DSC_0101

Hari Ini dan Besok Puncak Arus Mudik

Karanganyar, Sabtu (26/07/2014)

Arus lalu-lintas di jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/07) siang

Arus lalu-lintas di jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/07) siang

Puncak arus mudik tahun 2014 diperkirakan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu (27-28/7). Hal itu dikarenakan para pemudik berangkat dari rumah masing-masing menjelang libur kantor. Kendaraan roda dua maupun empat akan terlihat padat menjelang sore hari melintasi ruas-ruas jalan di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto  menuturkan untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas telah disiagakan enam pos pengamanan dengan dilengkapi tim kesehatan, di antaranya berada di pos Bejen, Palur, pertigaan Sroyo, perempatan Colomadu, Waru dan, Tawangmangu.

“Kami menghimbau kepada para pemudik agar benar-benar mempersiapkan berbagai hal untuk perjalanan mudik. Selain itu, sebaiknya menggunakan jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan,” ujar Nunung Susanto, Sabtu (26/07) pagi.

Selain itu, tambah Nunung, untuk kendaraan berat tidak boleh melintas terlebih dahulu mulai H-4 sampai H+4 Lebaran 2014.”Kecuali truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, pos, sembako, dan pengangkut susu,”

Menurut pengamatan dari Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar pada H-3 kemarin arus lalu lintas terlihat masih normal. Hanya saja di Jalan Lawu  laju kendaraan agak tersendat karena berjubelnya pembeli di Pasar Jumat. Terlihat petugas dari Polres Karanganyar menyeberangkan pejalan kaki.

Jumlah kendaraan dari luar kota pada hari biasa di Jalan Lawu (di tengah kota) mencapai 25.500 kendaraan/ hari pada jam sibuk, sedangkan setiap satu jam mencapai 4.400 kendaraan. “Kami memperkirakan pada menjelang Lebaran akan terjadi kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa,” jelas Nunung Susanto. pd

Read More
DSC_0093 copy

KPU Berikan Sosialisasi Pilpres

Karanganyar, Sabtu (21/06/2014)

Putri Lawu mensosialisasikan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di pasar Jumat , Jumat (20/06)

Putri Lawu mensosialisasikan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di pasar Jumat , Jumat (20/06) dengan memberikan leaflet.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mengadakan Sosialisasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 diberbagai tempat.

Muhammad Maksum, Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Karanganyar, menuturkan sosialisasi tersebut agar partisipasi pemilih bisa tinggi pada 9 Juli 2014 mendatang.

“Kami mengadakan sosialisasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 sejak tanggal 15 Juni – 04 Juli 2014,” ujarnya saat ditemui dikantor KPU Kabupaten Karanganyar, Jumat (20/06) pagi.

Pihaknya juga menjelaskan kegiatan sosialisasi dilakukan seperti saat Car Free Day, pasar Jumat, di pasar-pasar tradisional di berbagai kecamatan, taman pancasila, maupun taman gajah.

Seperti yang dilakukan, Jumat (20/06) kemarin pagi, dengan melibatkan Putri Lawu. Membagikan ribuan leaflet Visi dan Misi Capres dan Cawapres Tahun 2014 dan juga Jadwal Ramadhan 1435 Hijriah agar bisa dicermati warga.

Dari pengamatan, terlihat antusias warga yang meminta selebaran bahkan tak jarang ada yang bertanya seputar pilpres. Maskot “Si Kora” juga dilibatkan sosialisasi yang dimulai jalur lambat depan Bank Jateng Cabang Karanganyar sampai di depan Makodim 0727/Karanganyar, maupun seputar alun-alun. pd

Read More
DSC_0207 copy

Adat Mondosiyo, Serunya Berebut Ayam

Karanganyar, Kamis (12/06/2014)

