Tujuh Kecamatan Dihantui Longsor

Hujan yang sudah mulai mengguyur Karanganyar mengingatkan seluruh warga Karanganyar untuk kembali waspada terhadap kemungkinan bencana alam khususnya tanah longsor. Satu pekan lalu sebuah rumah di Kecamatan Ngargoyoso terkena longsoran tanah di belakang rumahnya.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto Wilayah Karanganyar musim penghujan akan dimulai bulan Oktober. “Itu berdasarkan Informasi yang saya peroleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jawa Tengah,” tuturnya.
Heru mengatakan dari 17 Kecamatan di Wilayah Karanganyar setidaknya ada sekitar tujuh kecamatan dan sembilan desa yang masuk zona merah dan perlu diwaspadai terhadap kemungkinan terjadi longsor saat hujan tiba. “Tujuh Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kerjo, Jenawi, Ngargoyoso, Karagpandan, Matesih, Tawangmangu dan Jatiyoso,” Tandasnya.
Jika diperinci, lanjut Heru di Kecamatan Kerjo ada dua desa yakni Desa Plosorerejo dan Gempolan. Untuk Kecamatan Jenawi meliputi Desa Anggrasmanis, Trengguli, dan Gumeng. Sementara di Kecamatan Ngargoyoso, selain Desa Ngargoyoso daerah rawan longsor lainnya yakni Desa Girimulyo, Berjo, dan Dukuh. Untuk Kecamatan Karangpandan yakni Desa Karangpandan, Gerdu, dan Karang.
Sementara Kecamatan Matesih dengan daerah rawan longsornya adalah Girilayu, Koripan, sebagian Karangbangun. Selain itu, daerah rawan longsor juga tersebar di Kecamatan Tawangmangu, mulai dari Desa Gondosuli, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Tawangmangu, Desa Plumbon, dan Desa Tengklik.
Dan khusus untuk Kecamatan Jatiyoso, daerah yang perlu diwaspadai yakni Desa Wonokeling, Wonorejo, Karangsari, dan Beruk. Terakhir, dirinya menegaskan kalau ada gejala atau kejadian bencana apapun masyarakat di Karanganyar dapat menghubungi BPBD karanganyar ke saluran hotline Heru menyampaikan, kalau ada gejala atau kejadian 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. “24 jam, pasti selalu ada petugas yang berjaga nonstop,” imbuh dia.

Read More

Longsor, Satu Rumah Rusak Berat

Rumah Dirjo Sutarmin (44) warga Dusun Karangbangun RT 1 RW X Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso rusak berat setelah dihantam tanah longsor, Rabu petang (12/10). Material tanah dari bukit di belakang rumahnya setinggi empat meter tiba-tiba longsor, tanpa diketahui sebabnya.
Diduga pecahnya pipa saluran air di desa tersebut menjadi pemicu labilnya tanah sehingga menyebabkan longsor. Beruntung seluruh penghuni rumah tak ada di dalam saat kejadian, sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Dirjo mengatakan longsor ini bukan merupakan kejadian pertama kali, tetapi dari sekian longsor yang menimpa rumahnya ini yang paling parah. “Biasanya hanya satu atau dua meter habis hujan tiba, tapi kali ini cukup parah,”.
Dari longsor tersebut, tembok rumah bagian belakang yang berukuran 3×11 meter tersebut mengalami retak-retak dan terlihat mengkhawatirkan. Sementara guna mengamankan rumah tersebut warga sekitar mengganjalnya dengan pagar yang dibuat dari bambu.
Sementara itu, Ketua RT setempat Paiman menduga kejadian longsor tersebut kemungkinan berasal dari pecahnya pipa yang menyalurkan air bersih dari sumber mata air di pegunungan ke tempat warga. Karena terlalu lama sehingga membasahi tanah yang berada persis di atas rumah Dirjo. “Karena terlalu gembur akhirnya tanahnya longsor menimpa rumah Dirjo,” jelasnya.
Paiman menambahkan bahwa 30 persen dari 65 KK rumah warganya merupakan daerah rawan longsor. Dirinya pun berharap Pemerintah segera dapat memberikan solusi terhadap warganya yang terletak di kawasan rawan longsor tersebut.
Di lokasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengatakan bahwa Dusun Karangbangun Desa Ngargoyoso masuk salah satu dalam zona merah kawasan rawan longsor di wilayah Karanganyar. “Selain Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Ngargoyoso juga masuk dalam zona merah rawan longsor,”.

