DSC_0076 copy

Doakan Korban Musibah, Pelajar SMA Lakukan Shalat Gaib

Karanganyar, Selasa (06/01/2015)

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, SMA Negeri 1 Karanganyar

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, di sekolah itu.

Ratusan pelajar dari SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura.

Tempat ibadah yang terletak di pojok sekolah favorit di Bumi Intanpari itu, dipenuhi ratusan pelajar dari kelas X, XI dan XII berjajar rapi di lantai satu maupun dua di Masjid As Safir, Komplek SMA Negeri 1 Karanganyar, Selasa (06/01).

Selain diikuti para peserta didik, shalat gaib itu juga diikuti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan guru agama SMA Negeri 1 Karanganyar, dengan bertindak sebagai imam Winarno, guru agama Islam. “Shalat gaib berjamaah ini juga mendoakan korban meninggal musibah tanah longsor di Banjarnegara,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karanganyar, Hartono, setelah acara.

Dia juga mengatakan, dengan acara ini anak didik bisa mempunyai rasa empati karena korban bencana alam dan korban jatuhnya pesawat AirAsia. “Yang jelas anak-anak bisa mempunyai rasa peduli sejak dini. Kami sebelumnya juga sudah minta partisipasi mengumpulkan bantuan untuk musibah tanah longsor di Banjarnegara,” jelas Hartono.

Salah satu murid sekaligus jamaah shalat gaib, Nabela Fona Arfianti mengatakan dengan ikut mendoakan diharapankan agar keluarga diberi ketabahan. “Semoga jenazah bisa segera ditemukan, diidentifikasi dan dikuburkan,” jelas pelajar kelas IX ini.pd

Read More
gue copy

TMMD Sengkuyung II, Buat Talud Untuk Halau Longsor

Karanganyar, Kamis (09/10/2014

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan Muspida saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan Muspida saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo

Dalam pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2014, jajaran Kodim 0727/Karanganyar bersama warga Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo membuat talud setinggi enam hingga delapan meter dengan panjang 40 meter.

“Talud jalan ini dibuat karena kondisi awal sering longsor, sehingga perlu pembangunan talud permanen, agar jalan tidak terkikis dan longsor. Selain itu, ditempat ini kondisi jalan sempit, menikung dan curam. Bahaya bagi pengendara kendaraan,” jelas Letkol Inf Marthen Pasunda, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Muspida, Kamis (09/10).

Dalam laporan Upacara Pembukaan di Lapangan Desa Dayu, yang dibacakan Sekretaris Dansatgas TMMD Tahun 2014, Kapten Inf Pranoto, mengatakan pelibatan personil TMMD dari Komando dan staf Satgas sebanyak 10 personil, SST Satgas TMMD Kodim 0727/Karanganyar sebanyak 30 personil. “Terdapat pula unsur pendukung dari Polsek, Senkom, Linmas, Ormas dan masyarakat sebanyak 125 orang. Sedangkan dukungan anggaran sebanyak Rp. 460 juta,” kata Kapten Inf Pranoto.

Pelaksanaan tahun ini dimulai dari tanggal 9 sampai 29 Oktober, selama 21 hari, dengan sasaran fisik rabat beton jalan sepanjang 700 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi delapan sentimeter. Selain itu juga pembangunan gorong-gorong sabnayk satu unit dengan panjang empat meter dan lebar satu meter. Selanjutnya, rehab/plesterisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit. pd

Read More
lbngs

Talut Longsor, Akses Jalan Terputus

lbngsBencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Karanganyar. Kali ini, talut tanah di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso longsor, Selasa (4/2/2014) sekitar pukul 02.30 WIB yang mengakibatkan akses jalan pedesaan yang menghubungkan antardusun terputus.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngargoyoso memicu pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dari talut tanah. Tak berselang lama, talut tanah sepanjang delapan meter longsor. Longsoran tanah memenuhi jalan pedesaan yang mengakibatkan akses jalan di desa tersebut lumpuh total.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan terjadinya pergerakan tanah dipengaruhi hujan lebat selama berjam-jam di sekitar lokasi kejadian. Pergerakan tanah tersebut memicu talut tanah longsor hingga memenuhi bahu jalan pedesaan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Akses jalan pedesaan lumpuh lantaran longsoran tanah memenuhi bahu jalan. Tanah yang longsor disertai bebatuan berukuran besar,” katanya.

