Jelang Natal, Penjagaan Gereja Ekstra Ketat

Mendekati Hari Natal, pengamanan tempat ibadah umat Kristiani di Karanganyar ditingkatkan.

Personel Satuan Sabhara Polres Karanganyar mulai melakukan sterilisasi gereja. Tempat ibadah yang disterilisasi yakni Gereja Katolik St Pius X Karanganyar.

Belasan petugas Sabhara mulai menyisir kompleks gereja yang beralamat di Jl Lawu (depan kantor DPU) tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Satu demi satu ruang, bagian dan perabot gereja diperiksa. Pemeriksaan dilakukan baik secara manual oleh petugas, alat pendeteksi logam (metal detector), reflektor dan seekor anjing pelacak.

Dengan didampingi pengurus gereja, tim polisi tidak melewatkan satu pun bagian gereja termasuk ruang-ruang pengurus gereja. Laci-laci meja juga tidak luput dari pemeriksaan petugas. Sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di salah satu kursi ruang peribadatan gereja sempat menarik perhatian petugas. Secara spontan petugas langsung melakukan pemeriksaan fisik termasuk isi tas. Namun setelah dicek ternyata tas tersebut berisi barang-barang pribadi. Tidak lama kemudian seorang jemaat gereja datang dan menyatakan tas tersebut miliknya.

Di sela pemeriksaan gereja, Kasat Sabhara Polres Karanganyar, Iptu Weldi Rozika, menjelaskan, sterilisasi gereja yang akan digunakan untuk peribadatan Natal mutlak dilakukan. Rencananya sterilisasi gereja akan dilakukan jajaran Polres Karanganyar hingga polsek Senin (24/12/2012).

“Gereja kami sterilkan serentak baik dari polres hingga polsek mulai hari ini. Besok sterilisasi juga akan kami lakukan termasuk polsek,” katanya.

Selain sterilisasi gereja, sterilisasi pengunjung gereja akan dilakukan pada Hari Natal. Jemaat dan pengunjung gereja hanya boleh membawa benda yang dibutuhkan untuk peribadatan ke gereja.

Sementara pastur Gereja Katolik St Pius X Karanganyar, Suyadi, menjelaskan, selama ini jumlah jemaat yang mengikuti peribadatan Natal mencapai ribuan orang. Untuk itu dia menyambut positif upaya pengamanan peribadatan yang dilakukan polisi termasuk dengan langkah sterilisasi gereja. Kendati menurutnya selama ini belum pernah ada ancaman atau gangguan keamanan.

Read More

2013, Penghijauan Lahan Kritis Karanganyar Ditarget Rampung

Pemkab Karanganyar menargetkan penghijauan lahan kritis di wilayah Karanganyar rampung pada akhir 2013. Hingga sekarang, sebanyak tiga juta bibit pohon telah ditanam terutama di wilayah lahan kritis.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengatakan lahan kritis di wilayah Bumi Intanpari seluas 8.000 hektare yang tersebar di wilayah Karanganyar. Rinciannya, 5.000 hektare tergolong kritis sementara 3.000 hektare termasuk kategori potensial kritis.

“Targetnya penghijauan pada lahan kritis kelar pada 2013 mendatang, makanya kampanye penghijauan terus digalakkan,” katanya saat ditemui wartawan di sela-sela acara penanaman satu miliar pohon di SMKN 2 Karanganyar, Jumat (14/12/2012).

Penghijauan bakal diprioritaskan di wilayah rawan bencana alam seperti tanah longsor yang berada di lereng Gunung Lawu. Tidak sedikit daerah Lereng Gunung Lawu berubah menjadi lahan kritis. Lahan kritis tersebut disebabkan beberapa faktor seperti kebakaran hutan, penggalian tanah dan penebangan liar.

Pihaknya bakal menggandeng pihak swasta maupun unsur masyarakat untuk melaksanakan program penanaman satu miliar pohon. Tidak hanya di instansi pemerintah atau sekolah, penanaman pohon harus dilaksanakan di setiap desa.
“Prioritas memang wilayah rawan bencana alam namun seharusnya penanaman pohon juga dilakukan di setiap desa,” ujarnya.

