aku

Efektifkan Kinerja, Bupati Lakukan Mutasi dan Pengangkatan Kepala Sekolah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengambil sumpah dan melantik sebanyak 44 orang, Jumat (23/09) di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengambil sumpah dan melantik sebanyak 44 Kepala Sekolah, Jumat (23/09) di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Sabtu (24/09/2016)

Kepala Sekolah dan guru di lingkungan pendidikan Kabupaten Karanganyar di mutasi dan diangkat menjadi Kepala Sekolah. Hal itu untuk mengefektifkan kinerja bagi para pendidik.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengambil sumpah dan melantik sebanyak 44 orang, Jumat (23/09) di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar.

Data yang bersumber dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar tercatat,  36 orang untuk Kepala Sekolah Dasar, tiga orang Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan lima orang untuk Kepala SMA/SMK. Dari sejumlah 44 orang itu pula terdiri 15 orang di mutasi jabatan Kepala Sekolah dan 29 guru diangkat menjadi Kepala Sekolah.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan ketentuan normatif kepegawaian yang harus dilaksanakan oleh pejabat struktural dan kepala sekolah yang menduduki jabatan baru,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga mengatakan mutasi jabatan mengacu pada evaluasi kinerja para pejabat dalam melaksanakan amanah yang diemban, serta didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi agar kinerja lebih baik lagi.

“Mutasi ini memperhatikan norma-norma kepegawaian yang berlaku, kinerja, kompetensi, integritas, dan aspek manajemen sumber daya manusia lainnya, yang dilakukan dengan cermat dan matang,” katanya.

Bupati juga berpesan agar Kepala Sekolah mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan positif melalui pemikiran yang kreatif dan inovatif.pd

Read More
DSC_0017 – Copy

Pelajar SMA Sederajat di Kabupaten Karanganyar Lulus 100 Persen

Tingkat kelulusan bagi pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2015/2016 mencapai 100 persen

Tingkat kelulusan bagi pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2015/2016 mencapai 100 persen

Karanganyar, Selasa (10/05/2016)

Tingkat kelulusan pada Ujian Nasional pendidikan menengah tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar lulus 100 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sutarno.

“Tahun ini dari pelajar SMA/MA/SMTK jumlah terdaftar 3.854 pelajar, yang mengikuti 3.851 pelajar, ada yang mengundurkan diri sejumlah tiga pelajar, dan tingkat kelulusan 100 persen,” kata Sutarno, Selasa (10/05) di kantornya.

Sutarno juga menambahkan, diantara peserta ujian itu, ternyata ada pelajar yang mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran matematika, mereka berasal dari SMA Negeri 1 Karanganyar.

“Masing-masing bernama Alya Hanifa Lisma Febita, dan Yudha Cahyanindra,” katanya.

Sedangkan untuk tingkat SMK, jumlah terdaftar 4.084 pelajar, jumlah yang mengikuti ujian sebanyak 4.080 pelajar, sedangkan yang lulus sejumlah 4.078 murid. Terdapat satu pelajar yang mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran matematika, dari SMK Negeri 1 Karanganyar.

“Ada yang tidak lulus dua orang karena kecelakaan dan ada yang tidak mengikuti ujian sekolah namun mengikuti UN,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjanjikan pelajar yang berhasil menjadi peringkat pertama nasional dalam ujian nasional kali ini akan diberikan hadiah sebesar Rp 50 juta.

Sedangkan bagi yang menjadi peringkat pertama di tingkat Provinsi, nantinya akan diberikan hadiah sebesar Rp 25 juta dan Rp 2,5 juta untuk pelajar yang mendapatkan nilai tertinggi di tingkat Kabupaten.

“Pemberian hadiah ini bisa memotivasi semangat untuk mendapatkan nilai tinggi,” katanya.pd

Read More

GOR Karanganyar Resmi Milik Pemkab

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Karanganyar yang menelan anggaran mencapai Rp 6,8 miliar telah diserahkan ke Pemkab Karanganyar. Selanjutnya pengelolaan GOR tersebut telah resmi menjadi milik Pemkab.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komite Pembangunan GOR, Nur Halimah. “Dari komite sudah kita serahkan dan laporkan ke Bupati. Jadi saat ini masih menunggu peresmian oleh Bupati,” kata Halimah.

Dijelaskannya, pada peresmian nanti sekaligus penunjukan untuk pengelola GOR. Tapi sejauh ini ia tidak mengetahui siapa yang bakal mendapat amanah untuk mengelola GOR tersebut. “Kalau pengelolanya siapa kita tidak tahu, itu kewenangan Bupati,” katanya.

Meski belum diresmikan, Halimah menolak kalau GOR tersebut dikatakan sebagai proyek yang terbengkalai. Karena, sebelum diresmikan pengelolaan berada di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar. “Tidak (terbengkalai), sudah ada yang memanfaatkan kok, meski hanya lingkup internal,” ucapnya.

