DSC_0114 copy

Pesawat Boeing 737-300 “Mendarat Mulus” di Karanganyar

Pesawat Boieng 737-300 telah tiba, sebelum masuk dibawa ke Edupark Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/06) kemarin

Pesawat Boieng 737-300 saat tiba, sebelum masuk dibawa ke Edupark Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/06) kemarin

Karanganyar, Kamis (25/06/2015)
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya pesawat Boeing 737-300 “mendarat mulus” di Kabupaten Karanganyar.
Perjalanan dari Jakarta sampai di Kabupaten Karanganyar menempuh waktu yang lama, diberangkatkan mulai Minggu (21/06) hingga Rabu (24/06) sore. Memakan waktu yang lama karena memang kecepatan kendaraan cukup pelan, sekitar 40 kilometer per jam.
Pesawat itu sebelumnya telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan diangkut dengan menggunakan tiga trailer. Ada yang membawa bagian kokpit sampai bagian tengah, ada yang mengangkut dari bagian tengah sampai ekor, dan satu lagi membawa sayap pesawat. Sedangkan untuk mesin sudah datang sejak lama.
Boeing 737-300 itu merupakan pesawat bekas (salah satu maskapi penerbangan di Indonesia yang sudah tutup) dan dibeli oleh rekanan untuk menjadi bagian proyek Taman Dirgantara Edupark Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan setelah pesawat selesai dirakit, dicat di ditata kembali interiornya, maka Edupark akan segera diresmikan.
“Segera kita resmikan secepatnya, kemungkinan sebelum lebaran, sehingga saat libur lebaran sudah bisa ditonton masyarakat,” ujar Juliyatmono.
Taman Dirgantara Edupark merupakan cita-cita Pemkab Karanganyar untuk memberikan wahana edukasi dirgantara kepada masyarakat, selain itu juga agar generasi muda bisa mempunyai cita-cita yang tinggi.
Letaknya pun tidak terlalu sulit untuk dijangkau, karena berada di jalur lingkar ke timur menuju Tawangmanggu, terletak di samping barat kolam renang Intanpari.
“Pesawat itu kita namai Lawu Air,” jelas Juliyatmono, Kamis (25/06) saat ditemui di kantornya.
Selain pesawat terbang, juga akan ada dua helikopter jenis Bolco yang ditempatkan di lokasi itu. Direncanakan dalam dua hari ini sudah tiba. pd

Read More
DSC_0188

5000 Peserta Meriahkan Pawai Ta’aruf

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Bersama Forkompinda Karanganyar Di Panggung Kehormatan Pawai Taaruf

????????????????????????????????????

Peserta Pawai Taaruf Saat Melintasi Sepanjang Jalan Lawu

Pukul 06.00 WIB lebih kurang lima ribu peserta Pawai Taaruf memenuhi Alun-Alun Karanganyar. Mereka terdiri atas anak-anak sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi se Kab. Karanganyar, tidak ketinggalan pula Baznas (Badan Amil Zakat Nasional ) Kab. Karanganyar, Ormas Islam Muhammadiyah, MTA, LDII Karanganyar, BUMD, BUMN serta Perbankan Syariah di wilayah Karanganyar. Peserta Pawai diberangkatkan dari alun-Alun oleh Sekda Karanganyar Samsi dengan berjalan kaki menuju sepanjang Jalan Lawu sampai di Jembatan Buk Siwaluh untuk finishnya.

Perhelatan pawai Taaruf yang diselenggarakan oleh Pemkab Karanganyar bekerjasama dengan Kemenag, Baznas Karanganyar dan MUI Kab. Karanganyar ini bertujuan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H dengan kegembiraan selain itu utamannya adalah guna mempererat tali silaturrahmi antara para muslimin agar lebih akrab.

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar bersama Forkompinda, Ka. SKPD dilingkup Karanganyar, Camat di 17 Kecamatan se Kab. Karanganyar Tokoh masyarakat serta warga masyarakat menyaksikan secara langsung perhelatan Pawai Ta’aruf tersebut.

