img-20161204-wa0012

Kemensos Beri Santunan Korban Longsor

 

Kominfo

Mensos Khofifah Indra Parawangsa didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat meninjau lokasi longsor di dusun Bulurejo, Karangpandan, Karanganyar, Minggu sore (4/12).

Tiga korban tertimbun longsor di Dusun Bulurejo Kecamatan Karangpandan, Karanganyar mendapat santunan masing-masing lima belas juta rupiah dari Kementrian Sosial. Penyerahan santunan itu langsung diserahkan Menteri Sosial Khofifah Indra Parawangsa di Balai Desa Karangpandan Kecamatan Karangpandan, Minggu sore (4/12).

Penyerahan santunan korban tertimbun longsor diberikan kepada ahli waris korban oleh Menteri Sosial didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo bersama jajaran Forkompinda Karanganyar dan Forkompinca  Karanganyar.

Kominfo

Mensos Khofifah meninjau relawan bersama warga di dapur umum.

Dalam kesempatan tersebuit Mensos juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap satu korban yang masih tertimbun segera ditemukan.

“Atas nama pribadi saya turut berduka, atas musibah longsor yang terjadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah,”ujarnya.

Usai memberikan bantuan terhadap tiga korban tertimbun longsor, Mensos meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Bulurejo Kec. Karangpandan yang menelan tiga korban jiwa yakni satu warga Kerjo dan dua warga Karangpandan. Mensos juga menyempatkan diri untuk melihat dapur umum dan posko pencarian korban.

Pada kunjungan tersebut, Mensos memberikan apresiasi terhadap para relawan yang terus berjuang untuk menemukan satu korban yang masih tertimbun,

Seperti diketahui longsor di Dusun Bulurejo, Kecamatan Karangpandan terjadi pada Selasa siang ((29/11) yang mengakibatkan sembilan petani tertimbun longsor. Enam korban selamat dari musibah sementara tiga lainnya tewas tertimbun longsor.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
web

Hingga Hari Ke Tiga, Korban Longsor Masih Dicari

Pencarian dua korban tanah longsor di areal persawahan Dusun Tegalasri, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan masih dilakukan hingga hari ke tiga ini. Pelibatan personil pada hari ketiga ini sekitar 600 orang yang terdiri dari relawan SAR gabungan, TNI, Polri, serta warga sekitar lokasi kejadian bencana.

Pencarian dua korban tanah longsor di areal persawahan Dusun Tegal sari, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan masih dilakukan hingga hari ke tiga ini. Pelibatan personil pada hari ketiga ini sekitar 600 orang yang terdiri dari relawan SAR gabungan, TNI, Polri, serta warga sekitar lokasi kejadian bencana.

Karanganyar, Kamis (01/12/2016)

Pencarian dua korban tanah longsor di areal persawahan Dusun Tegal Sari, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan masih dilakukan hingga hari ke tiga ini.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Nugroho mengatakan upaya pencarian dua orang petani yang terkena longsor pada, Selasa (29/11) siang sekitar pukul 14.00 WIB, masih dilakukan.

“Operasi hari ini dimulai pukul 08.00 WIB, area pencarian dibagi menjadi tujuh sektor, sektor satu sampai enam masih terpusat di area kejadian sampai dengan jembatan desa, sedangkan sektor tujuh melakukan penyisiran dari jembatan desa sampai dengan jembatan Siwaloh yang berjarak sekitar tiga kilometer,” kata Nugroho, Kamis (01/12).

Pelibatan personil pada hari ketiga ini sekitar 600 orang yang terdiri dari relawan SAR gabungan, TNI, Polri, serta warga sekitar lokasi kejadian bencana.

“Operasi pencarian masih menggunakan peralatan manual dan pompa air serta dibantu menggunakan alat berat,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan alat berat belum bisa masuk ke lokasi pencarian dikarenakan akses masuk ke lokasi pencarian cukup sulit untuk alat berat.

“Saat ini masih diupayakan pembuatan jalur masuk untuk alat berat bisa masuk ke area pencarian, juga dari seluruh sektor belum berhasil menemukan tanda-tanda subyek,” jelasnya.

Dari pembaruan data, tercatat ada satu orang ditemukan meninggal, Sutoyo (74) warga Gondang Gentong, RT 01/ RW 06 Karangpandan. Sedangkan korban selamat terdiri Paimin (66) dan Dikem warga Gondang Gentong, Basuki, warga Ngelo, Salam, Karangpandan, Saimun Sodikromo (55) warga Tegal Sari RT 01/RW 15, Bulurejo, Karangpandan, dan Sukarmi, warga Sintru, Kembang Doplang.

