DSC_0050

Pasca Terbakar, Pasar Karangpandan Segera Dibangun

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat berdialog dengan pedagang Pasar Karangpandan, Rabu (06/04) di lokasi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat berdialog dengan pedagang Pasar Karangpandan, Rabu (06/04) di lokasi.

Karanganyar, Rabu (06/04/2016)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar segera membangun los, kios dan loket Pasar Karangpandan yang terbakar pada Rabu (06/04) pukul 02.00 WIB. Hal tersebut dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat meninjau lokasi tersebut dengan didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Rabu (06/04).

Bupati Juliyatmono dihadapan pedagang yang tempat dagangan terbakar mengatakan, pihak Pemkab Karanganyar segera membangun kembali setelah perbaikan selesai.

“Harapan saya, bulan Mei tahun ini bisa di tempati kembali setelah diperbaiki,” kata Bupati.

Juliyatmono juga meminta bersabar kepada pegadang, dan mau menempati sementara di lokasi darurat, yang terletak di sebelah utara Pasar Karangpandan. Dia juga menjelaskan bahwa tahun 2017, Pasar Karangpandan akan dibangun lebih baik dan aman.

“Kita rancang, pasar-pasar di Kabupaten Karanganyar mempunyai akses masuk untuk mobil pemadam kebakaran dan tata letak kabel listrik yang aman dan rapi. Nantinya akan seperti Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu dan Pasar Matesih, Kecamatan Mastesih,” katanya.

Pasar Karangpandan terbakar mengakibatkan dua los yang dipakai untuk 108 pedagang, satu los darurat untuk 86 pedagang, empat kios untuk empat pedagang dan dua loket pasar hangus terbakar, hanya tersisa rangka dan seng.

Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, namun sementara waktu kerugian material belum dapat dihitung.

Terkait dengan penyebab kebakaran pasar yang terletak di Lereng Lawu itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Kabupaten Karanganyar, Larmanto mengatakan dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik.

“Dugaan sementara ini penyebab kebakaran dari arus pendek listrik. Kebakaran juga tidak merembet kios disekitarnya, karena kesigapan petugas kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Untuk memadamkan si jago merah, didatangkan empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Karanganyar dan Surakarta masing-masing dua mobil damkar. Masing juga dibantu enam unit mobil tangki air. pd

Read More
DSC_0096

Sosialisasi Pasar Darurat

kominfo

Bupati Juliyatmono saat menyampaikan arahannya dalam sosialisasi pasar darurat di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Senin (22/2).

Senin, 22 Februari 2016

Menindaklanjuti rencana pembangunan Pasar Nglano yang akan dilengkapi dengan Pasar Burung maka Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan segera mendirikan Pasar Darurat di daerah Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar. Tepatnya berada di lapangan Ngijo yang akan segera di rampungkan dan dilengkapi dengan pembanguna MCK dan sumur diesel di harapkan akan membuat lebih nyaman pasar darurat.

Sosialisasi  tersebut dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Kepala DKP, SEKDA dan SKPD terkait ini membahas mengenai rencana pembangunan pasar darurat yang di dukung dengan pembayaran PBB sekaligus sedekah agar lebih berkah, Senin (22/2) di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu Karanganyar.

Tidak kalah menjadi perhatian yaitu kebersihan sungai dengan melakukan penyebaran bibit ikan di sungai Ngijo, yang di harapkan bisa menyeimbangkan ekosistem sungai tersebut.

Selain itu, sekitar sungai juga akan di tanami pohon trembesi. Pohon tersebut di kenal sebagai pohon yang banyak menyerap gas CO2 sehingga nantinya juga akan membantu memfiltrasi udara kotor.

Program sekedah sampah tidak luput menjadi hal yang di tekankan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, dengan memisahkan antara sampah organik dan non organik serta sampah yang dapat di daur ulang dan tidak dapat di daur ulang. Harapannya setelah Pasar Darurat tdak dipakai lagi untuk kegiatan Pemerintah, pasar tersebut bisa lebih bagus dari pasar yang sekarang agar kedepannya bisa hidup 24 jam.

