DSC_0009

Peresmian Pasar Rakyat Desa Dawung

diskominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat membagikan pisang kepada pedagang yang hadir saat peresmian pasar, Jumat Pagi (5/1)

Karanganyar – Ratusan warga Desa Dawung Matesih memiliki pasar baru, terletak di pinggir Jalan Raya Matesih Tawangmangu, Pasar yang memiliki los sejumlah 115 petak dan berukuran 2 meter x 160 centimeter ini merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo yang datang secara langsung dan meresmikan pasar tersebut menyambut baik dengan adanya pasar ini menggantikan pasar lama yakni Pasar Klumprit yang berada tidak jauh dari lokasi pasar Dawung. Rohadi berharap pedagang untuk memiliki rasa kebersamaan, kebersamaan itu terwujud dalam menjaga pasar dan kebersamaan dalam mengais rejeki berjualan.

“Saya doakan bersama agar panjenengan semua sukses dalam berjualan.” Ujar Rohadi.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Waluyo Dwi Basuki mengatakan pembangunan pasar ini menelan dana 796 juta yang merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian. Nantinya dari 115 petak los yang ada, 45 los diisi pedagang Pasar Klumprit yang berlokasi di Dukuh Klumprit Dawung yang operasional nya hanya di hari pasaran jawa, sedangkan sisanya nanti akan diisi warga Dawung. Nantinya Pasar Dawung ini akan beroperasional setiap hari.

Ditambahkan oleh Basuki, retribusi dari pasar yang dibangun diatas tanah kas desa ini akan dikelola oleh Koperasi Desa selaku pengelola Pasar Dawung. Kedepannya selain untuk pasar, dimungkinkan juga untuk dikembangkan untuk tempat usaha lainnya. Demikian Diskominfo (ad/f3a)

Read More
Wakil Bupati Karanganyar meresmikan pasar rakyat Desa Dawung (05-01-2018)

Peresmian Pasar Rakyat Desa Dawung

Read More
weben copy

Boyongan Pedagang, Bupati Ajak Rawat Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Karanganyar, Senin (06/02/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak pedagang maupun warga untuk merawat juga menjaga Pasar Matesih yang telah selesai dibangun.

“Mari kita jaga bersama, Pasar Matesih ini, digunakan dengan baik, semoga tambah makmur, laris dan sejahtera,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (05/02) pagi, di sela-sela boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati juga menegaskan pedagang lama tidak dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. “Dijaga dengan baik, semua warga termasuk pedagang pasar yang dulu menempati di sini, tidak dipungut biaya, alias gratis,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengajak warga untuk senang berbelanja di pasar tradisional seperti di Pasar Matesih yang dibuat modern dan berlantai satu.

“Secara umum cukup memadai dan ada beberapa penambahan sarana publik dan ketinggian los agak diperpendek sedikit, namun secara umum sudah representatif. Terlebih tidak lagi kumuh,” kata Bupati.

Juliyatmono mengatakan pasar tradisional yang dianggap kumuh dan tak rapi sedikit demi sedikit dikikis dengan revitalisasi pasar. Konsepnya tetap pasar tradisional. Tapi dibangun lebih modern.

“Revitalisasi pasar tradisional akan terus dilakukan. Mengingat keterbatasan anggaran, revitalisasi akan dilakukan bertahap dan merujuk skala prioritas supaya ke depannya pasar-pasar di wilayah Kabupaten Karanganyar dapat menjadi pasar modern namun tidak menghilangkan nilai-nilai estetika dan tradisionalnya,” katanya.

Pagi itu, ratusan pedagang Pasar Matesih boyongan dari pasar darurat di lapangan desa Matesih menuju ke pasar yang baru, dengan berjalan kaki sepanjang dua kilometer.

Tampak juga Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut memanggul gunungan berisi buah dan sayur setinggi 2 meter, bergabung dengan ratusan pedagang itu. Rombongan paling depan ada Putra Putri Lawu 2016 dan kesenian reog. Sepanjang jalan warga berjejal melihat arak-arakan boyongan.

