DSC_2156

‘Open House’ Gubernur, Bupati Minta Lahan Parkir Untuk Wisata Tawangmangu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama wakil bupati Karanganyar, Rober Cristanto silaturahmi di kediamaan Ganjar Pranowo di Tawangmangu Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 07 Juni 2019

 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar open House Idul Fitri 1440 H di Rumahnya Kelurahan Tawangmangu, Jumat (07/05). Bupati dan wakil Bupati Karanganyar beserta jajaran OPD silaturahmi di kediamaan orang nomor satu di Jawa Tengah itu dilahirkan pukul 09.00. Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta lahan parkir untuk areal wisata ke Tawangmangu. Sebab lahan parkir terbatas yang berkunjung ke Tawangmangu membludak.

“Alhamdulillah, hari ini hari Jumat adalah hari yang baik dan kita bisa bersilaturahmi ke rumah Gubernur Jawa Tengah di Tawangmangu. Atas nama pribadi dan masyarakat Karanganyar mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir bathin,” ungkap Juliyatmono saat memberikan sambutan pada open house di rumah bersejarah Ganjar di waktu kecil, Kelurahaan /Kecamatan Tawangmangu.

Juliyatmono meminta ‘fitrah’ berupa pembuatan lahan parkir untuk wisata di Tawangmangu. Sebab wisata alam di lereng gunung lawu pertumbuhaan dan kunjungan wisata sangat luar biasa. Sementara lahan parkirnya sangat minim sehingga perlu untuk dibuatkan lahan parkir.  “Saya minta lahan parkir pak, karena Tawangmangu sudah sangat luar biasa kunjungannya jika hari Sabtu dan Minggu. Perkembangannya sangat pesat dan mari kita bangun bersama wisata kebanggan masyarakat Karanganyar tersebut,” imbuh Juliyatmono.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik sambutan bupati Karanganyar tersebut. Dia menyebut pidato itu adalah pidato aspiratif. Dia mengakui perekonomian di Jawa Tengah ini tumbuh dengan baik dengan hadirnya jalan tol. Misal, orang Semarang yang ingin makan Soto Gading, satu jam sampai di lokasi. Hal ini menyebabkan perekonomian tumbuh dengan baik. “Pembangunan ekonomi seperti bukan bim salabim akan tetapi melalui perencanaan lama dan panjang. Yang jelas masyarakat harus guyub rukun, tentram maka pembangunan akan berjalan dengan baik,” ungkap Ganjar.

Permintaan Bupati langsung direspon Gubernur Jawa Tengah. Pihaknya akan merestui permintaan lahan parkir tersebut karena memang Tawangmangu butuh lahan atau tempat untuk parkir wisatawan. “Kami respon permintaan bupati untuk pembuatan lahan parkir. Sebenarnya tinggal di desaian saja, tempat seperti apa, DED seperti apa dan hal itu dibutuhkan. Jika parkir itu terlaksana maka akan menumbuhkan perekonomian di Tawangmangu,” ungkap Ganjar. (hr/Adt)

Read More
Juru Parkir 2

Bupati : Tata Petugas Parkir dengan Baik, Sebagai Cerminan Wajah Kabupaten Karanganyar

Kominfo

Penandatanganan kerjasama antara Dishubkominfo dan Juru Parkir yang disaksikan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (28/1).

Karanganyar, Kamis 28 Januari 2016

Untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan perolehan retribusi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan pembinaan juru parkir yang diikuti kurang lebih 170 petugas parkir, Kamis (28/1) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan pentingnya penataan area parkir dan kelengkapan yang harus dikenakan oleh petugas parkir khususnya di wilayah Karanganyar.

“ Saya atas nama Pemerintah menyambut baik pertemuan ini dan berharap menjadi agenda rutin. Petugas parkir itu menggambarkan wajah Karanganyar, artinya petugas parkir harus mengenakan seragam resmi lengkap dengan topi, sepatu, peluit sebagai atribut lengkap seperti petugas parkir di Solo yang mengenakan seragam lurik sebagai identitas,” ujarnya.

Juliyatmono juga menghimbau kepada sejumlah juru parkir untuk selalu guyub, rukun tidak saling serobot wilayah parkir dan bertindak jujur pada saat penarikan tarif parkir.