Dishubkominfo Karanganyar (umi/ch)

Read More
DSC_0048 copy

Bangun Dua Pasar, Butuh Anggaran Rp 27 M

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berbincang dengan pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berbincang dengan pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu

Karanganyar, Kamis (07/01/2016)
Rencana membangun dua pasar tradisional dibutuhkan dana besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah untuk membangun Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, dan Pasar Matesih, Kecamatan Matesih.

“Dibutuhkan dana Rp. 27 Miliar untuk dua pasar itu. Pengajuan Bankeu juga disertai Detail Engineering Design (DED),” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (05/01) saat meninjau Pasar Nglano.

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama rombongan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melihat langsung kondisi pasar. Mereka juga memasuki lorong-lorong sempit tiap sudut pasar tradisional itu.

“Kita lihat bersama, pasar yang seluas 11.449 meter persegi ini sudah tidak layak. Orang-orang saat belanja juga tidak nyaman,” kata Bupati.

Pemkab dalam membangun pasar akan dibuat seperti semi mall, bersih, nyaman sehingga pedagang dan pembeli juga senang.

“Di Pasar Nglano dibutuhkan Rp 16 miliar sedangkan Pasar Matesih Rp 11 miliar. Nantinya akan bangunan seluruhnya namun tetap satu lantai,” katanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, akan dibangun pasar darurat untuk relokasi sementara di Lapangan Ngijo, bagi 1.200 pedagang Pasar Nglano. Sedangkan 1.350 pedagang pasar Matesih ditempatkan di Lapangan Matesih.

Lurah Pasar Nglano, Suwandi mengatakan, bangunan Pasar Nglano belum pernah direnovasi sama sekali. Kerusakan terparah di bagian utara seperti lantai hancur, atap ambrol dan bangunan kios melapuk.

“Sebanyak 500-an pedagang aktif berjualan dari total yang tercatat 1.000 lebih,” katanya. pd

Read More
aku copy

Upacara Adat Mondosiyo, Ayam Jadi Rebutan

Seekor ayam jadi rebutan puluhan orang di upacara Mondosiyo, Selasa (04/08) di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Seekor ayam jadi rebutan puluhan orang di upacara Mondosiyo, Selasa (04/08) di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Karanganyar, Rabu (05/08/2015)
Upacara adat Mondosiyo yang diadakan warga masyarakat lereng lawu, di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu sudah menjadi tradisi turun temurun.

Menurut warga setempat, upacara Mondosiyo sudah ada sejak puluhan tahun, sebagai ungkapan rasa syukur hari jadi dusun Pancot.

Kepala Lingkungan (Kaling) Dusun Pancot, Sulardiyanto menuturkan, upacara adat itu diadakan setiap tujuh bulan. Tradisi ini diselenggarakan setiap Selasa kliwon wuku Mondosiyo.

“Ini merupakan rasa syukur bagi warga. Diawali dengan atraksi reog yang diarak sekitar 300 meter ke lokasi acara,” kata Sulardiyato, Selasa (04/08) sore.

Ribuan warga sekitar sejak jam 15.00 WIB, sudah memadati sepanjang gang kecil menuju Balai Pasar. Tak hanya dari desa setempat, namun juga ada yang datang dari Dusun Somokadu, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu.

Terdapat sembilan reog yang turut serta memeriahkan acara tersebut. Kemudian setelah sampai di depan Balai Pasar, satu per satu reog memperlihatkan atraksi.

Setelah semua sudah mendapat giliran atraksi, dilanjutkan upacara dengan menyiram air tape di situs Batu Gilang setelah diambil dari Punden Bale Patokan.

Menariknya, setelah itu ribuan warga dengan serius mengamati atap joglo untuk menangkap empat pasang ayam. Hewan unggas itu sengaja dilempar di atas atap untuk diperebutkan jika turun.

Berbagai usaha dilakukan agar bisa menangkap ayam itu tanpa menaiki atap rumah. Mereka hanya boleh berpegangan pada pinggir atap saat mencoba menangkap ayam itu.