Petugas gabungan dari sukarelawan BPBD Karanganyar, kepolisian maupun aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung melakukan kerja bhakti membersihkan longsoran tanah yang memenuhi bahu jalan. Petugas gabungan dibantu warga setempat membersihkan longsoran tanah di jalan selama berjam-jam.

Menurut Heru, kemungkinan besar terjadi longsor susulan di sekitar lokasi kejadian bila diguyur hujan lebat. Pasalnya, posisi tebing sangat miring sehingga membahayakan warga setempat yang kebetulan lewat di lokasi kejadian. “Kerugian akibat talut tanah longsor ditaksir senilai Rp12 juta. Kemungkinan besar terjadi longsor susulan lantaran posisi tebing sangat miring dan curam,” tandas Heru.

Sementara itu, Kapolsek Ngargoyoso, AKP Turmudi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengantisipasi bila terjadi longsor susulan. Para warga diminta tak melewati jalan pedesaan tersebut lantaran sangat berbahaya saat turun hujan lebat.

Menurut Kapolsek, terdapat beberapa lokasi rawan longsor di Ngargoyoso yang berada di lereng Gunung Lawu. “Kami menghimbau agar warga setempat tak melewati jalan di lokasi kejadian saat terjadi hujan. Petugas akan memantau dan memonitor kondisi talut tanah di lokasi kejadian setiap saat,” pungkasnya.

Read More
lngsor

Bukit Longsor, Akses Tawangmangu-Matesih Lumpuh

lngsorBencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Sabtu (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Bukit setinggi sekitar 30 meter yang berada di tepi jalan wilayah setempat longsor sehingga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Tawangmangu-Matesih terputus total.

Menurut Kades Koripan, Kridarto, sebelum bukit tersebut longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. “Hujan deras turun berkali-kali sampai akhirnya tanah di bukit itu ambles dan longsor,” katanya, Minggu (2/2).

 Akibat longsoran itu, separuh lebih badan jalan dengan lebar 4 meter itu tertimbun tanah dan batu sepanjang 1,5 meter. Akibatnya, jalan yang menjadi akses vital Tawangmangu-Matesih tidak bisa dilalui.

 Menurut Kridarto, longsor kali ini adalah yang pertama di desanya sejak tahun 2007 di mana pada tahun itu terjadi longsor dengan skala lebih besar. Kendati terbilang lebih kecil, insiden yang terjadi persis di tepi jalan yang menikung dan menanjak ini membuat khawatir warga. “Kejadiannya pun saat malam hari, di mana penerangan sangat minim. Beruntung saat kejadian insiden berlangsung, tidak ada pengendara yang terjebak,” tuturnya.

 Sejauh ini penerangan jalan umum (PJU) di area lokasi kejadian memang tidak ada. Oleh karena itu, Kridarto meminta kepada Pemkab agar segera memasang PJU sekaligus untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Pemasangan penerangan serta rambu jalan sangat mendesak. Tebing-tebing ini juga perlu dipasangi membran,” tandasnya.

 Camat Matesih, Murdatmo menambahkan warga yang telah mengetahui longsoran itu langsung bersiaga di sekitar jalan dengan memasang papan peringatan sebagai tanda bagi pengendara agar berhati-hati saat melintas. Pasalnya, kondisi jalan pascalongsor memang porak-poranda, ditambah lagi dengan hujan yang masih mengguyur.

 Murdatmo menambahkan, kondisi pascalongsor juga membuat bukit tampak lebih curam. Beberapa bebatuan cukup besar juga rawan jatuh ke jalan. Warga setempat pun berusaha membersihkan bekas longsoran dengan peralatan seadanya. “Selain membersihkan jalanan yang tertutup longsor, bibir bukit juga dikepras. Bebatuan besar yang masih menempel pada bibir bukit juga turut dibersihkan,” lanjutnya.

