aku

Calon Kepala Desa Diberi Pengarahan

Para Calon Kepala Desa seusai pengarahan, berfoto dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi WIdodo.

Para Calon Kepala Desa seusai pengarahan, berfoto dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi WIdodo.

Karanganyar, Rabu  (23/11/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan kepada Calon Kepala Desa (Cakades) yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang I Tahun 2016, Selasa (22/11), di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar.

Di Kabupaten Karanganyar terdapat 11 Desa yang menyelengarakan Pemilihan Kepada Desa, seperti Desa Petung dan Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso. Desa Kaliboto dan Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang. Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Desa Dukuh, Kecamatan Ngargoyoso. Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Desa Tohkuning dan Harjosari, Kecamatan Karangpandan. Desa Klodran dan Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu.

Asisten Pemerintahan, Nunung Susanto mengatakan, tahapan Pilkades  meliputi persiapan peralatan Pilkades (2-21/11), Penyampaian undangan kepada pemilih (21-25/11), kampanye (28/11), hari tenang (29/11), pemungutan suara (30/11), dan pelantikan Kepala Desa (28/12).

“Panitia Pilkades Kabupaten Karanganyar, dan Panitia Pengawas Pilkades telah melaksanakan Pembekalan terakhir kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa, Calon Kepala Desa, dan Saksi Calon kepala Desa,” kata Nunung Susanto.

Sementara itu dalam arahan, Bupati Juliyatmono mengatakan, Cakades tahun ini tidak menggunakan gambar simbol, namun dengan foto diri untuk di coblos.

“Camat dan Forkopimcam diminta untuk membantu agar jalannya pelaksanaan pesta demokrasi itu bisa berjalan lancar. Jika ada timbul perselisihan segera dapat diselesaikan agar tidak meluas,” kata Bupati.

Bupati juga meminta kepada Panitia Pilkades jangan pernah terbesit berpihak pada Calon, dan pastikan sebelum jam sudah selesai, dan untuk membuka kotak suara semua sudah jelas dan gamblang.

“Jam pencoblosan bila sudah selesai ya segera ditutup, jangan biarkan ada yang masih mencoblos, itu tidak boleh,” kata Bupati.

Dikatakan lebih lanjut, di Pilkades tidak memakai kuorum, kalau misalkan saja satu desa yang datang ke tempat pencoblosan 500 ribu pemilih, ya yang paling banyak mendapat suara dari yang datang itu.pd

Read More
DSC_0398

Aplikasi SIMDA Desa Upaya Penerapan UU Nomor 6 Tahun 2014

kominfo

Ikuti dan pahami benar workshop aplikasi SIMDA Desa : Bupati Juliyatmono saat memberikan arahannya.

Karanganyar, Senin 25 Januari 2016
Untuk mempermudah administrasi dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Satuan Tugas Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Desa dengan tehnik penerapannya, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop aplikasi SIMDA Desa yang diikuti oleh SKPD, Tenaga Ahli/Pendamping, Kecamatan dan Desa, Senin (25/1) di Ruang Podang II Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Menurut Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar Nunung Susanto bahwa pengembangan aplikasi SIMDA Desa ini merupakan upaya penerapan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa yang dikembangkan oleh BPKP dalam rangka meningkatkan tata kelola keuangan desa.
“Materi workshop ini meliputi sosialisasi aplikasi SIMDA Desa, install aplikasi SIMDA Desa serta simulasi penggunaan SIMDA Desa dengan narasumber BPKP Provinsi Desa,” kata Nunung Susanto saat menyampaikan laporannya.

Selanjutnya Bupati Juliyatmono pada kesempatan tersebut mengatakan langkah ini adalah percepatan untuk semakin menata agar Desa sudah menggunakan SIMDA Desa.
“Dari 16 Kecamatan ada 32 Desa yang harus disiapkan By System Online dengan baik dari 162 Desa yang ada di Karanganyar. Yang terpenting adalah mengetahui sistemnya dan akan ditempatkan orang-orang yang ahli. Saya harapkan dengan penggunaan SIMDA yang baik, penyediaan data yang lengkap dan akurat merupakan metode transpalansi karena terkait dengan dana Desa,” pesan Bupati.