Sesampainya di dalam pasar, rombongan itu syukuran tumpengan, dan sajian aneka macam makanan tradisional. Setelah doa bersama, makanan itu dibagi-bagikan kepada pedagang dan warga, dalam hitungan detik mereka berebutan untuk mendapatkannya.

Pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.  Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya. (pd/by)

Read More
web copy

Boyongan Pedagang Pasar Nglano

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Karanganyar, Senin (30/01/2017)

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang memakai baju adat jawa berjalan kaki dari lokasi pasar darurat, lapangan Ngijo, menuju pasar Nglano yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Mereka juga membawa beberapa jajan pasar dan sayuran.

Di ratusan pedagang itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Karanganyar juga ikut berjalan kaki. Rombongan paling depan terdapat gunungan apem sewu, ada pula kesenian reog.

Setelah sampai di dalam pasar, dilakukan syukuran tumpengan. Doa dipanjatkan sebagai tanda syukur menempati lokasi baru. Setelah selesai, ratusan pedagang dan pembeli berebutan tumpeng dan aneka macam makanan jajan pasar.

“Setelah boyongan pasar ini, maka tidak ada lagi pedagang di pasar darurat, segera menempati kios ataupun los di pasar Nglano,” kata Wakil Bupati Rohadi Widodo,seusai boyongan pasar.

Wakil Bupati juga menambahkan, barang-barang mereka yang di pasar darurat segera diambil, kecuali aset milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (22/01) malam.

Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

Salah seorang pembeli, Warni (56), warga Suruh Grogol, Kecamatan Tasikmadu merasa senang, pasar menjadi bersih dan tidak becek.

“Saya mudah mencari tempat penjual langanan, karena tempatnya sudah dibedakan jenis dagangannya,” katanya.pd

Read More
web copy

Pasar Matesih Diresmikan

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Karanganyar, Kamis (26/01/2017)

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Peresmian itu dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

Seperti pada peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Minggu (22/01) malam, di Pasar Matesih juga dipentaskan hiburan wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “Pendowo Bangun Projo”.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono mengatakan, semua pedagang masuk pasar, dan tidak perlu diundi lagi.

“Pedagang menempati tempat yang dulu, ini gratis tidak dipungut biaya. Saya harap dapat dijaga dan menjaga kebersihan,” katanya.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memunggut biaya.

Dia juga menyerahkan waktu kepada Lurah pasar untuk berembug dengan pedagang, kapan mereka pindahan dari pasar darurat yang berada di Lapangan Desa Matesih.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki menjelaskan pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.

“Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya,” katanya.pd

Read More
web

Pasar Nglano Diresmikan, Pedagang Tempati Kios Gratis

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengunting pita, sebagai tanda peresmian pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menggunting pita, sebagai tanda peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Karanganyar, Senin (23/01/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar dan menyerahkan kepada pedagang lama dengan kios gratis, Minggu (22/01) malam.

“Pasar ini dibangun habis Rp. 16.4 miliar dan telah selesai dengan baik, maka pedagang yang dulu menempati segera menempati kembali dan gratis, tidak ada pembayaran lagi,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memungut biaya.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar menginginkan masyarakat sejahtera. Pedagang menempati tempat lama, tidak ada pengundian,” kata Bupati.

Sementara itu, dulu yang menempati pasar burung, di utara jalan akan dibersihkan dan diberi tenda pedagang agar terlihat bersih.

Los-los nantinya akan diberi sekat biar pantas, supaya pembeli senang, dan bersih. Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

“Pada 21 Januari 2017 telah dilaksanakan sosialisasi Pedagang untuk menempati 8 los terisi 416 lapak kios, 183 kios dan 28 kios burung di Pasar Nglano,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Bersamaan dengan peresmian pasar itu juga diadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, dengan lakon “Banjaran Noroyono”.pd

Read More
aku

Grebeg KB, Sasar Pasangan Usia Subur

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berdialog dengan warga di Pasar TegalgedeBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar) di Pasar Jungke, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kamis(10/11)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berdialog dengan warga tentang KB di Pasar Tegalgede, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar,  pada acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar)  Kamis (10/11)

 

 

Karanganyar, Kamis (10/11/2016)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar) di Pasar Jungke, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kamis(10/11)

Penyelenggaraan yang di kemas secara menarik dengan pemberian hadiah langsung jika berhasil menjawab pertanyaan dan hiburan musik mampu menarik masyarakat yang ada di sekitar acara. Demikian juga,  kaum adam dan hawa tidak ragu berkonsultasi tentang Medis operatif Wanita (MoW) maupun Medis operatif Pria (MoP).

