kkn

Mahasiswa KKN STAI Al-Fatah Buat Program “Plangisasi” di Gedongan

Colomadu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi-Bogor membuat program “Plangisasi” yakni pemasangan plang nama jalan di Dusun Pepe, Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada Jumat (16/06). Pemasangan plang tersebut dilakukan dengan cara gotong royong bersama warga dusun Pepe.

Kepala Dusun (Kadus) Pepe, Sumanto pada saat penyerahan plang nama jalan secara simbolis mengatakan bahwa pihaknya mengaku sangat berterimakasih atas adanya program “plangisasi” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN STAI Al-Fatah Cileungsi-Bogor ini, sebab, sebelumnya di dusun belum ada nama jalan, dan plang penunjuk jalan. Maka dari itu, program ini dinilai sangat membantu masyarakat.

“Selama ini di Dusun Pepe belum ada nama-nama jalan, dan plang penunjuk jalan. Saya sebagai Kadus mengucapkan terimakasih ada bantuan plang jalan, terimakasih, kami ucapkan kepada mahasiswa dari STAI Al-Fatah Bogor, biar nanti kampung sini agar semakin lebih baik dan lebih maju,” kata Kadus Sumanto saat penyerahan simbolik plang di Dusun Pepe, Jumat (16/06).

Ia juga berharap, setelah adanya program “plangisasi” ini ada lagi program-program selanjutnya dari Mahasiswa KKN STAI Al-Fatah tahun depan juga dari Universitas lain datang di Desa Gedongan terutama di Dusun Pepe, Kepala Dusun sendiri mengaku akan siap menerima Mahasiswa KKN yang mengabdi di Dusunnya.

Kadus Sumanto menambahkan, program lainnya misalnya seperti pembuatan petunjuk nama perangkat dusun atau desa, atau bisa juga melakukan program pembenahan rumah tidak layak. Saat ini di Dusun Pepe sendiri, ia mengaku sangat kekurangan pengajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) atau mengaji di Mushola-Mushola Desa, untuk itu ia juga berharap nantinya ada mahasiswa KKN yang juga mengajar ngaji di Dusun.

“Yang utama itu sekarang ini adalah bantuan pengajar untuk anak TPA, karena saya melihat pengajarnya maih kurang karena kakak-kakaknya yang sudah bisa atau mahir biasanya pergi keluar kota, atau sibuk bekerja tidak sempat untuk mengajar ngaji adik-adiknya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KKN Mahasiswa STAI Al-Fatah Cileungsi-Bogor Tim Solo 2017, Panji Ahmad mengatakan bahwa pemasangan plang nama jalan di Dusun Pepe ini merupakan program fisik yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarkat sekitar, masyarakat pendatang, juga masyarakat pengunjung yang datang ke Dusun Pepe. Karena pihaknya merasa warga yang baru datang ke Dusun pasti akan kebingungan karena tidak adanya nama jalan, juga plang petunjuk jalan.

“Disini (Dusun Pepe) belum ada nama dan petunjuk jalan, jadi kami mengusulkan ke bapak Kepala Dusun untuk membuat dan mendapat apresiasi dan disetujui. Total ada 22 plang dengan 6 nama, yaitu Jl. Gatot Kaca 1 sampai 4 dan Jl. Al Fatah 1 sampai 4 yang terletak di jalan utama, kemudian di gang-gang dusun kami mengambil nama jalan dari perwayangan Punakawan yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong,” ujar Panji.

Ia menambahkan, selain program fisik “plangisasi” Mahasiswa KKN STAI Al-Fatah Cileungsi-Bogor ini juga menjalankan program KKN lainnya yakni mengajari anak-anak Taman Pedidikan Al-Quran (TPA) mengaji di dua tempat, yakni di Masjid Al-Magfiroh, dan Mushola Istiqomah, selain itu juga melakukan ceramah-ceramah dan Imam Solat di Masjid-Masjid.