Sedangkan masih dalam pencarian Darmo/Daliyem (70) Tegal Sari, Bulurejo, Karangpandan, Gito (50), Sintru Kembang, Doplang.pd

Read More
DSC_0064 copy

Berada di Zona Rawan Longsor, Warga Jengglong Diminta Pindah

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi hitam) saat melihat dari dekat longsor dari bukit tasin, Senin (15/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi hitam) saat melihat dari dekat longsor dari bukit tasin, Senin (15/02)

Karanganyar, Selasa (16/02/2016)

Warga Dusun Jengglong, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiysoso diminta untuk pindah tempat, karena daerah tersebut berada di zona merah rawan longsor. Terdapat 77 Kepala keluarga (KK), sebanyak 263 jiwa yang menghuni dusun yang diapit oleh dua perbukitan.

“Masayarakat yang berada di Jengglong ini harus berpindah karena berada di lokasi rawan longsor. Jika longsor sangat berbahaya, apalagi curah hujan saat ini cukup tinggi,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Senin (15/02) sore, saat melihat dari dekat lokasi itu.

Dikatakan oleh Bupati, setiap sore atau malam di Jengglong jangan sampai menempati rumah, karena setiap tiga jam mengalami pergerakan tanah sebesar tiga sentimeter.

“Kita masih mencari solusi paling tepat bagaimana untuk memindahkan mereka, karena di Desa Wonorejo hampir tidak ada dataran permukaan tanah untuk memindahkan mereka. Saat ini yang paling utama adalah keselamatan mereka,” kata Bupati Juliyatmono.

Saat akan melihat lokasi longsor dari Desa Wonorejo, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo serta beberapa Kepala SKPD terkait, turun hujan deras dan angin kencang, terlihat aliran air dari atas bukit berwarna cokelat agak hitam disertai material batu kerikil.

“Kemungkinan itu diatas ada pergeseran tanah, atau bahkan ada longsor kecil,” kata Camat Jatiyoso, Sundoro Budhi Karyanto.

Peristiwa longsor di wilayah Kecamatan Jatiyoso, di bukit tasin telah terjadi pada Rabu (10/02) pukul 15.00 WIB, disusul longsoran berikutnya dengan intensitas lebih besar pada Kamis (11/02) pukul 08.00 WIB, dan Kamis malam.

Dua jembatan tertimbun longsoran dari Bukit Tasin sehingga tidak dapat dilewati kendaraan. Tanah bercampur lumpur juga telah menimbun jalan dan lahan pertanian yang berada di wilayah tersebut. pd

Read More
Bukit Tasin Kembali Longsor

Bukit Tasin Kembali Longsor

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (paling kanan) saat meninjau dari dekat longsoran terbaru dari bukit tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Jumat (12/02)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (paling kanan) saat meninjau dari dekat longsoran terbaru dari bukit tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Jumat (12/02)

Karanganyar, Jumat (12/02/2016)
Setelah longsor dari Bukit Tasin yang terjadi dua kali beberapa hari lalu, kembali melongsorkan tanah dengan skala lebih banyak, Kamis (11/02) pukul 00.30 WIB dari pada sebelumnya.

Longsor susulan di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso bahkan telah menimbun alat berat excavator yang sebelumnya untuk membuka jalan yang tertimbun longsor, 13 tiang listrik, satu rumah, lahan pertanian yang berada di lereng bukit dan menyebabkan meninggal hewan ternak berupa satu sapi dan tiga kambing.

Kepala Desa Beruk, Sartono menjelaskan lngsor tersebut terjadi pada Kamis malam. Intensitas hujan deras yang terus menguyur wilayah Jatiyoso mengakibatkan tanah di bukit Tasin menjadi labil.
“Luas longsor menjadi lebih besar sekitar 15 hektar, yang tidak jauh dari longsor sebelumnya,” kata Sartono.

Akibat longsor itu, akses jalan menuju Dusun Pengkok dan Pondok menjadi tertutup material tanah basah bercampur batu.

Saat meninjau di lokasi, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menjelaskan saat ini telah ditanggulangi dengan mengirimkan tiga unit genset untuk Dusun Pengkok dan Pondok yang terisolir, dan mendirikan dapur umum.

“Ada dua tempat pengungsian, bagi 80 KK dengan 250 an orang, di SD 1 Wonorejo, kemudian di Balai Desa Beruk dengan jumlah 300 an orang,” katanya.

Kemudian terkait dengan proses belajar bagi anak-anak didik di Desa tersebut, Rohadi mengatakan Sekolah diliburkan terlebih dahulu, karena yang terpenting keselamatan.