Kepala BKKBN Jawa Tengah, Wagino mengatakan di Jawa Tengah pada tahun 2003 wanita usia subur memiliki rata-rata dua anak. Namun pada tahun 2012 justru meningkat dengan rata-rata mempunyai tiga anak.

“Saat ini yang menjadi prioritas menikah usia muda, dibawah usia 16 tahun. Jika menikah dibawah usia itu dikhawatirkan akan terjadi angka kematian ibu dan bayi yang tinggi,” kata Wagino.

Selain itu target akseptor KB di Jawa Tengah sekitar 800 ribu pada tahun 2016 ini, namun dia mengatakan baru bisa mencapai 63 persen, dari berbagai macam proram KB yakni, pil, suntik, iud, implan, MoP, dan MoW.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau agar  keluarga muda mau ikut KB, dengan harapan jika anak cukup dua nantinya hidup sejahtera, tidak membebani keluarga.

“Bapak-bapak boleh ikut KB MoP dengan diberi bonus uang Rp. 1, 5 juta rupiah. Sudah banyak yang ikut program itu,” katanya.

Dengan ikut KB, lanjutnya, mengajak masyarakat tertata dan berkualitas baik, pendidikan dan kesehatan juga terjamin. “Bukan melarang mempunyai anak, tetapi boleh saja, namun KB ini untuk menata keluarga agar sejahtera,” katanya.pd  

Read More
KOM_3733

Kebut Pembangunan Pasar Matesih, Pemkab Sediakan 128 Kios Sementara Bagi Pedagang

kominfo

Bupati Karanganyar sedang menyaksikan paparan bersama warga Oleh Dinas Pekerjaan Umum bidang Bina Karya tentang rencana pembangunan fisik pasar Matesih yang baru

KOM_3743

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan pengarahan kepada warga yang merupakan pedagang maupun pengguna kios di Pasar Matesih, Selasa Siang (13/07)

Pembangunan Pasar Matesih masih dalam proses pelelangan hingga minggu terakhir di bulan Juli tahun ini pembangunan akan segera dimulai. Sementara itu, guna memfasilitasi para pedagang untuk tetap berjualan, Pemerintah Kab. Karanganyar akan memindah para pedagang di pasar darurat yang berlokasi di lapangan olah raga Matesih.

“Pasar darurat menyediakan sebanyak 128 unit kios dengan fasilitas meliputi pembangunan los pasar lima (5) unit, selasar mampu menampung sejumlah 260 pedagang, 72 kios dasaran dan 108 pedagang oprokan,” hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disperindagkop, Larmanto dihadapan para pedagang pasar Matesih dalam rangka sosialisasi pembangunan pasar Matesih sekaligus penataan pedagang di pasar darurat, Selasa (12/07/2016) kemarin di Balai Desa Matesih.

Ditambahkannya, untuk ukuran setiap kios di pasar darurat adalah 3×3 meter sedangkan pintu gerbang kios secara mandiri oleh para pedagang.

“Kami menghimbau kepada para pedagang untuk segera mengemasi barang dagangannya paling lambat 20 Juli besok sudah dipindahkan di pasar darurat semua. Untuk nomor, nama dan petak kios akan kami pasang di tempat-tempat strategis pasar. Sedangkan instalasi meteran listrik di pasar yang lama, kami minta bagi pedagang untuk memberikan fotocopi ktp dan struk pembayaran yang akan kami serahkan ke pihak PLN agar dapat dipasangkan kembali setelah pembangunan Pasar jadi,” terang Larmanto.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap rencana pembangunan pasar berlangsung baik, karena pasar merupakan urat nadi perekonomian.