Dalam adat Mondosiyo, ayam-ayam itu diberikan pemilik sebagai nazar atas keberhasilan yang diraih dengan menyerahkan satu pasang ekor ayam (jantan dan betina). Namun bagi warga yang berhasil menangkap ayam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi hanya dipelihara. pd

Read More
DSC_0110

Ratusan Kendaraan Luar Kota Padati Tawangmangu

Kepadatan kendaraan terlihat memadati kawasan Tawangmangu, Senin (20/07) di depan Pasar Tawangmangu.

Kepadatan kendaraan terlihat memadati kawasan Tawangmangu, Senin (20/07) di depan Pasar Tawangmangu.

Karanganyar, Senin (20/07/2015)
Libur lebaran H+3, benar-benar dimanfaatkan para pemudik dari luar kota Kabupaten Karanganyar mengunjungi tempat-tempat wisata di Tawangmangu.

Dari pengamatan, sejak pukul 10.00 WIB para wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati kawasan di lereng Gunung Lawu itu. Terlihat plat nomor depan B, F, H, S, AG, AB, L dan A.

Kemacetan terjadi mulai di Terminal Tawangmangu, arus kendaraan dari arah Kota Karanganyar sepanjang sekitar tiga kilometer harus berjalan pelan, bahkan juga berhenti karena banyak orang yang akan menyebrang di Pasar maupun di Terminal.

Petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Satlantas Polres Karanganyar, dan Polsek Tawangmangu pun mengatur lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan parah.

“Kemacetan ini seperti kemarin Minggu (19/07). Banyak yang dari atas (Cemoro Kandang) maupun dari bawah, sampai jam 20.00 WIB baru terleihat sepi,” kata Kapolsek Tawangmangu AKP Riyanto, saat dijumpai di Posko Pengamanan Lebaran Tahun 2015, di halaman Pasar Tawangmangu, Senin (20/07).

Tawangmangu yang sejuk dan indah memang menjadi magnet bagi pengunjung luar kota untuk berekreasi dengan saudara-saudara di kampung halaman.

Selain itu juga terjadi kepadatan di perempatan lampu merah Kecamatan Karangpandan. Sekitar dua kilometer puluhan kendaraan harus berjalan pelan-pelan. pd

Read More
DSC_0143

JELANG LEBARAN, KARANGANYAR GELAR PASAR MURAH

Guna membantu meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H/2015, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pasar murah di 17 Kecamatan se Karanganyar. Salah satunya Pasar Murah Kecamatan Karanganyar yang bertempat di Gedung Wanita, Kamis pagi (09/07).

Pada kesempatan tersebut, Timotius Suryadi selaku Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar mengatakan bahwa pembelian paket sembako dibawah harga pasar ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat khususnya warga kurang mampu dengan cara membeli kupon yang telah disediakan oleh panitia.

“ Gelar pasar murah ini merupakan kegiatan rutin Pemerintah Karanganyar setiap tahunnya jelang hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk menjaga pasokan kebutuhan utama/komoditas sekaligus meringankan beban masyarakat kurang mampu. Kami telah menyediakan paket sembako yang berisi beras jenis IR 64 sebanyak lima kilogram (Rp.7000/kg), gula pasir dua kilogram ( Rp. 10.000/kg), minyak goreng satu liter (Rp. 10.000/ltr), sirup satu botol (Rp. 8000,-), teh satu pres (Rp. 16.000,-) dan mie instan sepuluh biji (Rp. 15.000,-). Paket ini dapat diperoleh warga dengan cara membeli kupon di tempat panitia penjualan. Selain itu, kami juga menyediakan daging, ayam, ikan segar, telur, sayur mayur, bumbu masak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasar murah telah digelar secara serentak di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar, ” jelasnya.

Beberapa kebutuhan yang tersedia pada pasar murah Karanganyar, diantaranya : bawang merah (1/2 kg Rp. 7500,-), bawang putih (1/2 kg Rp. 8500,-), kentang (1 kg Rp. 8000,-), wortel (1/2 kg Rp. 2500,-), cabe  merah (1/4 kg Rp. 5000,-), tomat (1/2 kg Rp. 2000,-), kembang kol (1 kg Rp. 6000,-), kobis (1 kg Rp. 4000,-).