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Upacara adat Mondosiyo sudah ada sejak puluhan tahun. Bagi masyarakat lereng Gunung Lawu di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu merupakan tradisi turun temurun sebagai ungkapan rasa syukur kelahiran dusun, Selasa (12/06) sore.
Atraksi menarik reog Ponorogo dari tiga kelompok Gembong Lawu, Singo Pancot Mulyo, dan Singo Gilang menandai dimulainya adat tradisi yang didatangi ribuan orang. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyiram air tape di situs Batu Gilang setelah diambil dari Punden Bale Patokan.
Sesaat setelah itu, acara menjadi menarik. Ratusan warga mulai mendekat dan mengepung joglo Balai Pasar Pancot yang terletak ditengah dusun. Mereka dengan serius mengamati atap joglo untuk menangkap belasan ayam. Hewan unggas itu sengaja dilempar di atas atap untuk diperebutkan jika turun. Berbagai usaha dilakukan agar bisa menangkap ayam itu tanpa menaiki atap rumah. Sorak sorai bergemuruh menambah keramaian. Mereka hanya boleh berpegangan pada pinggir atap saat mencoba menangkap ayam itu.
Dalam adat Mondosiyo, ayam-ayam itu diberikan pemilik sebagai nazar atas keberhasilan yang diraih dengan menyerahkan dua ekor ayam. Namun bagi warga yang berhasil menangkap ayam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi hanya dipelihara.
Seperti halnya yang dilakukan Harno, warga Dusun Pancot mempunyai nazar bila mempunyai anak.”Keinginan ini jika istri melahirkan seorang anak laki-laki,” kata Harno.
Kepala Lingkungan (Kaling) Dusun Pancot, Sulardiyanto menuturkan, upacara adat Mondosiyo yang diadakan setiap tujuh bulan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur. Tradisi ini diselenggarakan setiap Selasa kliwon wuku Mondosiyo. pd

Read More
DSC_0041 copy

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Adakan Labuhan Alit di Gunung Lawu

Karanganyar, Sabtu (31/05/2014)

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Prosesi Labuhan Alit dari Keraton Ngayogyakarto Hadinigrat untuk memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X diadakan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebelum di bawa ke Tawangmangu, rombongan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terlebih dahulu memberikan ubo rampe berupa 10 pratelan ageman sultan yang dibawa dengan dua kotak besar terbuat dari kayu berwarna merah, berupa kampuh poleng, dhestar bango tulak, paningset jinggo, sinjang cangkring, sinjang gadung, sinjang teluh watu, semekan dringin, dan semekan songer, masing-masing satu lembar. Selain itu juga terdapat sela, ratus, lisah konyoh yang dimasukan dalam satu kantong, serta yatra tindih dalam satu amplop.
Menurut Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo, abdi dalem Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Widyabudaya labuhan ini diadakan setiap 30 rajab penangalan jawa.
“Labuhan alit ini juga diadakan serentak di tiga tempat yaitu, Pantai Parang Kusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu,” kata Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo seusai menyerahkan ubo rampe kepada Juru Kunci Gunung Lawu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (30/05) siang.
Dijelaskan juga acara ini sudah ada sejak Keraton masa kepemimpinan Panembahan Senopati sebagai wujud syukur kelangsungan Dinasti Mataram dan untuk mendoakan keselamatan Sri Sultan, Keraton Yogyakarta dan rakyatnya.
Juru kunci Gunung Lawu Surakso Lawuhardi menuturkan, labuhan ini dibawa ke pucak Gunung Lawu pada Sabtu (31/05) pada jam 04.00. Sebelumnya pada malam hari diadakan selametan di Dusun Nano.
“Setelah dari puncak gunung Lawu kemudian turun ke persemayaman. Sesaji lama dilengser untuuk digantikan ubo rampe ini,” jelas nya.
Lanjutnya, empat abdi dalem pembawa labuhan alit menempuh rute napak tilas panembahan senapati, menuju puncak Lawu dengan melalui jalur setapak dari Gondosuli dan ditempuh sekitar empat jam perjalanan. pd

Read More
DSC_0042 copy

Bupati Karanganyar Ajak Jangan Golput

Jalan santai KPU Karanganyar ajak pemilu damai dan tidak golput

Jalan santai KPU Karanganyar ajak pemilu damai dan tidak golput

Karanganyar, Senin (10/03/2014)

Menjelang pemilihan legislatif (pileg) 09 April 2014, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengajak kepada seluruh warga Karanganyar untuk mendatangi TPS guna memilih wakil rakyat. Pesta demokrasi yang diselengarakan setiap lima tahun sekali untuk menentukan masa depan bangsa yang lebih baik.

Saat acara jalan santai yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar, Bupati meminta agar pemilih dalam pileg mendatang tidak golput.

“Saya minta pemilu bisa berjalan damai di Karanganyar, serta gunkan hak suara anda dengan baik,” kata Juliyatmono, katanya saat acara jalan santai. Minggu (09/03)

Dia juga berharap angka partisipasi bisa mencapai 75 persen atau bahkan 80 persen, hal itu wujud dari legitimasi demokrasi di negeri ini. Ditambahkan oleh Bupati setiap warga masyarakat agar dapat menciptakan situasi aman dan kondusif sehingga pileg bisa berjalan dengan lancar.

Acara pada minggu pagi kemarin saat Car Free Day di ikuti ribuan warga Karanganyar dengan rute Kantor KPU Karanganyar menyusuri Jalan Lawu menuju ketimur, mengitari Taman Pancasila lalu kembali lagi lewat Jalan Lawu dan finish di KPU.

