PG Tasikmadu 1

Monumen Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu

Read More
IMG_2356

Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Read More
web

Peletakan Batu Pertama, Tandai Revitalisasi Eks PG Colomadu

Menteri BUMN, Rini Soemarno, meninjau eks Pabrik Gula Colomadu, Sabtu (08/04) pagi.

Karanganyar, Sabtu (08/04/2017)

Peletakan batu pertama oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, menandai dimulai pembangunan revitalisasi eks Pabrik Gula Colomadu, di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (08/04) pagi.

Eks Pabrik Gula Colomadu akan dibangun convention hall, pusat souvenir, heritage gallery, heritage giftshop, heritage souvenir, pertokoan, restoran, parkir, taman, dan  cafe.

Tampak hadir pada acara tersebut,Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

“Sudah lama saya bertanya, kayaknya sudah setahun, kapan ini bisa dibangun, akhirnya sinergi BUMN bisa revitalisasi eks Pabrik Colomadui ini,” kata Rini Soemarno.

Dengan bangunan eks Pabrik Gula Colomadu yang bersejarah itu, pihaknya ingin memberikan karakteristik tersendiri untuk menarik peminat datang kesini. Mimpi nya untuk Colomadu sebetulnya bagaimana bisa jadi pusat seni budaya untuk Jawa Tengah.

“Di eks Pabrik Gula Colomadu harus bisa mendatangkan seniman nasional dan internasional, Convention Hall mampu menampung minimal 3000 orang, dan pengeras suara baik,” katanya.

Dia menargetkan akhir tahun ini selesai, dan bulan Januari sudah bisa dimulai, siapa yang manggung disini dari  Internasional, dan nama Colomadu bisa terkenal di Internasional. Bukan hanya selesai saja, namun harus segera ada kegiatan.

“Tujuan ada Convention Hall untuk pusat budaya, dan tentu masih dipertahankan mesin, boiler, akan ditata menjadi objek wisata, dan dibuat menarik,”katanya.(pd)

Read More
kra

Fabriek Fikr 2 Manfaatkan Ruang Bekas PG Colomadu

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Minggu (20/11/2016)

Pertunjukan Fabriek Fikr 2 tahun 2016 selama dua hari memanfaatkan ruang dan isi yang ada di bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Kabupaten Karanganyar, seperti di atas bekas mesin giling dan tempat yang dulu digunakan pabrik yang berdiri tahun 1861 itu.

Tahun ini, ada pertunjukan dance performance  tentang sekelompok anak muda Papua, selain latihan menari, mereka juga harus berlatih memasak untuk hidup hemat di Jakarta. Pada pertunjukan ini, di dalam ruang pabrik PG Colomadu, mereka menggelar cara-cara berlatih memasak, mulai dari cara tradisional, yang disebut Bakar Batu Papua, hingga ketrampilan memasak kuliner modern.

Ada pula pertunjukan Painting Performance, bila di Singapura berbentuk pertunjukan melukis tunggal, maka di Fabriek Fikr 2 ini, Sardono W Kusuma melibatkan empat hingga lima orang pelukis muda yang melukis interaktif dengan tiga penari yang ketika bergerak, rambut panjangnya akan berubah menjadi kuas yang mencambuk kanvas dan melelehkan warna-warna.

Selain itu ada Pantomime, di Fabriek Fikr tahun ini,sekelompok aktor pantomime merefleksikakan peristiwa yang disorot oleh Charlie Chaplin pada masa tersebut di atas mesin Pabrik Gula Colomadu.

Pertunjukan visual Video Mapping  dengan memanfaatkan tembok besar bangunan PG Colomadu yang mengangkat tema Pabrik dan Dimensi. Dibagian dalam pabrik, dinding disepanjang ruang Stasiun Masakan diisi dengan visual video mapping bertema Water and Particle . Sementara itu diruang listrik, bertema Cosmic and Electric           

Selanjutnya adapula Expanded Cinema, dengan mempertunjukan film-film karya Sardono W Kusuma, berbicara tentang dokumentasi kehidupan seni dan upacara adat di beberapa tempat yang dibuat tahun 1968 hingga 1973, seperti Nias, Batak, Jakarta, Bali, Keraton Surakarta, Candi Borobudur, Paris dan Osaka.

