DSC_1172

Bupati Karanganyar Hadiri Pembukaan Pasar Jadoel di Sapta Tirta Pablengan

Duta Wisata Jawa Tengah berkesempatan jajan menggunakan ketip di Pasar Jadoel

Karanganyar, 30 Maret 2019

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi membuka Pasar Jadoel Pablengan yang berada di Sapta Tirta Pablengan Kecamatan Matesih Karanganyar. Pasar yang terletak di tempat pemandian Sapta Tirta ini akan beroperasi pada Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00-16.00. Di sini para pengunjung bisa berwisata kuliner jajanan tempo dulu. Dan lebih menarik, pengunjung membeli makanan dengan menggunakan ketip atau kepingan uang yang ditukar di loket masuk.

Bupati Karanganyar memberikan sambutan di acara pembukaan Pasar Jadoel

Mengingat pasar ini terletak di tempat bersejarah yakni Sapta Tirta, dimana ada tujuh sumber mata air. Bupati Karanganyar meminta supaya tempat ini dijaga kebersihannya. “Ini bisa menjadi tempat edukasi bagi anak-anak, belajar tentang toleransi, gotong royong, bersosialisasi dan lain-lain,” ungkap Juliyatmono
Sementara itu, Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto menambahkan, ide ini berawal dari teman-teman Komunitas Cinta Karangnyar, selanjutnya  bersinergi dengan Dinas Pariwisata Karanganyar. “Era sedang ngetren era industri 4.0, banyak negara maju mengkampanyekan dengan teknologi (penggunaan) tanpa diibimbangi kemanusiaan dan gotong royong, maka akan merusak kehidupan,” jelas Titis.
Demikian Diskominfo. (ard/tgr)

Read More
DSC_1692

Launching Aplikasi SEMARAK, Karanganyar menjadi Pioneer dalam Pengembangan Pasar Online berbasis Potensi Lokal

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan motivasi kepada para pengusaha mikro untuk menjual dagangnnya secara online dalam aplikasi Semarak

 

KARANGANYAR – Desember 2018

 

Masyarakat Karanganyar boleh tersenyum lebar, pasalnya Pemkab Karanganyar belum lama ini melaunching Aplikasi Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar (SEMARAK) sebagai sarana untuk menggeliatkan perekonomian warga. Aplikasi berbasis Android dan IOS ini sangat bermanfaat untuk menawarkan produk atau jasa yang dapat diakses oleh masyarakat dari manapun. Pemkab menyadari bahwa sudah banyak pasar online maupun marketplace yang dikembangkan berbagai vendor. Tetapi pasar online milik Pemkab Karanganyar ini memiliki banyak keunggulan kompetitif (competitive advantages), utamanya dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal.

Keunggulan kompetitif aplikasi pasar online SEMARAK diantaranya adalah, pertama, SEMARAK dapat dimanfaatkan secara gratis dan bebas biaya promosi karena didedikasikan untuk masyarakat mulai dari kelas bawah sampai level pengusaha, dari tingkat pemula sampai pemain lama. Kedua, SEMARAK dapat diakses oleh siapapun, akan tetapi penjual dan pemilik lapak didalamnya hanya masyarakat Karanganyar, karena setiap user yang mendaftar untuk melapak secara otomatis akan dikonfirmasi dengan database NIK (Nomor Induk Kependudukan) secara realtime, sehingga dapat dipastikan seluruh pelapak adalah Warga Karanganyar. Ini yang membedakan dengan aplikasi marketplace pada umumnya yang tidak membatasi user. Ketiga; arsitektur aplikasi yang cukup robust dengan sepenuhnya berbasis cloud service, seperti pengunaan dynamic cloud storage berbasis teknologi kubernetes yang mendukung skalabilitas tingkat tinggi (big data), layanan responsive & scalable search engine untuk mendukung ketepatan dan kecepatan pencarian produk & jasalayanan powerfull image processing untuk kecepatan akses gambar/ posting produk & jasa, automatic error reporting & crash events, serta layanan live location service untuk mendukung akses geo tagging dan pencarian lokasi toko/ pelapak di peta google. Keempat, kemudahan untuk saling terhubung antar pengguna karena aplikasi SEMARAK menyediakan link kontak telepon melalui aplikasi Whatsapp.

