DSC_0183

Jumpa Pers PUDAM Tirta Lawu Karanganyar

Read More
DSC_0193

Mulai Juni 2019 PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Naikkan Tarif Dasar Air

 

Karanganyar – 26 April 2019

Sesuai aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 71 Tahun 2016, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar akan menaikan tarif dasar air.

Aturan itu mulai berlaku pada Juni 2019.

Aturan kenaikan tarif dasar air itu diungkapkan Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto saat Jumpa Pers bersama wartawan di salah satu rumah makan yang ada di Karanganyar pada Jumat (26/4/2019).

Prihanto mengatakan, mulai Juni 2019, pihaknya akan menaikkan tarif dasar air.

Tarif dasar air rumah tangga satu (R1) yang awalnya sebesar Rp 1.300 per meter kubik, naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 1.500 per meter kubik.

“R1 naik Rp 200, R2 naik Rp 300 dan R3 naik Rp 450 per meter kubik,” katanya saat jumpa pers.

Ia menjelaskan, dalam rentan waktu 10 tahun, PUDAM belum menaikkan tarif dasar air terhitung mulai dari 2009 sampai 2019.

“Kalau masih menggunakan tarif lama maka tidak bisa mencukupi, apalagi saat ini PUDAM berencana mengambil sumber mata air di lereng Gunung Lawu.

Harapannya semua sumur yang ada nantinya bisa tergantikan mata air dari Lereng Lawu,” terangnya.

“Kenaikan ini berlaku selama 5 tahun. Nanti akan kami evaluasi “ .

Apakah menaikkan tarif lagi atau tidak, tergantung Kabupaten Karanganyar.

Kenaikan (tarif dasar air) paling rendah se- Jawa Tengah adalah Kabupaten Karanganyar.

Kenaikan paling rendah hanya Rp 200, lainnya bisa naik Rp 1.000 ke atas,” lanjutnya.

Berdasarkan analisis keterjangkauan yang disyaratkan dalam Permendagri No 71 Tahun 2016, pemakaian kebutuhan pokok air minum kepada masyarakat berpehasilan rendah tidak boleh lebih dari empat persen dari UMK.

“Maka dengan UMK Kabupaten Karanganyar Tahun 2019 sebesar Rp 1,83 juta, maka empat persennya adalah Rp 73.320. Sedangkan dengan penyesuaian tarif pelanggan rumah tanggga satu (R1) dengan pemakaian 10 meter kubik hanya membayar Rp 22,500 atau 1,23 persen, sehingga itu masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pemasangan, bagi pelanggan baru masih diberlakukan tarif lama (promo) yaitu sebesar Rp 1.050.000, sedangkan yang tidak menggunakan promo sebesar Rp 1.550.000.

Prihanto mengungkapkan, sampai saat ini PUDAM Tirta Lawu Karanganyar memiliki 13 sumber air. “Di Kecamatan Ngargoyoso ada 5, Kecamatan Matesih ada 2, Kecamatan Jenawi ada 2, Kecamatan Jumapolo ada 1, dan Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso ada 3,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, bekerja sama dengan Perhutani, pihaknya berencana akan membuka sumber air baru di daerah Tawangmangu.

“Perjanjian kerja sama dengan Perhutani, ada 8 sumber air di Tawangmangu.

Sampai saat ini belum bisa diambil karena perjanjian kerja sama masih Jumat depan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya penyesuaian tarif ini, PUDAM Tirta LAwu Karanganyar dapat meningkatkan pelayanan dan cakupan pelayanan dengan melaksanakan investasi pengembangan.

“Sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baik khususnya pada kualitas, kuantitas,kontinuitas, dan keterjangkauan,” tandasnya.(Ard/Adt)

Read More
IMG_9990_

The Lawu Park, Tawangmangu

Read More
IMG_4871_

Taman Wisata Sakura Lawu (Sakral)

Read More
DSC_5654_

Millenial Lawu Color Run Dalam Rangkaian Kegiatan Millenial Safety Festival 2019

Read More
DSC_0493

Kemeriahan Warnai Millenial Lawu Color Run dalam rangkaian Millenial Safety Festival 2019 di Karanganyar

Para peserta Color Run bersiap di garis start

Karanganyar, 03 Maret 2019

Minggu (03/03) pagi sekira pukul 06.00 Alun-Alun Karanganyar sudah dipadati ratusan anak muda yang akan mengikuti color run yang diadakan oleh Satlantas Kabupaten Karanganyar. Kegiatan Millenial Lawu Color Run ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Millenial Safety Festival 2019. Kegiatan ini bermaksud untuk mengkampanyekan budaya aman dan tertib dalam berlalulintas. Karena menurut hasi evaluasi, kecelakaan di jalan raya didominasi oleh kaum millenial.