Pada kesempatan tersebut kepada BPKP, Bupati menghimbau agar semua data tersedia lengkap seperti foto penduduk dan foto desa. “Saya berharap peserta workshop dapat memahami benar karena ini merupakan kompetensi untuk langkah yang baik kedepannya, khususnya kepada Sekdes dan Bendahara di 32 Desa dari 16 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar agar benar-benar mempersiapkan diri dalam memahami penggunaan SIMDA Desa,” harap Juliyatmono.
Dishubkominfo Karanganyar (Ind/Bn).

Read More
DSC_0163

Pencegahan Tindakan Koruptif

kominfo

Kejaksaan Negeri Karanganyar menyerahkan kaos sebagai tanda dimulainya sosialisasi Pencegahan Tindakan Koruptif, Senin (28/12/2015) di Hotel Tamansari Karanganyar.

Karanganyar, Selasa 29 Desember 2015
Masih dalam rangkaian memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar mengadakan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, Senin (28/12/2015) kemarin di Hotel Tamansari, Karanganyar.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber terkait Pencegahan Tipikor dalam Pengelolaan Keuangan dan Asset oleh Bupati Karanganyar, Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Akademis Fakultas Hukum UNS, dan oleh Wakil Bupati Karanganyar Akademis UNS.

kominfo

Peserta Sosialisasi Pencegahan Tindakan Koruptif.

Asisten 1 Pemerintahan Sekda Karanganyar Nunung Susanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tindak korupsi terhadap aparatur pemerintah dan desa untuk membangun goverment yang sehat dan berwibawa.
“Sosialisasi pencegahan tindak korupsi akan berlangsung dua hari, Senin sampai dengan Selasa (28/12/2015 s/d 29/12/2015). Kegiatan ini diikuti kurang lebih 660 peserta yang meliputi seluruh jajaran Kepala SKPD di lingkungan Karanganyar, Kepala bagian Setda Karanganyar, PPKOM sekabupaten Karanganyar, pejabat pengadaan barang dan jasa se Kabupaten Karanganyar, Kepala Desa serta sekretaris desa se Kabupaten Karanganyar”, terang Nunung Susanto dalam laporan penyelenggaraan.
“Kepala SKPD dan Kepala desa jangan sampai ada keinginan untuk melakukan tindakan yang bersifat koruptif, utamanya ini berkaitan dengan dana desa yang segera terealisasi. Harus tertib Administrasi dibuat sesuai prosedur dan kebijakan agar tidak memunculkan masalah kedepannya” pesan Bupati saat menyampaikan arahannya dihadapan peserta.
“Saya minta segala sesuatunya utamanya yang terkait dengan administrasi untuk dapat dikomunikasikan dengan baik. Kalau tidak ingin ada masalah atau timbul keragu-raguan administrasi untuk dikonsultasikan dengan Lembaga Berbadan Hukum. Karena fungsi dari Kejaksaan ini adalah untuk membantu pemerintah dalam pencegahan tindak pidana korupsi,” tegasnya
Bupati menambahkan bahwa komunikasi dan konsultasi harus berjalan dengan baik.
“Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Pemerintah lebih baik preventif terhadap tindakan melakukan koruptif. Saya mengajak semua pihak untuk dapat mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan baik,” imbau Bupati.
Kegiatan tersebut dibuka dengan penandatanganaan Pakta Integritas oleh SKPD dan Kepala Desa sebagai komitmen bersama Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Ad/Ind/st

Read More
aku1 copy

PATEN Mempermudah Pelayanan Masyarakat

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo setelah peresmian PATEN di Kecamatan Gondangrejo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo mendatangi meja pelayanan setelah peresmian PATEN di Kecamatan Gondangrejo