 Sementara itu, longsor juga terjadi di Dusun Rotogondang, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih. Sebanyak empat rumah sempat terisolir akibat terkena longsoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu. Kini penghuni rumah yang tertimpa longsor sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 Kemarin, jajaran Muspida beserta aparat TNI dan Polri, serta relawan dari SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi timbunan longsor bersama warga setempat. “Papan peringatan bencana harus segera dipasang. Itu penting untuk menjadi penanda bagi pengendara yang melintas,” kata Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More
IMG_1422

Longsor, Akses Jalan Tembus Terputus

Longsor  yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Longsor yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Karanganyar, Selasa (21/01/2014)

Longsor yang terjadi di jalan tembus menghubungkan ruas Tawangmangu-Magetan mengakibatkan jalan yang baru selesai dibangun itu kini lumpuh total. Tanah dari bukit yang cukup tinggi tergerus air hujan dan menutup seluruh badan jalan dibawahnya.

Salah seorang warga, Beni, 26 mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor sejak Sabtu (18/01) malam. Tetapi hujan yang datang terus menerus mengakibatkan terjadi longsor susulan hingga Senin (20/01) kemarin.

“Talud yang memiliki ketinggian sekitar tiga meter ikut tertimbun tanah dari bukit yang longsor. Ketinggian dari longsoran mencapai sekitar enam meter,” jelas Beni.

Beni menambahkan titik jalan yang terkena longsor tidak jauh dari perempatan yang menghubungkan antara jalan lama dengan jalan baru menuju wilayah Magetan yang berjarak sekitar empat kilometer.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kapolsek Tawangmangu AKP Rianto menjelaskan longsor yang terjadi dikarenakan faktor intensitas hujan yang terus menguyur di sekita lokasi.”Sampai saat ini pun (kemarin), longsor dengan kekuatan kecil masih terjadi,” ucapnya.

Kemudian, aparat setempat telah berupaya mendatangkan bantuan alat berat dari Kabupaten Sragen untuk proses evakuasi. ”Proses evakuasi diupayakan secepatnya. Alat berat baru tiba tadi pagi (kemarin) diperkirakan besok pagi (hari ini) jalan baru bisa bersih dari timbunan longsor,” katanya.

Jalan yang tertimbun longsor termasuk daerah berbahaya dengan memiliki tingkat kemiringan dan tanjakan yag cukup curam, namun dalam peritiwa longsor itu dipastikan tidak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kendati arus jalan lumpuh total, namun jumlah pengendara yang terjebak di sekitarnya tidak banyak. “Untuk mengantisipasinya telah dipasang rambu peringatan terjadinya longsor,”tandasnya.pd

 

Read More
DSC_0134 copy

Pemkab Karanganyar Beri Santunan Bagi Warga Korban Tanah Longsor

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Karanganyar, Selasa (07/01/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan santunan langsung kepada warga yang mengalami kerugian akibat tanah longsor di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Pemberian santuan itu langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Kapolres Karanganyar AKBP. Martireni Narmadiana, Senin (06/01) siang.

Painem, (65), warga RT 05 RW 01, Dusun Tegal Rejo mengalami kaki memar sebelah kanan menerima santunan dua juta rupiah. Hujan yang turun sejak Minggu sore mengakibatkan talud yang ada diatas rumahnya roboh sehingga menimpa rumahnya, akibatnya bagian samping mengalami rusak berat. “Saat itu pukul 03.00, Senin (06/01), mbah Painem sedang menjalankan ibadah shalat,” jelas Camat Tawangmangu Yopi Ekojati Wibowo.

Selain itu kandang ternak milik Paiman, juga warga Tegalrejo, tertimpa longsor berakibat rusak. Talud kandang sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter ambrol, akibatnya ternak sapi dan kambing di dalam kandang ikut jatuh.”Kaki salah satu kambing patah. Namun untungnya ternak lainnya masih bisa terselamatkan,” kata Yopi. Dari Pemkab Karanganyar Paiman menerima bantuan sebesar dua juta rupiah.

Warga lain yang mendapatkan bantuan sebanyak satu juta rupiah yakni Mariman mengalami kerugian ternak kambing mati satu, selain itu bagi Suwaji yang akibat tanah longsor talud didekat rumahnya rusak.