Selain itu, penghijauan di daerah lereng Gunung Lawu dapat menambah cadangan air bersih. Hutan-hutan di lereng Gunung Lawu menyimpan cadangan air bersih yang digunakan masyarakat Karanganyar dan sekitarnya setiap hari.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, meminta agar masyarakat dan para stake holder turut berperan aktif melakukan penghijauan di lingkungannya masing-masing. Penghijauan itu dapat mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor. Terdapat beberapa jenis tanaman yang dibagikan langsung ke masyarakat antara lain trembesi, sengon, jati dan akasia.

Read More

CURAH HUJAN TINGGI: Tanaman Bawang Merah Lawu Terancam Gagal Panen

Tanaman bawang merah milik petani di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, terancam gagal dipanen menyusul tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Saat ini kondisi tanaman bawang merah petani mulai rusak karena kondisi tanah yang terlalu basah. Kondisi itu diakui Kepala Desa Gondosuli, Pangat, saat ditemui, Senin (10/12/2012).

“Karena banyak kabut dan curah hujan yang tinggi, saat ini daun-daun tanaman brambang di wilayah kami sudah menguning dan mati,” ungkapnya.

Pangat meyakini, bila hujan terus menguyur beberapa hari ke depan, tanaman brambang petani di Gondosuli bakal rusak sehingga sama sekali tidak bisa dikomersialkan mulai dari daun, buah hingga bunga tanaman bawang merah.

Umur tanaman bawang merah di Gondosuli bervariasi, ada yang baru saja ditanam ada juga yang sudah berumur belasan dan puluhan hari. Tanaman bawang merah merupakan salah satu tanaman primadona petani di Gondosuli.

“Sekitar separuh petani di desa saya menanam bawang merah, jumlahnya ada 200-an petani,” imbuhnya.

Read More

Musim Penghujan, Warga Lereng Lawu Diminta Waspadai Longsor

Warga yang berdomisili di sekitar lereng Gunung Lawu diminta waspada saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Pasalnya, daerah itu rawan terjadi bencana alam tanah longsor.

Informasi yang dihimpun, beberapa warga Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu merasakan pergerakan tanah sejak beberapa hari terakhir. Mereka mengkhawatirkan terjadi tanah longsor saat terjadi hujan selama berjam-jam. Selama ini, Dusun Guyon merupakan daerah rawan tanah longsor yang disertai dengan pergerakan tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K,  mengatakan terdapat 34 titik yang tersebar di delapan kecamatan teridentifikasi rawan longsor. Sebagian daerah tersebut berada di sabuk Gunung Lawu.

“Daerah yang rawan longsor terdapat di lereng terutama di wilayah sabuk Gunung Lawu. Kami minta agar warga waspada selama musim penghujan,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kondisi sebagian tanah di sekitar lereng Gunung Lawu mengalami kelapukan tingkat tinggi. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, lokasi tersebut rawan longsor. Lereng gunung yang ketinggiannya lebih dari 15 derajat termasuk kategori bahaya.

Selama ini, pihaknya telah memasang 13 unit alat early warning system (EWS). Apabila terjadi pergerakan tanah maka sirine peringatan akan berbunyi. Apabila sirine berbunyi maka warga diminta untuk mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman. “Pemasangan alat hanya di lokasi rawan longsor karena alatnya terbatas,” ungkapnya.

Sementara seorang warga Dusun Guyon, Partidi, mengatakan pergerakan tanah terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Karanganyar sejak beberapa hari lalu. Namun, pergerakan tanah tersebut hanya sesaat. Kendari demikian, warga tetap khawatir apabila tanah ambles dan menimpa rumah.

Read More

Kebakaran Padam, Tim Gabungan Tetap Pantau Lereng Lawu

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya di petak 63 F dan 63 G di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso yang melalap sekitar 30 hektare dinyatakan padam pada Jumat (12/10/2012) malam. Kendati demikian, sebagian tim gabungan masih berada di beberapa pos pengamatan seperti Candi Cetho dan Cemara Kandang untuk memantau api sisa-sisa kebakaran.

Asisten Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Lawu Utara, Farkhan Masykur, saat dihubungi, Minggu (14/10/2012) mengatakan tim gabungan yang terdiri dari anggota Perum Perhutani, BPBD Karanganyar, SAR, TNI, Polri dan warga sekitar berhasil mengantisipasi menjalarnya kobaran api yang mengancam ratusan hektare hutan resapan air yang terletak di bawah lokasi kebakaran.

