DSC_0031

Kabupaten Karanganyar Terima 192 Mahasiswa KKN dari UNS

 

 

 

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Sebelas maret sejumlah 192 di aula DPUPR, Selasa(09/07).

Di Aula DPUPR Sejumlah 192 mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 3 kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karanganyar. Dari 3 kecamatan dan kelurahan tersebut berada di Kecamatan Mojogedang dan Tawangmangu. Tigabelas desa di Kecamatan Mojogedang akan menjadi lokasi KKN mahasiswa UNS tersebut.

Koordinator KKN di Karanganyar menyampaikan bahwa di periode yang ke sebelas ini, jumlah keseluruhan mahasiswa – mahasiswi KKN UNS kali ini sebanyak 192 dan akan di bimbing oleh 11 dosen pembimbing. Periode KKN kali ini akan berlangsung selama 45 hari dengan tujuan membangun semangat kepada generasi muda agar mau bersekolah bahkan kuliah hinga tinggi.

Bupati Karanganyar juga memberikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa dan mahasiswi KKN UNS. Beliau sangat berterimakasih karena Kabupaten Karanganyar kembali dipercaya sebagai lokasi KKN. Bupati karanganyar juga berpesan kepada mahasisawa agar dapat memberi motivasi kepada pemuda agar mengembangakan potensi yang ada. Demikian

Diskominfo(in/fjr)

Read More
_DSC6551

Penerimaan Peserta KKN IAIN Surakarta Di Kabupaten Karanganyar

Read More
_DSC6556

1347 Mahasiswa IAIN Surakarta KKN di 7 Kecamatan Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono Foto Bersama dengan Wakil Rektor IAIN Surakarta, Dosen, Serta Perwakilan Peserta KKN IAIN Surakarta.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Surakarta (IAIN) sejumlah 1347 di Gedung Wanita. Rabu (26/06).

Laporan Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta (IAIN) Muhammad Munadi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nayata (KKN) berjumlah 1347 Mahasiswa dan tersebar menjadi 133 kelompok di tujuh Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Tujuh Kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi, Kerjo, Karangpandan, Tasikmadu dan Jaten. KKN IAIN Surakarta dimulai dari tanggal 26 Juni  sampai 26 Juli 2019. Beliau menyampaikan Mahasiswa supaya belajar tentang kemasyarakatan, supaya belajar senyum, salam dan sapa sehingga setelah selesai KKN tetap mempertahankan 3S tersebut yakni Senyum, Salam dan Sapa. KKN ini bertujuan penelitian di lokasi KKN dan berbasis Masjid. Minimal agar bisa menggerakkan dalam rangka memakmurkan masjid setempat. KKN ini tidak hanya hasil fisik tapi juga secara spiritual dan keagamaannya meningkat. Programnya bukan hanya TPA, tetapi juga program keagamaan untuk lansia.

Sementara itu Sambutan Bupati Karanganyar Juliyatmono, “atas nama Pemerintah sungguh kami bersyukur atas kepercayaan kepada Kabupaten Karangnyar karena telah menjadi lokasi KKN IAIN Surakarta. Minimal menyemengati masyarakat Karanganyar agar tumbuh motivasinya mendapatkan pendidikan lebih tinggi. Karena Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bea siswa bagi masyarakat yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Oleh karenanya kami sangat mendukung KKN dengan basis Masjid ini, untuk memberikan laporan kepada saya, bebas untuk mengusulkan gagasan dan ide kepada saya. KKN sangat berpengaruh besar di masa depan karena akan menjadi momen untuk dijadikan spirit di masa depan”, ujarnya.

Demikian Diskominfo (Ind/Fdt).

Read More
IMG-20190228-WA0009

Penarikan Mahasiswa KKN-DIK UMS Di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 1 Maret 2019

Sebanyak 204 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) baru saja selesai melaksanakan kegiatan KKN-DIK di Kabupaten Karanganyar. Penarikan mahasiswa KKN-DIK dilaksanakan pada hari Jumat (1/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan dilakukan langsung oleh Bupati Juliyatmono. Seperti yang diketahui bahwa 204 mahasiswa tersebut disebar ke dua kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. Dua perwakilan mahasiswa dari masing – masing kecamatan bertanggungjawab untuk memberikan laporan langsung kepada bupati.

Dari Kecamatan Karanganyar, laporan dipresentasikan oleh Mohammad Afriansyah. Dia menekankan bahwa kegiatan – kegiatan KKN merujuk pada 7 bidang. Bidang – bidang tersebut adalah yang pertama bidang pendidikan yang sesuai dengan dasar pendidikan mereka. Yang kedua, bidang kesehatan dengan membantu posyandu dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan. Yang ketiga, bidang dakwah dengan mengajar TPA dan mengadakan pengajian. Yang keempat, bidang sosial dan kebudayaan dengan menginisiasi kegiatan – kegiatan baru yang belum pernah ada di lingkungan masyarakat. Yang kelima adalah bidamg pariwisata dengan mengembangkan potensi wisata di tempat KKN. Yang keenam adalah bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dan yang terakhie adalah bidang keamanan.