Untuk memeriahkan acara tersebut juga diberi hadiah, sepeda gunung, kulkas, televisi dan lain-lain. Selain itu ada pertunjukan reog. sp/da /dr

Read More
cropped-setda02.jpg

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

Pejabat

[infopejabat unker = 01030000]

Tugas dan Fungsi

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai bidang  pemerintahan, hukum dan politik.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan kajian tentang pemerintahan, hukum dan politik;
  2. Pelaksanaan kegiatan telaahan mengenai pemerintahan, hukum dan politik.

Uraian tugas Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, sebagai berikut :

  1. Menyusun program kegiatan Staf Ahli Bupati Bidang pemerintahan, hukum dan politik;
  2. Menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  3. Melaksanakan koordinasi dengan para Staf Ahli dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal.
  4. Merumuskan dan menyiapkan konsep kebijakan Bupati di bidang pemerintahan, hukum dan politik bersama dengan unit kerja yang terkait;
  5. Memantau perkembangan kegiatan di bidang pemerintahan, hukum dan politik;
  6. Melaksanakan kegiatan telaahan dan analisis mengenai pemerintahan, hukum dan politik;
  7. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar pengambilan kebijakan;
  8. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan
  9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

Read More

Gunung Merapi Meletus Warga Karanganyar Ikut “Mencicipi” Hujan Abu

Warga Tasikmadu Karanganyar digegerkan dengan peristiwa hujan abu secara tiba-tiba di wilayah sekitar mereka, Senin (18/11/2013) pagi hari. Meski tak terlalu tebal, namun kemunculan hujan abu tersebut memunculkan tanda tanya bagi warga.

Salah seorang warga Tasikmadu, Sardi mengaku kaget begitu melihat jaketnya penuh abu selepas mengantar anaknya sekolah di Papahan. Ia semula menduga abu-abu tersebut berasal dari cerobong pabrik gula Tasikmadu. Namun, dugaan itu ia sangsikan sendiri setelah mengamati jenis abu yang menempel di jaketnya. Apalagi, pabrik tersebut sudah berhenti giling sejak dua pekan terakhir.

“Hla, tapi abu ini berasal dari mana? Masak Gunung Lawu meletus?” tanyanya.

Nugraha, warga Tasikmadu lainnya juga mengalami hal serupa. Seusai mengantar sekolah putera bontotnya, lelaki bertubuh subur ini kaget melihat abu-abu yang menempel di sepeda motor maticnya. “Sejak dari Papahan tadi abu-abu ini menempel di motor saya. Aneh?” tanyanya.

Pengamatan seorang warga, abu-abu tersebut sangat lembut dan berwarna putih keabu-abuan. Frekuensi turunnya abu tersebut tak lama, atau hanya sekitar 30 menit. Setelah itu tak terlihat lagi, meski bekasnya masih tampak di dedaunan dan genteng rumah warga.

Seperti diketahui Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga ketinggian 2.000 meter pada Senin pagi (18/11/2013) sekitar pukul 04:50-06:00 WIB.
Hal inilah yang memicu hujan abu di wilayah Boyolali, Solo, Karanganyar dan sekitarnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More
AirTerjunPringgodaniq

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani terletak di Kalurahan Blumbang 4 km dari terminal bus Tawangmangu, Air Terjun Pringgodani berada di kaki Gunung Lawu  kordinat 7°39’02″S – 111°09’29″T dan 1531 meter diatas permukaan air laut. Sebenarnya Pringgodani adalah obyek wisata sejarah/Religi berupa rumah joglo sebagai persembahyangan bagi penganut aliran kepercayaan,tetapi di sisi lain air terjun tersebut juga menawarkan keindahan, dengan 2 tingkat air terjun serta tinggi lebih dari 100 m, air terjun ini jauh lebih tinggi dan lebih spektakular dari pada Air Terjun Grojogan Sewu yang lebih dulu dikenal.

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

 

 

Tempat ini merupakan petilasan Eyang Cokronegoro, disebelahnya terdapat mata air sendang pengantin yang disakralkan,terdiri dari tujuh kucuran air dari lereng bukit. Para peziarah yang datang biasanya mandi di sendang sebagai puncak ritual mereka pada tengah malam. Sendang itu sendiri berada di atas air terjun, dan tempat inilah yang biasa dikunjungi sedangkan air terjunnya hanya bisa dilihat dari kejauhan karena lokasinya yang sulit dijangkau. Untuk dapat mencapai lokasi pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan naik turun di pinggir tebing curam sejauh +/- 1 km dari jalan raya.