Kegiatan yang telah berlangsung ke-empat kalinya ini diharapkan dapat mengingatkan seluruh masyarakat Karanganyar khususnya agar tetap melakukan hal-hal yang positif, tingkatkan rasa bertoleransi dan para kaum muslimin agar meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan memakmurkan masjid diantaranya melaksanakan shalat Tarawih, I’tikaf, tadarus Al-qur’an serta berinfaq dan berzakat. ind/ft/ad

Read More
DSC_0077

PPL Utamakan Wawasan, Bukan Sekedar Casing

 

Kominfo

Ass.I Setda Karanganyar sekaligus Plt. Disparbud Karanganyar Nunung Susanto saat menyampaikan sambutan Bupati.

Guna meningkatkan promosi kepariwisataan karanganyar baik dalam skala nasional maupun internasional serta memperoleh insan generasi muda yang memiliki kepribadian, etika dan penampilan yang menawan, berwawasan serta menguasai materi kepariwisataan yang handal dengan kemampuan komunikasi yang baik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Pemilihan Putra Putri Lawu (PPL) Duta Wisata Kab. Karanganyar tahun 2015, Rabu (10/06) di Ruang Podang I Setda Karanganyar.

“ Sasaran dari kegiatan pemilihan ini adalah para pemuda/pemudi potensial yang berusia 17 sampai dengan 25 tahun yang memenuhi persyaratan. Pendaftaran akan dibuka mulai Tanggal 11 Juni sampai dengan 04 September 2015 dan diutamakan mereka yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SLTA) dan Perguruan Tinggi. Kami selaku panitia penyelenggara berharap Bapak/Ibu guru dapat menyosialisasikan PPL ini serta mengikut sertakan anak didiknya yang memiliki potensi/bakat dalam kegiatan ini. Yang terpenting menjadi seorang Putra/Putri Lawu adalah seseorang yang berkepribadian baik, mampu menyampaikan informasi yang dimiliki Karanganyar khususnya obyek-obyek wisata yang dapat dijual keluar sehingga berdampak positif pada masyarakat. Karena obyek pariwisata di Karanganyar ini merupakan salah satu faktor penentu meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi bukan sekedar casing/fisik yang bagus tetapi ditunjang kecakapan dalam menguasai materi/wawasan kepariwisataan yang handal dengan kemampuan berkomunikasi yang baik,” ujar Dra. Eny Fauziah, MM selaku Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan para peserta yang dihadiri oleh Camat di 17 Kecamatan se Kab. Karanganyar, Dishubkominfo, Disdikpora, Kepala Sekolah tingkat SLTA/SMK, Ketua/Pengurus OSIS SLTA/SMK serta perwakilan Perguruan Tinggi di wilayah Karanganyar.

Sementara itu sambutan Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintahan Setda Karanganyar Nunung Susanto SH, MMmenyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh Disparbud Karanganyar. Untuk itu saya mengingatkan kepada segenap panitia penyelenggara agar mempersiapkan dengan baik, sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan sukses. “ Saya minta kepada pihak-pihak terkait untuk dapat menyebarluaskan kegiatan ini utamanya di lingkungan sekolah tingkat atas (SLTA) maupun Perguruan Tinggi. Terlebih lagi di tahun 2015 ini Bupati sudah menyiapkan beberapa obyek wisata terbaru. Maka diharapkan Putra-Putri Lawu (PPL) terpilih nantinya dapat menguasai pengetahuan tentang obyek-obyek wisata yang ada di Karanganyar yang kedepannya diharapkan dapat meningkatan PAD Kab. Karanganyar,” pesannya.

