DSC_0793

Groundbreaking Pondok Pesantren Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Desa Pojok

Read More
DSC_0533

Presiden Jokowi Lakukan Pelatakan Batu Pertama Ponpes MTA

Diskominfo

Pidato sambutan dari Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dalam acara Groundbreaking Pondok Pesantren Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) di Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Minggu(15/07)

KARANGANYAR – 15 Juli 2018

Presiden Republik Indonesia Jokowi melakukan peletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Pondok Pesantren MTA di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Pondok modern MTA tersebut berada di tanah seluas 10 hektar dengan biaya Rp 50 miliar. Diharapkan lulusan dari ponpes MTA bertauhid kuat, akhlak karimah, pandai bahasa arab dan bahasa inggris.

“Saya sudah dijelaskan semua oleh Ustad Ahmad Sukino sesaat sebelum masuk dalam acara ini mengenai ponpes MTA. Saya berharap MTA adalah lembaga dakwah yang betul-betul membangun generasi bertauhid dan mempunyai akhlakul karimah,” papar Presiden Jokowi saat memberiksan sambutan dihadapan ribuan jamaah MTA sebelum melakukan groundbreking di Ponpes MTA didampingi Mensesneg, Praktikno, Menteri PU, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Menurut Jokowi saat ini intervensi budaya asing sangat besar pengaruhnya terhadap generasi muda. Nilai budaya barat tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Dengan adanya MTA diharapkan nilai-nilai budaya tidak berubah karena pengaruh asing. Menurut Jokowi negara Indonesia adalah negara besar. Dengan penduduk muslim terbesar didunia. Jumlah penduduk Indonesia adalah 2603 juta dengan 514 kabupaten, 34 propinsi. “Memiliki 714 suku dan 110 lebih bahasa daerah. Indonesia memang dianugerahi bangsa besar dengan memiliki banyak perbedaaan. Ini yang patut terus kita syukuri dan terus merawat Ukhuwah Islamiyah,” imbuhnya.

Dia menambahkan jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah belah. Biasanya diawali dengan pilihan bupati dan wakil bupati atau pilihan gubernur dan wakil gebernur. Hanya karena perbedaan pilihan tidak saling tegur sapa. Jika demikian, masyarakat akan rugi besar dan jangan sampai pilihan politik berbeda membuat kita pecah. “Klau dalam politik biasanya prangsangka buruk, saling curiga dan berpikir negatif ke orang lain. Tidak pernah Rasullah SAW mengajarkan berprasangka buruk,” imbuhnya.

Diskominfo

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Tengah, Bupati Karanganyar, Pimpinan MTA , Mensesneg, Menteri PU PR mebunyikan sirine tanda awal dimulainya pengerjaan proyek pembangunan Pesantren MTA

Usai berpidato, Presiden membunyikan sirine tanda pembangunan ponpes MTA dimulai. Termasuk membubuhkan tanda tangan Peresmian Asrama Putri SMA MTA di Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

Sementara Pimpinan Pusat MTA, Ahmad Sukino mengatakan pembangunan ponpes ini seluas 10 hektar dengan konsep green ponpes. Pembangunan ponpes MTA ini bertujuan lembaga dakwah yang terus berlangsung dan berkesinambungan sepanjang massa. Maka dipersiapkan generasi penerus dan diharpapkan lebih baik dan lebih canggih. “Untuk itu perlu dipersiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mencapai tujuan tersebut. Lulusan diharapkan bertauhid kuat, akhlak karimah, pandai bahasa arab dengan fasih, dan bahasa inggris pasif. Hafiz al Quran,” papar Ahmad Sukino dalam sambutannya.

Sementara pembangunan asrama putri SMA MTA sudah selesai dilakukan dan terletak di Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta. Berdiri diatas tanah 1200 meter persegi, lus bangunan 3600 meter persegi dan berlantai empat, menampung siswa 460 orang dan menelan biaya Rp 15. 581.600.000. “Sesuai standar keamanan bangunan. Pembangunan asrama putri MTA dengan nyaman sehingga memacu belajar anak lebih maju. Pondek dan Asrama putri dibangun internal dan Alumni SMA MTA,” tambahnya. (Hr/Ard)

Read More

Sambut Ramadan dengan Pawai Ta’aruf

Ratusan siswa tingkat TK hingga SMA mengikuti pawai ta’aruf menyambut Ramadan yang digelar oleh BAZIS dan MUI Karanganyar, Rabu (18/7). Sejumlah massa dari ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Majelis Tafsir Alquran (MTA) juga tampak hadir di acara itu.
Pawai diawali dari Alun-alun Karanganyar kemudian menyusuri Jalan Lawu ke arah timur hingga Jembatan Siwaluh. Pakaian yang dikenakan peserta pun beraneka macam mulai dari busana muslim, hingga pakaian barong. Aksi kesenian juga dipertontonkan sejumlah peserta seperti drum band, klotekan dan kesenian bernuansa islami.
Peserta pawai juga membawa sejumlah poster beraneka macam tulisan seperti Ahlan Wa Sahlan Ramadan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Seberkat Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Mari Tadarus, dan masih banyak lagi.
Saat peserta pawai tepat di depan Rumah Dinas Bupati, mereka menunjukkan aksinya di hadapan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Ketua MUI Karanganyar, Zainuddin, dan sejumlah pejabat lain.
Menurut Ketua MUI Karanganyar, Zainuddin, pawai ini digelar sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat Karanganyar akan datangnya bulan Ramadan. Ia berharap, kegembiraan itu tidak hanya saat pawai saja, namun juga peningkatan amal ibadah.

Read More