Sementara itu, menurut Agus Cipto Waluyo selaku Kepala Dishubkominfo Karanganyar mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh juru parkir pada saat bertugas di area parkir yakni meliputi keamanan dalam hal ini kaitannya dengan kendaraan yang diparkir harus dijaga dan diberikan karcis yang sesuai dengan Nopol (Nomor Polisi).

“Bukan hanya kendaraan saja yang dijaga tetapi perlengkapannya seperti helm, ini harus diperhatikan benar oleh para petugas parkir. Untuk kenyamanan sebagai petugas parkir agar memberikan pelayanan jasa yang baik pada pengendara. Sedangkan retribusi yang ditarik oleh juru parkir harus sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum,” terangnya.

kominfo

Pemakaian rompi, ID Card dan Penyerahan SK Juru Parkir oleh Bupati Karanganyar kepada salah satu perwakilan petugas parkir.

Selanjutnya, Kasat Sabara Polres Karanganyar, AKP. Mardiyanto menekankan kepada pengelola parkir untuk disiplin secara fisik yakni dari segi penyediaan seragam parkir dan kelengkapan lainnya seperti rompi, peluit, shelter/lampu parkir .

“ Sebagai petugas parkir pada saat bertugas harus selalu mengerahkan karcis parkir dan ditulis sesuai dengan Nopol (Nomor Polisi) untuk mengantisipasi terjadinya pencurian kendaraan. Jika terjadi pencurian di area parkir, harus segera lapor ke kantor Polisi terdekat dengan data-data seperti merk motor dan Nomor Polisi. Untuk itu, kami minta kerjasama dan kewaspadaanya kepada semua pihak,” ujarnya saat menyampaikan penjelasan kepada sejumlah juru parkir.

Dishubkominfo Karanganyar (Ad/Ind).

Read More

GROJOGAN SEWU Perlu Perluasan Lahan Parkir

Lahan parkir di objek wisata Grojogan Sewu dinilai perlu perluasan, sehingga mampu menampung lebih banyak kendaraan pengunjung.

Penanggung Jawab Pelayanan Tamu Grojogan Sewu, Maryoto, saat ditemui Minggu (22/7/2012) mengatakan lahan parkir utama sepeda motor yang letaknya tepat di depan pintu masuk objek wisata tersebut saat ini kurang memadai. “Hanya mampu  menampung 800-an sepeda motor”.

Padahal, lanjutnya, saat ramai jumlah pengunjung bahkan pernah mencapai  22.000 orang dengan  jumlah sepeda motor lebih dari 10.000 unit.  “Seharusnya Pemkab memperhatikan hal ini, kalo hari libur lebaran kadang parkir ditempatkan di lorong-lorong jalan kampung bahkan di halaman villa atau hotel sehingga menimbulkan kemacetan dan keresahan  warga maupun pengelola hotel,” ujarnya.

Maryoto menambahkan, untuk parkir kendaraan roda empat saat ini letaknya cukup jauh dari lokasi wisata sehingga banyak pengunjung yang mengeluh jauhnya lokasi parkir. “Lokasi parkir mobil dekat Taman Balekambang yang jaraknya sekitar 700 meter dari pintu masuk wisata Grojogan Sewu,” ujarnya.

Maryoto berharap, Pemkab Karanganyar segera merealisasikan  masukan ini. Hal ini, kata dia juga berpengaruh terhadap minat dari tamu yang akan berkunjung. Maryoto menambahakan dana penerimaan negara  bukan pajak (pnbp) dalam pada tahun kemarin senilai Rp750 juta.

“Dengan anggaran pemasukan sebesar itu tiap tahun seharusnya Pemkab Karanganyar memperhatikan hal ini karena yang saya tahu wisata Grojogan Sewu setoran pnbp terbesar kedua di Indonesia setelah wisata Tangkuban Perahu,” ujarnya.

Sementara salah seorang pengunjung dari Bandung, Fian, 23, saat ditemui  mengakui lokasi parkir  memang terlalu jauh. “Wah jauh ya lokasi wisatanya dari tempat parkir,” ucapnya.  Dia menambahkan, seharusnya ada petunjuk jarak lokasi wisata dari tempat parkir ataupun dibangun lokasi parkir yang lebih dekat.