“ Pemilihan Putra Putri Lawu ini tidak dilihat dari segi glamornya, tetapi pengetahuannya dapat dipertanggung jawabkan,” tambah Sekretaris Disparbud Karanganyar Drs. Eko Budi Hartoyo. ind/ft

Read More
DSC_0443 copy

Konservasi Alam, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditanami Pohon

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di laur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di jalur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Karanganyar, Kamis (26/02/2015)
Untuk konservasi alam khususnya di lereng Gunung Lawu, gerakan penanaman pohon dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, dimulai dari Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu sampai Pos 1, Rabu (25/02)
Penanaman yang melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Donolestari, Perhutani lereng lawu, SAR, PMI, BPBD Kabupaten Karanganyar, Resimen Mahasiswa Yon 916 Samber Nyowo UMS, TNI, Polri, Mapala UNS, Paguyuban Pedagang Cemoro Kandang dan Oisca Karanganyar.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penanaman jalur pendakian Gunung Lawu dengan jenis tanaman Eukaliptus sebanyak 3500 batang pohon.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk pemulihan dan kelestarian kawasan resapan air,” kata Edy Yusworo, saat dilokasi.
Edy juga menjelaskan dengan adanya tanaman Eukaliptus di kanan kiri jalur pendakian, maka berguna juga untuk petunjuk arah jalur pendakian sehingga mencegah kehilangan arah bagi para pendaki.
Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 500 peserta, dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengharapkan untuk bersama menanam dan sekaligus menjaga kelestarian alam dengan tujuan menjaga kelestarian yang ada di Gunung Lawu.
“Marilah kita awali untuk menanam pohon untuk mewujudkan kecintaan kita kepada Tuhan. Berhamonisasi dengan alam agar alam itu sendiri menyelamatkan kita semua dan memberikan manfaat untuk kita semua.“ ujar Juliyatmono.
Selain kegiatan itu, BLH Kabupaten Karanganyar juga sedang membuat Taman Endemis Gunung Lawu yang berlokasi di petak 34, seluas 7,4 hektar bekerja sama dengan Perhutani, melakukan penanaman di lereng Lawu dengan jumlah 15 ribu tanaman keras. pd

Read More
DSC_0422

Kunker Komisi B DPRD Kab. Majalengka

DSC_0171

Bupati Karanganyar Juliyatmono Tukar Cinderamata Dengan Ketua Komisi B DPRD Majalengka

DSC_0422

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Selamat Datang Acara Kunker Komisi B DPRD Majalengka

Komisi B DPRD Kab Majalengka mengunjungi Kab. Karanganyar terkait permasalahan perencaan dan pengelolaan pariwisata pada Kamis (26/02) bertempat di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Samsi beserta SKPD terkait.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan memaparkan sekilas tentang Kab. Karanganyar khususnya potensi-potensi pariwisata yang ada.

“Kab. Karanganyar merupakan kabupaten paling ujung timur di Provinsi Jateng, letaknya yang berada di lereng gunung Lawu memberikan keuntungan khususnya potensi keindahan alam” ujar Juliyatmono.

Hal ini menyebabkan sektor pariwisata dapat berkembang. Untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan pariwisata, Pemerintah daerah tidak berdiam diri, berbagai upaya telah dilaksanakan seperti halnya kemarin Rabu, 25/02/2015 Pemkab bersama unsur TNI, POLRI beserta pecinta alam dan OISCA Karanganyar melakukan penanaman pohon untuk kesekian kalinya di jalur pendakian Gunung Lawu. Selain itu juga Pemkab Karanganyar telah melakukan perbaikan jalan akses menuju tempat-tempat wisata.

Sementara itu Fuad Abdul Azid Ketua Komisi B DPRD Majalengka yang sekaligus ketua rombongan melaporkan bahwa rombongan kali ini berjumlah 12 orang yang kesemuanya merupakan anggota DPRD Komisi B Kab. Majalengka dan 5 orang dari Sekretariat Dewan DPRD Majalengka. Dengan akan dibangunnya bandara internasional di Kab. Majalengka, maka akses ke Kab. Majalengka akan semakin mudah. Untuk itu Majalengka dituntut untuk mempersiapkan diri termasuk didalamnya adalah mempersiapkan sektor wisata. Ini yang menjadi dasar tujuan kunjungan mereka di Kab. Karanganyar.