“Kita berikan dispensasi dan koordinasikan dengan Disdikpora Kabupaten Karanganyar, karena kondisinya bencana,” kata Rohadi. pd

Read More
DSC_0074

Bupati Karanganyar Tinjau Lokasi Jembatan Tasin Yang Ambrol

kominfo

Kondisi Tanah Yang Longsor

kominfo

Alat berat diturunkan untuk membersihkan material tanah dan batu yang terbawa longsor.

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono pimpin langsung penanganan Ambrolnya Jembatan Tasin

Sebanyak 140 keluarga dengan 600 jiwa yang tinggal di Dusun Pengkok dan Dusun Pondok Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso terisolir dengan putusnya jembatan Tasin yang ambrol akibat dari longsoran tanah. Longsor terjadi sebanyak 3 (tiga) kali pada Rabu (10/02) dan Kamis (11/02). Mengetahui hal tersebut, Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo langsung menuju ke lokasi kejadian guna memimpin langsung penanganan jembatan yang ambrol.

Dalam wawancaranya dengan pers, Juliyatmono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan segera membersihkan material tanah dan batu yang terbawa oleh longsor untuk kemudian akan dibangun jembatan sementara.

“Satu minggu kedepan warga sudah bisa melalui akses jembatan sementara ini untuk beraktivitas”, Kata Juliyatmono

Juliyatmono menambahkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan membuat jalan alternatif lainnya supaya tidak ada kekhawatiran lagi akan terjangan longsor dikarenakan adanya sumber-sumber air di lereng-lereng membuat posisi tanah di lokasi longsor sekarang terus bergerak labil. (Dishubkominfo Karanganyar) ad/bn

Read More
DSC_0023

Berharmonisasi Untuk Pelestarian Alam

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Karanganyar, Jumat (09/10/2015)
Untuk menjaga kelestarian alam, diperlukan harmonisasi antara manusia dengan alam agar terhindar dari bencana. Hal itu merupakan ajakan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2015, di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Jumat (09/10) siang.

Kabupaten Karanganyar merupakan daerah termasuk mitigasi bencana berupa tanah longsor dan banjir. Pada kesempatan itu ditekankan olehnya, sebaiknya jangan suka menebang pohon terutama di dataran tinggi.

“Menanam untuk sedekah alam. Tanah untuk ditanami bukan dirusak. Jika di rusak maka dia akan ikut merusak pula, untuk itu agar tidak terjadi tanah longsor, salah satu pencegahan yakni dengan menanam pohon,” kata Juliyatmono, dihadapan ratusan peserta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2014 kemarin sudah mencanangkan Gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo, yakni dengan menanam ribuan pohon diberbagai tempat.

“Bulan November nanti kita akan kembali hijaukan Karanganyar,” kata Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo.

Para peserta bimtek itu diikuti pramuka, pelajar, guru, dan perangkat desa setempat. Hadir pula narasumber Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D.,IP-U dan Kepala Bidang Perencanaan Siaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini, Sarjimin dan Wahyu Widodo dari Aktivis SAR Merapi.pd

Read More
DSC_0070

Waspada Longsor, Utamakan Keselamatan Jiwa

Beberapa warga RT 01 dan 02 RW 7, Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi saat berada di posko pengungsian Balai Desa setempat, Senin (16/02)

Beberapa warga RT 01 dan 02 RW 7, Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi saat berada di posko pengungsian Balai Desa setempat, Senin (16/02)

Karanganyar, Senin (16/02/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta kepada pengungsi yang berada di Posko Pengungsian di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi untuk mengutamakan keselamatan jiwanya, karena di Dusun Doksari yang mereka tempati terancam bahaya tanah longsor.
“Selalu waspada apabila hujan turun. Kita tadi sudah keliling, kondisinya memang berbahaya karena dikelilingi tebing dan sudah ada beberapa titik longsor walaupun masih kecil,” kata Bupati Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, sesaat setelah meninjau Dusun Doksari, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Senin (16/02).
Menurut seorang warga setempat, Eko Sugiyono, para pengungsi sudah sejak empat hari ini tinggal di Posko Pengungsian. “Kami hanya membawa uang, pakaian, dan surat berharga. Kalau hewan ternak masih berada di rumah,” katanya.
Di tempat tersebut, ada 125 orang pengungsi dari RT 01 dan 02 RW 7 termasuk anak-anak, dewasa dan lansia, dan 37 Kepala Keluarga (KK). Mereka harus meninggalkan rumahnya karena sejak, Kamis (12/02) kampungnya terdapat rekahan tanah yang mengancam keselamatan.
Dari 37 KK yang terkena dampak tanah merekah dan longsor tercatat 30 rumah, tujuh rumah yang tidak terkena dampak longsor mengantisipasi dengan ikut mengungsi.
Tidak hanya di situ, masih dalam satu Kecamatan yang juga masuk daerah rawan.Hal ini ditandai dengan adanya rekahan tanah di Dusun Jambon, Desa Menjing. Sebanyak 23 dinding rumah retak dan beberapa diantaranya lantai amblas. pd