Karanganyar, Rabu (08/04/2015)
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memperhatikan kondisi geografis daerah, perlu peran kecamatan sebagai perangkat daerah terdepan dalam memberikan pelayanan publik.
Asisten Pemerintahan Nunung Susanto mengatakan PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) menjadikan kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten, khususnya yang menyelenggarakan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), terutama bagi kecamatan yang secara geografis dipandang lebih efektif dan efisien di tingkat kecamatan.
“Dilihat dari aspek biaya lebih efisien, lebih cepat dan terukur sesuai dengan standar pelayanan. Jika ada keluhan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan akan dengan cepat dapat direspon dan dicari solusinya,” kata Nunung Susanto.
Adapun jenis pelayanan terdapat di bidang perijinan yaitu Tanda Daftar Gudang (TDG) skala kecil kurang dari 100 meter, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) denngan besar modal kurang dari Rp. 50 juta, dan rekomendasi pendidikan.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan nantinya ijin usaha ditempel di depan rumah. Jadi legalitas usaha yang dimiliki ada.
“Memberikan kepastian ijin bagi setiap usaha apapun yang skala nya diatur perundang-undangan yang ada. Yang tidak berdampak hukum agar dipermudah dan dipercepat, jangan sampai lama,” kata Bupati Juliyatmono.
Selain itu, kedepannya didorong bagi perbankan agar bisa memberikan kredit usaha kecil, dapat diberikan modal dengan legalitas ijin yang diketahui di kecamatan. pd

Read More
DSC_0440

Pendidikan Kecintaan Sejarah dan Kepurbakalaan

DSC_0439

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pembukaan Seminar Kepurbakalaan

DSC_0450

Bupati Karanganyar Juliyatmono Secara Simbolis Mengalungkan Tanda Peserta Tanda Dimulainya Seminar Kepurbakalaan

Untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap nilai – nilai luhur yang terkandung dalam budaya sejarah dan kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar mengadakan Seminar Sejarah dan Kepurbakalaan bagi Guru Sejarah SD, SMP dan SMA se Kabupaten Karanganyar di Aula SMA 1 Muhammadiyah Karanganyar pada Rabu Pagi 18/03.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan setiap daerah harus dapat memproses tempat sejarah untuk menjadi tempat strategis dalam bidang ekonomi maupun wisata. Tentunya dengan hal tersebut dapat bermanfaat pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dikatakan juga Guru sangat berperan dalam mengenalkan kepada generasi muda akan keberadaan sejarah.

“bagaimana pembelajaran dan pengenalan sejarah dikemas semenarik mungkin sehingga siswa tertarik, dengan piknik misalnya”, ujar Juliyatmono.

Sementara itu Nunung Susanto PLT Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar berharap guru yang ikut dapat menstimulasi dan memacu generasi muda untuk mengenal, menjujung tinggi nilai – nilai luhur yang terkandung dalam warisan budaya. Problema yang dialami bangsa Indonesia adalah transformasi budaya. Hal ini karena ketidaktahuan generasi muda bangsa Indonesia akan nilai luhur sejarah dan kepurbakalaan.

“dengan adanya seminar ini dapat berimplementasi pada ikut serta memiliki dan berperan aktif dalam pelestarian nilai – nilai luhur sejarah dan kepurbakalaan”, harap Nunung Susanto. ad

Read More
DSC_0732 copy

Lagi, Karanganyar Raih WTN

Karanganyar, Sabtu (13/09/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Kapolres AKBP Martireni Narmadiana, dan Kepala Dishubkominfo Nunung Susanto setelah menerima Piala WTN di Jakarta, Rabu (10/09)

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Kapolres AKBP Martireni Narmadiana, dan Kepala Dishubkominfo Nunung Susanto setelah menerima Piala WTN di Jakarta, Rabu (10/09)

Untuk kali ketiganya, Kabupaten Karanganyar mendapatkan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Kota Kecil Bidang Lalu Lintas. Penghargaan Piala WTN tahun 2014 ini diserahkan Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Rabu (10/09) di Jakarta kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Didampingi Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Nunung Susanto, Juli menerima piala bergengsi tersebut.
Ditemui di Karanganyar, Juli mengungkapkan Piala WTN 2014 ini diperoleh setelah melalui perjuangan dan kerja sama dengan instansi terkait. Baginya, pemerintah mengaku bangga lantaran mampu mempertahankan piala yang juga dianugerahkan pemerintah pusat pada 2012 dan 2013.
“Kami bangga atas kerja keras dan kerja sama dengan semua pihak. Yang jelas, tim juri memberikan penilaian dari sisi sarana dan prasarana lalu lintas di Karanganyar. Di antaranya rambu lalu lintas, marka jalan, kondisi jalan dan sebagainya,” kata dia, Jumat (12/09), saat ditemui di peringatan Hari Olahraga Nasional di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.
Sementara itu, Nunung menambahkan Pemkab tidak mampu mempertahankan piala WTN tanpa bantuan dan kerja sama dengan semua stakeholder lalu lintas. Di antaranya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar. “Kami ucapkan terima kasih atas kerja sama Satlantas atas terselenggaranya penilaian dan penganugerahan piala WTN 2014. Semoga ke depan juga tetap bisa dipertahankan. Kami juga ucapkan terima kasih kepada warga Karanganyar yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan kedisiplinan dalam berlalu lintas,” ucapnya. pd