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran kegiatan pasar murah ini. “ Saya merasa senang dan matur nuwun kepada semua pihak baik Perekonomian, Dispertanbunhut, Disperindagkop dan UMKM, DWP Karanganyar yang telah mempersiapkan semuanya. Pada kesempatan berbahagia ini saya mengingatkan kepada semua saja, pada saat merayakan hari raya nanti agar tetap selalu waspada, jaga keamanan rumah dan lingkungan. Karena pada saat-saat itulah biasanya tangan-tangan jahil mulai melakukan aksinya. Maka jika akan bepergian ataupun mudik untuk mengecek setiap pintu rumah apakah sudah dikunci dengan benar atau belum, agar di momen-momen suka cita nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ” saran Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka Pasar Murah yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) , Kepala SKPD serta warga masyarakat Karanganyar. ind/ft

 

 

Read More
DSC_0146

Sidak Makanan, Dinkes Temukan Zat Berbahaya

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Karanganyar, Sabtu (13/06/2015)
Tim sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dalam pantuan makanan di pasar tradisional dan toko modern menemukan beberapa makanan yang mengandung zat berbahaya.
Di pasar Tegalgede, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, tim tersebut menemukan dua makanan yang tidak layak konsumsi.
“Setelah diambil sampel dan di uji laboratorium, Kami mendapati criping pohung positif mengandung Rhodamin B. Zat tersebut biasanya untuk pewarna tekstil. Juga di teri nasi yang mengandung formalin,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Fathkul Munir, Jumat (12/06) di lokasi.
Fatkhul Munir juga menjelasakan tahun kemarin, juga di temukan zat-zat tersebut di kedua makanan itu.
“Sudah tiga tahun ini kita temukan positif mengandung Rhodamin b dan Formalin,” jelasnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih hati-hati membeli makanan, selain itu pihaknya terus memberikan edukasi dan pengawasan terhadap bahan berbahaya itu di makanan.
“Uji lab juga dilakukan pada mi pentil, bakso, slondok, kikil, dan singkong keju, namun tidak diketemukan kandungan zat berbahaya,” ujarnya.
Selain di pasar Tegalgede, tim sidak juga disebar ke Pasar Nglano Tasikmadu, Pasar Palur, Pasar Karangpandan, dan Pasar Jatiyoso. pd

Read More
gue

Saat Sidak, Wabup Karanganyar Temukan Biaya Solar Rp. 500 Per Tabung

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama tim sidak saat memantau harga dan kesediaan elpiji 3 kilogram di Pasar Jungke, Senin (04/05)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama tim sidak saat memantau harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di Pasar Jungke, Senin (04/05)

Karanganyar, Senin (04/05/2015)
Saat inspeksi mendadak (sidak) elpiji tiga kilogram, Senin (04/05), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menemukan kenaikan Rp 500/ tabung di tingkat agen. Kenaikan itu dipicu adanya tambahan biaya solar.
Rohadi melakukan inspeksi tersebut di Pasar Jungke dan Warung, Kampus Bibis, Kelurahan Jungke. Pasalnya, selama ini pihaknya menerima sejumlah keluhan dari warga mengenai kenaikan harga elpiji melon tersebut.
“Setelah kita cek, ternyata di tingkat agen harga elpiji tiga kilogram Rp 14.250 setiap tabung. Namun ada penambahan biaya solar menjadi Rp 14.750/ tabung,” kata Rohadi Widodo, seusai sidak elpiji usai sidak.
Tim sidak juga mendapatkan informasi bahwa di tingkat pangkalan, elpiji itu dijual minimal Rp. 16.000, padahal Harga Eceran Terendah (HET) Rp 15.500/ tabung tiga kilogram.
“Dari harga itu, di pengecer menjual dengan harga minimal Rp 17.000 sampai Rp. 18.000. Sampai konsumen bisa mencapai Rp 18.500 sampai Rp 19.000/ tabung,” katanya.
Rohadi, lebih lanjut menuturkan ketersediaan elpiji tiga kilogram sesuai stok jatahnya. Namun distribusi kemungkinan tidak lancar dari pangkalan ke pengecer. “Pengguna ada yang membeli satu tabung jadi dua tabung, atau tiga jadi empat tabung,”katanya. pd

Read More
DSC_0038 copy

“Sabtu Belanja” Di Resmikan

Karanganyar, Senin (05/01/2015)

DSC_0038 copy

Bupati Karanganyar Juliyatmono (baju batik, depan) saat melihat dagangan PKL Sabtu belanja, di kawasan alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (03/01)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi membuka “Sabtu Belanja” di kawasan alun-alun setempat, Sabtu (03/01).