Selanjutnya dari Kecamatan Kerjo diwakilkan oleh Dhora Ayu Martadiningsih. Dhora mengatakan bahwa mereka tidak hanya terpaku dengan kegiatan di bidang pendidikan saja, namun juga terjun langsung ke masyarakat dan membuat inovasi – inovasi baru yang cukup menarik.

“Di sini selain di dunia pendidikan, kami juga berinteraksi langsung kepada masyarakat dengan membuat inovasi – inovasi terbaru yang belum ada di Kecamatan Kerjo. Diantaranya kami menciptakan krupuk “biduan” (biji durian), manisan kulit ari durian, nugget biji durian, dan abon kulit durian”, paparnya.

Alasan mereka membuat inovasi olahan dari limbah durian karena mereka berhasil melihat potensi limbah durian di Kecamatan Kerjo dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut. Tujuan dibuatnya inovasi olahan tersebut adalah diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Kecamatan Kerjo, khususnya di Desa Gempolan karena akan segera dibuka Waduk Gondang. Olahan – olahan dari limbah durian tersebut bisa dijadikan oleh – oleh khas masyarakat Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Namun, sayangnya krupuk biduan dibuat dengan cara manual sehingga masih memiliki tekstur yang keras. Hal ini mendorong Dhora dan teman – teman untuk meminta dukungan dari bupati mengenai programnya dan masyarakat Kecamatan Kerjo untuk mengembangkan inovasi dari limbah durian yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS.

Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno., M.H yang mewakili Rektor UMS yang tidak bisa hadir mengatakan bahwa seluruh mahasiswa KKN-DIK yang berada di Kabupaten Karanganyar dapat belajar banyak pengalaman, salah satunya dengan membuat krupuk “biduan”. Beliau yang juga selaku Dekan FKIP menyampaikan banyak terimakasih dan berharap kegiatan KKN-DIK yang telah dilakukan menjadi kegiatan yang bermanfaat, yang dapat mendewasakan, dan membentuk kepribadian mahasiswa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bupati Juliyatmono mewakili pemerintah juga menyampaikan terimakasih kepada Dekan FKIP dan UMS karena telah diberi kepercayaan sebagai tempat KKN-DIK 2019.

“Terimakasih atas kepercayaannya dan semoga bisa menjadi motivasi untuk masyarakat Kerjo dan Karanganyar. Satu – satunya KKN yang paling bagus dan yang paling hebat dari perguruan tinggi mana pun, baru kali ini dari UMS”, ujarnya.

Beliau juga memuji ide dan karya yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS. Bupati berjanji akan menindaklanjuti inovasi yang dibuat mahasiswa tersebut dan akan mengapresiasi keinginan mahasiswa, khususnya di Kecamatan Kerjo dengan memberikan alat untuk membuat krupuk dari limbah durian.

 

Diskominfo (in/an/sr)

 

Read More
DSC_0052_

130 Mahasiswa KKN UNS Resmi Ditarik Dan Dikembalikan Kepada Pihak Kampus

Read More
1

Penarikan 130 Mahasiswa KKN UNS dari 13 Kecamatan di Karanganyar

Karanganyar – 28 Februari 2019

Setelah 45 hari mengabdi di 13 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, akhirnya 130 mahasiswa KKN UNS resmi ditarik dan dikembalikan kepada pihak kampus. Kamis, (28/02) Sebanyak 130 mahasiswa KKN UNS yang terdiri dari 13 tim yang tersebar di 11 desa di Kecamatan Mojogedang dan 2 kelurahan di Kecamatan Karanganyar secara langsung ditarik oleh Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono M.M. di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Selaku koordinator KKN UNS, Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D menyampaikan ucapan terima kasih kepada desa dan warga desa yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKN UNS untuk berlatih dan belajar bersama selama 45 hari lamanya. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada Bupati Karanganyar karena tanpa ijin beliau KKN UNS di Karanganyar tidak akan terlaksana.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar juga mengucapkan terima kasih kepada pihak mahasiswa UNS yang telah melakukan KKN dengan baik, sekaligus memberikan saran-saran perbaikan untuk Kabupaten Karanganyar. “Selain itu masyarakat juga mendapatkan manfaat sekaligus informasi yang nantinya akan sangat mempengaruhi pemikiran masyarakat sekitar untuk terus bersekolah setinggi-tingginya” imbuhnya.