“Aplikasi ini memberikan ruang baru untuk peningkatan perekonomian dan semangat kewirausahaan bagi pengusaha mikro dan siapapun yang bergerak di pasar online. Dengan mengedepankan keunggulan  lokal untuk dipasarkan secara global, Pemerintah berupaya memfasilitasi masyarakat agar lebih cepat mempopulerkan produknya dengan aplikasi Semarak,” papar Plt Kepala Diskominfo Karanganyar, Bachtiar Syarif saat memberikan sambutan Launching SEMARAK bersamaan dengan acara workshop Pasar Online untuk Kebangkitan Ekonomi Mikro di Rumah dinas Bupati Karanganyar (27/11)

Bachtiar menambahkan aplikasi ini juga mengenalkan kepada publik secara luas tentang kemudahan untuk membeli sesuatu. Antusias masyarakat sendiri juga sudah luar biasa dalam pasar online ini. Tercatat masyarakat yang mengikuti launching SEMARAK membludak. Meskipun sudah dibatasi peserta hanya 250 orang saja, namun yang mendaftar hingga 400-an lebih. “Workshop & Launching SEMARAK ini diikuti oleh asosisasi pengusaha, pendamping desa, unsur masyarakat, petani, pelaku, dosen, programer, pendidik dan UKM. Silahkan apa saja boleh diunggah di SEMARAK, bisa berupa barang atau jasa, apapun yang layak dijual dan legal,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bahwa pemerintah berupaya ‘ngragati’ (membiayai) para pengusaha kecil, petani, pelaku pariwisata, dan seluruh warga untuk menjadi makmur dan berkecukupan. Pemerintah berusaha membantu memasarkan produk warga secara maksimal tidak perlu berbayar. Jika nanti ada yang membeli, maka pembeli itu akan mencari alamat dan kontak penjual sendiri. “Mal sekarang sepi karena hadirnya bisnis online. Orang ke mal hanya ngadem saja karena ber AC. Makanya masyarakat perlu terjun ke dunia pasar online, dan pemerintah berusaha maksimal memasarkan produk pedagang masyarakat Karanganyar dengan mengembangkan SEMARAK ini,” ucap Juliyatmono.

Orang nomor satu di Karanganyar juga menyambut baik workshop pasar online kebangkitan ekonomi mikro yang diselanggarakan diskominfo. Pihaknya mempersilahkan diskusi yang baik dan berpikir positif untuk kemajuan perekonomian warga. Soal produk, ia berpesan untuk obyektif dan mengutamakan pelayanan, “Saya meminta dalam memasarkan dagangannya harus sesuai dengan gambar. Jangan sampai barang yang dikirim tidak sesuai dengan gambar yang ada,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
DSC_1674

Smart City Forum Dengan Tema “Pasar Online Untuk Kebangkitan Ekonomi Mikro”

Read More
926d62ee-386c-4faf-a801-33c825f803ac

Daftar Peserta Workshop Pasar Online Untuk Kebangkitan Ekonomi Mikro

Workshop Pasar Online Untuk Kebangkitan Ekonomi Mikro
27-28 November 2018
Pukul 08.00 WIB
bertempat di rumah dinas Kabupaten Karanganyar
berikut daftar peserta dapat di download di link ini

Catatan: Untuk membantu mempromosikan Produk anda, Panitia menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk menyumbangkan produknya sebagai DOORPRIZE. Bagi yang berminat untuk menyediakan Doorprize, silahkan menghubungi

Banar : 0857 2554 5949
Nida : 0857 2854 5505

Sebutkan :

  1. Nama Produk
  2. Jumlah Doorprize
  3. Nama Usaha/Perusahaan/UKM

Read More
DSC_0568

Sosialisasi Aplikasi Semarak (Sistem Online Pasar Rakyat Karanganyar)

Read More
Pasar TW 2

Pasar Wisata Tawangmangu

Read More
pasarmurah2

Pasar Murah di Gedung Wanita Karanganyar

Read More

Sidak Daging di Pasar Palur, Karanganyar

Read More
web

Pasar Palur, Daging Sapi dan Ayam Layak Konsumsi

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar melakukan sidak dading ayam dan sapi.

