DSC_3715

Anak Tangga Ke Puncak Gunung Lawu Bakal Direalisasikan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (Berbaju putih dan berpeci) memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait rencana groundbreking anak tangga ke puncak lawu di halaman setda Karanganyar, Rabu (01/08)

 

KARANGANYAR – 1 Agustus 2018

Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membuat anak tangga ke puncak Gunung Lawu bakal segera diwujudkan. Rencananya, Pemkab Karanganyar bakal melakukan groundbreking anak tangga dari Cemoro Kandang ke Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu pada tanggal 17 Agustus mendatang. Proyek spektakuler tersebut diperkirakan akan selesai pada tahun 2020.

“Kami akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan anak tangga menuju puncak Lawu usai upacara detik-detik proklamasi. Dana pembangunan itu sepenuhnya Coorporate Social Responsibility (CSR),” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai melounching agenda menyambut kemerdekaan ke 73 di halaman Setda didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto Rabu (1/08)

Dia menambahkan tujuan pembangunan itu adalah kesejahteraan masyarakat. Sebab orang yang datang akan berlibur dan menikmati pemandangan Gunung Lawu. Sehingga duit akan diberikan ke masyarakat Karanganyar melalui membeli makanan, souvenir dan lain sebagainya. Juliyatmono mengilustrasikan pembangunan anak tangga tersebut seperti halnya anak tangga ke Grojogan Sewu. “Saya tegaskan ini jalan baru bukan jalan yang selama ini dilalui pendaki. Sehingga nantinya menuju Argo Dumilah ada tiga cara. Pertama menggunakan jalur jalan kaki yang selama ini dilalui, kedua menggunakan tril atau kendaraan, ketiganya adalah jalan baru dan benar-benar baru dengan menggunakan anak tangga,” tambah orang nomor satu di Karanganyar tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan relawan. Artinya nanti yang mengerjakan relawan dengan didampingi teknis dari DPU. Paling lambat, menurut Titis pembangunan anak tangga itu akan selesai pada tahun 2020. Jalan baru dengan anak tangga tersebut salah satunya akan menuju kawah di Gunung Lawu yang selama ini belum dilihat masyarakat luas. “Sekali ini bagian dari wisata pesona alam yang luar biasa. Mungkin, hanya Gunung lawu yang akan mempunyai anak tangga,” imbunya,

Dia mengatakan dengan anak tangga tersebut, dijamin pendaki tidak akan tersesat. Sebab ini bagian dari wisata alam hutan raya. Pihaknya berharap orang yang hanya ingin wisata menaiki Puncak Gunung Lawu dengan tangga akan mendapatkan pemandangan yang mempesona dan luar biasa. (hr)

Read More
DISKOMINFO

Grand Final Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2018 Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_2763

Aditya Putra dan Sarah Pungky “Jupe“ Berhasil Raih Juara Putra Putri Lawu 2018

Karanganyar, 27 Juli 2018

Perhelatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2018 Kabupaten Karanganyar tadi malam, Kamis 26 Juli 2018 diselenggarakan dengan begitu megah di De Tjolomadu, Colomadu. Bangunan yang sudah selesai direnovasi tersebut memang luar biasa megahnya. Di salah satu ruangan di kompleks bangunan tersebut acara malam itu memang berhasil memikat banyak pengunjung. Seperti  yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto ruangan yang  berkapasitas 1.200 (seribu dua ratus) tersebut penuh dengan tamu undangan serta para pendukung peserta finalis.

Disampaikan pula oleh Titis acara tersebut bisa terselenggara berkat dukungan dari banyak pihak selain APBD Karanganyar. Peserta pemilihan Putra Putri Lawu tahun ini, lanjut Titis sebanyak 92 orang yang kesemuanya layak maju ke tingkat Provinsi. Akan tetapi karena hanya satu pasang yang berhak mewakili Kabupaten maka dipilih yang terbaik.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir didampingi Forkompimda dan seluruh Kepala Perangkat Daerah menyatakan merasa bangga dengan adanya De Tjolomadu yang baru saja diresmikan dan saat itu bisa mempergunakan gedung tersebut untuk perhelatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Lawu.

“De Tjolomadoe yang sekarang sering dipakai untuk event-event internasional ini merupakan cagar budaya yang harus dijaga. Dengan menggeliatnya Kecamatan Colomadu dengan hadirnya De Tjolomadoe ini supaya saling sinergi, saling mengisi untuk kepentingan pergerakan perekonomian Solo Raya dan sekitarnya. Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih karena bias menggunakan tempat ini. Saya berharap dengan tempat yang special ini bias membangkitkan semangat lebih baik. Grand  final Duta Wisata adalah sarana dari pemerintah yang diberikan untuk anak-anak yang cerdas, punya talenta menjadi lebih baik, memiliki rasa percaya diri sesuai bakat talenta yang dimiliki masing-masing. Acara ini adalah pintu masuk untuk membuat anak-anak sukses demi masa depan dengan tetap rendah hati sebagai pemuda-pemudi  Karanganyar sebagai warga Negara yang baik. Mari kita cintai Karanganyar, cintai Jawa Tengah, cintai Indonesia sepenuh hati dengan berpikir baik, positif, mempromosikan budaya, atraksi, obyek wisata di Karanganyar sehingga banyak orang datang ke Karanganyar,” ungkapnya.

Acara yang dimeriahkan dengan pertunjukan penyanyi dari Solo yang sudah terkenal sampai ke manca negara, Sruti Respati ini berhasil memukau seluruh hadirin. Bahkan Juliyatmono pun bekenan duet menyanyi bersama Sruti.