Read More
DSC_0013 copy

Warga Gempolan Akan Direlokasi ke Tanah Kas Desa

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)

Karanganyar, Jumat (13/02/2015)
Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak perangkat desa (Perdes) Gempolan dan Kecamatan Kerjo, 16 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi rawan longsor bakal dipindahkan ke tanah kas desa setempat. Keputusan ini sehubungan dengan instruksi Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk merelokasi warga yang berdomisili di area rawan longsor.
Kepala Desa (Kades) Gempolan, Sukiman mengatakan telah mencari lokasi yang cocok untuk 16 KK tersebut. Akhirnya, pihaknya mengajukan lahan milik kas desa sebagai pengganti lahan yang nantinya digunakan untuk membangun rumah mereka.
Dia menceritakan lokasi yang baru itu tidak jauh jaraknya dari rumah mereka yang rawan longsor yakni sekitar 200 meter. “Kalau dirata-rata per rumah nanti luasnya 200 meter persegi, paling total sekitar 3.600 meter persegi. Nanti bentuknya adalah swakelola. Warga mendapatkan hak pakai. Sedangkan untuk rumah sebelumnya tetap menjadi hak warga. Tapi semuanya terserah warga setuju atau tidak,” kata dia, Kamis (12/2).
Lokasi yang lama menurutnya memang sudah tidak layak. Pasalnya, sesekali ada getaran dan ditakutkan mengakibatkan adanya longsoran. Oleh karena itu, sebelum musibah terjadi, Pemkab melakukan langkah antisipatif.
Camat Kerjo, Tri Widoyo menegaskan penggunaan tanah kas desa untuk relokasi tersebut baru rencana. “Kalau warga yang bersangkutan setuju, maka saya akan segera melaporkannya ke Bupati,” katanya. pd

Read More
DSC_0005 copy

Rawan Longsor, Warga Gempolan Diminta Pindah

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mengunjungi posko pengungsi di Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02) malam

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mengunjungi posko pengungsi di Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02) malam

Karanganyar, Kamis (12/02/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono menghimbau kepada 16 kepala keluarga (KK) di Dukuh Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo mau dipindahkan (relokasi). Mengingat, pemukiman mereka rawan longsor sehingga mengancam keselamatan warga setempat.
Saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut, Rabu (11/02) malam, Juliyatmono yang didampingi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengatakan jika Pemkab berkeinginan agar warganya bisa mengantisipasi bahaya longsor. Salah satunya dengan jalan relokasi ke lahan yang dirasa lebih aman.
“Jangan tinggal di sini, bapak. Lokasi ini sangat berbahaya. Jangan nekat tinggal di sini karena kami khawatir nantinya akan longsor,” katanya.
Pemkab pun meminta Kepala Desa (Kades) Gempolan untuk berkoordinasi dengan Camat Kerjo untuk bisa mencarikan lokasi yang aman untuk mendirikan rumah. pd

Read More
DSC_0665 copy

Banyak Rekahan Tanah, Gubernur Jawa Tengah Minta Warga Di Relokasi

Karanganyar, Kamis (29/01/2015)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblasan tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblas tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta agar warga yang menempati area rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar segera di pindahkan tempat tinggalnya.

Di lokasi itu, terdapat 12 rumah warga yang rawan bencana tanah longsor. Bahkan rumah milik Wagiman, RT 2 RW 3, halaman depan, dan teras sudah amblas sekitar satu meter. Selain itu, di dalam rumah juga terdapat rekahan lantai dan dinding.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang saat itu didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo meminta agar warga di tempat itu segera direlokasi. “Tingkat pergeseran tinggi, suka tidak suka, mau tidak mau, ya pindah. Teryata warga punya tanah diatas. Pemerintah akan membuatkan rumahnya,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (28/01) petang saat di lokasi.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, Pemerintah akan membiayai pembangunan rumah 12 warga itu dengan dana Rp. 45 juta per rumah, yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BNPB Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. “Disini masih terdapat budaya gotong royong. Masih ada bagian rumah yang bisa dipakai,” jelasnya.

Di area lokasi rawan bencan itu, terdapat alat Early Warning System yang bisa berfungsi untuk mendeteksi gerakan tanah, sehingga warga dan pendamping bisa memantau kondisi setiap saat. “Tinggal menghitung hari saja. Jangan sampai seperti peristiwa di Jemblung, Kabupaten Banjarnegara terulang disini,” katanya. pd

Read More