07_Karanganyar Menulis 2019 Terpilih mei juni

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 6

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019:

  1. Pelabuhan Ramai Nan Sunyi oleh Sigit Budiyarto
  2. Membangun Kemampuan Berinteraksi Di Kereta Ekonomi oleh Dhimas Wihandoko
  3. Ancaman Mengintai Gunung Lawuku Yang Malang oleh Nabila Nindi Radiawati
  4. Pengoptimalan Sektor Pariwisata di Bumi Intanpari Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah oleh Novita Sari
  5. Budaya Kita, Budaya Bangsa dan Dunia oleh Nareswati Kintoko

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More
DSC_5420

Bupati Sidak Pasar Jongke, Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sidak di los daging Pasar Jongke, Karanganyar Kota.

KARANGANYAR, 29 Mei 2019

 

Menjelang lebaran 1440 H, Bupati Karanganyar Juliyatmono melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Jongke, Rabu (29/05). Orang nomor satu di Karanganyar itu ingin memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok aman sampai lebaran tiba.

Informasi yang dihimpun, Bupati Karanganyar melakukan sidak usai menutup TPS di Jongke. Sidak dilakukan bersama jajaran Forkominda, dan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Dan Koperasi (Disdagnakerkop) Karanganyar. Pantauan diawali untuk melihat bawang putih. Dari wawancara pedagang, harga relatif stabil dan tidak ada kenaikan harga. Pantauan berlanjut untuk melihat harga daging. Namun harga daging ayam naik rata-rata Rp 1000 dari Rp 21.000 menjadi Rp 22.600. “Harganya masih sama dengan hari yang lain dan belum naik,” papar Marni, pedagang daging ayam di Pasar Jongke.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan pantauan pasar harga masih normal. Orang nomor satu di Karanganyar itu menyampaikan, harga kebutuhan pokok di pasar semua berjalan bagus. Hanya saja awal ramadhan cabai dan bawang putih agak naik. Harga kebutuhan pokok relatif normal. “Ketersediaan kebutuhan pokok pada saat lebaran dipastikan amandan terjamin. Ketersediaan barang terjamin, sampai lebaran tidak akan langka,” ujar Bupati.

Yang justru menjadi perhatian adalah, memang permintaan bawang pada awal Ramadhan banyak barang tidak ada sehingga naik. Kemudian impor bawang sehingga barang kembali normal harganya.  Hal ini membuat petani di Karanganyar akan menanam bawang putih. “Petani di Karanganyar sudah menyediakan lahan 20 hektar untuk menanam bawang putih. Petani sudah Mou dengan Kadin yang akan membantu bibit, pupuk dan pembinaa bawang,” paparnya. (hr/adt)

Read More
33890e82-bbbe-458f-932d-93ecacf774e8

Jelang Lebaran, Pemkab Karanganyar Menggelar Pasar Murah di 17 Kecamatan Di Karanganyar

Read More
20190520_100017

Sidak Makanan Olahan Maupun Kemasan Di Pasar Tradisional Dan Modern

Read More
DSC_3144

Dinkes Karanganyar Sidak Pasar Jongke Menjelang Lebaran 1440 H

Read More
20190520_095520

Sidak Di Pasar Palur dan Giant Palur Plaza

Diskominfo

Petugas saat melakukan pengecekan makanan di Giant Palur Plaza

KARANGANYAR – Makanan olahan maupun kemasan tak layak konsumsi di pasar tradisional maupun modern makin sulit dikenali. Masyarakat diimbau cerdas memilihnya.

Hal tersebut terangkum dalam inspeksi mendadak (Sidak) tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) bersama Satpol PP dan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi UMKM Karanganyar di Pasar Palur dan Swalayan Giant, Senin (20/5).

Di Pasar Palur, ditemukan 38 jenis makanan maupun minuman kemasan pabrikan berkondisi kedaluwarsa. Selain itu, enam sampel makanan tambahan positif mengandung bahan kimia berbahaya jenis formalin, boraks dan rodhamin B. Parahnya lagi, tim mengindikasi praktik penjualan minyak goreng daur ulang.

“Identitas pedagang berikut laporan temuannya, sudah kami sampaikan ke lurah pasar. Di bawah pembinaan dinas terkait, semoga perilakunya membaik. Tidak ada yang disita. Hanya dibina di tempat dan mengambil sampel makanan yang dicurigai beracun,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK, Rita Ratna Sari Dewi.