Sesampai di lokasi kebakaran, tim gabungan langsung membuat parit dan membersihkan dedaunan kering yang berpotensi terkena kobaran api. “Kebakaran hutan sudah padam, sekarang tim gabungan sudah turun hanya beberapa petugas yang masih berada di pos pengamatan Candi Cetho untuk memantau sisa kebakaran,”.

Tim gabungan yang berada di lereng Gunung Lawu juga melakukan penyisiran ke lokasi kebakaran. Penyisiran dilakukan untuk memastikan sisa-sisa kobaran api yang masih menyala. Apabila ditemukan, tim gabungan langsung memadamkan agar tidak menjalar ke pepohonan lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran lagi.

Menurutnya, medan di sekitar lokasi kebakaran menjadi kendala selama proses pemadaman. Pasalnya, belum ada jalur pendakian menuju lokasi kebakaran. Artinya, tim gabungan harus membuat jalur pendakian baru menuju ke lokasi kebakaran. “Untungnya beberapa hari terakhir turun hujan sehingga otomatis memadamkan sisa kobaran api,” katanya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, menjelaskan tim gabungan yang berada di lokasi kebakaran memprioritaskan agar kobaran api tidak menjalar ke hutan resapan air. Pasalnya, hutan tersebut menampung cadangan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Perum Perhutani apabila muncul titik api yang berpotensi besar menimbulkan kebakaran. Pasalnya, kawasan hutan lindung

Read More

Kebakaran di Lereng Lawu Padam, Tim Gabungan Tetap Siaga

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya jalur pendakian Candi Cetho, Kecamatan Jenawi dinyatakan padam pada Kamis (27/9/2012) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kendati demikian, tim gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kebakaran untuk melakukan penyisiran sisa-sisa kebakaran.

Informasi yang dihimpun, Jumat (28/2012, kebakaran hutan berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Karanganyar Emergency (KE), SAR, TNI dan warga sekitar. Proses pemadaman menggunakan metode manual dengan membuat parit mengelilingi lokasi kebakaran.

Area hutan yang terbakar sekitar 10 hektare di petak 63 E dan 63 F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Nglerak. Tim gabungan harus berjalan kaki selama sekitar empat jam dari pos Candi Cetho ke lokasi kebakaran.

“Sebagian tim gabungan memang sudah turun namun sisanya masih bersiaga di lokasi kebakaran,” ujarnya Asisten Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Lawu Utara, Farkhan Masykur.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, menjelaskan selama proses pemadaman, tim gabungan terkendala kondisi medan di lokasi kebakaran cukup terjal. Sebab, terdapat jurang dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Selain itu, pergerakan angin di sekitar lokasi kebakaran juga menjadi kendala. “Kondisi medan memang terjal, apalagi jarak dari pos pengamatan Candi Cetho menuju ke lokasi sekitar lima kilometer. Masih ada beberapa anggota tim gabungan yang memonitor di pos Candi Cetho,” jelasnya.

Read More

Kebakaran, Jalur Pendakian Cetho Ditutup

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang terjadi sejak Senin (24/9/2012) malam, semakin meluas Selasa (25/9/2012).

Bahkan berdasar pengamatan dari kawasan Candi Cetho, hingga Selasa siang kobaran api belum padam kendati intensitasnya sudah mengecil dibandingkan sehari sebelumnya. Puluhan hektare hutan pinus milik Perhutani rata dengan tanah diamuk si jago merah.

Maryono, sukarelawan Karanganyar Emergency, menuturkan penutupan jalur pendakian Cetho dilakukan Senin untuk mencegah jatuh korban.

Namun dia belum dapat memastikan berapa hektare hutan yang terbakar. Termasuk kerugian materiil akibat kebakaran. Yang jelas api berasal dari wilayah Jawa Timur (Jatim) sejak Senin siang. Api semakin membesar sore dan malam hari.

Secara terpisah, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, merasa kecolongan dengan kebakaran besar di lereng Lawu. Sebab selama ini kebakaran di lereng Lawu relatif cepat padam.