Read More
DSC_0101

Hari Ini dan Besok Puncak Arus Mudik

Karanganyar, Sabtu (26/07/2014)

Arus lalu-lintas di jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/07) siang

Arus lalu-lintas di jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/07) siang

Puncak arus mudik tahun 2014 diperkirakan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu (27-28/7). Hal itu dikarenakan para pemudik berangkat dari rumah masing-masing menjelang libur kantor. Kendaraan roda dua maupun empat akan terlihat padat menjelang sore hari melintasi ruas-ruas jalan di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto  menuturkan untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas telah disiagakan enam pos pengamanan dengan dilengkapi tim kesehatan, di antaranya berada di pos Bejen, Palur, pertigaan Sroyo, perempatan Colomadu, Waru dan, Tawangmangu.

“Kami menghimbau kepada para pemudik agar benar-benar mempersiapkan berbagai hal untuk perjalanan mudik. Selain itu, sebaiknya menggunakan jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan,” ujar Nunung Susanto, Sabtu (26/07) pagi.

Selain itu, tambah Nunung, untuk kendaraan berat tidak boleh melintas terlebih dahulu mulai H-4 sampai H+4 Lebaran 2014.”Kecuali truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, pos, sembako, dan pengangkut susu,”

Menurut pengamatan dari Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar pada H-3 kemarin arus lalu lintas terlihat masih normal. Hanya saja di Jalan Lawu  laju kendaraan agak tersendat karena berjubelnya pembeli di Pasar Jumat. Terlihat petugas dari Polres Karanganyar menyeberangkan pejalan kaki.

Jumlah kendaraan dari luar kota pada hari biasa di Jalan Lawu (di tengah kota) mencapai 25.500 kendaraan/ hari pada jam sibuk, sedangkan setiap satu jam mencapai 4.400 kendaraan. “Kami memperkirakan pada menjelang Lebaran akan terjadi kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa,” jelas Nunung Susanto. pd

Read More
DSC_0061 copy

Jelang Lebaran, Kendaraan Angkutan Wajib Uji KIR

Karanganyar, Jumat (04/07/2014)

Satu bis pariwisata sedang menjalani uji KIR oleh Dishubkominfo Karanganyar, Kamis (03/07)

Satu bis pariwisata sedang menjalani uji KIR oleh Dishubkominfo Karanganyar, Kamis (03/07)

Mulai 10 hari menjelang lebaran, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar memperkirakan kenaikan jumlah uji kelaikan jalan. Pasalnya, banyak kendaraan yang akan dan telah habis masa berlaku KIR pada waktu itu.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto menuturkan pada saat menjelang lebaran peningkatannya mencapai 20 persen dari jumlah harian yang mencapai sekitar 50 kendaraan.

“Kendaraan yang wajib uji KIR meliputi angkutan bis, angkot. Selain itu juga angkutan barang seperti truk, kontainer, dan lain-lain,” ujar Nunung Susanto, di kantornya, Kamis (03/07).
Nunung Susanto menambahkan, jumlah kendaraan diharuskan untuk uji KIR mencapai tujuh ribu dari total sembilan ribu kendaraan di Kabupaten Karanganyar.

“Untuk jadwalnya berbeda-beda. Disesuaikan dengan tanggal terakhir pengujian setiap enam bulan. Pada H-10 lebaran nanti, kendaraan yang akan habis masa berlaku KIR juga ikut diuji. Dikarenakan sebelum melakukan perjalanan ke luar kota lebih baik mempersiapakan dan melengkapi surat-surat maupun kelayakan kendaraan,” ujarnya. Namun, apabila uji KIR gagal, petugas akan merekomendasikan secara teknis. Kemudian setelah rekomendasi di penuhi, dapat mengulang uji KIR.