Berdasarkan pantauan, produk kedaluwarsa dijajakan bercampur dengan produk berkondisi bagus. Dari 38 jenis produk kedaluwarsa itu, kebanyakan makanan kecil kemasan dan susu anak beraneka rasa. Tim menemukan pula penyimpanannya tidak steril dan penataan buruk.

“Banyak ditemukan kotoran tikus di wadah dan tempat penyimpanan dagangan. Bahaya sekali kencingnya. Bisa terkena leptospirosis. Produk makanan ditata berdampingan sabun, cairan pembersih dan sebagainya,” ujar Rita ke Kepala Kantor Pasar Palur, Sri Haryani.

Mengenai kandungan racun sampel makanan tambahan, Kasi Kefarmasian Anik Dwiyanti meminta masyarakat ekstra waspada. Sebab, kandungan racunnya dapat memicu kanker di kemudian hari. Mengenai minyak goreng diduga daur ulang, petugas meminta pedagang berhenti menjualnya.

“Berubah warna keruh. Itu biasanya yang dibeli penjual gorengan. Harganya Rp 14 ribu per 1,5 kilo. Murah sekali,” kata Anik.

Pedagang makanan kecil kios C5 Pasar Palur, Prapti ditegur tim. Sebab, wanita itu menjual produk makanan dan minuman berkondisi buruk. Selain produk tak tercantum tanggal kedaluwarsa, juga melempem dan berdebu.

“Terpaksa tidak saya buang walaupun sudah ED (expired date). Nunggu sales datang mengambil. Sebab, dagangan ini sudah saya bayar semua,” katanya.

Dari tokonya diambil beberapa sampel. Seperti sereal tanpa merek yang dikemasnya sendiri ke plastik transparan.

Sementara itu di Supermarket Giant Palur Plaza, rata-rata produknya bagus. Namun, manajemen tetap diperingatkan.

“Ada beberapa kaleng roti dan susu yang penyok. Juga ditemukan nomor dagang palsu di tepung aren. Ada juga karak kemasan berkutu,” ujar Anik.

Manager Giant Palur Plaza, Fuad Ari bakal lebih teliti memeriksa dagangannya. Ia meyakini seluruh etika jualan sudah dipenuhi tokonya.

“Yang penyok akan diretur. Dicek rutin setiap hari supaya jangan ada yang terlewat. Tentang tepung bernomor dagang fiktif, akan kami minta suplier lebih teliti lagi,” katanya. (an/ina)

 

 

 

 

 

Read More
DSC_3144

Jelang Hari Raya, Dinkes Sidak Makanan di Pasar Karangpandan

Sekretaris DInas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Fatkul Munir sedang melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang sudah kadaluwarsa

 

 

KARANGANYAR , 16 Mei 2018

 

Memasuki hari raya lebaran 1440 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar melakukan sindak makanan dan minuman di Pasar Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Dari sidak tersebut diketahui, beberapa bumbu cepat saji sudah kadaluarsa dan makanan mengandung zat berbahaya seperti formalin dan rodamin B ditemukan. Makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa untuk tidak dijual kepada konsumen.

“Dari sidak ini, jika ada barang yang kadaluwarsa, kondisinya rusak, tidak layak diminta para pedagang untuk memusnahkan dan tidak dijual. Hal ini dilakukan agar konsumen dalam membeli mendapatkan barang yang terbaik,” papar Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir saat sidak, (16/05)

Pencegahaan paling efektif adalah pembeli, menurut Fatkul Munir. Dia meminta masyarakat yang membeli untuk mengecek barang yang hendak di beli. Dilihat kemasanya, terus dilihat tanggal kadaluwarsanya. Menurutnya, para pembeli jangan tergiur dengan harga murah saja. Namun harus dilihat kemasan dan kondisi barang yang akan dibeli. “Sementara pedagang kalau beli harus jelas barangnya, karena itu mau dijual kepada masyarakat. Jadi harus ngerti, barangnya layak nggak, harus jelas darimana. Jangan menjual barang dari segi murahnya saja, tapi juga dilihat segi kelayakan barang kurang,” imbuhnya.

Dari sidak tersebut, tim Dinkes menemukan bumbu cepat saji dan ikan makarel kemasan kaleng yang sudah kadaluarsa. Selain itu, tim juga melakukan cek kandungan bahan makanan pada mi basah, kerupuk cumi, bakso, cendol teri dan lain-lain. Ada 8 sample yang mengandung formalin dan Rodamin B.

