DSC_1309

Seminggu Grebek Lawu di Tawangmangu

Masysrakat Tawangmangu berebut gunungan sayur-sayuran pada pembukaan grebek lawu Gelar BUdaya di Terminal Tawangmangu

 

 

KARANGANYAR – 25 Nopember 2018

 

Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang wisatawan. Salah satunya melalui Grebek Lawu di Tawangmangu. Acara yang akan digelar satu pekan mulai 26 Nopember-1 Desember menampilkan kesenian modern dan tradisional di area terminal Tawangmangu.

Pembukaan Grebek Lawu dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Orang nomor satu di Karanganyar menaiki kuda dari lapangan Bener Tawangmangu menuju area terminal Karanganyar. Arak-arakan itu terdiri dari batik carnival, gunungan buah dan sayur-sayuran, ratusan penari dan masyarakat setempat dengan membawa buah-buah dan sayur hasil bumi mereka. Sepanjang perjalanan menuju area terminal Tawangmangu, ribuan pasang mata dan wisatawan melihat arak-arakan tersebut. “Gelar Grebek Lawu akan digelar selama satu minggu dari mulai 25 Desember- 1 Nopember. Menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Karanganyar,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa yang juga sekali panitia

Dia menambahkan dalam satu pekan tersebut, akan diisi mulai dari Kirab budaya, parade reog, band dari pelajar. Untuk hari Senin ada ketoprak, Selasa gelar seni budaya dari SMP se kabupaten Kra. Rabu keroncong, Kamis gelar dalang bocah, Jumat parade keroncong. Sabtu parade campur sari satu hari penuh. “Kegiatan ini dilaksanakan sengkuyung dan partisipasti dari seluruh masyarakat Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan seminggu ini dimulai Tamasya atau wisata. Sebab Grojogan sewu dan Gunung Lawu makin mempesona. Pihaknya akan menjaga gunung lawu dari tangan jahil siapapun. Dimulai 17 Agustus lalu dengan peletakaan batu pertama pembuatan anak tangga sampai puncak lawu. Diperkirakan 2020 akan selesai dan nantinya akan ada lampu sampai ke puncak Argo Dumilah supaya pendaki tidak tersesat. “Merawat gunung lawu dengan membuat anak tangga ini akan mengundang banyak ke wisatawan Gunung lawu. Sambil budaya tawangmangu yang banyak sekali perlu digelorakan terus, seperti mondosiyo, dukutan, reog,” imbuhnya.

Grebek lawu, tambah Bupati Karanganyar akan digelar selama satu minggu. Inti dari kegiatan ini adakah menjaga kelestarian alam, dan terus menjaga budaya, seperti reog. Sebab budaya merupakan alat perekat dan mempersatukan masyarakat. Kunjungan wisata satu minggu akan penuh ke karanganyar soalnya semua akan berkunjung ke bumi intanpari. “Satu minggu ini duit akan muter di Tawangmangu. Yang bergadang dijamin akan laris, lancar dan sukss. Sebab semua datang kemudian makan disini,” imbuhnya. (hr/Ina)

Read More
DSC_4860

Pengenalan cita rasa Kopi Lawu di River Hill hotel and Resort Tawangmangu

Read More
DSC_4849

Pengenalan Cita Rasa Kopi Lawu

Kominfo

Proses penyajian Kopi Lawu di River Hill, Rabu (31/10).

Karanganyar, 31 Oktober 2018

Dalam rangka mendorong pengembangan produksi kopi khas Bumi Intanpari, Pemerintah Kabupaten Karanganyar  melalui Dinas Pertanian dan Pangan, menyelenggarakan Pengenalan cita rasa Kopi Lawu di River Hill hotel and Resort Tawangmangu, Rabu(31/10).

Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan serta mendorong minat pengusaha kopi untuk menjadi komoditas unggulan yang selama ini belum terlalu dikenal.

Asisten II Ir. Siti Maisyaroch, M.Si yang hadir mewakili Bupati Karanganyar didampingi Kepala Inspektorat, Kepala Dinkes, dan Kepala Dispermades, dalam pidato sambutannya menyampaikan Kopi Lawu ini harus segera di branding dengan bagus agar lebih menarik masyarakat Karanganyar maupun masyarakat dari luar Karanganyar untuk menikmatinya dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mensupport pengembangan kopi.

“ Kopi Lawu harus punya ciri khas yang lain dari kopi-kopi yang sudah ada saat ini “, tegasnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo, cita rasa khas Kopi Lawu dari Kabupaten Karanganyar memiliki karakteristik yang berbeda dengan dari daerah lain.

”Harapannya agar memberikan pengembangan kopi bagi petani serta pengenalan upaya mendorong pembangunan kopi khas Karanganyar,”tuturnya.