“Saat musim hujan kita harus meningkatkan kewaspadaan dan sigap jika terjadi bencana alam. Apalagi Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Bupati Juliyatmono. pd         

Read More
DSC_0053 copy

PMR Tanggap Menghadapi Bencana Alam

Jumpa Bhakti Gembira (Jumbar) PMR dapat meningkatkan ketrampilan dan kepedulian sosial, lapangan desa Matesih, Kamis (26/12)

Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) PMR dapat meningkatkan ketrampilan dan kepedulian sosial, lapangan desa Matesih, Kamis (26/12)

Karanganyar, Jumat (27/12/2013)

Palang Merah Remaja (PMR) dalam menghadapi keadaan darurat saat terjadi bencana alam dapat sigap dan tanggap dengan memberikan pertolongan sebagai relawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi mengatakan saat ini sedang mengalami pergantian musim. “Perlu diwaspadai bila terjadi angin puting beliung, bannjir maupun tanah longsor. Selain itu Kabupaten Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” kata Samsi saat membuka Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Ke 10, di Balai Desa Matesih, Kamis (26/12).

Dia juga berpesan agar dalam kegiatan Jumbara setiap peserta dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilanPMR, dan memupuk jiwa sosial PMR.

Kegiatan yang dilaksanakan dari Kami-Sabtu, (26-28/12) tersebut diikuti oleh 900 peserta yang terdiri PMR Madya sebanyak 22 Kontingen dan PMR Wira dengan 21 kontingen dengan mendirikan tenda di lapangan desa Matesih.

Jumbara tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti travelling, cerdas tangkas, paduan suara, bhakti sosial, galeri karya, dan outbond.pd

 

Read More

8 Kecamatan Rawan Longsor

Delapan kecamatan di Karanganyar rawan bencana tanah longsor selama musim hujan. Wilayah tersebut terdapat di lereng Gunung Lawu yang menjadi lokasi langganan diterpa bencana alam tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan kedelapan kecamatan tersebut yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo, dan Jenawi. Struktur tanah di wilayah tersebut lapuk sehingga rawan terjadi bencana tanah longsor.

“Seluruh daerah yang berada di lereng Gunung Lawu rawan bencana alam tanah longsor saat musim penghujan. Struktur tanahnya lapuk sehingga mudah longsor saat terjadi hujan lebat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2013).

Menurutnya, ada beberapa penyebab bencana tanah longsor di Karanganyar seperti struktur tanah berupa breksi ruf bewarna cokelat kemerahan yang mudah menyimpan air. Tanah tersebut kerap terjadi erosi tebing tanah yang mengancam permukiman penduduk.

Karena itu, pihaknya memasang alat peringatan dini tanah longsor atau early warning system (EWS) yang berjumlah 17 alat. Alat EWS disebar di daerah rawan bencana tanah longsor untuk memantau pergerakan tanah setiap saat. Apabila terjadi pergerakan tanah, alat itu akan mengirim sinyal sehingga warga setempat langsung bisa dievakuasi.

“Struktur tanah di lereng Gunung Lawu mudah longsor, di beberapa lokasi sudah dipasang EWS yang alarmnya langsung menyala saat terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang sebelum hujan. Sebab, angin lisus datang cukup cepat yang mempunyai kekuatan besar untuk menumbangkan pepohonan. Kendati demikian, pihaknya tak dapat memetakan daerah rawan angin lisus lantaran datangnya angin tersebut tak dapat diprediksi.

Sementara seorang warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Budi Prasetyo meminta instansi terkait menyiagakan sukarelawan di lokasi rawan bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor maka warga setempat langsung bisa dievakuasi ke daerah yang aman sehingga tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

Sawah Teruruk Material, Petani Mengeluh

Sejumlah petani yang sawahnya berada di dekat salah satu perumahan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar mengeluh. Karena sawah dan saluran irigasi mereka teruruk material atau limbah pembangunan sebuah perumahan berupa batu dan pasir.