Sementara penjual kelontong di Pasar Jongke, Suradi mengatakan, ada empat bungkus bumbu saset yang sudah kadaluarsa, expired. Pihaknya mengaku lupa dan tidak melakukan pengecekan pada setiap barang. Biasanya, jika ada pembeli yang menemukan kadaluwarsa, mereka meminta ganti dengan sendirinya.  “Kami akan lebih berhati-hati lagi dalam menjual barang dagangannya. Biasanya kami disetori oleh para agen. Jika memang ada barang yang tidak layak, akan diganti beberapa hari kemudian,” tandasnya. (hr/tgr)

Read More
_MG_9063 (FILEminimizer)

Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional di Matesih, Karanganyar

JUARA 4 Rubrik Karanganyar Menulis 2019 Periode 5

Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional di Matesih, Karanganyar
Oleh: Wisang Nugraha Ardyansa
Matesih, Karanganyar

 

Karanganyar, Bumi Intanpari, tempat seni budaya, historia, dan pariwisata melengkapi klasiknya keindahan sebuah kabupaten yang terletak di timur kota Solo ini. Belum lagi keindahan alam lereng Lawu dengan eksotis mampu memberikan sebuah sentuhan keajaiban Tuhan Yang Maha Kuasa. Ratusan destinasi wisata, sudah terhampar dalam sebuah frame cita rasa negeriku, Indonesia.

Dari ratusan destinasi wisata, sebuah tempat bersejarah yang banyak menyimpan cerita bagaimana dahulu, masyarakat leluhur berjibaku dengan kehidupan yang masih terbilang kuno. Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Karanganyar. Yang menyimpan tujuh sumber mata air dengan berbagai keunikan tersendiri.

Tetapi, kali ini kita tidak akan membahas obyek wisatanya , tetapi kita akan merekonstruksi kembali, bagaimana dahulu masyarakat mampu membuat sebuah peradaban pada zaman itu. Melalui berbagai kuliner klasik yang dibangkitkan kembali dari mati surinya. Menunjukkan kembali nikmatnya citarasa kuliner masyarakat lampau dengan balutan nama Pasar Jadoel Sapta Tirta.
Sejenak saja bayangkan, sebuah suasana desa, dengan berbagai gubuk bambu dan atap jerami, beralaskan tanah. Sesederhana itu, begitu juga dengan apa yang mereka makan, apa yang disediakan oleh alam, dengan bungkus daun, dengan berbagai umbi dan singkong, yang semesta sudah sediakan untuk mereka.

Tahukah kalian dengan makanan dan kuliner ini?

Klepon, sawut, tiwul, timus, kemplang, cenil, dele, kembang goyang, balung kethek, gendar, pondoh, jadah, klenyem, onde-onde, rempah, nogosari, ketan, peyek, rangin, corobikang, suweg, gayam, gudangan, urap, dan sebagainya.

Dari beberapa diatas, berapa yang kalian pernah makan?

Kalau sudah lebih dari sepuluh, berarti kalian termasuk makhluk yang tergolong klasik. Karena bagi sebagian masyarakat yang lahir pada masa dinasti hamburger, makanan-makanan ini cenderung terlupakan.


Oleh karena itu, Pasar Jadoel Sapta Tirta ini berusaha merekonstruksi kembali sejarah ke dalam sebuah lembaran kisah klasik dari generasi ke generasi selanjutnya. Meskipun tidak sesempuna yang bisa kita imajinasikan dalam pikiran kita masing-masing, namun, Pasar Jadoel ini sudah mampu menjadi pengobat rindu bagi para sesepuh, dan para generasi muda penggemar kuliner yang menjadi identitas kita dahulu sebagai orang pedalaman.

Berbagai gubuk yang ada di lokasi wisata Sapta Tirta Pablengan ini menyediakan berbagai makanan masa lalu beserta seluruh kenangannya. Seperti seorang ibu yang bercerita bahwa dahulu sepotong ubi begitu berharga untuk dimakan sekeluarga, atau seorang bapak dulu menceritakan kisahnya tentang kerasnya makanan balung kethek waktu beliau kecil.