“Pariwisata Karanganyar sudah sangat terkenal, tidak salah jika kami memilih destinasi disini untuk belajar”, tegas Abdul Azid. ad

Read More
DSC_0029

Manisnya Duku Matesih

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

DSC_0029

Letak Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya sebagian berada di lereng Gunung Lawu mempunyai berbagai potensi buah-buahan dan sayuran. Seperti salah satunya di Kecamatan Matesih, merupakan salah satu penghasil buah duku. Tepatnya di desa Plosorejo, sabagai salah satu sentra penghasil buah duku.

Salah satu warga setempat, Eko Supriyadi mengatakan di desanya rata-rata warga mempunyai pohon duku. Ada yang mempunyai lima hingga 10 pohon di pekarangan rumanya.
“Ciri khas buah duku dari sini terasa lebih manis, jumlah biji sedikit, dan kulitnya lebih kuat sehingga tidak mudah membusuk,” jelas Eko Supriyadi, Senin (15/12) sore saat di temui di rumahnya.

Di desa ini, lanjut Eko, mudah menjumpai pohon duku dengan diameter cukup besar, antara 60 sampai 100 cm dengan ketinggian mencapai diatas 30 meter. Usia pohon duku di sini ini rata-rata sudah berumur ratusan tahun.

“Pohon duku yang berdiameter besar, sudah ada sebelum mereka menghuni pekarangan tersebut. Sebagai contoh, untuk duku dengan diameter 60 cm usianya bisa mencapai 100 tahun. Jadi mereka mewarisi pohon duku itu dari nenek moyang mereka turun temurun,” jelasnya.

Masyarakat di desa Ploserejo mendapatkan penghasilan tambahan lumayan disamping profesi pokoknya sebagai petani. Untuk satu pohon duku saja bisa menghasilkan antara satu sampai lima kuintal buah duku. “Jika per kilonya harga tengkulak Rp. 15.000,00 saja, maka mereka mendapatkan hasil 1,2 juta hingga 7,5 juta untuk sekali musim panen,” kata Eko.

Selain di desa Plosorejo, setidaknya ada tiga desa di kecamatan Matesih sebagai sentra tanaman duku, yaitu di desa Gantiwarno, desa Dawung, desa Pablengan, desa Matesih, dan desa Koripan. Tempat ini sangat berpotensi sebagai sentra budidaya tanaman duku. Kedepan, Karanganyar akan memiliki ikon baru yang lebih menonjol dalam bidang agrowisata khususnya dalam hal produksi buah duku. pd

Read More
DSC_0168 copy

Tanam Pohon Untuk Kelestarian Alam

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesi (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di peringati dengan penanaman berbagai jenis pohon. Tercatat pada periode Januari-Desember pada tahun ini telah di tanam 2,8 juta batang pohon.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pelaksanaan penanaman pohon tidak semata-mata dengan alasan seremonial. Namun lebih dari itu, kegiatan ini kita pelihara keberlanjutannya atas kesadaran kita untuk menjaga lestarinya hutan kita.

“Upaya penanaman satu milyar pohon setiap tahun harus kita dukung dan laksanakan untuk memperbaiki kerusakan hutan,” ucap Bupati Juliyatmono, Senin (15/12) saat Peringatan HMPI Tahun 2014, di SMK Negeri Jenawi.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan di tangan para generasi muda, kelangsungan hutan di masa depan menjadi pertaruhan. “Sejak dini kita perkenalkan hutan sebagai ekosistem yang harus kita jaga, kita latih rasa dan sikap dan ketrampilan kepedulian mereka terhadap hutan,” jelasnya.

Mengingat Kabupaten Karanganyar berada di lereng Gunung Lawu, Juliyatmono mengajak agar masyarakat menjaga keseimbangan alam dan hutan Gunung Lawu tetap akan memberi kemanfaatan bagi masyarakat di Lereng Lawu, juga lebih luas untuk seluruh umat manusia.
Adapun jenis pohon yang ditanam seperti jati, sengon, mangga, matoa, mahoni, trebesi, bodi, dan kunto bimo. pd

Read More
DSC_0041 copy

DISNAKKAN Temukan Kambing Kurban Belum Layak Jual

Karanganyar, Kamis (02/10/2014)

Petugas dari Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar saat memeriksa kelayakan kambing kurban, disepanjang jalan Papahan, Rabu (01/10) pagi.

Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar saat memeriksa kelayakan kambing kurban, di sepanjang jalan Papahan, Rabu (01/10) pagi.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar menemukan hewan kurban jenis kambing yang belum layak dari sisi umur dijual oleh warga. Hal ini diketahui saat tim pengawas lapangan Disnakan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (01/10).

Selain itu, petugas juga mendapati hewan kurban sakit. Kondisi hewan kurban itu diperkirakan lantaran lokasi di mana kambing itu dijajakan kurang layak. Harusnya, hewan ditempatkan di kandang atau lokasi teduh. Namun, saat ini hewan hanya ditempatkan di tepi jalan yang panas.

“Dari dua lokasi yang dipantau, sudah ada 13 ekor kambing belum layak dijual untuk kurban. Meski tidak layak, namun ternyata hewan tersebut sudah banyak yang laku,” katanya Staf Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Karanganyar, Faturrahman.

Dilanjutkannya, lokasi yang dijadikan tempat sidak tidak berada di pasar melainkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Lawu di wilayah Jaten, Karanganyar Kota, Tasikmadu, Jalan Adi Sucipto, dan Adi Soemarmo Colomadu.

Hewan yang layak menurut Faturrahman minimal berusia dua tahun dan terlihat giginya. Bagi kambing yang belum memenuhi syarat tersebut, Disnakkan meminta para pedagang tidak menjualnya. “Kambing harus berusia minimal dua tahun dan terlihat giginya,” lanjut dia. Faturrahman menambahkan petugas juga menemukan kambing berpenyakit mata yang langsung ditangani di lokasi dengan mengoleskan salep dan cairan obat mata.

Salah seorang PKL yang menawarkan kambing di Jalan Lawu Papahan, Mario, menuturkan penjualan jelang Idul Adha cukup bagus. Sekitar tiga sampai empat ekor kambing asal peternakan Wuryantoro, Wonogiri ini laku terjual tiap hari.

“Paling mahal mencapai Rp 3,1 juta per ekor. Tentu saja yang bagus dan beratnya sampai setengah kuintal. Kalau ukuran biasa, paling murah Rp 1,8 juta per ekor,” kata dia.

Ditanya mengenai lokasi penjualan, dia menyatakan tepi jalan lebih cocok lantaran banyak orang yang melintas dan dimungkinkan bisa terjual lebih banyak dibandingkan menjual di kampung. “Sebagian pembeli menitipkan dulu kambingnya i sini sampai menjelang Idul Adha. Setelah itu, hewan-hewan itu baru diambil,” katanya. pd

Read More
ppl (5)

Malam Puncak Putra Putri Lawu 2014

Setelah melalui beberapa tahapan seperti test tertulis, test wawancara, pembekalan, observasi objek wisata dan unjuk kemampuan akhirnya kemarin Sabtu malam 30 Agustus 2014 dilangsungkan Final Duta Wisata Putra Putri Lawu Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di Hotel Tamansari Karanganyar. Hadir dalam kesempatan itu Bupati, Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar beserta SKPD di lingkup Pemkab Karanganyar. Tampak pula di kursi tamu undangan Duta Wisata se-Solo Raya.

ke sepuluh finalis berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam puncak acara Putra Putri Lawu 2014 malam itu. Mereka harus menjawab pertanyaan dari ke-4 dewan juri yang diketuai oleh KRA. Djuritno Yudhoadiningrat dan sebagai juri kehormatan Siti Chomsiyah yang merupakan ketua TP PKK Kab. Karanganyar. Setelah kesemua finalis menyelesaikan sesi pertanyaan saatnya dewan juri memutuskan siapakah yang berhak menyandang Putra Putri Lawu 2014. Akhirnya setelah dewan juri rapat yang memakan waktu cukup lama terpilihlah para pemenang pada malam puncak Putra Putri Lawu Tahun 2014 ini. Berikut nama-nama pemenang tersebut :

