DSC_4085

Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Pamot Di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Read More
DSC_4094

Jamasan Pusoko Kanjeng Kyai Pamot

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat menyerahkan Pusoko Kanjeng Kyai Pamot kepada Kanjeng Raden Mas Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Puro Mangkunegaran Surokarto Hadiningrat untuk dijamasi.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Drs. Sutarno dan beberapa Kepala OPD hadiri acara jamasan pusaka Kanjeng Kyai Pamot yang di gelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis(03/9/20).

Wardoyo. S.H Kabag Umum Setda Karanganyar mendapat titah langsung dari Bupati Karanganyar untuk memboyong Pusaka Kanjeng Kyai Pamot dari papan palereman di gedong pusaka didampingi Kurniadi Maulato Kepala BKD juga Yopi Eko Jati Wibowo Kepala Satpol PP Karanganyar untuk diserahkan langsung kepada Bupati Karanganyar H. Juliyatmono sebelum dijamasi(dimandikan).

Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Pamot, pusaka gadhuan saking Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegaran Kaping VIII dari Surakarta Hadiningrat ingkang mapan ing Kabupaten Karanganyar tetap dilaksanakan walau ditengah pandemi lantaran sudah menjadi tradisi bagi Kabupaten Karanganyar.

Kanjeng Raden Mas Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Pura Mangkunegaran Surakarta Hadiningrat menjadi pemimpin rombongan dari kraton.

Selanjutnya Pusaka Kanjeng Kyai Pamot yang telah dibawa Bupati Juliyatmono diserahkan kepada Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Pura Mangkunegaran untuk dijamasi oleh para parogo ingkang kadhawuh hanjamasi.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Karanganyar H. Juliyatmono sampaikan, Pusaka Kanjeng Kyai  Pamot yang berupa keris ini kalau tidak dibersihkan ya bakal krepes teyengen, maka harus di bersihkan. Oleh karena pusaka ini merupakan peninggalan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo dari Mangkunegaran , maka yang membersihkan juga harus abdi dalem Pura Mangkunegaran dari Surakarta Hadiningrat.

“ Agar Karanganyar segera terbebas dari wabah Covid-19, bisa tentrem dan ayem. Maka pusaka ini harus dirawat dengan baik agar awet “, jelas Bupati. DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
DSC_5126

Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Pamot, pusaka gadhuan saking Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegaran Kaping IV dari Surakarta Hadiningrat

Read More
DSC_5126

Utusan Dari Puro Mangkunegaran Jamasi Pusoko Kanjeng Kyai Pamot

Bupati Karanganyar H. Juliyatmno saat menyerahkan Pusoko Kanjeng Kyai Pamot kepada Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Pura Mangkunegaran Surakarta Hadiningrat untuk dijamasi, Jum’at(19/09/19).

Karanganyar – 19 September 2019

Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Pamot, pusaka gadhuan saking Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegaran Kaping IV dari Surakarta Hadiningrat ingkang mapan ing Kabupaten Karanganyar. Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Pura Mangkunegaran Surakarta Hadiningrat menjadi pemimpin rombongan dari kraton, Jum’at(19/09/19).

Bambang Jatmiko Kepala BPBD Kab. Karanganyar mendapat titah langsung dari Bupati Karanganyar untuk memboyong Pusaka Kanjeng Kyai Pamot dari papan palereman di gedong pusaka, didampingi Muh. Indriyanto Kepala Baperlitbang dan Sugeng Raharto Kabag Administrasi Pembangunan untuk diserahkan langsung kepada Bupati Karanganyar H. Juliyatmono sebelum dijamasi(dimandikan).

Selanjutnya Pusaka Kanjeng Kyai Pamot yang telah dibawa Bupati diserahkan kepada Tumenggung Lilik Priarso Tirtodiningrat utusan dari Pura Mangkunegaran untuk dijamasi oleh para parogo ingkang kadhawuh hanjamasi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar H. Juliyatmono dalam sambutannya sampaikan, Pusaka Kanjeng Kyai  Pamot berupa keris ini kalau ga dibersihkan ya bakal krepes teyengen, maka harus di bersihkan. Oleh karena pusaka ini peninggalan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati aryo dari Mangkunegaran , maka yang membersihkan juga dari abdi dalem Pura Mangkunegaran dari Surakarta Hadiningrat.

“ Agar Karanganyar tentrem ayem, maka pusaka ini harus dirawat dengan baik agar awet “, jelas Bupati.

Demikian Diskominfo(Ard/Tgr/Wk)

Read More
web (3)

Keris Pusaka Kyai Pamot Dijamas

Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/10) malam

Karanganyar, Selasa (17/10/2017)

Keris pusaka peninggalan Sri Paduka Mangkunegoro IV, yakni Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/10) malam oleh utusan dari Mangkunegaran, Surakarta.

Pelaksanaan jamasan itu tidak sembarang orang yang boleh menyentuh pusaka keramat itu. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk memulai jamasan tersebut.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kewajiban kita dari generasi ke generasi ikut menjaga dan memelihara dengan baik. Tidak boleh di tafsirkan yang macam-macam.

“Cara merawat dengan jamas ini agar kualitas selalu baik, jangan sampai rusak. Di tiap tahun, tepatnya di bulan Sura, pusaka itu selalu dijamasi. Hal ini dilakukan sejak bupati-bupati Karanganyar terdahulu,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Upacara jamasan diawali dengan keluarnya keris pusaka itu dari lemari penyimpanan, lalu diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pusaka yang sudah berumur lebih dari satu abad, kemudian diberikan kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamasi.