“Selama ini kebakaran di Lawu cepat sekali padam. Tapi karena kemarau panjang dan angin yang bertiup kencang sehingga api cepat sekali merembet dari Ngawi. Ini saya anggap BPBD agak kecolongn sedikit. Biasanya tdk begitu. Maka dini hari tadi saya suruh tim BPBD segera bergerak dipagi hari,” katanya ditemui wartawan.

Antisipasi segera supaya api tidak merembet harus dilakukan. Termasuk langkah penutupan jalur pendakian yang melalui Candi Cetho.

Read More

CAR FREE DAY: Pengamanan CFD, Pemkab Karanganyar Klaim Gandeng Polisi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyatakan pengamanan car free day (CFD) sudah melibatkan semua unsur kendati masih terjadi sejumlah aksi pencurian.

Mulai dari Satpol Pamong Praja (PP), kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Penegasan itu disampaikan Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto, saat ditemui di kantornya, Senin (10/9/2012).

Dia menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna CFD. Pengamanan internal terhadap barang berharga yang dibawa harus dilakukan dengan benar.

Bila hendak berjalan kaki di tempat penyelenggaraan CFD yakni Jl Lawu, Nunung mengimbau masyarakat menitipkan kendaraan termasuk sepeda onthel di tempat penitipan. Sehingga ada pengawasan melekat terhadap kendaraan itu.

“Silakan dititipkan saja di alun-alun bila sepeda tidak dipakai, tidak diparkir sembarangan. Karena korbannya masih anak-anak, saya kira kesadarannya masih kurang,” katanya.

Nunung melanjutkan, pihaknya akan melibatkan petugas Satlantas untuk mengamankan jalur CFD dari pengendara sepeda motor dan mobil. Sebab kewenangan penindakan terhadap pelanggar merupakan kewenangan Satlantas, bukan Dishubkominfo.

“Tapi yang pasti sosialisasi sudah kami lakukan sejak awal bahwa CFD steril dari kendaraan bermotor,” imbuhnya.

Disinggung perihal kurangnya antusiasme masyarakat terhadap CFD, Nunung tidak sepakat. Menurut dia antusiasme masyarakat masih terbilang tinggi. Kendati diakui di beberapa titik Jl Lawu sepi selama penyelenggaraan CFD pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. Seperti yang terjadi mulai dari pertigaan tugu air mancur hingga Simpang Empat Papahan.

Sementara Kasi Pengawasan dan Pengamanan Dishubkominfo Karanganyar, Bambang Prasetya, mengakui antusiasme masyarakat Karanganyar terhadap CFD tidak setinggi daerah lain. Selain itu dia mengungkapkan masih sedikitnya jumlah pebisnis atau perusahaan yang memanfaatkan CFD untuk promosi bisnis. Padahal CFD terbuka bagi siapa saja yang ingin menggelar stan promosi produk dan sejenisnya.

Read More

STQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah XXII 11 – 14 September 2012

SELAMAT DATANG KAFILAH
STQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah XXII
11 – 14 September 2012
di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar mendapat kehormatan menjadi penyelenggaraan STQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah XXII, dalam rangka kelancaran kegiatan baik perlombaan maupun informasi yang diperlukan, Kabupaten Karanganyar menyediakan 35 mobil beserta sopir merangkap sebagai pemandu.

Di bidang informasi, disediakan juga fasilitas sebuah mobil pelayanan internet kecamatan keliling (6 komputer) yang disiagakan di Masjid Agung guna keperluan akses para peserta, maupun official para tamu. Panitia Kabupaten menyediakan home stay bagi peserta dan official yang berada di rumah penduduk yang representatif sesuai keadaan yang ada demi kelancaran dan kesuksesan para peserta lomba yang berasal dari kabupaten/ kota se Jawa Tengah dalam berkompetisi. Untuk masalah konsumsi, panitia penyelenggara merancang makan pagi dan sore di penginapan, sedangkan makan siang dan snack dilokasi lomba.

