8fb747ea-7a92-44ef-a27d-5af52e71c4f4

Antisipasi Bahaya Kekeringan, KKN UNS Kelompok 71 Melakukan Pemetaan SDA Air Tanah di Plesungan Gondangrejo Karanganyar

(Pengambilan Data Geolistrik. Foto dari KKN 71 UNS)

KARANGANYAR – Permasalahan kekeringan di Desa Plesungan telah mengarah pada penurunan kualitas dan kuantitas sumber air yang tersedia, khususnya air tanah. Untuk memahami dan mengatasi masalah ini, penting dilakukan pengambilan data yang komprehensif mengenai kondisi air tanah di wilayah tersebut. KKN UNS Kelompok 71 yang berjumlah 10 anggota telah melaksanakan kegiatan pengambilan data geolistrik di Desa Plesungan. Lokasi titik pengambilan data sudah dikomunikasikan kepada perangkat Desa setempat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memetakan struktur bawah tanah dan mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah yang ada di wilayah tersebut.

Ardhiansyah selaku ketua KKN 71 menyatakan “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang kami pelajari di kampus ke dalam konteks nyata di lapangan. Pengambilan data geolistrik ini tidak hanya memberikan kami pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Plesungan”. Banyak  tantangan yang dihadapi selama pemetaan, namun dengan kerja sama tim yang solid dan bimbingan dari Bapak Budi Legowo S.Si., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan, seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi.

Selain pemetaan sumber daya air, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Plesungan. Pemerintah desa dapat menggunakan data ini untuk merencanakan pembangunan infrastruktur air bersih, mengeksplorasi sumber daya air tanah lebih lanjut, serta mengembangkan strategi pengelolaan air yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat desa dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan.

Kegiatan KKN ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam konteks pemberdayaan desa dan pengelolaan sumber daya alam. “Kami berharap hasil dari pengambilan data geolistrik ini dapat menjadi referensi yang berguna tidak hanya bagi Desa Plesungan, tetapi juga bagi penelitian dan pengembangan di bidang geologi dan hidrologi di masa mendatang,” tambah mahasiswa lainnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara dunia akademis dan masyarakat, sehingga dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal. (Kelompok 71 KKN UNS)

 

 

 

Read More
WhatsApp Image 2024-08-18 at 15.38.46

KKN Undip Bergerak Cegah Stunting di Dusun Pandes, Karanganyar: Gizi Baik, Masa Depan Cerah

KARANGANYAR – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 menginisiasi program pencegahan stunting terpadu di Dusun Pandes, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Program ini menyasar langsung pada permasalahan gizi buruk pada anak balita yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut. Melalui berbagai kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian makanan bergizi, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.

Dusun Pandes, salah satu dusun di Desa Papahan, masih menghadapi persoalan stunting yang cukup signifikan. Data terbaru menunjukkan terdapat 17 balita di desa ini yang mengalami stunting, dengan dua diantaranya berasal dari Dusun Pandes. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip merasa terpanggil untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan stunting.

Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh mahasiswa KKN, antara lain :

  • Pemeriksaan Kesehatan: Bersama dengan bidan desa dan kader posyandu, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada balita. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala untuk memantau pertumbuhan anak, lalu pemberian vitamin A.
  • Pemberian Makanan Bergizi: Mahasiswa memberikan makanan tambahan bergizi pada balita, seperti nugget ikan lele, susu jagung, dan puding ubi ungu. Makanan-makanan ini dipilih karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.
  • Sosialisasi Gizi dan Keuangan: Mahasiswa juga melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak, serta pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik agar dapat menyediakan makanan bergizi bagi keluarga.
  • Sosialisasi Stunting: Mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengertian stunting, dampaknya, serta upaya pencegahannya.
    Kegiatan KKN ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat Dusun Pandes. Warga dusun mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi masalah stunting di dusun Pandes.

Kegiatan KKN ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat Dusun Pandes. Warga dusun mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi masalah stunting di dusun Pandes.