“Kita juga membantu membina TPA di dua masjid, kemudian kita juga membantu mendistribusikan beras, dan kultum juga Imam solat di Masjid. Kita juga akan menyelenggaraan  pelatihan jurnalistik  bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dengan tema ‘Menjadi Reporter Cilik’, dan Pelatihan Jurnalistik bagi Masyarakat Dusun Pepe,” kata Panji.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah sendiri terbagi menjadi 3 kelompok, yakni tim pertama melakukan pengabdian masyarkat di daerah Garut, dan tim ke-2 berada di Sukabumi, dan tim 3 ada di Solo, tepatnya di Dusun Pepe, Desa Gedogan, Kec. Colomadu, Kab. Karanganyar ini dengan beranggotakan 5 orang, yakni Panji Ahmad, Miyanto, Ary Yulison, Iman Syamsudin, dan Royhanul Iman. Dari 3 tim KKN ini semuanya merupakan Mahasiswa Komunikai dan Penyiaran Islam (KPI).

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah merupakan perguruan tinggi yang beralamat di Jl. Pesantren Al-Fatah No.1, Pasir Angin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. STAI Al-Fatah hadir sebagai alternatif mempromosikan pendidikan sesuai dengan ajaran Islam dan melibatkan mahasiswa dalam berbagai aksi kemanusiaan baik level Nasional dan Internasional. Banyak lulusan STAI Al-Fatah yang kini bekerja di berbagai media massa, banyak juga yang berprofesi sebagai pengajar. Lulusan STAI AL-Fatah juga bisa melanjutkan kuliah di luar negeri di perguruan tinggi yang sudah melajukan kerjasama. (Royhanul Iman – Sekretaris KKN Mahasiswa STAI Al-Fatah Cileungsi-Bogor Tim Solo 2017)

Read More
DSC_0071

130 Mahasiswa Univet Ditarik dari lokasi KKN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada penarikan mahasiswa KKN Univet di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (06/4).

Karanganyar, Kamis 6 April 2017

Penarikan sejumlah 130 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang tersebar di tiga belas desa di Kecamatan Gondangrejo secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (6/4/2017).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar didampingi Sekretaris Daerah, Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan Kepala Baperlitbang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah merampungkan KKN selama dua bulan yang tersebar di tiga belas desa. Kegiatan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mengabdikan dirinya ditengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa secara langsung belajar mandiri, mengasah skill dan tentunya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar,”tutur Bupati saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan motivasi kepada masyarakat pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi akan merubah pola pikir dan merubah hidup seseorang menjadi baik dan lebih baik lagi.

“Semoga apa yang telah dirintis untuk dapat dikembangkan dengan baik, mampu merubah pola pandang akan pentingnya belajar, pola hidup sehat. Karena ilmu itu lebih penting dari harta yang dimiliki, dengan ilmu pula derajat kita dinaikkan,”terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menghimbau untuk menjaga citra Univet, karena almamater yang menyertai sukses kita semua di masa depan.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ir. Ali Mursyid, WN.MP berharap kerjasama yang terjalin dengan baik antara Pemerintah dan Univet dapat terus berjalan.

“Alhamdulillah mahasiswa kami telah selesai melaksanaka KKN dan secara resmi kami tarik untuk kembali belajar ke Kampus. Semoga kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa KKN Univet lebih baik lagi,”ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar bersama Rektor Univet dan rombongan berkesempatan untuk melihat berbagai stand hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN Univet, mulai dari kuliner produk lokal, kerajinan mebel, kerajinan tangan dari limbah rumah tangga sampai pupuk organik. Demikian Diskominfo (ft/ind).

 

 

 

 

 

 

               

 

Read More
DSC_0541

Sebanyak 194 mahasiswa KKN UNS Ditarik

 

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan dan pesan kepada 194 mahasiswa KKN UNS dalam rangka penarikan KKN Mahasiswa UNS di Pendopo, Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan dan pesan kepada 194 mahasiswa KKN UNS dalam rangka Penarikan KKN Mahasiswa UNS di Pendopo, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (23/02/2017).