Kategori Putra :                                                                                 Kategori Putri :

1. Fahriza Lutfiandi                              Juara I                             1. Rizka Ramana Putri

2. Yusuf Cahya Mahardika                Juara II                           2. Dyah Shina Sulistyaningrum

3. Muhammad Lutfi Febrianto        Juara III                         3. Dewinta Yekti Anugraheni

4. Yefta Andrea                                     Juara Intelegency      4. Noorma Lutfiana Aini

5. Tegar Tuanggana                             Juara Favorit                5. Maryastuti Novitasari

ad

ppl (1)

Bupati Karanganyar Juliyatmono Beserta Ibu Siti Chomsiyah dan SKPD Di Lingkup Pemkab Karanganyar

ppl (2)

Ibu Siti Chomsiyah dan KRA Djuritno Yudhoadiningrat, Dewan Juri Grand Final Putra Putri Lawu Tahun 2014

ppl (3)

Sepuluh Finalis Putra Putri Lawu Tahun 2014 Kabupaten Karanganyar

ppl (4)

Sekda Karanganyar, Samsi Saat Menyerahkan Hadiah Kepada Pemenang Pertama Putra Putri Lawu 2014 Kabupaten Karanganyar

ppl (5)

Putra Putri Lawu 2014 Kabupaten Karanganyar bersama Putra Putri Lawu 2013

Read More
DSC_0078 copy

Tumplek Blek,Masyarakat Karanganyar Lihat Karnaval

Karanganyar, Selasa (19/08/2014)

Karnaval seni dan budaya meriahkan peringatan HUT RI ke 69 di Kabupaten Karanganyar

Karnaval seni dan budaya meriahkan peringatan HUT RI ke 69 di Kabupaten Karanganyar

Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Karanganyar memadati sepanjang jalan Lawu sampai jembatan siwaluh. Antusias mereka dengan perhelatan bertema Karnaval Seni dan Budaya Tahun 2014 terlihat begitu tinggi.

Dari usia anak-anak,remaja,dewasa,dan orang tua. Ajang karnaval itu diikuti 98 kontingen dari Sekolah,SKPD, BUMD, Kecamatan, Perguruan Tinggi, dan RSUD. Masing-masing kontingen mengirimkan 100 orang.

Iring-iringan kontingen paling depan diikuti Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, diikuti pimpinan SKPD. Setiap kontingen menampilkan atraksi di depan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan tamu undangan yang berada di tenda kehormatan, di depan rumah dinas Bupati Karanganyar .
“Ini merupakan salah satu upaya untuk memunculkan potensi-potensi seni budaya dan kreativitas masyarakat Kabupaten Karanganyar” ujar Juliyatmono, dengan memakai baju lurik dan ikat kepala warna cokelat.

Dari hasil pengamatan, kreativitas ditampilkan ada yg memakai baju wayang orang, punokawan, petani, kostum batik carnival, dan reog.

“Senang sekali melihatnya, bahkan bisa menghibur,” ujar wakidi, yg datang dari Karangpandan.
Tidak hanya itu saja, Pemkab Karanganyar juga mengadakan Lawu Fair di tiga tempat, yakni papahan, di depan Kantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), dan di terminal bejen yg berlangsung mulai pukul 19.00 WIB, Selasa (19/08) malam. Di tempat itu ditampilkan berbagai pertunjukan musik, tari, pantomim, maupun solo vokal.

Dilain tempat, pihak Kantor Kecamatan Tawangmangu juga mengadakan pawai yang sama yang dimulai dari lapangan Bener sampai terminal Tawangmangu. “Diikuti 35 kontingen dari berbagai unsur pendidikan, dan warga di 10 desa/kelurahan,” ujar Titik Umarni, Camat Tawangmangu, Selasa (19/08) saat ditemui dilokasi karnaval.

Ribuan warga terlihat menonton dari sepanjang jalan sekitar dua kilometer yang dilalui peserta karnaval. Kendati demikian, pelaksanaan bisa berjalan dengan aman dan tertib.pd

Read More