Kemudian Tony Broer, kali ini mendirikan tenda di dalam Pabrik. Dia ingin mengurung tubuhnya di dalam sebuah ruang, selama 10 hari, menikmati prosesnya hidup di ruang yang begitu kecil hingga pertunjukan tiba.

Sardono W Kusuma, saat dijumpai di lokasi, Sabtu (19/11) mengatakan tahun ini setelah Fabriek Fikr 1 Tahun 2015 mengadakan pertunjukan lagi. Berbeda dengan tahun lalu,  tahun ini ditampilkan proses bagaimana orang teater bekerja.

“Seperti prosesnya ditampilkan lukisan, bagaimana pelukis bekerja. Memberikan ruang anak-anak muda kreatif. Pertunjukan dibuka dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB,” katanya.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik, mengatakan di ranah global kreatifitas sudah menjadi sumber pendapatan baru buat berbagai bangsa untuk maju perekonomian. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber kreatifitas yang beragam.

“Tugas besar kita adalah secara terencana bisa membentuk ekosistem hadirnya kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional, itu sungguh menarik,” katanya.

Badan Ekonomi Kreatif ingin mendukung sesuatu yang sudah dirintis oleh pelaku setempat itu sendiri,supaya berkelanjutan. “Jangan menciptakan yang baru menyaingi apa yang sudah dirintis oleh pelaku itu sendiri, tapi kita mendukungnya,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan banyak pemikiran-pemikiran yang luar biasa.

“Masih ingat dalam benak saya, seperti yang pernah dikatakan Mas Don (Sardono W Kusuma), untuk membangun sebuah theater tidak perlu membangun gedung yang mewah dan megah, tapi justru seperti hal ini menjadi sebuah budaya dengan menampilkan seni dari berbagai daerah,” katanya.

Selain itu, dengan acara ini orang yang tidak paham seni secara bagus harapannya dengan adanya pertunjukan ini, bisa hadir dan menikmati karya seniman-seniman.pd

Read More
DSC_4323

Tebu Temanten, Tandai Musim Giling Tebu PG Tasikmadu

Sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Sepasang tebu temanten masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (13/05/2016)

Arak-arakan sepasang tebu temanten sudah terlihat sejak pukul 06.300 pagi, dan ratusan warga berkerumun menyaksikan prosesi awal dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/05).

Sedangkan sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu. Dibelakangnya terdapat 14 pasang  batang tebu setinggi dua meter.

Mereka diarak dari sisi barat menuju sisi utara PG Tasikmadu, kemudian masuk ke halaman rumah Administratur. Selanjutnya dibawa masuk ke mesin penggilingan. Semua prosesi itu merupakan kelanjutan selamatan giling dengan sesaji tujuh kepala kerbau dan berbagai macam ubo rampe yang dihelat sehari sebelumnya.

Ditemui disela-sela acara acara tersebut, Administratur PG Tasikmadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan, prosesi itu tetap dilestarikan sejak pabrik gula berdiri tahun 1871.

“Biasanya tebu yang masuk ke PG Tasikmadu berasal dari enam lokasi ladang, yakni di Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, Gorbongan, Sukoharjo, dan Karanganyar,” kata Teguh Agung Tri Nugroho.

Dia juga menjelaskan, recana giling tahun ini sebesar 3,5 juta kuintal dengan sasaran rendemen (kadar gula dalam tebu) mencapai delapan persen. Naik satu persen dari tahun kemarin.

“Ini merupakan upaya kami untuk membangun kejayaan gula. Tahun ini harapannya tebu yang masuk pabrik gula tidak ada pucukan, bung, kotoran dan maskimal 24 jam harus bersih, dan betul-ebtul yang sudah tua,” katanya.

Dia juga menambahkan, PG Tasikmadu tahun ini mencoba mengadakan percontohan di lahan seluas 100 hektar. Berada di wilayah Karanganyar, Boyolali, dan Wonogiri.

“Seolah-olah dilakukan demplot, agar produktivitas naik, dari 62 ton agar bisa mencapai 80 ton,” katanya.pd

Read More
DSC_0222

Rohadi : “ Seniman itu akan terus berkembang, manakala ada partisipasi dari masyarakat”

kominfo

Cabut Tebu : Wakil Bupati Karanganyar H. Rohadi Widodo mengangkat sebatang tebu pada Tari Sugar Mill sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Rakyat di eks PG. Colomadu (20/11 s/d 22/11/2015)

Karanganyar, Selasa 24 November 2015

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar bekerjasama dengan Para Seniman dari berbagai latar budaya berbeda menggelar Festival Budaya Rakyat yang tertuang dalam pertunjukkan Sardono’s Restrospective bertajuk Fabriek Fikr.