Karanganyar, 23 Februari 2017

Setelah berakhirnya masa KKN, mahasiswa UNS ditarik. Penarikan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (23/02/2017.

Sebanyak 194 Mahasiswa UNS telah menyelesaikan masa KKN selama 1,5 bulan di Kabupaten Karanganyar. Peserta KKN tersebar di 22 desa yang masuk dalam 2 Kecamatan, yaitu Jenawi dan Mojogedang.

Penarikan mahasiswa ini  dihadiri oleh wakil bupati Karanganyar, OPD terkait seperti Baperlitbang, Disdikbud, Badan Kesbangpol, Camat Jenawi dan Camat Mojogedang.

Acara ini di mulai dengan penyampaian laporan hasil kegiatan KKN yang berada di masing- masing desa oleh Mutiara Zipora Abigail selaku perwakilan mahasiswa KKN UNS.

Dalam kesempatan ini wakil bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan sekaligus berpesan “Agar mahasiswa UNS yang telah menyelesaikan masa KKN nya, kedepannya dapat memperoleh nilai IPK yang tinggi, mampu mengembangkan desa yang menjadi tempat KKN dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar”. Ujar Rohadi Widodo

Sementara itu koordinator KKN Kabupaten Karanganyar Hendro Saputro mengaku senang dengan hasil kegiatan KKN Mahasiswa UNS yang ada di Kabupaten Karanganyar, karena tempat yang menarik dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar tempat KKN. Sehingga banyak manfaat dan pengalaman yang didapat oleh para mahasiswa dapat di bawa pulang ke kampus dan menjadi bekal  dalam menyusun skripsi maupun laporan lainnya.

Selain itu, Hendro Saputro mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Karanganyar yang telah banyak membantu dan sekaligus mendukung kegiatan KKN ini. Semoga kedepan banyak mahasiswa UNS yang telah menyelesaikan KKN di Karanganyar dapat kembali dan membantu daerah-daerah di Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan penarikan mahasiswa KKN Kabupaten Karanganyar ditutup dengan pameran hasil kerajinan tangan dan makanan buatan mahasiswa KKN yang berada di masing-masing daerah seperti nugget pisang, dodol, keripik, tepung dan puding. (krs/tt)

 

Read More
KOM_6514

130 Mahasiswa UNIVET Sukoharjo KKN di Karanganyar

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan sambutan di hadapan peserta KKN Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Rabu Pagi (8/2)

Mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu Pagi (8/2). Hadir dalam kegiatan tersebut OPD terkait seperti Baperlitbang, DP3APPKB, Dispertan Dispermades, Disparpora, Badan Kesbangpol dan Camat Gondangrejo. Kegiatan KKN nantinya akan berlangsung mulai 8 Februari hingga 6 April dan tersebar di 13 Desa yang ada di Kecamatan Gondangrejo.

Pada kesempatan itu Rohadi Widodo mengharapkan agar berjalannya KKN kali ini para mahasiswa Univet Batara dapat menjalin kerjasama dengan baik dengan masyarakat serta dapat mengembangkan segala potensi yang ada di masyarakat dan menjaga sopan santun terhadap masyarakat di lokasi KKN, diibaratkan datang tampak muka pergi tampak punggung.

Rohadi menambahkan dengan adanya kegiatan KKN selama 2 bulan yang dilakukan di Kabupaten Karanganyar akan meningkatkan IPM (indek pembangunan manusia) dan diharapkan mampu menurunkan tingkat kemiskinan di daerah tersebut di samping nilai religiusnya yang masih kuat dipegang oleh masyarakat.