Program pencegahan stunting yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip di Dusun Pandes merupakan contoh nyata dari kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat terus ditingkatkan dan generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Penulis: Syalaisha Jihan, Akila Phoeby Lifetania, Putri Dewi Larasati, Afina Rista Layalia, Yavi Noor Gantari, Feldyo Wijaya

Read More

Gelar Karya KKN UNDIP Kabupaten Karanganyar Ciptakan Karanganyar yang Berdikari

KARANGANYAR – Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar acara Gelar Karya Kabupaten Karanganyar dengan tema “Abdi Mahasiswa Menciptakan Karanganyar yang Berdikari” yang berlangsung di gedung MCC Karanganyar pada hari Rabu, (14/8/2024). Ketua panitia Gelar Karya menyatakan bahwa acara ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Karanganyar untuk lebih berdikari di masa depan. Ia juga berharap agar hubungan antara Universitas Diponegoro dan Kabupaten Karanganyar dapat terus terjalin dengan baik.

Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Matematika Undip, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengenalan terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh para mahasiswa selama KKN. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut tidak selalu terjadi secara instan, dan perlu dipantau apakah ada keberlanjutan dari produk-produk yang dipamerkan.
“Semoga produk-produk yang dipamerkan oleh anak-anak ini bisa menjadi embrio yang berkelanjutan dan tidak terputus begitu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN adalah salah satu proses yang singkat dan merupakan prioritas jangka pendek yang harus diselesaikan dengan baik. “Waktu adalah sesuatu yang berharga dan tidak bisa dibeli. Jika kalian malas, kalian akan tertinggal,” tambahnya.

Tim II KKN UNDIP telah berada di Karanganyar sejak 11 Juli 2024, dengan jumlah peserta KKN sebanyak 540 mahasiswa dan 18 dosen pembimbing yang tersebar di 7 Kecamatan Karanganyar. Kegiatan ini telah berlangsung selama beberapa minggu dan akan segera berakhir.

Read More
DSC05378

KKN Muhammadiyah – Aisyiyah Fokus UMKM Unggul Dan Penurunan Stunting

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah se- Indonesia yang kali ini mengangkat tema “UMKM Unggul, Stunting Menurun”. Acara penerimaan ini berlangsung di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada hari Jumat, (2/8/2024) disambut dan diterima langsung oleh Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Rektor 3 UMS yang dalam hal ini mewakili Rektor UMS, Ketua KKN MAS, Ketua LPPM UMS, Kepala Baperlitbang, Kepala Disparpora, Kepala Dispermades, Kepala Kesbangpol, serta Bapak/Ibu Camat.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa sebanyak 700 mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lokasi di Karanganyar selama 40 hari. “Inilah universitas kehidupan yang sesungguhnya. Apa yang adek-adek terima di kampus selama 3 tahun ini, pembuktiannya adalah bagaimana kalian dapat menyatakan dan mengaplikasikan ilmu tersebut dalam 40 hari. Adek-adek akan mengetahui sesungguhnya kehidupan masyarakat setempat seperti apa dan bagaimana posisi kalian dalam menyikapi masyarakat yang demikian itu, terlebih lagi pelaksanaan KKN ini di bulan Agustus yang tentunya akan banyak kegiatan di masing-masing desa “, ungkap Pj Bupati.

Pj Bupati Karanganyar juga menekankan pentingnya adaptasi dan kontribusi positif dari para mahasiswa selama menjalani KKN. Ketika menghadapi kondisi masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang berbeda, harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada. Memberikan inspirasi dalam waktu 40 hari, dengan melakukan hal yang bermanfaat di masyarakat, supaya kehadiran para mahasiswa KKN ini bukan hanya seperti uap vape yang begitu banyak uapnya tetapi kemudian hilang.

Ia menegaskan bahwa Karanganyar dapat memberikan pengalaman hidup yang berharga bagi para mahasiswa. “Selamat datang di Karanganyar, selamat mengikuti KKN. Semoga keberkahan yang tadi saya sampaikan dapat dinikmati oleh adik-adik sekalian. Semoga sehat, semangat, dan masa depannya cerah ceria menjadi pemimpin umat dan bangsa, terutama dalam menyelesaikan program utama stunting, UMKM, serta program-program lainnya selama KKN, ” ujarnya. (Diskominfo).