 

Menurut cerita dari penduduk setempat, Pertapan Pringgodani merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Boko pada jaman kerajaan Kaling. Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Koconegoro, ditempat inilah Eyang Koconegoro bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung. Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Koconegoro belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi disana. Tentang kebenarannya kita tak pernah tahu.

 

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

Sampai dengan saat ini keberadaan Pertapan Pringgodani dan air terjunnya masih belum dikelola secara maksimal mengingat lokasinya yang jauh dari jalan raya, medannya yang berat dan tidak bisa di jangkau dengan kendaraan.

 

Read More

8 Kecamatan Rawan Longsor

Delapan kecamatan di Karanganyar rawan bencana tanah longsor selama musim hujan. Wilayah tersebut terdapat di lereng Gunung Lawu yang menjadi lokasi langganan diterpa bencana alam tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan kedelapan kecamatan tersebut yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo, dan Jenawi. Struktur tanah di wilayah tersebut lapuk sehingga rawan terjadi bencana tanah longsor.

“Seluruh daerah yang berada di lereng Gunung Lawu rawan bencana alam tanah longsor saat musim penghujan. Struktur tanahnya lapuk sehingga mudah longsor saat terjadi hujan lebat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2013).

Menurutnya, ada beberapa penyebab bencana tanah longsor di Karanganyar seperti struktur tanah berupa breksi ruf bewarna cokelat kemerahan yang mudah menyimpan air. Tanah tersebut kerap terjadi erosi tebing tanah yang mengancam permukiman penduduk.

Karena itu, pihaknya memasang alat peringatan dini tanah longsor atau early warning system (EWS) yang berjumlah 17 alat. Alat EWS disebar di daerah rawan bencana tanah longsor untuk memantau pergerakan tanah setiap saat. Apabila terjadi pergerakan tanah, alat itu akan mengirim sinyal sehingga warga setempat langsung bisa dievakuasi.

“Struktur tanah di lereng Gunung Lawu mudah longsor, di beberapa lokasi sudah dipasang EWS yang alarmnya langsung menyala saat terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang sebelum hujan. Sebab, angin lisus datang cukup cepat yang mempunyai kekuatan besar untuk menumbangkan pepohonan. Kendati demikian, pihaknya tak dapat memetakan daerah rawan angin lisus lantaran datangnya angin tersebut tak dapat diprediksi.

Sementara seorang warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Budi Prasetyo meminta instansi terkait menyiagakan sukarelawan di lokasi rawan bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor maka warga setempat langsung bisa dievakuasi ke daerah yang aman sehingga tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

PDAM Siapkan 3 Mobil Tangki Air

PDAM Karanganyar menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih selama 24 jam selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila pasokan air bersih di permukiman penduduk tersendat.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Karanganyar, Suparno, mengatakan hingga sekarang belum ada permintaan pasokan air bersih dari masyarakat. Pihaknya menjamin pasokan air bersih ke permukiman penduduk tak mengalami kendala. Namun, apabila terjadi kendala teknis yang menyebabkan pasokan air bersih tersendat maka akan dikirim mobil tangki air bersih.

 “Hingga sekarang belum ada permintaan air bersih, namun tiga unit mobil tetap disiagakan untuk dropping air bersih di daerah yang dilanda bencana kekeringan,” katanya saat ditemui.

 Menurutnya, kondisi geografis Karanganyar yang sebagian wilayahnya berada di lereng Gunung Lawu berpengaruh saat musim kemarau. Masyarakat tak kekurangan air bersih lantaran pasokan air bersih cukup lancar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah lain di Soloraya.

 Masyarakat rela berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

 Selama  musim kemarau, pasokan air bersih ke permukiman penduduk dilakukan secara bergiliran. Sehingga seluruh pelanggan dapat menikmati air bersih selama musim kemarau.

 “Sistemnya akan digilir dari satu wilayah ke wilayah lain, kami harap dengan sistem ini masyarakat dapat menikmati air bersih,” jelasnya.

 Disinggung mengenai kebakaran hutan di Gunung Lawu, dia menjelaskan kebakaran tersebut akan berpengaruh pada pengurangan resapan air pada masa mendatang.
Pengurangan resapan air di lereng Gunung Lawu berdampak pada pasokan air bersih di permukiman penduduk maupun lahan pertanian.

 Sementara seorang warga Desa Papahan, Tasikmadu, Suprapto, meminta agar PDAM Karanganyar memprioritaskan pelayanan pelanggan. Dia meminta agar pasokan air bersih tidak tersendat selama musim kemarau karena telah membayar retribusi air bersih setiap bulan.

 “Kewajiban untuk membayar retribusi air bersih sudah dilakukan, kami minta agar pasokan air bersih tetap lancar selama musim kemarau,” tambahnya.

Read More