Untuk jenis dan lokasi lomba :

  1. Majelis I: Gedung IPHI J1. Lawu Karanganyar
    Cabang: Cabang Tilawah Golongan Anak-anak (Putra-Putri)
  2. Majelis II: Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar JI. Lawu Karanganyar
    Cabang: Cabang Tilawah Golongan Dcwasa(Putra-Putri)
  3. Majelis III: Kantor Kementerian Agama Karanganyar J1. Lawu Karanganyar
    Cabang: Cabang Tahfidz 1 Juz dan Tilawah (Putra-Putri)
  4. Majelis IV Rumah Dinas Bupati Karanganyar J1. Lawu Karanganya
    Cabang: Cabang Tahfidz 5 Juz dan Tilawah (Putra-Putri)
  5. Majelis V Kantor DPU Kabupaten Karanganyar JI. Lawu Karanganyar
    Cabang: Cabang Tahfiz 10 Juz dan Cabang Tafsir Bhs. Arab (Putra-Putri)
  6. Majelis VI Masjid Agung Karanganyar
    Cabang: Cabang Tahfidz 20 Juz dan 30 Juz (Putra-Putri)

Acara Pendukung

  1. Pameran bazaar
    Hari: Selasa s.d. Jum’at tanggal 11 s.d. 14 September 2012
    Tempat: Alun-alun Karanganyar
    Waktu: selama kegiatan STQ XXII
  2. Lomba Rebana/ Qasidah tingkat Kabupaten Karanganyar
    Hari: Rabu s.d. Kamis tanggal 12 & 13 September 2012
    Tempat: Alun-alun Karanganyar
    Waktu: Ba’da Isya’ (jam 19.30 s.d. selesai)

Penyelenggaraan tingkat propinsi ini akan diadakan Upacara Pembukaan Selasa 11 September 2012 jam 19.00 wib di Alun-alun Karanganyar yang rencananya akan dibuka, oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo serta dihadiri oleh KaKanwil Kementerian Agama Prop. Jateng Drs. H. Imam Haromain Asy’ari, M.Si.

Download Jadwal Acara seleks MTQ

Selamat berkompetisi.

Semoga Sukses dan Barokah untuk Semuanya

(Humas STQ)

Read More

BENCANA LONGSOR: 34 Titik di 8 Kecamatan di Karanganyar Rawan Longsor

Sebanyak 34 titik di delapan wilayah Kecamatan di Kabupaten Karanganyar teridentifikasi rawan longsor. Delapan wilayah kecamatan itu yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo dan Jenawi.

Wilayah yang mempunyai paling banyak lokasi rawan longsor yakni Jenawi dan Ngargoyoso dengan berturut-turut tujuh dan enam titik.

Informasi yang dihimpun di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Rabu (5/9), mengantisipasi terjadinya musibah telah dipasang 13 unit alat early warning system (EWS). Alat tersebut bisa memberikan sirine peringatan bila terjadi gerakan tanah hingga 20 sentimeter.

Bila hal itu benar-benar terjadi, jejaring pemerintah di desa dan kecamatan diklaim sudah tahu harus berbuat apa.

Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, saat ditemui di kantornya meminta pemerintah desa (Pemdes) menjaga dan merawat dengan baik alat EWS.

Sebab keberadaan alat itu sangat penting untuk pemantauan kondisi wilayah rawan musibah longsor. Kesalahan sedikit dalam pengawasan titik rawan longsor bisa mengakibatkan dampak fatal.

“Alat ini masih terbatas jumlahnya. Baru bisa dipasang di titik yang paling rawan longsor. Jadi bila nanti terjadi gerakan tanah 20 sentimeter saja alat ini akan berbunyi,” katanya.

Dia menguraikan sejumlah titik rawan longsor yang sudah dipasangi alat EWS seperti Desa Tengklik dan Mogol, Tawangmangu; Desa Menjing, Jenawi; Plosorejo dan Gempolan, Kerjo  serta Gerdu, Karangpandan.

Pada bagian lain tim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia telah merampungkan misi mereka meneliti kondisi lereng Gunung Lawu. Tim yang terdiri dari Jeff Glick dan Ivy Christine itu memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Karanganyar terkait kondisi lereng Lawu. Sebab menurut penelitian mereka proses pelapukan alami bebatuan di lereng Lawu benar-benar menjadi potensi ancaman bencana. Pelapukan bisa memicu terjadinya gerakan tanah baik berupa luncuran atau rayapan.

Untuk itu mereka merekomendasikan peningkatan kemampuan tenaga BPBD dan organisasi sukarelawan, peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan pusat studi bencana (PSB), optimalisasi peran Pusat Pengendalian Operasi, serta ketentuan keterlibatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) luar negeri.

Read More