Dalam laporannya Kepala Diparbud Karanganyar, Tarsa mengatakan bahwa kegiatan ini satu sisi menampilkan budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Karanganyar disisi lain adalah Eks Pabrik Gula Colomadu diharapkan sebagai Situs di Kabupaten Karanganyar maupun Nasional meskipun keadaannya sudah tidak beroperasi lagi masih tetap kami pertahankan sebagai cagar budaya.

“ Kami mengucapkan terima kasih kepada Sardono W. Kusumo atau yang lebih akrab dipanggil Mas Don seorang Seniman sekaligus Koreografer yang membina murid-muridnya di ISI Surakarta dan sekarang menjadi Rektor IKJ. Yang mana pada kesempatan ini akan menunjukkan berbagai festival seni dan budaya yang terlahir dari rakyat di lokasi Eks Pabrik Gula Colomadu selama tiga hari terhitung pada Tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015. Ini merupakan salah satu kegiatan yang mengangkat Eks PG. Colomadu dapat dikenal dunia sebagai salah satu Situs Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar,” terang Tarsa dihadapan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Jajaran SKPD Karanganyar, Pengusaha Wawan Setiawan Lukminto, Para Peserta Festival Budaya rakyat serta warga masyarakat yang akan menyaksikan pertunjukkan festival.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan bahwa Festival ini telah dirancang selama 1,5 tahun oleh Mas Don, semoga dapat lebih membuka wilayah Solo raya melalui Kabupaten Karanganyar.

“Acara ini sudah dirancang 1,5 tahun oleh Mas Don, dan itu waktu yang sangat luar biasa. Muah-mudahan Festival yang digelar ini dapat semakin membuka wilayah Solo raya melalui Karanganyar yang kita cintai ini,” harap Wabup saat menyampaikan sambutannya.

Ia juga mengatakan Kabupaten Karanganyar sebagai satu wilayah yang maju dalam perindustrian.

“Tahun 1861 Kabupaten Karanganyar telah memiliki dua pabrik gula yakni Pabrik Gula Colomadu dan Tasikmadu sebagai wilayah yang perindustriannya maju pesat dan belum ada di kab/Kota lainnya. Dan semoga dengan digelarnya festival di Eks PG Colomadu ini, kami selaku Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama-sama dengan Para Seniman dapat menunjukkan berbagai pertunjukkan tari kontemporer yakni pertunjukkan yang merakyat yang dilahirkan dari masyarakat. Karena Seni itu akan terus berkembang manakala ada partisipasi dari masyarakat. Mudah-mudahan dengan pertunjukkan seni akan dapat menggerakkan perekonomian yang ada di kabupaten Karanganyarkhususnya dan Solo raya pada umumnya,” tutur Wabup saat membuka Festival Budaya Rakyat yang disambut tepuk tangan hadirin.

kominfo

Pertunjukkan Tari Payung dari Jaten, Karanganyar

????????????????????????????????????

Tarian dari Papua

Kegiatan Festival Budaya Rakyat ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 20 November sampai dengan 22 November 2015 berlokasi di Eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar yang mengikutsertakan Penari Papua, Penari Sarimpi, Penari Hip Hop, komputerisasi Music Elektronik dan pemutaran Film. Ind/ft

 

