WERENG Serang Tanaman Padi di Ngringo

Petani di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengeluhkan serangan hama wereng yang kian mengganas. Akibatnya petani mengalami gagal panen pada musim tanam kali ini.

Bayan Banaran, Desa Ngringo, Suharso menuturkan hama wereng menyerang tanaman padi miliknya seluas 6.000 meter persegi. Wereng menyerang tanaman padi sejak berusia satu bulan.

Wes ora panen tenan. Ini sudah keempat kali tidak panen karena diserang wereng,” keluhnya ketika dijumpai, Kamis (26/7/2012).

Dia mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama wereng. Namun tetap saja serangan wereng terus terjadi, bahkan semakin mengganas hingga menyebabkan tanaman padi miliknya mati. Kondisi ini menimbulkan kerugian cukup besar. “Kalau panen bisa dapat Rp15 juta. Tapi ini tidak panen. Padahal untuk biaya garapan habisnya Rp5 juta. Kami hanya berharap ada bantuan obat,” katanya.

Dia mengatakan hampir sebagian besar tanaman padi di Ngringo diserang hama wereng. Serangan wereng terjadi sangat cepat. Dalam sehari tanaman padi bisa langsung mati. Dia mengaku selama ini mengalami kesulitan untuk memutus mata rantai wereng. “Disemprot sampai tenaganya habis ya tetap saja tidak mati,” katanya.

Senada petani lain, Warso yang mengatakan panen kali ini turun hingga 30 persen lantaran sebagian tanaman padinya diserang hama wereng. Beruntung, dia menturkan serangan hama wereng tidak menyerang seluruh lahan pertanian miliknya. “Lumayan masih bisa panen meski turun. Sekarang sudah mulai tanam lagi,” katanya.

Selain wereng, dia mengatakan juga mulai mewaspadai serangan hama keong emas memasuki musim tanam (MT) II. Biasanya hama keong emas menyerang tanaman padi berusian dua pekan.

Read More

HAMA: Masuki MT II, Petani Waspadai Serangan Hama

Petani di Jaten, Kabupaten Karanganyar mulai mewaspadai serangan hama keong emas maupun wereng memasuki musim tanam (MT) II. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama tersebut.

Salah satu petani, Temu, mengaku waswas dengan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam sepekan terakhir. Menurutnya dengan intensitas hujan yang tinggi akan membuat potensi serangan hama keong emas semakin besar. “Kalau airnya terlalu kebanyakan pasti keongnya banyak. Padahal ini hujan terus dan bisa membuat kelebihan air,” ujarnya.

Temu mengatakan berbagai langkah akan dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama keong emas tersebut. Salah satunya dengan mengurangi debit air yang ada di lahan pertaniannya. Dengan demikian keong emas tidak bisa berkembang biak lebih cepat.

Hal senada disampaikan petani lain, Warso yang mengaku cemas akan serangan hama wereng. Apalagi kondisi cuaca tidak menentu yang dikhawatirkan akan menimbulkan potensi serangan hama wereng. “Kadang hujan, kadang panas sekali ini yang bisa membuat wereng berkembang. Jadi ya harus persiapan obat buat ngusir wereng,” katanya. Warso mengatakan serangan hama wereng patut diwaspadai. Hal ini dikarenakan serangan hama wereng mampu langsung membuat tanaman padi kering dan mati sehingga tidak bisa dipanen. Dia tidak ingin serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi petani pada tahun lalu terulang kembali.

Nek tahun wingi blas mboten panen. Wong parine do dipangan wereng kabeh. Dadi tahun iki kudu panen, parine seger ora mati dipangan wereng,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan telah membentuk tim brigade perlindungan tanaman pangan. Tim yang beranggotakan 10 orang ini akan bertugas melakukan gerakan perlindungan tanaman pangan. Artinya jika menerima laporan adanya serangan hama pada tanaman apa pun, tim ini akan langsung bertindak dengan melakukan pembasmian. “Jadi kami telah bentuk tim brigade perlindungan tanaman. Begitu terima laporan ada serangan hama, tim ini yang bertindak,” terangnya

Read More