Read More

HEMAT ENERGI: Pejabat Naik Angkuta, Area Parkir Sepi

Para pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar memilih naik angkutan kota (angkuta) pergi dan pulang kantor. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penghematan energi di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Sekitar pukul 10.00 WIB, area parkir yang letaknya di halaman belakang kantor Setda Karanganyar tampak lengang. Tak nampak mobil dinas berpelat merah yang biasanya diparkir di area tersebut. Padahal, mobil pelat merah selalu memenuhi area parkir kantor Setda Karanganyar pada hari biasa. Mobil yang diparkir di kantor Setda Karanganyar berpelat hitam dan bisa dihitung dengan jari.

Sekda Karanganyar, Samsi, mengatakan sesuai himbauan Bupati Karanganyar seluruh pejabat agar naik angkutan kota (angkuta) atau sepeda. Imbauan menggunakan angkuta diterapkan selama dua hari dalam sepekan. Sementara penggunaan sepeda dilakukan setiap Hari Jumat. “Ini sesuai imbauan Bupati Karanganyar untuk menghemat energi dan anggaran pembelian BBM, semoga bisa dilaksanakan tidak hanya pejabat tapi seluruh PNS,” katanya saat ditemui wartawan.

Menurutnya, langkah penghematan energi itu telah dilaksanakan sejak dua pekan lalu. Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, mempelopori imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih naik angkuta pergi menuju kantor. Begitu pula pulangnya, Rina juga menaiki angkuta jurusan Bejen-Palur. “Sudah dilaksanakan selama dua pekan, para kepala SKPD juga naik angkuta pergi dan pulang kantor. Saya tadi naik sepeda motor dari rumah,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengungkapkan seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar naik angkuta menuju ke kantor setiap Hari Senin dan Kamis. Dia sendiri juga naik angkuta dari rumahnya di Kabupaten Sragen.

Read More

CFD KARANGANYAR, Tiga Kantong Parkir Disiapkan

Tiga kantong parkir disiapkan selama pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jl Raya Lawu, Karanganyar yang direncanakan pada Minggu (3/6/2012).

Ketiga titik kantung parkir tersebut masing-masing di depan SD Papahan, depan Hotel Tamansari dan di sekitar warung makan Mbok Siwaluh.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional, Joko Mulyono mengatakan pihaknya tengah melakukan survei untuk menginventarisir segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan CFD.

“Kami melakukan survei pelaksanaan CFD termasuk titik parkir, penataan PKL dan pengalihan arus lalu lintas,” katanya  belum lama ini.

Kegiatan CFD Karanganyar dilaksanakan di Jl Raya Lawu mulai dari perempatan Papahan hingga perempatan warung makan Mbok Siwaluh. Tiga kantung parkir itu berada di sisi utara jalan sehingga penataan kendaraan bermotor dapat lebih teratur. “Pelaksanaan CFD berlangsung selama empat jam mulai pukul 05.00 WIB – 09.00 WIB,” ujar dia.

Mengenai pengalihan arus lalu lintas, Joko menjelaskan arus lalu lintas dari arah Jaten akan dialihkan menuju arah utara atau selatan. Kendaraan besar seperti truk dan bus diminta menuju arah Pabrik Gula (PG) Tasikmadu. Sementara arus lalu lintas kendaraan bermotor pribadi dialihkan menuju jalan-jalan alternatif. “Begitu juga arus lalu lintas dari arah Tawangmangu akan dialihkan menuju Ring Road dan Lalung,” ujar dia.

Sementara Kepala Seksi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Karanganyar, Bina Febrianto menjelaskan ada dua metode penataan PKL selama pelaksanaan CFD yakni terpusat dan menyebar. Penataan PKL terpusat dilakukan di Alun-Alun sementara metode menyebar dilakukan di sepanjang jalan kegiatan CFD.

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2010

Peraturan Daerah Tahun 2010 berisi antara lain tentang Penggilingan Padi, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan, Retribusi Pelayanan Kesehatan, Pajak Parkir, Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan, Retribusi Terminal, dan Pengelolaan Sampah

Read More

Peraturan Bupati Tahun 2010

Daftar Peraturan Bupati Tahun 2010 berisi antara lain tentang Izin Lokasi, Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Penggilingan Padi, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Mineral dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Hiburan, dan Pajak Penerangan Jalan

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2002

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2002

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2001

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2001

Read More

Peraturan Daerah Tahun 1998

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 1998

Read More