 

Demikian Diskominfo (In/Ard/Lp)

Read More
DSC_1907

Festival Kopi Lawu : Arabica Karanganyar Juara Harapan II se Jawa Tengah

Kominfo

Bupati Karanganyar saat mencicipi Kopi Arabica Karanganyar yang dilombakan bulan Mei lalu dan memperoleh Juara Harapan II se Jawa Tengah setelah memberikan pidato sambutan dalam acara Festival Kopi Lawu 2018, Senin(01/10).

Karanganyar – 01 Oktober 2018

Festival Kopi Lawu 2018 mengundang animo masyarakat pecinta kopi di Kabupaten Karanganyar, ratusan warga yang didominasi kaum muda-mudi penikmat kopi penuhi pelataran selatan taman air mancur Karanganyar karena ingin menikmati berbagai macam racikan kopi asli dari Karanganyar, Senin(01/10).

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir beserta Forkopimda, didampingi assisten dan beberapa kepala OPD dalam festival kopi lawu ini sangat antusias melihat animo masyarakat pecinta kopi di  Karanganyar sangat luar biasa.

Kopi adalah komoditas expor non migas yang sangat terkenal seantero dunia, orang nomer satu di bumi intan pari ini berharap kopi lawu bisa mendunia melalui sentuhan hebat pemuda – pemuda yang mampu meracik kopi lawu ini menjadi luar biasa nikmat untuk dinikmati berbagai kalangan.

Sementara Dofi Meihantoro sang pemilik Dof Coffe menjelaskan, bulan Mei yang lalu kopi lawu yang mereka namai Arabica Karanganyar meraih juara harapan II se Jawa Tengah. “ Ada rasa khas tersendiri dari arabica Karanganyar ini yang mampu membuat rasanya bisa bersanding dengan kompetitor kopi-kopi lain yang sudah kawakan “ ujar pemuda Karanganyar tersebut.

Mulai dari uji ke khas-an dari rasa kopi itu sendiri, kemudian ada uji cita rasa, kapping layak atau tidaknya, ketebalan dan taste notes nya yang dinilai dewan juri.

Dofi juga menambahkan bahwa sebenarnya kopi arabica Karanganyar ini belum layak untuk dilombakan bahkan mendapat peringkat itu sudah lumayan karena kopi yang ia bawakan untuk dinilai masih ada rasa getahnya.

“ kopi yang disuguhkan di festival ini lebih enak dari yang dibawa lomba karena sudah tidak ada rasa getahnya “, imbuhnya. Kopi dari tanam hingga panen membutuhkan waktu yang lumayan lama, yaitu 3 tahun, ada indukan tanaman kopi di gunung lawu yang diambil dan di tanam di berbagai daerah di Karanganyar yang tanahnya cocok untuk ditanami kopi. Ada Gondosuli, Jenawi, Jatiyoso, Jatipuro yang tanahnya cocok.

Dari indukan sama, akan tetapi disetiap daerah yang ditanami kopi memiliki aroma rasa yang berbeda-beda setelah diolah. “ paling enak yang di Gondosuli mas “, jelas Dofi. Ada ciri khas sedikit asem yang membuat rasanya luar biasa nikmat.

Hadir pula pada Festival Kopi Lawu 2018 ini Anggota dewan DPR RI dari partai PAN yaitu Ibu Laila Istiana sebagai nara sumber dalam dialog interaktif bersama Kepala Disparpora Karanganyar.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More
DSC_1904

Festival Kopi Lawu 2018

Read More
cemorokandang-gunung-lawu

Save Gunung Lawu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan untuk menjaga dan mensuburkan Gunung Lawu agar terhindar dari musibah

 

KARANGANYAR – 29 September 2018

Gempa yang disusul Tsunami terjadi di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah Jumat pekan lalu, membuat Pemkab Karanganyar waspada. Salah satunya adalah Save Lawu atau penyelamatan Gunung Lawu. Karanganyar mempunyai Gunung Lawu yang hendaknya dirawat dan dijaga

“Jaga dan suburkan kembali Gunung Lawu agar kita semua dijauhkan dari musibah. Terima kasih juga untuk orang-orang yang peduli dengan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Donggala dan Palu,” papar Bupati Karanganyar pada saat malam hiburan pentas seni napak tilas perjuangan penyelamatan RRI di Balong Jenawi, Sabtu (29/09)

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat untuk tidak membuang air besar secara sembarangan. Sebab, Karanganyar ini sudah menjadi contoh daerah-daerah lain dalam stop buang air sembarangan. Beberapa waktu lalu, Sekda Karanganyar sudah memaparkan program tersebut di Bali. Pihaknya meminta masyarakat untuk membuang air besar di wc rumah masing-masing. Jangan sampai di sungai atau ditempat umumnya lainnya. (hr/adt/ard/tgr)

