para pedagang untuk tak lagi menjual makanan berbahaya kepada masyarakat. “Kami hanya bisa memberi pembinaan dan mengimbau agar makanan tak layak konsumsi itu jangan dijual lagi sebab bukan kami yang berwenang menarik,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan, DKK Karanganyar telah melakukan sidak di tujuh pasar tradisional, yaitu di Pasar Dadapan Matesih, Pasar Matesih dan Pasar Nglano pada Senin (15/7/2013), Pasar Jungke dan Pasar Tegalgede pada Rabu (10/7/2013), serta Pasar Karangpandan dan Pasar Gondangrejo pada Senin (29/7/2013).

Berdasarkan sidak di tujuh pasar tersebut, DKK menemukan 21 jenis makanan dan minuman mengandung bahan tambahan yang dilarang, 12 jenis makanan mengandung rhodamin B, tujuh jenis makanan berformalin, serta dua jenis makanan mengandung borak. Selain itu, DKK juga mendapati makanan kemasan tanpa label, makanan dengan kemasan rusak, serta telah kadaluarsa.

Read More

Revitalisasi Pasar Jungke Dimulai Pascalebaran

Proyek revitalisasi Pasar Jungke di Kabupaten Karanganyar ditargetkan mulai terlaksana seusai Lebaran.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Karanganyar, Utomo Sidi, menerangkan sebanyak 66 kios yang berada di depan Pasar Jungke akan disolek dengan pemasangan keramik serta perbaikan atap. Sebelum proyek itu terlaksana, pihaknya akan meminta pedagang pindah ke lokasi lain untuk sementara waktu.

 “Hanya kios di bagian depan pasar yang akan direvitalisasi, kalau yang di dalam belum akan dibangun,” ujar Utomo saat di Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, akhir pekan kemarin.

 Dia menegaskan pasar tradisonal yang berada di sisi utara Terminal Jungke itu tak akan dibangun dua lantai. Disperindagkop hanya berencana memoles kondisi pasar supaya lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli. “Tidak perlu dua lantai, nanti malah kasihan pembeli dan pedagang harus naik turun, bisa-bisa pasar malah tambah sepi, yang sudah-sudah kan juga begitu,” terang dia.

 Hingga saat ini, revitalisasi pasar yang bakal menelan dana APBD hampir Rp 1 miliar itu masih berada dalam proses lelang proyek. Disperidagkop menargetkan lelang proyek dapat selesai dalam pekan ini, sehingga pemenang tender bisa segera menyiapkan material bangunan.

 “Sebenarnya sebelum Lebaran proyek sudah bisa dimulai, tapi kami memilih nanti dulu saja, kan sekarang pasar baru laris-larisnya. Biar selesai Ramadan dulu, kan pedagang juga perlu waktu untuk pindah dan sebagainya,” imbuh Utomo.

Read More
DSC_0062

Bupati Rina Pantau Harga Sembako

Bupati Karanganyar, Rina Iriani bersama beberapa Kepala SKPD mengadakan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Karanganyar untuk memantau harga sembako memasuki awal bulan ramadhan, Rabu (10/07)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani bersama beberapa Kepala SKPD mengadakan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Karanganyar untuk memantau harga sembako memasuki awal bulan ramadhan, Rabu (10/07)

Karanganyar, Rabu (10/07/2013)

Memasuki bulan ramadhan, Bupati Karanganyar Rina Iriani mengadakan inspeksi mendadak untuk mengetahui harga Sembako di  sejumlah pasar tradisional, Rabu (10/07). Lokasi yang disambangi Rina yakni Pasar Tegalgede, dan Jungke Kecamatan Karanganyar.

Hasil Sidak menggambarkan, harga cabai mencapai Rp 63.000/ kilogram, sedangkan daging ayam potong Rp 30.000/ kilogram. Untuk daging ayam kampung dijual lebih tinggi yakni Rp 75.000 sampai Rp 150.000/ kilogram, bawang merah Rp 40.000/ kilogram, bawang putih Rp 16.000/ kilogram, dan bawang bombay Rp 15.000/ kilogram

“Kenaikan harga yang signifikan terjadi pada daging sapi yaitu Rp 95.000/ kilogram. Tapi ada juga barang-barang yang kenaikannya masih dalam batas wajar,” ujar Rina di sela-sela Sidak.

Dia menyebutkan, saat menjelang akhir bulan ramadhan, pihaknya berusaha mengadakan pasar murah di tiap-tiap Kecamatan dan gedung Wanita. Hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Sembako. Selain itu, pasar murah juga diharapkan bisa menurunkan harga Sembako yang selalu naik saat ramadan.

“Kami juga melakukan pemantauan harga di pasar-pasar. Jangan sampai pedagang  main harga seenaknya sendiri,” katanya.

Selain memantau harga sembako, instansi terkait juga diminta mengawasi peredaran daging glongongan dan masa kadaluwarsa makanan dan minuman. pd

Read More