Read More

Musik Lesung Tampil di Kereta Kencana

Karanganyar akan ikut ambil bagian dalam pergelaran Kereta Kencana World Music Festival (KKWMF) yang akan berlangsung pada 4-8 Juli mendatang di Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam kesempatan tersebut akan menampilkan kesenian Lesung dan Kotekan.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar seperti gayung bersambut akan usahanya melestarikan salah satu kesenian musik lesung di Karanganyar.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, terkait penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar. “Saya sudah komunikasi dengan Pak Manto terkait acara tersebut. Ini benar-benar menjadi kesempatan baik bagi Karanganyar. Selain itu kami juga sedang memperbincangkan agar musik lesung nantinya dapat dijadikan ajang perbisnisan di Karanganyar,” jelas Rina, Selasa (3/7).
Menurutnya, pemilihan Karanganyar sebagai tempat penyelenggaraan KKWMF tersebut bukanlah sebagai tempat pelarian karena permasalahan tempat yang sebelumnya membelit penyelenggaraan acara tersebut. “Karanganyar dipilih menjadi tempat penyelenggaraan karena memang benar-benar dipilih. Acara tersebut rencananya memang akan dilaksanakan di Colomadu,” tambah Rina.
Ia juga menerangkan bahwa Kereta Kencana World Music Festival tersebut nantinya bukanlah milik Kabupaten Karanganyar. “Acara ini kebetulan saja diadakan di Karanganyar. Hanya saja nantinya acara tersebut merupakan milik warga se-Surakarta. Bisa saja ke depannya diadakan di kabupaten lain di Surakarta ini,” jelas Rina.

Read More

Ribuan orang ikuti sepeda santai

Ribuan warga dari berbagai daerah di Soloraya mengikuti sepeda santai yang digelar Kodim 0727/Karanganyar dalam rangka memperingati HUT Ke-66 TNI Tahun 2011.

Mereka memadati lapangan Alun-alun Karanganyar sejak pukul 06.00 WIB.

Tidak hanya warga, para pejabat Muspida Karanganyar pun seperti Dandim 0727 Karanganyar Letkol (Inf) Eddy Basuki, Wakil Bupati (Wabup) Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso, Ketua DPRD Sumanto dan tiga Wakil Ketua DPRD masing-masing Rohadi Widodo, Tri Haryadi dan Juliyatmono antusias mengikuti sepeda santai.

Para pejabat ini berbaur bersepeda ria bersama peserta lainnya. Sepeda santai dibuka secara langsung oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Ketua Panitia Mayor (Inf) S Kuncoro Dewo mengatakan jumlah peserta sepeda santai sesuai dengan tiket pendaftaraan diikuti sebanyak 7.000-an peserta. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Soloraya.

Kegiatan ini memperebutkan hadiah berupa tiga sepeda motor, 20 unit sepeda gunung, dua unit kulkas, dua unit mesin cuci dan ratusan doorprize lainnya.

“Rute sepeda santai start dimulai Alun-alun Karanganyar-Bejen-simpang lima Beji-Koramil Tasikmadu-barat Pabrik Gula Tasikmadu-Ngijo-finish di Alun-alun,” ujarnya.

Read More

Selamatan Giling PG Tasikmadu

Menjelang musim giling tebu, dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan, yang disebut cembengan. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April, bulan di mana masa panen raya tebu datang. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula.

Di Karanganyar, sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo, Jawa Tengah, pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. Puluhan lapak berderet-deret, menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional, seperti arum manis, es dawet, brondong jagung dan jajan pasar. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar, dan tong setan. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu.

Selamatan Giling adalah ritual yang digelar sebagai pertanda dimulainya musim giling tebu dan juga sebagai wujud ungkapan sukur terhadap Tuhan YME. Terdiri dari banyak rangkaian acara, diantaranya pemberian sesaji yang biasa disebut masyarakat setempat dengan “Julen” dan manten tebu.

Sesaji yang digunakan pada saat Selamatan Giling terdiri dari kepala kerbau sebanyak 7 buah, berbagai jenis jenang (bubur), kecok bakal, telor, kinangan, berbagai jenis tumpeng, berbagai jenis ketupat, palapendem, kembang telon yang semua itu ditempatkan di dalam Pabrik Gula. Acara penempatan sesaji ini dipimpin oleh seorang sesepuh pemangku adat.

Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya yaitu prosesi kirab tebu temanten. Tentu saja, tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan, sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi, sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai, tak ubahnya pasangan pengantin manusia.
“Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain, serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri.
Soal pemeilihan nama tebu temanten itu mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih, sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.
Hingga akhirnya, arak arakan tebu temanten berangkat dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa, menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. Dari sepanjang pinggir jalan, warga mengelu-elukan kirab pengantin. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling, sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling, disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. Glek! Mesin penggiling pun bergerak, mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang, sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu, Karanganyar.

Begitulah, Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani, karyawan pabrik gula, dan orang-orang di sekitar pabrik. Air manis dari tebu yang digiling, yang nantinya akan menjadi gula, sungguh sangat berarti kehidupan mereka. Maka, musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu.

Read More