Tak ketinggalan, Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar hadir menyemarakkan acara ini. Bupati Karanganyar bertindak membuka start lomba lari yang penuh warna ini. Sebelum membuka start, Bupati Karanganyar sempat berpesan dan menhimbau para pemuda di Karanganyar untuk tertib berlalu lintas. Tidak urakan dan menjaga kesopanan dalam berkendara. Khususnya bagi pemilik kendaraan motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar dan membuat berisik lingkungan, merupakan tindakan yang mengganggu kenyamanan warga dan dinilai norak.

Bupati Karanganyar membuka start

Yang lebih menarik adalah, Bupati Karanganyar mengahdiahi finisher pertama dengan uang tunai sebesar 1juta rupiah. Selain itu, untuk 100 finisher pertama mendapatkan medali yang disediakan panitia. Namun, untuk mencapai garis akhir peserta diharuskan mengumpulkan tiga warna bubuk yang ditaburkan saat berlari. Adapun rute yang ditempuh dan check point adalah peserta harus mendapatkan warna hijau di depan GSI, kemudian dilanjutkan berlari menuju depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar untuk mendapatkan bubuk warna kuning dan terakhir adalah warna hijau d depan bundaran batas kota.

 

Para peserta berlari dengan dilempari color powder sebagai tanda telah melewati check point

Setelah menempuh rute sejauh kurang lebih 5KM, para peserta berkumpul didepan panggung yang juga merupakan garis akhir. Dalam kegiatan itu turut dibacakan deklarasi Safety Riding. Setelah itu para peserta dihibur oleh penampilan NDX.

Demikian Diskominfo. (Ard/tgr)

Read More
DSC_0053

130 Cangkir Kopi Gratis Dalam Festival Kopi Karanganyar Lawu Maret Mendatang

Foto bersama Bupati Karanganyar bersama Komunitas Kopi Karanganyar dan IKA FIB Undip dalam Audiensi di Ruang Garuda, Setda Kabupaten Karanganyar

 

Karanganyar – 12 Februari 2019

Komunitas kopi Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro, berencana akan menyediakan 13 kedai kopi dengan kurang lebih 100 cangkir kopi disetiap kedainya disekitar Air Mancur Alun-alun Kabupaten Karanganyar bulan Maret mendatang.

Selasa, (12/02) di Ruang Garuda Setda Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar melakukan audiensi bersama 15 orang dari komunitas kopi Karanganyar, dan 5 orang dari IKA FIB, serta didampingi oleh UPT Kabupaten Karanganyar untuk membahas rencana Festival Kopi Karanganyar Lawu yang akan dilaksanakan awal Maret mendatang.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengangkat Kopi Karanganyar Lawu agar memiliki branding yang baik dihadapan pencinta kopi ini merupakan biji kopi pilihan yang didapat dari petani kopi yang ada di daerah Tawangmangu, Jatiyoso, dan Ngargoyoso. Selain pendampingan budidaya penanaman dengan baik, IKA FIB Undip nantinya juga akan mengajarkan bagaimana cara mengemas kopi sebaik mungkin kepada para petani kopi. Identitas geografi juga akan dicantumkan pada label kemasan dengan tujuan untuk menguatkan bahwa Kopi Karanganyar Lawu menjadi kopi yang memiliki filosofi dan makna yang kuat untuk menarik pembeli.

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono berharap dengan adanya Festival Kopi Karanganyar anak muda yang bertani juga memiliki prospek kerja yang baik.

 

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More
DSC_2197

Peringatan Hari Gunung Internasional di Cemoro Kandang Gunung Lawu

Read More
DSC_7515

Lawu Jeep Adventure di Ngargoyoso

Read More
DSC_1339

Pembukaan Grebeg Lawu di Terminal Tawangmangu

Read More