“Sawah saya bagian tepi yang ada di tepi jalan, teruruk pasir dan batu dari perumahan itu sehingga tidak bisa ditanami. Luasnya cukup lumayan karena meski lebarnya hanya kira-kira satu meter tapi memanjang sampai kira-kira 200 meter. Belum lagi saluran air di sepanjang jalan menuju kompleks perumahan itu tadinya juga teruruk pasir dan batu zehingga air tidak bisa mengalir,” ujar salah seorang warga Klodaran, Warsono, 57, ketika ditemui.

Menurut dia akibat teruruk limbah itu sebagian tanah di sawahnya tak bisa ditanami. Karena itu dia berharap pihak perumahan segera membersihkan batu dan pasir yang menimbun sawah dan saluran irigasi tersebut. Dia mengungkapkan beberapa waktu lalu telah menyampaikan keluhan itu kepada Kepala Desa (Kades) Klodran, Warsito. Namun kendati Kades dinilai telah menyampikan persoalan ini ke pihak pengembang, hingga kemarin belum ada tindakan nyata pembersihan limbah itu.

Terpisah, petani setempat lainnya, Ito, 47, mengatakan pihakya bersama beberapa petani lainnya terpaksa membersihkan saluran irigasi dari limbah yang menutup saluran itu secara gotong royong. Sebab keberadaan batu dan pasir pada saluran irigasi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus air.

“Air yang dibutuhkan petani untuk mengairi sawahnya kan melalui saluran irigasi tersebut. Karena itu kami beberapa hari lalu melakukan gotong royong membersihakan saluran irigasi ini,” papar Ito.

Dia berharap pascapembersihan saluran irigasi, air bisa mengalir dengan lancar. Sebab pada musim tanam II ini para petani dinilai banyak membutuhkan air untuk mengairi tanaman mereka.

Sementara berdasar pantauan di lokasi, batu dan pasir hasil pengerukan dari saluran irigasi masih menumpuk di dekat saluran. Dikhawatirkan jika tak segera disingkirkan akan longsor kembali ke saluran tersebut.

Read More

TANAH LONGSOR, Jalur Tawangmangu-Magetan Tertutup

Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Karanganyar tepatnya di Dusun Tlogodingo, Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (6/4/2013) sekitar 21.30 WIB. Akibatnya akses jalan Tawangmangu-Magetan lumpuh total.

Informasi yang dihimpun, Minggu (7/4/2013) menyebutkan hujan lebat yang terjadi pada Sabtu malam memicu pergerakan tanah di lokasi kejadian. Tiba-tiba tebing tanah di pinggir jalan utama yang menghubungkan antara Tawangmangu-Magetan longsor. Tebing tanah yang longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian kurang lebih sekitar 25-30 meter. Dampaknya jalur tersebut terputus total lantaran longsoran tanah memenuhi seluruh bahu jalan. Kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun tak terelakkan lagi. Mereka harus menunggu hingga tim gabungan selesai membersihkan longsoran tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan longsoran tanah langsung memenuhi bahu jalan. Otomatis jalan penghubung antara Karanganyar-Magetan lumpuh total selama kurang lebih 12 jam. “Tidak ada korban jiwa, hanya akses ke dua wilayah yang terputus total. Para pengguna jalan tidak bisa melewati jalur tersebut,”Minggu pagi.

Tim gabungan yang terdiri dari sukarelawan BPBD Karanganyar, TNI-Polri dan warga sekitar melaksanakan kerja bakti membersihkan longsoran tanah yang memenuhi bahu jalan. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop. Setelah dibersihkan selama sekitar enam jam, sebagian bahu jalan bersih dari longsoran tanah.

Sementara Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satlantas Polres Karanganyar untuk mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Arus lalu lintas dialihkan menuju jalur lama yang melewati terowongan.

Pihaknya juga menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur arus lalu lintas yang melewati lokasi kejadian. Kendaraan bermotor yang bisa melewati lokasi longsor hanya sepeda motor secara bergantian. “Sebenarnya kami sudah meminta bantuan ekskavator dari Solo namun hingga sekarang belum datang. Sukarelawan dan warga sekitar berinistif melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran tanah di bahu jalan,” terangnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More