“ Segala macam bisa kita dapatkan di pasar, untuk itu pasar harus dibuat nyaman, aman, baik, tidak bocor di musim penghujan, ada angin-anginnya. Jalur- jalur strategis untuk diperhatikan demi kelancaran semuanya dan yang tidak kalah penting fasilitas seperti tabung pemadam kebakaran harus selalu siap,”jelas Juliyatmono.

Lanjutnya, Bupati menegaskan bahwa tugas Pemerintah disini adalah menata dan mengarahkan pedagang untuk kebaikan dan kelancaran semuanya.

“Diharapkan malam tahun baru 2017 besok, pedagang siap menempati pasar yang baru. Pemerintah tidak ingin merugikan dan menyusahkan pedagang. Untuk itu, saya minta Dinas Pasar untuk mendata keseluruhan pedagang agar dapat tertata dengan baik di pasar darurat. Semua perlu dirembug, dikomunikasikan yang baik juga,”pesannya. Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

Read More
aku

Harga Kebutuhan Pokok Naik Menjelang Lebaran, Pasokan Elpiji Aman

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik, Rabu (29/06) pagi di beberapa Pasar di Kabupaten Karanganyar

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik, Rabu (29/06) pagi di beberapa Pasar di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Kamis (30/06/2016)

Harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar mulai merangkak naik menjelang lebaran tahun ini.

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik.

“Ada kenaikan sedikit dari harga sebelumnya seperti cabe merah, daging juga naik,” kata Samsi, Rabu (29/06) saat di Pasar Tegalgede, Bejen.

Dia juga menyebutkan telor, cabe, daging ayam naik, karena saat lebaran biasanya sebagai bahan untuk masak opor ayam, sebagai hidangan khas lebaran. Namun harga bawang tidak mengalami kenaikan, bahkan turun. Selain itu, untuk persediaan beras dan gula masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain di pasar, tim TPID juga melakukan sidak di SPBU Popongan, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Wijaya Sarana Gasindo,  Popongan

Ditempat tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Karanganyar ditambah 21.868 tabung, atau setara setara 3 persen alokasi harian sebanyak 728.920 tabung.

“Hal itu untuk mengantisipasi kenaikan permintaan barang bersubsidi itu selama momentum puncak lebaran,” ujarnya.

Alokasi fakultatif ini akan dibagi mulai H-7 sampai H+7 lebaran. Ini merupakan kelanjutan distribusi tambahan pada Ramadan.

“Jatah tambahan dan alokasi fakultatif ini diharapkan mampu menjawab permintaan konsumen yang meningkat,” katanya.pd

Read More
DSC_9029 copy

Tim Sidak Mamin Temukan Roti Berjamur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Karanganyar, Rabu (15/06/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar. Bahkan tim menemukan roti yang sudah berjamur di salah satu kios di Pasar Palur, Rabu (15/06) pagi.

Selain itu, tim juga menemukan makanan dan minuman (Mamin) kadaluwarsa, tanpa label,  juga kemasan yang sudah rusak.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Rita Sari Dewi, di sela sidak mengatakan, petugas menemukan semua jenis makanan tak layak jual di beberapa kios penjual makanan dan minuman.

“Temuan kami, mulai dari produk mendekati tanggal kedaluwarsa, sudah kedaluwarsa, tanpa pencantuman tanggal kedaluwarsa hingga kue kering rekondisi. Kepada penjual, kami ingatkan supaya tidak menjualnya ke pembeli dan segera mengembalikan ke distributor,” kata Rita.

Di juga berharap agar pembeli untuk pintar dan teliti untuk memilih. Patut diwaspadai produk tanpa label dan tanggal kedaluwarsa.

“Tadi ada roti berjamur tetap dijual. Kemudian makanan kering memasuki ED (expired date). Kemasan sudah rusak,” katanya.

Selain mengawasi peredaran makanan kemasan, tim juga menguji kandungan zat kimia berbahaya pada makanan olahan seperti cendol, karak, janggelang, kue kering dan mi basah.

Usai di Pasar Palur, sidak berlanjut ke dua toko modern di wilayah Kecamatan Jaten. Disana, tim mendapati permen kedaluwarsa dan kemasan rusak dijual bebas.pd

Read More