Dari hasi pantauan di gedung uji KIR, kendaraan diperiksa secara bertahap mulai dari uji emisi gas buang bahan bakar bensin dan solar, kemudian pemeriksaan roda-roda, gardan, terot, cek keausan, pengukuran dimensi kendaraan. Selain itu juga pemeriksaan ban, rem, sein, dan lampu. Untuk bis juga diperiksa segitiga pengaman, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dam alat pemukul kaca. (pd)

Read More

Rambu Portabel Siap Sambut Pemudik

Pemasangan rambu-rambu portabel mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar di sejumlah titik strategis yang dilalui para pemudik. Pemasangan rambu bertujuan untuk mempermudah para pemudik menuju daerah tujuan.

Sedikitnya ada 26 rambu portabel yang dipasang secara serentak oleh Dishubkominfo di sejumlah lokasi, Jumat (26/7) siang. Di antaranya rambu penunjuk arah dipasang di perempatan Papahan, simpang Brigif Jaten, simpang Koramil Tasikmadu, serta Mojogedang.

Selain rambu penunjuk arah, Dishubkominfo juga memasang rambu portabel peringatan di dua perlintasan kereta api tanpa palang pintu, yakni di Desa Waru serta Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat. Rambu portabel tersebut berisi peringatan agar waspada terhadap kereta api yang lewat.

Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto mengungkapkan total rambu portabel yang akan dipasang untuk menghadapi arus mudik sebanyak 184 rambu. Menurutnya, pemasangan rambu akan dilakukan secara bertahap. “Kita pasang secara bertahap. Setidaknya H-10 lebaran semua rambu sudah terpasang di semua titik yang telah ditentukan. Diperkirakan saat itu arus mudik sudah mulai ramai,” jelasnya.

Selain 184 rambu portabel, Dishubkominfo juga akan memasang 10 rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) yang akan memandu para pemudik sampai ke tujuan masing-masing, lampu penerangan lima unit, dan barikade road portable sebanyak 15 buah. Di samping itu, persiapan lain yang akan dilakukan adalah pengecatan marka jalan sepanjang 3.256 meter. “Seluruh prasarana itu akan dipasang di jalan kabupaten yang dilalui arus mudik. Nanti untuk jalur mudik yang masuk jalan provinsi ada lagi tambahan pemasangan rambu,” terang Nunung.

Lebih lanjut, ia menambahkan khusus untuk jalur mudik di wilayah Kecamatan Tawangmangu, pihaknya juga akan memasang guard rail atau pagar pengaman di jalan utama sepanjang 100 meter. Pemasangan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan, mengingat medan jalan naik turun serta menikung. “Guard rail tersebut dipasang untuk pengamanan agar tak terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

Read More

MUDIK LEBARAN 2013 : 4 Jalur Alternatif Disiapkan di Karanganyar

Empat jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Karanganyar saat perayaan Lebaran 2013. Keempat jalur tersebut yakni jalur Karanganyar-Jumapolo, Bejen-Mojogedeng, Tawangmangu-Magetan dan Colomadu-Boyolali.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat jalur alternatif baik menuju arah Jatim maupun Jateng. Misalnya, jalur Karanganyar-Jumapolo merupakan jalur alternatif menuju Sukoharjo dan Wonogiri. Sementara jalur Tawangmangu-Magetan merupakan jalur alternatif ke Jatim.

“Jalur alternatif sudah disiapkan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas menjelang perayaan Lebaran,”.

Apabila terjadi kemacetan arus lalu lintas dan penumpukan volume kendaraan bermotor maka arus lalu lintas bakal dialihkan menuju jalur alternatif. Diperkirakan puncak arus mudik pada H-2 sementara puncak arus balik pada H+2.

Pihaknya meminta para pemudik tetap berhati-hati saat melewati jalur alternatif. Pasalnya, kondisi jalur alternatif terdapat beberapa lubang jalan dan rawan terjadi tanah longsor. Pihaknya juga meminta agar isntansi terkait segera menambah rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalu alternatif. “Para pemudik harus berhati-hati karena kondisi medan jalur alternatif cukup berat dan banyak berlubang,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan rambu-rambu lalu lintas bakal dipasang pada sepekan menjelang perayaan Lebaran. Rambu-rambu tersebut bakal dipasang di setiap jalur mudik dan ajlu alternatif untuk memudahkan para pengguna kendaraan bermotor.

 

Read More