Read More

Dua kecamatan di Karanganyar dilanda longsor

Bencana alam tanah longsor terjadi di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Matesih, Senin (16/5). Di hari yang sama, rumah salah satu warga Kecamatan Jatipuro juga roboh karena diterjang angin kencang yang disertai hujan. Kerugian dari bencana tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

Tanah longsor terjadi di Dusun Sumbersari RT 1/RW I, Desa Kemuning, Ngargoyoso dan di Dusun Balerejo RT 2/RW XI, Desa Koripan, Matesih. Di Balerejo, longsoran talud pondasi rumah milik warga setempat, Sariman Pawiro Wiyono, 50, menimpa rumah Senen Prapto Wiyono. Rumah Sariman terletak di sebelah rumah Senen, yang lokaisnya lebih rendah. “Karena kena longsor, kamar tidur dan dapur rusak.

Menurutnya, saat kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, turun hujan yang cukup deras. Tak disangka, mendadak ada suara gemuruh dari samping rumah Senen. Karena tidak luat menahan gempuran talut rumah yang longsor, dinding rumah Senen pun jebol. Akibatnya, dinding rumah Senen bolong, tanah masuk ke dalam rumah dan dinding rumah pun juga retak.

Sementara di Kemuning, Ngargoyoso, pekarangan rumah milik Pawiro Sukarto, 70, ambrol. Tebing tanah pekarangan berukuran sekira 10 m x 6 m longsor dan langsung menutup jalan desa yang terletak di samping bawah rumah Pawiro. Mengetahui jalan tertutup, warga setempat langsung bekerja bakti membersihkan sisa tanah yang menutup jalan tersebut. Pekarangan rumah milik Jumadi, 45, juga longsor dan merusak kebun jagung di bawahnya.

Rumah roboh
Selain mengakibatkan tanah longsor, hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai angin kencang pada Minggu (15/5) siang hingga malam, juga merobohkan rumah Supoyo, 53, warga Dusun Tegalkatak RT 5/RT II, Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro. Akibatnya, rumah Supoyo roboh. Begitu mendengar suara gaduh di rumah bagian belakang, Supoyo sekeluarga langsung lari keluar rumah. “Atap rumah saya yang bagian belakang langsung roboh,” ujar Supoyo. Ia mengakui, rumahnya yang sudah lapuk itu memang sudah tidak kuat menahan beban. Sehingga saat ada angin kencang, beberapa bagian rumahnya langsung roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengimbau kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada. “Apalagi kalau setelah hujan lebat. Warga yang tinggal di zona merah rawan bencana, segera melapor ke pihak yang berwenang agar bisa cepat mendapatkan pertolongan

Read More

Intensitas hujan tinggi, warga diminta waspada

Warga yang tinggal di daerah rawan bencana baik banjir maupun tanah longsor diminta siaga menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Read More

Jalur Utama Terancam Putus

Longsor di Ganoman, Koripan, Matesih Jumat (6/5) meluas. Kondisi ini memaksa pengendara yang melintasi jalur Matesih – Tawangmangu harus mengantre, sehingga membuat transportasi menjadi tersendat.

Read More

Longsor Terjang Ngargoyoso

Akses jalan di sejumlah dusun di Kecamatan Ngargoyoso terancam putus, setelah wilayah tersebut kembali dihantam longsor, Senin (25/4) sore. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah mengalami kerusakan parah karena tertimpa material longsor.

Read More

Bibir jalan ke Tawangmangu longsor

Tiga kecamatan di wilayah kabupaten Karanganyar kembali dihantam bencana tanah longsor. Bahkan sejumlah titik jalan raya menuju objek wisata Tawangmangu longsor, terutama di bibir jalan.

Read More

PMI Karanganyar gelar penanaman pohon

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar menggelar penanaman pohon di sejumlah area Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. CEO PMI Cabang Karanganyar, Sugiharto, Selasa (29/3/2011) mengatakan penanaman sebanyak 10.000 pohon itu dimulai sejak Sabtu (26/3/2011). Program tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan palang merah Denmark.

(more…)

Read More

Dua Kecamatan Diterjang Longsor

Dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar yakni Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso dihantam longsor. Bencana yang merusak puluhan rumah warga dan infrastruktur itu terjadi secara beruntun, Senin-Selasa (21-22/3) kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, akibat bencana tersebut kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.

(more…)

Read More