Terkait kelanjutan pembangunan GOR, Halimah menjelaskan hal itu tergantung pada proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat. “Dana pembangunan pertama kan dari pusat, nanti kelanjutannya juga bagaimana proposalnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Langgeng Widodo, Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Karanganyar, menyayangkan kondisi GOR yang terbengkalai karena Pemkab belum menunjuk siapa yang berhak mengelolanya. “Mestinya setelah masa pemeliharaan rampung, GOR segera diserahkan ke komite pembangunan yang sudah ditunjuk Pemkab untuk mengelolanya,” terangnya.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More

Sekolah Siap Taati Larangan Siswa Bawa Motor

Pihak sekolah segera melakukan pertemuan dengan komite sekolah terkait kebijakan larangan siswa yang belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM) membawa sepeda motor ke sekolah. Langkah ini dilakukan untuk menyosialisasikan aturan tersebut kepada orangtua/wali murid.

Kepala SMAN 2 Karanganyar, Bambang Maladi, mengatakan pihaknya mendukung kebijakan larangan siswa yang belum mengantongi SIM membawa sepeda motor ke sekolah. Pasalnya sesuai aturan, pengguna kendaraan bermotor wajib mempunyai SIM. “Pada prinsipnya kami mendukung aturan tersebut demi keselamatan para siswa,” katanya, Senin (7/1/2013).

Pihaknya baru menerima surat edaran (SE) dari Polres Karanganyar pada hari ini. Rencananya, komite sekolah bakal diundang untuk melakukan pertemuan membahas kebijakan tersebut. Selanjutnya, pihaknya juga bakal melakukan pertemuan dengan para orangtua/wali murid agar mereka melarang anaknya yang belum mengantongi SIM membawa sepeda motor ke sekolah.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Agus Hariyanto, menjelaskan pihaknya merencanakan membahas kebijakan tersebut dalam pertemuan yang dihadiri seluruh kepala sekolah di Karanganyar. Agar kebijakan tersebut berjalan maksimal maka wajib didukung orangtua/wali murid.

Para siswa diminta menaati aturan tersebut untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di tingkat pelajar. Selama ini, kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar cukup tinggi. “Intinya kami mendukung aturan tersebut, yang terpenting peran dari orangtua/wali murid karena mereka yang bisa melarang anaknya secara tegas,” jelasnya.

Read More

Rehab Kantor Disdikpora Telan Rp 6 Miliar

Proyek rehabilitasi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar dipastikan bakal menelan anggaran hingga Rp 6 miliar. Pada pengerjaan proyek tahap pertama akan menelan anggaran Rp 2,9 miliar dari pagu Rp 3 miliar.

Menurut Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, proyek rehabilitasi direncanakan akan berlangsung dua tahap. Kantor Disdikpora sendiri akan dibentuk seperti mirip huruf U, yang sebelumnya menghadap ke timur akan diubah menghadap ke barat. “Menghadap ke kantor Sekda Karanganyar,” katanya, kemarin.

Menurut Agus, pembangunan kantor Disdikpora sangat diperlukan sebab selama ini kantornya terbagi menjadi dua dan terpisah. “Adanya dua kantor menyulitkan koordinasi, sehingga pembangunan ini sangat diperlukan. Lagi pula arsip-arsip kami sudah tidak tertampung,” ujarnya.
Pembangunan tahap pertama baru mencapai 50 persen dari Detail Engineering Design (DED).

Sedangkan untuk tahap kedua rencananya akan dimulai pada tahun 2013 mendatang. “Kantor Disdikpora akan menempati lantai dua dan tiga, sedangkan lantai dasar akan digunakan untuk tempat parkir. Sehingga aula kantor barat akan dihilangkan,” jelasnya. Agus optimis pembangunan tahap pertama akan selesai sebelum akhir tahun ini. “Kami selalu berkoordinasi terkait perkembangan pembangunan dengan pemborong setiap minggunya,” pungkasnya.

Read More

Satu Bulan Berlangsung, Car Free Day Sukses

Bupati Karangayar, Rina Iriani mengatakan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Karanganyar yang telah berjalan satu bulan ini, harus terus dibenahi. Meski antusiasme masyarakat terus meningkat, namun ia berharap pelaksanaan CFD bisa lebih baik lagi.

“Walaupun CFD Karanganyar sudah dapat dikatakan sukses. Kedepannya masih perlu berbagai pembenahan di berbagai sektor,” jelas Rina, Minggu (8/7). Menurut Rina, masih ada beberapa titik di CFD Karanganyar yang masih terlihat sepi, menjadi bahan evaluasi khusus. Ia menjelaskan bahwa beberapa titik yang sepi tersebut diakibatkan materi hiburan yang masih kurang. “Keramaian di CFD masih terlihat belum merata, seperti di daerah Popongan masih terlihat sepi. Untuk meramaikan daerah tersebut, akan kami beri sajian kesenian tradisional agar banyak masyarakat yang melihat,” tambah Rina.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut Rina akan segera berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar). Ia menyatakan agar kesenian yang akan ditampilkan di CFD nantinya adalah kesenian-kesenian yang berasal dari perwakilan sekolah-sekolah dan kecamatan yang ada di Karanganyar.

Terkait kebersihan dan ketertiban masyarakat, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. “Hal ini karena tingkat kesadaran masyarakat sudah terbilang tinggi. Warga sudah mengerti apa yang harus dilakukan saat CFD,” tambah Rina.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto menyatakan bahwa berbagai persiapan mereka lakukan setiap menjelang digelarnya CFD. “Kami menyiapkan berbagai rambu portable dan puluhan petugas setiap CFD berlangsung,” jelas Nunung.

Read More