Ratusan Tenaga Honorer Diangkat CPNS

Sebanyak 155 tenaga honorer yang terdaftar pada tahun 2007 hingga 2009 dan 46 tenaga honorer kategori 1 (K-1) resmi diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Mereka diangkat setelah melalui proses seleksi ketat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat memberi pembekalan kepada ratusan CPNS tersebut, Jumat (11/1), mengatakan agar para CPNS tidak meladeni pihak-pihak yang meminta uang dengan alasan syukuran atau tanda terima kasih. “Hati-hati nanti setelah menerima SK CPNS ada yang meminta ucapan terima kasih, jangan dikasih,” ujar Rina di Pendapa Rumah Dinas Bupati. Rina juga menerangkan bahwa untuk pengurusan SK CPNS juga tidak dipungut biaya. Diakui, dirinya sempat mendengar adanya pihak tertentu yang merasa berjasa menguruskan SK CPNS kemudian meminta imbalan. “Jangan sampai tertipu. Laporkan kalau ada yang terbukti meminta imbalan,” imbaunya.

“Saya harap Pak Sekda, BKD, dan Inspektorat juga memantau. Jika ada CPNS yang mengeluarkan uang laporkan ke saya. Saya yang akan tindak secara hukum,” tambah Rina. Ia pun meminta agar CPNS yang sudah diangkat bekerja semaksimal mungkin, mengabdikan diri secara baik kepada masyarakat dan negara. Selain itu, mereka harus bersedia ditempatkan di manapun dan dalam posisi apapun. “Sumpahnya CPNS kan bersedia ditempatkan di mana saja. Yang mengesahkan juga saya. Jika menolak saya bisa cabut SK-nya,” jelas Rina.

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Nur Halimah, menambahkan terdapat sekitar 400-an tenaga honorer yang masuk kategori K-2 dan belum akan diangkat menjadi CPNS. “Sampai tahun 2013 ini belum ada instruksi untuk tenaga honorer K-2,” katanya.

Read More

PERKEMAHAN CAKRA PAHLAWASRI Akan Segera Diperbaiki

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar ngebut perbaikan bumi perkemahan Cakra Pahlawasri, Delingan, Karanganyar. Hal ini menyusul mepetnya waktu pelaksanaan perbaikan buper yang akan digunakan sebagai tempat Jambore Daerah (Jamda) se-Jateng 26-28 Juni mendatang.

Berdasarkan pantauan kondisi  bumi perkemahan Delingan mangkrak dan kumuh. Bahkan beberapa bangunan terlihat rusak dan tidak terawat.

Beberapa bangunan pendopo utama bumi perkemahan terlihat rusak. Eternit bangunan banyak yang jebol. Cat tembok berwarna kusam dan banyak terdapat coretan di mana-mana. Selain itu tempat mandi cuci kakus (MCK) yang ada rusak. Tidak hanya itu, rumput liar juga tumbuh di mana-mana. Sehingga menambah kesan kotor dan tidak terawat.

Bupati Karanganyar Rina Iriani mengatakan telah menyiapkan anggaran Rp300 juta untuk perbaikan bumi perkemahan Delingan dalam menghadapi pesta Jamda se-Jateng Juni nanti. Saat ini, Rina sapaan akrabnya menuturkan perbaikan bumi perkemahan Delingan tengah dalam proses lelang.

“Saya sudah minta Pak Sekda untuk mempercepat proses lelang. Karena waktu pengerjaan tinggal tiga bulan lagi. Sedangkan 26-28 Juni sudah digunakan untuk Jamda,” ujarnya.

Rina mengakui kondisi bumi perkemahan Delingan yang rusak. Sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan sebelum digunakan sebagai tempat penyelenggaran Jamda tingkat Jateng. Rina menilai alokasi anggaran Rp300 juta untuk perbaikan bumi perkemahan sangat minim.

Namun pihaknya meminta pelaksanaan pengerjaan perbaikan bumi perkemahan bisa maksimal. “Harus kerja keras. Anggarannya memang minim sekali hanya Rp300 juta. Padahal kondisi bangunan banyak yang rusak,” tuturnya.

Read More