Semua memori dan sisi historis itu seperti sebuah lentera bahwa ada cerita yang mampu membuat kita merasa bahagia, membuat kita merasa terharu karena mampu mengulang, mampu merekonstruksi kembali potongan-potongan kenangan mereka yang tersimpan di sentong-sentong kuno pikiran mereka. Setidaknya itulah yang para sesepuh coba ungkapkan.
Tidak hanya itu, generasi muda yang penuh dengan curiousity mereka, atau dari cerita orang tua mereka, akan berbondong-bondong untuk berburu berbagai kuliner khas yang ada pada masa simbah mereka. That’s it, they are so exited to see, they are exited to taste something else.

Dan perlu kalian tahu, generasi muda FKPI, EKRAF, dan berbagai lapisan masyarakat Pablengan bersatu demi sebuah kisah senja yang membanggakan sebagai dongeng ketika anak kita tidur, ketika kita memiliki mimpi-mimpi yang sama untuk ikut serta menunjukkan bahwa ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk Karanganyar.

Setelah itu, mereka akan lebih memahami apa arti narimo ing pandum dan memiliki paradigma yang sederhana, memiliki senses untuk lebih menjaga kelestarian budaya, dan sekaligus memiliki empati untuk bersama-sama ikut melestarikan ratusan juta memori sebagai bekal nanti generasi selanjutnya menceritakan kisah-kisah klasik ini kembali ke anak cucu mereka. Dan dengan ini, setiap dari kita, akan lebih memiliki sikap memayu hayuning bawana , menjaga alam sekitar yang sudah tercipta begitu indah. Menjadi generasi yang sadar wisata, sadar sejarah dan memahami betapa berharganya setiap sisi kehidupan manusia.

Sebagai penutup, iringan gamelan dari lagu gugur gunung, let’s do something untuk Karanganyar, untuk bumi tempat kita berpijak, untuk negeri tempat kita berdiri. Paling tidak dari hal yang paling mendasar, paling tidak dari hal yang paling sederhana, yaitu memiliki rasa bangga menjadi bagian masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keberagamannya.

Salam Hangat dari Pasar Jadoel Sapta Tirta Pablengan.

Bumi Intanpari, Karanganyar.

Read More
07_Karanganyar Menulis 2019 Terpilih_

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 5

 

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019:

  1. Generasi Muda Yang Berbudaya Dengan Aksara oleh Nareswari Kintoko
  2. Lawu Percussion : Bermula Dari Lomba 17an Agustus Hingga Event Nasional oleh Andrianto Dwi Saputro
  3. Menghidupkan Lagi Permainan Tradisional Di Kawasan Perbatasan oleh Intan Khotimah
  4. Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional Di Matesih, Karanganyar oleh Wisang Nugraha Ardyansa
  5. Kelinci Sang Menteri oleh Luthfia Devi Romadhoni

 

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

 

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More

Pantau Harga Kebutuhan, TPID Karanganyar bersama Satgas Anti Mafia Pangan Polres Karanganyar Lakukan Sidak Pasar

Karanganyar, Jum’at 3 Mei 2019

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama satgas anti mafia pangan Polres Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Palur dan Pasar Jongke Kabupaten Karanganyar. Sidak tersebut untuk memantau harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang lebaran.

Informasi yang berhasil dihimpun, Tim sidak dipimpin oleh Plt Sekda, Sutarno. Anggota tim terdiri dari bagian perekonomian setda, Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Trasmigrasi dan koperasi (Disdagnakertranskop), Polres Karanganyar. Tim bergerak menuju pasar Palur di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Dari pantauan tim, harga daging, ayam, bandeng stabil. Khusus untuk harga bawang putih naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu.
Daging ayam dari Rp 29 ribu menjadi Rp 30 ribu. Sedangkan telur masih stabil dari Rp 20 ribu menjadi Rp 20.500.

“Harga sejumlah kebutuhan pokok masih stabil. Pantauan ini dilakukan menjelang ramadhan,” papar Plt Sekda, Sutarno di sela sela sidak, Jumat (3/05).

Saat tim bergerak ke Pasar Jongke, di Kecamatan Karanganyar harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil. Meski jelang ramadhan tidak ada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Tim juga memantau pangkalan gas 3 kg. Dari pantauan tim berkesimpulan stock gas masih aman.

“Saya meminta pedagang dengan skala besar untuk menggunakan bright gas,” imbuhnya.

Demikian Diskominfo (adt/ind)

Read More