“Desa Kragan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gondangrejo di mana Kakek Presiden Joko Widodo berasal dari situ, semoga bisa menjadi motivasi tambahan dalam menjalani KKN kali ini”, ujar Rohadi Widodo

Sementara itu, Rektor Univet Batara Sukoharjo Prof. Dr. Ali Mursid Wahyu Mulyono, M.P dalam sambutan perkenalan sekaligus penyerahan mahasiswa berpesan kepada peserta KKN untuk memberikan yang terbaik bagi Karanganyar. Di mana KKN-KKN sebelumnya selalu memuaskan hasilnya. Selain itu, dengan adanya jalinan kerjasama yang baik antara Univet Batara Sukoharjo dengan Pemkab Karanganyar selama ini, ke depan diharapkan ada re MOU dengan Pemerintah Daerah Karanganyar sehingga sinergitas keduanya akan terus berjalan dalam rangka memajukan masyarakat Karanganyar ke depan lebih baik dan juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat. (demikian Diskominfo, ad/bayu)

Read More
DSC_0114

Sosialisasi SIRUP

DSC_0114

Sosialisasi SIRUP di R. Podang 1 Setda Kab. Karangangar, Kamis, 26 Januari 2017

Pemerintah dituntut untuk dapat memberikan pelayanan prima dan berkualitas. Kegiatan-kegiatan pemerintah pun dituntut lebih transparan sehingga masyarakat luas bisa melihat kinerja pemerintahan di daerahnya.

Untuk menunjang hal ini sistem yang semakin baik terus-menerus dikembangkan dan dilaksanakan oleh pemerintah. Tak ketinggalan pula dalam hal pengadaan barang dan jasa, pemerintah semakin dituntut lebih profesional dan trasparan. Oleh karena itu saat ini telah ada sistem  baru bagi pengadaan barang dan jasa pemerintah supaya bisa lebih lagi menekan isu sensitif tentang praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Sistem baru tersebut bernama Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Untuk mengenalkan sistem baru ini hari ini Kamis, 26 Januari 2017 diadakan Sosialisasi dan Pelatihan SIRUP  di Ruang Podang 1 Setda Kabupaten Karanganyar yang diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari Admin SIRUP dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan ini yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang diwakili Kepala Bidang Tata Kelola Informatika, Drs. Bambang Sugito menyampaikan bahwa Sosialisasi dan Pelatihan SIRUP ini dimaksudkan  agar para Admin SIRUP dari OPD memahami aplikasi SIRUP yang baru, karena ada perbedaan menu dan fitur yang cukup signifikan.

Sistem pengadaan berbasis web ini sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan Rencana Umum Pengadaan baik yang akan dilelangkan maupun penunjukan langsung dengan pertimbangan transparansi, cepat dan profesional.

Karena berhalangan hadir, Bupati mewakilkan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Dahono, SIP, M.Si. untuk menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa untuk menjamin pengadaan barang dan jasa pemerintah yang bebas dari KKN, pemerintah membuat mekanisme pengadaan barang dan jasa secara elektronik atau yang disebut e-procurement. E-procurement berbasis teknologi informasi, yakni menggunakan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi.

Keuntungan dari pengadaan secara elektronik selain efisien dari segi waktu, mudah pengawasannya, juga bersifat transparan. Pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement ini telah dirintis melalui SIRUP. sIRUP menjadi alat atau piranti yang menjamin proses pengadaan secara clear, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudahan-kemudahan dan keuntungan dari SIRUP adalah dampak dari adanya proses online yang terkoneksi dengan jejaring sehingga mampu membatasi dan mengeliminasi hal-hal yang tidak kita inginkan terkait dengan tingkah laku korupsi. (kris/adit)

Read More
DSC_0050

433 Mahasiswa UTP Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Senam Bengawan Solo : Ibu-Ibu PKK Kecamatan menampilkan senam hasil kreasi Mahasiswa UTP Surakarta.

Karanganyar, 16 Januari 2017

Penarikan sejumlah 433 mahasiswa KKN Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang tersebar di tiga puluh desa di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo dan Matesih secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/01/2017).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Rektor UTP dan Kepala Baperlitbang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa UTP Surakarta yang telah merampungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  selama satu setengah bulan yang tersebar di tiga puluh desa. Kegiatan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mengabdikan dirinya ditengah-tengah masyarakat lokasi KKN.