 

 

Read More
Sate Lawu 1

Sate Lawu Tawangmangu

Read More
DSC_9197

Mengapresiasi Pelajar Melalui Panggung Seni Lawu Fair

Kominfo

Rombongan Forkopimda hadiri Pentas Seni Pelajar di terminal Tegalgede Karanganyar

Karanganyar, 25 Agustus 2018

Terminal Tegalgede Karanganyar menjadi salah satu titik digelarnya panggung Pentas Seni Pelajar se Kabupaten Karanganyar dalam rangka dirgahayu Republik Indonesia ke-73. Malam itu pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar 40 titik panggung pentas seni bagi masyarakat Karanganyar yang diselenggarakan di seluruh Kabupaten di Karanganyar.

Dipadati puluhan siswa-siswi SMA/SMK di Kec. Karanganyar dan masyarakat sekitar terminal Tegalgede, acara pentas seni pelajar ini dibuka oleh penampilan group band dari SMA Negeri 1 Karanganyar yang membawakan lagu nasioanal “indonesia Pusaka” dan lagu dandut “sayang 2”.

Hadir dalam acara pentas seni pelajar yang digelar di Terminal Tegalgede tersebut rombongan Forkopimda Karanganyar yang dipimpin oleh Sekda Karanganyar Drs.Samsi.M.Si. Didapuk untuk memberikan sambutan mewakili rombongan Forkopimda adalah Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Muhammad Ibrahim Muchtar Maksum.

Dalam pidato sambutannya Dandim Karanganyar tersebut menyampaikan bahwa untuk mengapresiasi bakat pelajar adalah dengan adannya panggung hiburan pentas seni seperti malam ini, beliau juga sangat berharap pelajar di Kabupaten Karanganyar tidak ada yang terjerumus dengan narkoba dan pergaulan bebas karena itu bisa merusak masa depan pelajar itu sendiri.

Setelah pidato sambutan dari Dandim 0727 Karanganyar, rombongan Forkopimda berlanjut menuju titik panggung Lawu Fair yang digelar berbarengan di plaza Alun-alun Karanganyar.

Demikian Diskominfo(Ard)

 

Group Band SMA Negeri 1 Karanganyar membuka pentas seni pelajar di terminal Tegalgede

 

 

Read More
DSC_2935

Groundbreaking Anak Tangga Ke Puncak Lawu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meletakkan batu pertama pembangunan anak tangga sampai ke puncak lawu.

KARANGANYAR – 1 Agustus 2018

Pelan tapi pasti. Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membuat anak tangga ke puncak Lawu mulai terwujud. Sekitar pukul 13.00, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Forkopimda groundbreking atau peletakan batu pertama pembangunan anak tangga ke puncak lawu. Pembangunan tersebut murni CSR dari perusahaan dan perorangan yang peduli terhadap Gunung Lawu.

“Ini satu-satunya di dunia, anak tangga sampai puncak gunung. DI hari bersejarah yakni tanggal 17 Agustus 2018 kami meletakkan batu pertama tanda dimulainya anak tangga sampai ke puncak lawu,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono sebelum meletakkan batu pertama.

Dia menambahkan rencananya anak tangga ini akan diresmikan tanggal 17-08-2020. Pembuatan anak tangga ini diperkirakan akan selesai dalam dua tahun. Meski demikian, jika selesai sebelum 2020 maka akan lebih baik. Motivasi Pemkab, menurut Juliyatmono adalah ikut menjaga gunung lawu agar terus “wilujeng slamet”, aman dan nyaman. “Tempat ini menjadi tempat bersejarah terbentuknya Republik Indonesia.Sebab Gunung lawu sangat indah, dan mempesona,” imbuhnya.

Lebih jauh, Juliyatmono mengatakan tidak ada niatan sama sekali untuk eksploitasi gunung lawu. Justru ini merawat dan ikut menjaga kelestarian dan kesuburan Gunung Lawu. Gunung Lawu sebagai genthong airnya se soloraya harus tetap terjaga dengan baik. Rembesan dari akar gunung lawu sampai ke bengawan solo butuh 10 tahun sehingga harus tetap terjaga. “Orang Ke puncak lawu tidak akan tersesat karena ada anak tangga dan pegangan. Ke depan juga akan ada lampu sehingga naik ke puncak lawu lebih nyaman,” imbuhnya. (Hr/Adt)

Read More

Peninjauan Persiapan Pembangunan Tangga ke Puncak Gunung Lawu

Read More