Acara jamasan dilengkapi dengan ubo rampe seperti jeruk pecel, kembang setaman, ratus, air, dan minyak pusaka. Usai dibersihkan melalui ritual itu, keris dimasukkan kembali dalam kotak kayu untuk kembali disimpan di dalam lemari.

Sekadar informasi, Kyai Pamot diserahkan oleh Sri Paduka Mangkunegoro VIII dan di pinjamkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, pusaka ini konon bisa menjaga wilayah dan memberikan rasa aman.(pd)

Read More

Benda Pusaka Kyai Pamot Dijamasi

Pemkab Karanganyar melaksanakan jamasan keris pusaka peninggalan Mangkunegaran VIII yang bernama Kyai Pamot di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (8/12/2012). Proses jamasan dilakukan oleh abdi dalem dari Pura Mangkunegaran dan disaksikan para pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Proses jamasan benda pusaka tersebut bermula dengan pengambilan Kyai Pamot yang disimpan di dalam kotak kayu. Kotak tersebut berada di dalam lemari kayu di Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Setelah diambil, Kyai Pamot diserah terimakan kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR. Selanjutnya, Rina menyerahkan Kyai Pamot kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamas.

Ritual jamasan tersebut dilakukan setiap Sura menggunakan kemenyan, kembang setaman, jeruk nipis, minyak cendana dan perlengkapan lainnya. Jamasan berlangsung sekitar 20-30 menit dengan membersihkan seluruh bagian Kyai Pamot. Setelah dijamasi, abdi dalem Pura Mangkunegaran menyerahkan Kyai Pamot kepada Rina Iriani SR untuk disimpan kembali.

Rina Iriani SR menuturkan benda pusaka tersebut dirawat secara turun temurun oleh Bupati Karanganyar. Sementara jamasan dilakukan sebagai simbol membersihkan diri setiap Sura. Selain itu, jamasan Kyai Pamot juga sebagai

simbol meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Bumi Intanpari selalu diberi ketenteram dan kemakmuran. “Setiap Sura pasti Kyai Pamot dijamasi sebagai simbol membersihkan diri dan minta perlindungan kepada Tuhan,”.

Sementara abdi dalem Pura Mangkunegaran, Lilik Priyarso, mengungkapkan jamasan Kyai Pamot dilakukan setiap Sura

Read More
DSC_0102

Pusaka Kyai Pamot Dijamas

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (8/12) siang. Selain pusaka tersebut yang merupakan peninggalan Sri Paduka Mangkunegoro IV, jamasan juga dilakukan bagi puluhan keris lainnya.

Kendati pelaksanaan jamasan dilakukan di Karanganyar, namun tidak sembarang orang yang boleh menyentuh  pusaka keramat itu. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang sejumlah abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk memulai ritual tersebut.

Upacara jamasan diawali dengan keluarnya keris pusaka itu dari lemari penyimpanan, lalu diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Pusaka yang sudah berumur lebih dari 100 tahun itu kemudian diberikan kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamasi.

Acara jamasan juga dilengkapi dengan ubo rampe seperti jeruk pecel, kembang setaman, ratus, air, dan minyak pusaka. Usai dibersihkan melalui ritual itu, keris dimasukkan kembali dalam kotak kayu untuk kembali disimpan di dalam lemari.

Sekadar informasi, Kyai Pamot diserahkan oleh Sri Paduka Mangkunegora VIII dan dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, pusaka ini konon bisa menjaga wilayah dan memberikan rasa aman.

Di tiap tahun, tepatnya di bulan Sura, pusaka itu selalu dijamasi. Hal ini dilakukan sejak bupati-bupati Karanganyar terdahulu dan diteruskan oleh Bupati Rina Iriani.

“Kita tentunya mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Selain itu, dengan upacara jamasan ini kami juga ikut melestarikan budaya yang sudah turun-termurun,” kata Rina.

.pd

 

 

Read More

Berharap Karanganyar Selalu Tenteram

Sejumlah pejabat di Karanganyar mulai Kepala Dinas hingga para camat berjajar rapi, duduk bersila di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (20/12). Kedatangan mereka sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bukan karena akan ada pengarahan dari Bupati, namun datang guna mengikuti prosesi jamasan keris Kyai Pamot. Keris ini adalah pusaka titipan dari Raja Mangkunegaran VIII kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar pada masa Bupati Hartono tahun 1985.
Prosesi jamasan itu sendiri berlangsung sangat sederhana dibandingkan dengan jamasan tahun lalu. Tahun lalu, sebelum dijamas, keris diarak mengelilingi pendapa rumah dinas Bupati dan dihadiri berjubel warga sekitar.
Setelah dijamasi selama 15 menit, keris Kyai Pamot langsung dimasukkan dalam kotaknya dan diserahkan kembali kepada Bupati untuk disimpan di tempat semula.
Bupati Rina Iriani mengungkapkan jamasan tersebut dilakukan untuk membersihkan dari segala kesialan dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Karanganyar selalu tenteram. “Bupati sebelum saya juga melakukan jamasan, jadi ini hanya meneruskan tradisi saja. Dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya (20/12).
Sementara itu, Abdi Dalem Keraton Mangkunegaran, Lilik Priyarso mengatakan jamasan Kyai Pamot harus dilakukan pada bulan Sura dengan filosofi bulan ini adalah bulan suci untuk memulai segala sesuatu. “Jadi di awal bulan, harapannya semuanya itu bersih termasuk pusakanya juga,” kata dia.
Lilik menjelaskan adanya Keris Kyai Pamot berawal dari permintaan warga Karanganyar agar memiliki sebuah pusaka, akhirnya dari Mangkunegaran VIII sekitar tahun 1960-an menitipkan Kyai Pamot di Karanganyar.

Read More