Sabtu belanja merupakan kebijakan baru bupati sebagai pengganti Pasar Jumat. Pasalnya, Pemkab memutuskan untuk mengembalikan trotoar dan jalur lambat yang sebelumnya untuk pedagang menjadi jalur lalu lintas bagi pengguna jalan, tepatnya pejalan kaki.

Oleh karena itu, pasca pembangunan citywalk sepanjang jalur lambat di depan Bank Jateng sampai Bank BRI, para pedagang pun beralih ke pelataran santai (plasa) yang dibangun di area alun-alun. Hasil pendataan Pemkab menunjukkan, jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjadi penjual dalam Sabtu Belanja itu berjumlah 285 orang.

Sebelum diresmikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan IMKM) Karanganyar sebagai penanggung jawab program melakukan pengundian tempat berdagang terhadap para PKL, Rabu (31/12) lalu.

Dalam sambutannya, bupati mengatakan, proses pembangunan penataan kawasan alun alun hampir selesai. Sehingga para pedagang bisa mengunakan lokasi yg telah selesai untuk berdagang. “Pelaku UMKM Pasar Jumat, pindah berdagang di hari Sabtu. Dengan sebutan Sabtu Belanja,” katanya di sela-sela peresmian.

Kepala Disperindagkop.dan.UMKM Karanganyar, Nur Halimah menambahkan nantinya akan melakukan penataan ulang. Pasalnya, masih ada sekitar 60 PKL yang belum mendapatkan lapak. Tidak hanya itu, pihaknya mencatat ada sejumlah PKL yang belum mendaftarkan ke dinasnya. “Ya nanti kita akan tata kembali. Perlu kami tegaskan, PKL yang ada di sini mendapatkan kartu identitas PKL Sabtu Belanja. Jadi, kami bisa memantau berapa PKL yang belum mendaftarkan diri,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja murah, bisa mendatangi plasa Alun Alun Karanganyar setiap hari Sabtu. Di sana, ratusan pedagang menawarkan sejumlah barang dengan harga terjangkau dan pastinya bis ditawar. Jenis dagangan yang tersedia antara lain pakaian, celana, jaket di sebelah barat. Sedangkan sebelah timur terdapat PKL tanaman, buah, handycraft, makanan, bumbu dapur. pd

Read More
10751839_969955943017881_350466097_n

Kau Tega Merusak Sungaiku

Foto diambil dari atas jembatan perum veteran dan josroyo jaten.. jalan timur pasar jaten ke utara

Foto diambil dari atas jembatan Perum Veteran dan Josroyo Jaten, jalan timur Pasar Jaten ke utara.

Sungai yang mengalir disebelah selatan perumahan veteran/ KCVRI, kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah akhir.  Sungai yang mengalir dikawasan banjir tersebut nampaknya akan menjadi ancaman bagi warga sekitar disaat musim penghujan kelak.

Hal ini karena ulah kalian, para pembuang sampah kesungai se-enaknya. Memangnya ini warisan nenek moyang mu.. enak saja !

IMG_20141104_091617

Pernah suatu ketika saya melihat pedagang pasar yang berjualan di Pasar Jaten membuang sampahnya kesungai ini dengan cara melempar dari atas jembatan, plok… guonduk rasane. Mungkin karena Pasar Jaten tidak ada fasilitas tempat pembuangan sampah sementara. Juga ulah warga yang melewati jembatan tersebut seraya membuaang sampah rumah tangga mereka.

Padahal, kami warga perumahan yang mepet dan bersinggungan langsung dengan sungai ini, sudah patungan urunan tiap bulannya untuk membuang sampah rumah tangga kami untuk dibuang, atau dikelola oleh PemKab. Sementara warga lain malah membuang sampah mereka di tempat kami, membuang sampah ke sungai. Ini tidak adil

Dikirim oleh: Nonne Dapit

Read More