“Mahasiswa secara langsung belajar mandiri, mengasah skill dan tentunya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar,”tutur Bupati saat menyampaikan sambutannya.

kominfo

Berakhirnya KKN : Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara simbolis melepas jaket yang diikuti seluruh mahasiswa KKN UTP, Senin (16/01).

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan motivasi kepada masyarakat pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi akan merubah pola pikir dan merubah hidup seseorang menjadi baik dan lebih baik lagi.

Selanjutnya Bupati juga mengatakan adanya rencana pembangunan Kampus UTP terpadu di Karanganyar yang disampaikan oleh Rektor UTP, Prof. Dr. Ir. H. Ongko Cahyono, MSc kepada Bupati Juliyatmono selaku Pemerintah Kab. Karanganyar.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mendukung penuh dan siap untuk membantu rencana pembangunan Kampus tersebut.

“Untuk membangun dan mendongkrak Karanganyar lebih baik, akan saya bantu sepenuhnya pembangunan Kampus UTP terpadu yang rencana akan dibangun di ring road Solo bagian utara, segera untuk dirancang pembangunannya”tandas Juliyatmono dihadapan jajaran OPD Karanganyar, Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua KKN-PPM serta mahasiswa UTP.

Diharapkan dengan adanya pembangunan Kampus UTP terpadu akan ada benefit bagi Karanganyar agar lebih dikenal lagi sekaligus mendongkrak peningkatan pendidikan.

“Wajib belajar 12 tahun, pendidikan akan terus kita pacu. Untuk indeks pembangunan manusia, Karanganyar tertinggi se solo raya, ini karena terus ada kesadaran pentingnya jenjang pendidikan tinggi di masyarakat,”jelas Bupati.

DSC_0057

Bupati meninjau salah satu stand mahasiswa KKN yang mengangkat produk lokal desa Jatiyoso.

Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Ir. H. Ongko Cahyono, MSc dalam sambutannya berharap kerjasama yang baik ini akan terus berlanjut.

KKN mahasiswa UTP dari empat fakultas meliputi Fakultas Tehnik, Pertanian, Ekonomi dan Keguruan telah menjalankan programnya yakni penguatan ekonomi masyarakat dengan menggali potensi produk-produk lokal, meningkatkan dan pengembangan pemberdayaan olah raga seperti hasil kreasi senam Bengawan Solo.

Acara diakhiri dengan tinjauan berbagai stand potensi produk lokal hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN sesuai dengan tema yang diusung Pemberdayaan Budaya Olah raga dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Produk Lokal.

Demikian Diskominfo (yoga/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
dsc_0050

22 Desa Menjadi Lokasi KKN

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan KKN UNS di Pendopo RD Bupati, Selasa(10/01)

Karanganyar, Selasa 10 januari 2017

Sejumlah 194 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua Kecamatan di wilayah Karanganyar yang tersebar di dua puluh dua desa.

Penyerahan mahasiswa KKN UNS dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar oleh Ketua Koordinator Lapangan, Hendro Saputra yang diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Selasa (10/01/2017).

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan KKN yang berlangsung selama 45 hari kedepan di dua kecamatan yakni Kecamatan Jenawi tersebar di sembilan desa dan Kecamatan Mojogedang tersebar di tiga belas desa.

“KKN ini sebagai sarana menerapkan ilmu dan memperoleh ilmu dikehidupan masyarakat. Jangan malu, jangan sungkan untuk melakukan sesuatu yang membawa manfaat di lokasi KKN,”terang Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar  telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta mengembangkan kawasan organik yakni di Matesih dan Karangpandan yang terkenal dengan produksi beras merah, beras hitam, beras mentik susu dan beras mentik wangi dengan kemasan yang cukup bagus dan menjual secara pemasaran.

“Di Jenawi sendiri menjadi pusat budidaya pisang dengan empat varietas. Yang terkenal dengan pisang Semar, karena bibit dari Fakultas Pertanian Sebelas Maret sampai sekarang terus kita kembangkan,”kata Wabup.

Sementara itu, untuk wilayah Mojogedang merupakan kawasan kering sehingga jumlah warga miskinnya relatif banyak.

“Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di daerah Jenawi dengan udaranya yang dingin, sejuk dan jumlah penduduk relatif sedikit,”tuturnya.

Rohadi Widodo berharap kehadiran mahasiswa KKN ini dapat membantu mengangkat potensi yang ada di wilayah masing-masing KKN sebagai pilar marketing.

“Bentuk kerjasama yang baik sebagai upaya perbaikan disegala bidang untuk lebih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”harap Rohadi dihadapan mahasiswa UNS.

Demikian Diskominfo (ind/ft)

Read More
dsc_0029

30 Desa di Karanganyar Jadi Lokasi KKN

kominfo

KKN sebagai pengalaman mengabdi di masyarakat : Wabup, Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya, Senin (5/12).

Sejumlah 433 Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar tepatnya di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Matesih, Kecamatan Jumapolo dan Kecamatan Jatiyoso yang tersebar di tiga puluh (30) Desa.

Penyerahan Mahasiswa KKN UMS oleh Prof. DR. Ir. Ongko Cahyono, M.Sc selaku Rektor UTP Surakarta dan diterima Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UTP ini selama 45 hari, terhitung tanggal 5 Desember 2016 sampai dengan 16 Januari 2017.

Wabup dalam sambutannya  menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“KKN ini merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat. Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,”pesan Rohadi Widodo pada Pembukaan Pelaksanaan KKN, Senin (5/12/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kominfo

Mahasiswa KKN UTP Surakarta saat menyimak sambutan Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan Visi “Bersama Memajukan Karanganyar” dengan Lima misinya, meliputi : Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh, Pencapaian 10.000 Wirausahawan Mandiri, Pendidikan Gratis SD/SMP/SMA dan Kesehatan Gratis, Pembangunan Desa sebagai Pusat Pertumbuhan, Peningkatan Kualitas Keagamaan dan Sosial Budaya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemakaian Jaket secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada dua mahasiswa UTP yang diikuti seluruh mahasiswa KKN.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
Kominfo

Ratusan Mahasiswa Univet Ditarik dari lokasi KKN

Dishubkominfo

Sambutan Rektor Univet Bantara Sukoharjo dalam acara Penarikan Mahasiswa KKN Periode I, Selasa (11/10/2016).

Ratusan mahasiswa KKN Tematik Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo  yang tersebar di 23 Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Mojogedang dan Jatipuro secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (11/10/2016).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan Kepala Bappeda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah mengabdi selama dua bulan di masyarakat Karanganyar, dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 Oktober 2016.

Dishubkominfo

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar melihat pameran produk-produk lokal unggulan hasil karya Mahasiswa Univet selama KKN di 23 Desa di wilayah Karanganyar.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, mengasah skill dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan saya berharap mahasiswa Univet bisa terus menjaga nama baik Universitas hingga menjadi sarjana” ujar Juliyatmono.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo Prof.Dr. Ali Mursid WM, M.P, mengatakan sejumlah mahasiswa KKN ini selama dua bulan telah memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk lokal.

“Kami berharap kerja sama dengan Kab. Karanganyar bisa terus berlanjut, dan kami juga meminta MOU dari Pemkab Karanganyar, untuk menjadi bukti keberlangsungannya KKN kami di daerah ini,” katanya, disela-sela sambutan.

Demikian Dishubkominfo (ind/irov)     

Read More
kom_8267

Mahasiswa STIE AUB Surakarta Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Bupati Juliyatmono beri pengarahan dihadapan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta, Jum’at (9/9).

Penarikan puluhan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta yang tersebar di 18 Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Karangpandan dan Ngargoyoso secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jum’at (9/9/2016).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Ketua STIE AUB Surakarta dan Kepala Bappeda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa STIE AUB Surakarta yang telah mengabdi selama 30 hari di masyarakat Karanganyar.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, mengasah skill dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu Ketua STIE AUB Surakarta, Dr. Agus Utomo, mengatakan sejumlah mahasiswa KKN ini selama satu bulan telah memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk lokal.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

Read More