Karanganyar, Rabu (30/05/2018)

Daging sapi dan ayam di Pasar Palur, Kecamatan Jaten layak konsumsi oleh masyarakat. Hal itu didasarkan dari hasil pantauan daging oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Rabu (30/05).

Salah satu tim Sidak drh. Sutiyarmo mengatakan ini adalah ini adalah kegiatan rutin dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar. Khusus hari ini hasilnya, secara umum cukup baik tidak menemukan indikasi daging ayam maupun sapi semacam formalin, tiren, glongongan.

“Tadi kami melakukan pengecekan kadar air. Ternyata setelah satu persatu pemeriksaan melakui alat tidak ada satu pun ditemukan daging yang melebihi kadar air,” kata drh. Sutiyarmo.

Dia menjelaskan dari pedagang daging sapi sebanyak 9 lapak, dan pedagang daging ayam 28 lapak. Hasil pengecekan relatif cukup baik. Pengecekan kadar air di Pasar Palur rata-rata mencapai 6.0-6.5. Namun jika  diatas 7.0 layak di waspadai.

“Kalau dulu ada indikasi tiren, glongongan di daging ayam. Namun sekarang tidak ada lagi. Kami terus melakukan pemeriksaan rutin agar masyarakat tetap aman dan nyaman mengkonsumsi daging,” katanya.(pd)

Read More
WEB

Tekan Harga, Pemkab Gelar Operasi Pasar

Pemkab Karanganyar dan Bulog mengadakan Operasi pasar beras

KARANGANYAR – Rabu, 17 Januari 2018

Untuk menekan harga beras di pasaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Bulog menggelar operasi pasar (OP). Operasi  Pasar dilaksanakan di Pasar Jongke, Kecamatan Karanganyar dan Pasar Palur, Kecamatan Jaten. Meski sudah digelar sejak pukul 07.00, namun masyarakat tidak begitu antusias untuk membeli.

“Seminggu terakhir ini memang harga beras mengalami kenaikan. Dari harga 9000 per Kg untuk beras medium menjadi Rp 11.000. Makanya ini saya membeli,” ujar pembeli beras OP, Sukiman di Pasar Jongke, Rabu (17/01).

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda), Samsi  menyatakan operasi ini digelar untuk menekan harga beras yang cenderung mengalami kenaikan. Saat ini, operasi dilakukan di Pasar Jaten dan Pasar Jongke. Pihaknya mengakui jika dalam operasi pasar tersebut sepi peminat. “Jika OP beras ini habis maka bisa dikatakan sukses. Jika tidak habis maka masyarakat kita berati tidak kekurangan beras,”papar Samsi di sela-sela operasi pasar di Jongke.

Dia menambahkan jika OP yang digelar ini, beras habis maka masyarakat membutuhkan. Sedangkan kalau tidak terserap maka Karanganyar sudah aman. Saat mengunjungi Pasar Jongke, Sekda didampingi Assisten II Siti Maiysaroch, Kepala Disdaknakerkop Waluyo Dwi Basuki, Kepala Pertanian dan Tanaman Pangan Supramnaryo, Dinas Informasi dan Komunikasi, Larmanto, Plt Kabag Perekonimian, Timotius Suryadi.

Dalam kesempatan itu, Sekda juga melakukan pengecekan di sejumlah rumah makan terkait pemakaian gas elpiji 3 kg. Namun demikian, beberapa rumah makan yang dikunjungi  tidak menemukan pemakaian gas 3 kg. “Terima kasih untuk tidak memakai gas 3 kg. Sebab sesuai aturan, rumah makan besar dilarang menggunakan gas 3 kg,” imbuh Samsi.

Ambar, salah satu pemilik warung Sambel  Layah Karanganyar, menyatakan tidak menggunakan gas 3 Kg. Jarak memasak warungnya dengan tabung sangat jauh. Jika menggunakan 3 kg tidak kuat. “Saya pakai gas ukuran 12 kg. Itu saja klau sudah sisa 2 kg,  gas sudah tidak dapat dipergunakan. Soalnya jarak tempat kami memasak dan tempat tabung jauh. Tidak kuat klau pakai gas ukuran 3 kg,” ujar Ambar. (Hr)

Read More