Read More

Penerimaan Mahasiswa KKN dari UTP Surakarta

Karanganyar–Sebanyak 340 mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMM) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta disambut serta diterima langsung oleh Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si. didampingi oleh para Kepala OPD, Camat Mojogedang dan Camat Kerjo, di Pendopo RM Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (01/08/2024).

Penyerahan Mahasiswa KKN-PMM dilakukan oleh Wakil Rektor 1 UTP, Dr. Ir. Suswadi, M.Si. Para mahasiswa ini akan menjalani program dari kampus UTP di Kecamatan Mojogedang dan Kecamatan Kerjo. Dalam sambutan pengarahannya, Pj. Bupati Karanganyar menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa peserta KKN-PMM dari UTP Surakarta agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami kehidupan di daerah pedesaan.

“Saya harap mahasiswa UTP Surakarta dapat menggunakan waktu yang singkat dalam satu bulan ini untuk belajar lebih jauh tentang kehidupan masyarakat di Kecamatan Mojogedang dan Kerjo,” ujar Timotius Suryadi.

Read More
DSC_8277

Pj. Bupati Terima KKN Tematik UNSA ” Smart Village dan Desa Wisata “

KARANGANYAR – ” KKN TEMATIK SMART VILLAGE DAN DESA WISATA “. Desa Salam, Gerdu, dan Karang di Kecamatan Karangpandan menjadi destinasi tujuan Mahasiswa Universitas Surakarta (UNSA) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan kedepan.

Dengan slogan KKN Tematik ” Smart Village dan Desa Wisata “, Rektor UNSA Astrid Widayani melepas para Mahasiswa untuk diserahkan kepada Pemkab. Karanganyar yang langsung diterima oleh Pj. Bupati Karanganyar di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Jum’at (07/6/2024). Sebanyak 300 Mahasiswa UNSA ini nantinya akan melaksanakan KKN di Karanganyar. (Diskominfo)

Read More
IMG-20240123-WA0045

Penerimaan Mahasiswa KKN dari UNS dan USB

KARANGANYAR– Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Senin (22/01/24), Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar kembali menerima mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas Setia Budi Surakarta (USB) yang akan melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar.

Penerimaan ini merupakan salah satu upaya kerjasama dalam membangun desa bersama masyarakat. Sebanyak 385 mahasiswa akan berpartisipasi, terdiri dari 285 mahasiswa UNS dan 73 mahasiswa USB.

Pada KKN kali ini, UNS mengangkat tema kesejahteraan masyarakat, sementara USB fokus pada pemberdayaan kesehatan dan teknologi.

“Pelaksanaan KKN bagi mahasiswa UNS mempunyai beberapa tujuan, diantaranya pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan kelompok tani, optimalisasi tanaman hias bagi pengembangan wisata serta peningkatan ekonomi keluarga “, jelas Wakil Rektor I UNS Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus.

Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih karena Kabupaten Karanganyar masih dipercaya untuk menggembleng para mahasiswa dalam melaksanakan KKN di wilayah Karanganyar.

Beliau juga menekankan agar setiap kelompok KKN dapat memberikan minimal satu inovasi substansial untuk kemajuan desa. Selain memberikan manfaat nyata, inovasi tersebut juga dapat dilanjutkan oleh pemerintah.
Demikian (Diskominfo)

Read More
IMG-20240115-WA0054

Bertekad Membangun Smart Village Berbasis Kewirausahaan di Desa Ngringo, Mahasiswa KKN UNSA dilepas PJ Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – Mengusung Konsep Smart Village Berbasis Kewirausahaan, Puluhan Mahasiswa Universitas Surakarta yang melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Ngringo, Kabupaten Karanganyar dilepas secara langsung oleh Penjabat Bupati Karanganyar Timotius Suyadi S.Sos., M.Si di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati pada Senin( 15/01).