 

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More
DSC_0020

Penerimaan Mahasiswa KKN Pendidikan FKIP UMS di Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_0020

Bupati Karanganyar Terima 204 Mahasiswa KKN FKIP UMS

Karanganyar – Senin, 21 Januari 2019

(Penyerahan mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS secara simbolis)

Bupati Karanganyar menerima 204 mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS di 2 kecamatan, Kabupaten Karanganyar,  Senin (21/1). penerimaan mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Penerimaan mahasiswa KKN-DIK dari UMS ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah dan dari  perwakilan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa KKN-DIK UMS tersebut akan disebar ke 12 desa di Kecamatan Karanganyar dan 10 desa di Kecamatan Kerjo.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno, menyerahkan mahasiswa – mahasiswanya secara langsung kepada Bupati Karanganyar. Haris mengucapkan terimakasih karena sudah diterima dengan baik di Karanganyar. Beliau mengatakan bahwa laboratorium atau sumber pembelajaran yang hidup adalah dari masyarakat karena adanya perbedaan dan menurutnya perbedaan adalah rahmat. Beliau juga menjelaskan perbedaan program KKN-DIK dengan program KKN lainnya di UMS.

“Yang membedakan KKN Pendidikan di FKIP dengan KKN pada umumnya adalah jika KKN pada umumnya yang diberdayakan adalah masyarakat,  tetapi KKN Pendidikan yang diberdayakan adalah masyarakat pendidikan, seperti guru, peserta didik, sekolah, TPQ, TPA, atau kelompok – kelompok bermain informal lainnya ”, tuturnya.

“Jumlah mahasiswa KKN yang berada di Karanganyar ada sekitar 204 dari total 1.366 mahasiswa yang kami kirim ke 5 Kabupaten. Dari sejumlah 1.670-an, dan 200 mahasiswa diantaranya tahun kemarin pada bulan Juli sampai September sudah melaukan yang namanya KKN Pendidikan Terintegrasi di 10 Kabupaten  luar pulau Jawa, sejak dari Medan, Bangka, Belitung, Pontianak, Kendari, Palu, Sorong, dan seterusnya”, lanjutnya.

Menurut Haris, tidak ada metode pembelajaran apapun yang paling bagus kecuali masyarakat. Sumber pembelajaran yang hidup dan up-to-date adalah di masyarakat. Beliau juga meminta para mahasiswanya untuk belajar banyak hal di kehidupan bermasyarakat.

Mahasiswa KKN-DIK UMS telah diterima langsung oleh Bupati secara simbolis, yaitu dengan menyerahkan topi KKN-DIK. Bupati Karanganyar mengucapkan terimakasih karena Karanganyar telah dipercaya sebagai tempat KKN. Dan semoga dengan adanya KKN-DIK dapat memotivasi masyarakat Karanganyar untuk menjadi sarjana. Bupati juga berharap bahwa mahasiswa – mahasiswa KKN-DIK dapat menjadi orang – orang yang berakhlak mulia, bisa tersebar ke seluruh Indonesia, dan diharapkan mahasiswa KKN-DIK tersebut dapat menuliskan laporan ataupun usulan kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Diskominfo (in/mt/sr)

Read More
DSC_9796

Penerimaan Mahasiswa KKN UNS di Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_9787

130 Mahasiswa KKN UNS Diterjunkan Ke 13 Desa dan Kelurahan di Karanganyar

Karanganyar, Selasa 15 Januari 2019

(Penerimaan mahasiswa KKN UNS Karanganyar)

Sekitar 130 mahasiswa dan mahasiswi KKN UNS telah diterima oleh Bupati Karanganyar

di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. 130 mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 13 desa dan kelurahan di Kabupaten Karanganyar. Ke-13 desa dan kelurahan tersebut berada di Kecamatan Mojogedang dan Kecamatan Karanganyar. Sebelas desa di Kecamatan Mojogedang akan menjadi lokasi KKN mahasiswa UNS tersebut, kecuali Desa Ngadirejo dan Desa Sewurejo. Sedangkan dua lainnya adalah Kelurahan Gondang dan Kelurahan Delingan.

Koordinator KKN di Karanganyar, Drs. Wariadi Hendrosaputro, M.SI menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa – mahasiswi KKN UNS kali ini terdiri dari 84 orang mahasiswi dan 46 orang mahasiswa yang setiap kelompoknya terdiri dari 10 orang. Periode KKN kali ini akan berlangsung selama 45 hari, yaitu dari tanggal 15 Januari sampai 28 Februari 2019. Tema KKN di periode ini adalah peningkatan produksi pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, dan UMKM disetiap desa.

Bupati Karanganyar juga memberikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa dan mahasiswi KKN UNS. Beliau sangat berterimakasih karena Kabupaten Karanganyar kembali dipercaya sebagai lokasi KKN. Dengan adanya program KKN ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat Karanganyar untuk bersekolah bahkan berkuliah yang tinggi.

“Saya ingin menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Pesan saya, setiap yang anda lihat adalah inspirasi karena KKN adalah inspirasi untuk kuat berpikir. Pengalaman KKN adalah pengalaman hidup di tengah – tengah masyarakat”, ujarnya.

Diskominfo (dn/ind/mt/sr/and)

Read More