Dewan juri pada acara semalam terdiri dari 5 (lima) orang yaitu Daryono, owner  Sinergi Event Organizer, Sri Esti Sulistiantini, guru Bahasa Inggris SMKN 2 Karanganyar, Sisto Asresto, Direktur Sales and Marketing Novotel Semarang dan General  Manajer Fave Hotel Solo Baru maupun Solo, KRA. Juritno Yudo Adiningrat, abdi dalem Kasultanan Surakarta Hadiningrat, serta Putri Ira Kartikasari, Ketua Persit Kartiak Candra Kirana Karanganyar.

Setelah dilakukan penilaian dengan seksama oleh para juri melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada semua peserta akhirnya diputuskan bahwa pemenang Putra Putri Lawu tahun 2018, berturut–turut dari Juara 3 hingga 1 adalah Yustisiawan Candra (Karanganyar) dan Fajar Kurnia Fauza Afani (Karanganyar), Christya Omega (Jenawi) dan Livya (Ngargoyoso), serta Aditya Putra Dewantara (Kerjo) dan Sarah Pungky Astuti (Karanganyar). Aditya Putra Dewantara berhasil meraih juara pertama setelah menjawab pertanyaan juri tentang jenis-jenis narkoba, sedangkan Sarah Pungky Astuti, yang biasa dipanggil “Jupe” oleh teman-temannya, berhasil meraih juara pertama setelah dengan tepat dan tegas menjawab pertanyaan juri tentang pengertian sadar wisata. Para pemenang berhak menerima hadiah berupa piala dan uang pembinaan. Demikian Diskominfo. (krs/adt/ard)

Read More
DSC_4760

Peserta Nampak Serius Jalani Tes tertulis dan Interview Putra-Putri Lawu

Diskominfo

Peserta seleksi Putra Putri Lawu (Duta Wisata 2018) nampak sangat serius menjalani tes tertulis yang di laksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa(17/07).

Karanganyar, 17 Juli 2018

Sebanyak 85 Peserta sangat serius saat menjalani tes tertulis dan tes interview dalam rangkaian tahap seleksi Putra Putri Lawu (Duta Wisata 2018) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, itu nampak dari raut wjah beberapa peserta dan kondisi saat tes yang sangat hening pada, Selasa (17/07).

Menurut Ibu Rudra salah satu panitia penyelenggara, dari total 91 peserta yang mendaftar, hanya 85 peserta yang hadir saat pembekalan dan pengarahan hari pertama dan tes di hari keduanya. Jumlah tahun ini memang berkurang dari jumlah pendaftar tahun lalu di 2017, akan tetapi Disparpora selaku Dina penyelenggara mengaku optimis dalam pelaksanaan tahun ini akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sebagai Juri dalam tahap tes interview adalah Bp.Daryono (Pimpinan EO Sinergi), Bp.Sistho (GM The Alana Hotel Solo), dan Ibu Sri esthi Sulistyantini, S.Pd, M.Pd.

Nantinya hanya akan di ambil 10 pasang Putra Putri Lawu di tahun 2018, dengan rincian 10 putra dan 10 putri. Setelah terpilih 10 pasang itupun mereka masih akan melewati tahap yang lebih sulit lagi, diantaranya masa karantina sebagai pembekalan 10 besar yang akan dilaksanakan di beberapa tempat. Di RRI Surakarta, Museum situs manusia purba Dayu, latihan koreografi, dan di akhir masa karantina mereka akan ada pelatihan khusus di di Hotel Alana.

Akan ada Beauty Class oleh Tim dari La Tulip, Fotoshoot, dan yang terakhir para 10 finalis akan diminta untuk unjuk kebolehan bakat masing-masing. Ini yang biasanya menjadi tantangan terberat dari para peserta finalis.

Sebagai malam puncak Grand Final yang nantinya akan di gelar di De Tjolomadoe. (Ind/Ard)

Read More
DSC_4708

Seleksi Putra Putri Lawu (Duta Wisata 2018)

Read More

Sate Lawu

Read More
DSC_3068

Tour de Lawu King Of Mountain, menempuh jarak 45 km

Read More
DSC_0302

Gunung Lawu dijadikan tempat untuk memperingati Hari Gunung Sedunia

Read More
large-gunung-lawu-02fca3aec47cf062a2b7b8b1e112e506

Lawu Jadi Sejarah Hari Gunung Sedunia

KARANGANYAR – 06 Februari 2018

Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar akan mencatatkan sejarah di dunia. Gunung yang berketinggian 3.265 diatas permukaan laut akan dijadikan tempat untuk memperingati Hari Gunung Sedunia. Selain mempunyai keanekaragaman hayati, Gunung lawu menjadi spirit untuk menjaga perdamaian dunia.

“Kemarin sudah diawali dengan penanaman pohon sakura oleh Toyota. hari Kamis tanggal 08-02-2018 akan ditetapkan sebagai hari gunung sedunia. Momen ini sebagai tanda kita terus menjaga dan melestarikan gunung lawu,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Sementara penanggung jawab acara, Bayu Aji penandatanganan prasasti hari Gunung sedunia akan dilakukan di petak 37 A, KPH Lawu Utara, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Acara ini diprakarsai atas usul Pemkab Karanganyar dan Tokoh Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani. Harapan penandatangani ini untuk menjaga kelestarian gunung lawu. “Ditambah potensi pariwisata di Gunung Lawu agar lebih banyak dan bisa mensejahterakan masyarakat,” tambahnya. (Hr/Adt)

Read More
puncak lawu 3

Puncak Lawu

Read More