Praktek Kegiatan KKN Tematik mahasiswa UNSA ini akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 08 Januari hingga 25 Februari 2024 mendatang. Hadir dalam ceremonial pelepasan ini PJ Bupati Karanganyar, Pimpinan BPJS, Kepala BAPELITBANG, Kepala Dinas Pendidikan, Rektor dan Wakil Rektor UNSA, serta beberapa Pejabat pemangku wilayah yang akan menerima mahasiswa UNSA ini.

Nantinya KKN Tematik Mahasiswa UNSA akan dilaksanakan di Desa Ngringo yang tersebar 8 Dusun. Namun agar KKN Tematik terlaksana secara optimal maka difokuskan dalam 4 Dusun terlebih dahulu diantaranya yaitu Karangrejo, Plosokerep, Gunung Wijil, dan Benowo.
Mahasiswa peserta KKN Tematik UNSA gelombang pertama dari Fakultas Teknik diantaranya program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta Teknik Informatika.

Tema dari kegiatan KKN Tematik Universitas Surakarta yaitu “ Membangun Smart Village Berbasis Kewirausahaan”. Dimana, dari judul tersebut termasuk pilot project sebagai Smart Village pertama dalam mengimplemantasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UNSA sendiri.

Rektor Universitas Surakarta Astrid Widyani, SE. SS. M.BA. menyampaikan bahwa penyerahan mahasiswa program KKN Tematik di Desa Ngringo sebagai pilot project yaitu Smart Village pertama dalam mengimplemantasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UNSA.

Bahkan Astrid juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini juga mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“ Tujuan dari kegiatan KKN Tematik Smart Village untuk mahasiswa dapat mengabdi di luar kampus agar berdampak ke masyarakat sekitar kampus juga. Dengan menggunakan prinsip-prinsip desa cerdas, untuk menggabungkan kebutuhan desa masing-masing.

Harapannya supaya output dengan integrasi dibidang digital serta wirausaha bisa berjalan dengan lancar dan baik” Jelas Astrid.

Dalam pidato sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S. Sos., M.Si mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas Surakarta karena wilayah kabupaten karanganyar menjadi tempat KKN Tematik Smart Village.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Timotius berharap program ini dapat membangun Kabupaten Karanganyar lebih baik dan bersinergi, terutama perkembangan di lingkungan Desa Ngringo.

“ Harapannya, agar masyarakat Ngringo memiliki kemauan untuk berinovasi dalam bidan kewirausahaan dan keunggulan desa dapat lebih dioptimalkan “ terang PJ Bupati yang linatik resmi 15 Desamber silam.

DISKOMINFO

Read More

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Prihatin dengan Berlakunya Sekolah dari Rumah

KARANGANYAR – Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Bulurejo, Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar sejak 6 Oktober 2020 lalu. Setelah hampir sebulan melakukan kegiatan berupa pendampingan bimbingan belajar (bimbel) kepada siswa SD yang merupakan program kerja individu, mahasiswa turut prihatin dengan diberlakukannya sekolah dari rumah oleh pemerintah sejak adanya pandemi.

Pandemi yang melanda dunia ini telah mempengaruh di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan di Indonesia. Pada awalnya kegiatan belajar mengajar diliburkan sambil menunggu keputusan terbaik untuk skema belajar yang aman bagi siswa. Sektor pendidikan dinilai rawan penyebaran.

Setelah cukup lama menunggu, surat edaran terkait pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat corona virus disease (Covid- 19) terbit pada tanggal 18 Mei 2020. Para orang tua dan siswa harus dihadapkan dengan skenario sekolah daring. Belajar daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Google Meet, E-learning, Grup WhatsApp dan lainnya.

Hal ini menuai pro dan kontra terkait kesiapan dan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh yang pemerintah terapkan. Setelah memasuki bulan Oktober dan diterapkannya New normal, kebijakan yang diterapkan sejak awal tahun telah bergeser. Banyak daerah yang sudah memulai membuat kebijakan dan peraturan sendiri, seperti murid sudah bisa datang ke sekolah guna mengumpulkan tugas dan mengambil tugas saja.

Mahasiswi KKN-RDR UIN Walisongo Novvia Wulandari yang melaksanakan pendampingan bimbingan belajar (bimbel) terhadap siswa SD di Dusun Bulurejo, merasa ikut prihatin melihat kegiatan belajar siswa di rumah.

“Saya ikut kasian karena sistem belajar daring khususnya bagi siswa SD itu sangat sulit, tidak semua materi yang didapat bisa dipahami oleh siswa, kemudian juga perlu adanya fasilitator yang baik dalam pendampingan proses pembelajaran ” Katanya di Bulurejo, 26 Oktober 2020

Selain karena sulitnya materi yang dipahamioleh siswa serta sulitnya mengakses internet, sistem belajar secara daring harus mendapatkan pendampingan yang baik dari orang sekitarnya. Hal ini pula yang dilakukan oleh Mahasiswi KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang di Karanganyar. Mahasiswi memberikan materi terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolahan.

“Kebanyakan dari mereka tidak membaca teori terlebih dahulu dan langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Padahal materi merupakan bagian penting dari pembelajaran”tambahnya. Kegiatan pendampingan belajar ini diharapkan dapat mengurangi beban orang tua yang tidak dapat mendampingi putra-putri nya belajar di rumah.

“Dengan adanya pendampingan belajar dari Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang kami merasa terbantu, karena tidak semua orang tua mampu dan mempunyai waktu untuk mendampingi anaknya belajar”ujar Parti, salah satu wali murid.

Read More
IMG-20200616-WA0021

Bangun Zona Integritas, Upaya BPS Bersih dari KKN

Kominfo

Penandatanganan komitmen bersama pencanangan BPS membangun zona integritas, Selasa (16/6).

KARANGANYAR- Pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai upaya Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sehingga diharapkan keberhasilan pencanangan zona integritas ini dapat menjadi catatan reformasi birokrasi bersih BPS.

Pencanangan sekaligus penandatangan sebagai komitmen bersama dilakukan di Aula Kantor BPS Kabupaten Karanganyar yang dihadiri Bupati, Forkopimda dan jajaran Kepala  OPD Karanganyar, Selasa (16/6).

Kepala BPS Kabupaten Karanganyar, Dewi Triharyuni mengatakan proses membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM reformasi birokrasi BPS Karanganyar telah dilaksanakan sejak 2015 dan ini merupakan tugas berat. Oleh karenanya semua belah pihak harus memiliki komitmen yang kuat.

“ Mulai pimpinan sampai dengan bawahan harus punya mindset, pola pikir dan budaya kerja yang sama sehingga keberhasilan membangun zona integritas ini dapat dicatat,”terangnya.

Ia juga menyampaikan syarat membangun zona integritas diantaranya Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dalam hal laporan keuangan dan nilai implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan (SAKIP) dengan nilai minimal C.

“Alhamdulillah semua syarat tersebut telah kita penuhi, BPS Karanganyar memperoleh nilai SAKIP 62,45 atau setara dengan nilai B,”katanya.

Ditambahkannya upaya perubahan yang dilakukan BPS Kabupaten Karanganyar demi terwujudnya Good Government dan menghasilkan Aparatur BPS yang profesional, integritas serta amanah. Dengan tuntutan pengguna data statistik yang lebih cepat, lebih murah , lebih mudah diperoleh dan lebih berkualitas dirasakan semakin meningkat seiring  perkembangan informasi pada era digita, bahkan tuntutan ini semakin meningkat ditengah pandemi Covid-19.

“Berbagai upaya yang telah dilakukan BPS Karanganyar, pihaknya pun berharap  berdampak pada terwujudnya misi BPS menjadi Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk semua,”imbuhnya.

Sementara Itu, Bupati Karanganyar berterima kasih serta mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan BPS Kabupaten Karanganyar demi terwujudnya reformasi birokrasi BPS yang bersih dari KKN dan profesional dalam bekerja.

Pihaknya berharap BPS dan Pemerintah serta semua pihak dapat bersinergi sebagai bagian integritas agar pemerintah selalu mengedepankan pelayanan terbaik ke masyarakat.

“ini bagian dari ikhtiar kita bersama, BPS Karanganyar sungguh-sungguh menuju zona integrasi terbaik. Mengawali new normal dengan yang baik, pasca Covid-19 kita bangkitkan kembali,”tandasnya

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More