sidang paripurna

Ki Manteb Sudarsono Meninggal, Bupati Ajak DPRD Karanganyar Berdoa Untuk Sang Maestro Dalang

DPRD Karanganyar menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampiaan tanggapan bupati terhadap pemandangan umum fraksi aras lima rancangan Perda

KARANGANYAR – Maestro Dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono tutup usia pagi tadi di rumahnya, Doplang, Karangpandan, Karanganyar. Pada kesempatan rapat paripurna DPRD Karanganyar dengan agenda jawaban bupati atas pemandangan umum Fraksi DPRD terhadap 5 Raperda, bupati mengajak wakil rakyat untuk menundukkan kepala berdoa untuk almarhum dalang. Orang nomor satu di Karanganyar itu menyampaikan, perjuangan wayang diakui dunia dan menjadikan tanggal 7 November sebagai hari wayang.

“Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa kepada Almarhum Ki Manteb Sudarsono,” papar Bupati Karanganyar.

Bupati juga mengajak anggota DPRD Karanganyar mengatasi Covid-19 dengan mengambil langkah tegas terkait penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Sepanjang PKL yang buka sore diliburkan dari tanggal 3 sampai 20 Juli dan akan diberikan kompensasi. “Mohon suport dan dukungan PPKM darurat ini dirasakan bersama. Yang tidak perlu pergi, jangan pergi terlebih dahulu,” tambahnya.

Bupati berharap dengan diterbitkannya kebijakan PPKM Darurat mulai tanggal 3 Juli besok, masyarakat dan pemerintah dapat menyeragamkan tindakan dan dapat saling support agar kasus Covid-19 khususnya di Kabupaten Karanganyar dapat ditekan. “Semoga semua bergerak bersama untuk membantu mengatasi penyebaran virus Covid-19. Dan insyaAllah kasus akan mengalami penurunan-penurunan” ujar beliau.(hr/adt/nb)

Read More
DSC_8120

Ki Manteb Sudarsono Beri Kado Ultah Ke 23 Ilyas Akbar Al Madani Dengan Gunungan Wayang

Ki Manteb Sudarsono memberikan gunungan wayang kepada Ilyas Akbar Al Madani

 

KARANGANYAR – Hari jadi Ilyas Akbar Al Madani ke 23 pada tanggal 30 Mei kemarin bertepatan dengan pengukuhan Dalang Remaja Karanganyar Jaya (Darmakarya) di Resto Bali Ndeso, Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar, kemarin berlangsung istimewa. Pasalnya, putra Bupati Karanganyar, Juliyatmono tersebut mendapatkan hadiah Gunungan Wayang langsung diukir dari maestro dalang, Ki Manteb Sudarsono.

Sesepuh dalang sekaligus penerima penghargaan dari Unesco tersebut menilai saat ini Ilyas mulai mendarmabaktikan diri kepada orang tua. Darma bakti anak kepada orang tua itu adalah ‘mikul ndhuwur mendem jero’. Yakni upaya untuk tetap menjaga nama baik orang tua dengan prestasi yang gemilang. “Saat inilah mas Ilyas menujukkan bakti kepada kedua orang tua dengan menjaga nama baik orang tua dan membuat orang tua bangga,” papar Ki Manteb Sudarsono.

Mengenai pengukuhan dalang remaja dalam nama Darmakarya, Ki Manteb Sudarsono mengatakan darma adalah kewajiban. Sehingga mengandung maksud darma adalah kewajiban untuk terus melestarikan budaya wayang. Ki Manteb berpesan kepada para dalang muda, nilai-nilai wayang berupa kebijakan, kentreteman (kedamaian) dan katresnan (kasih sayang) harus terus dipupuk. “Saya minta setiap hari kelahiran saya pada tanggal 31 Agustus diperingati dengan menggelar wayang dari Darmakarya. Dari dalang sampai senimanya harus dari warga Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Ilyas Akbar Al Madani dalam mengucapkan syukur dan terima kasih pada dalang-dalang remaja di Kabupaten Karanganyar. Sebab Bumi Intanpari ini banyak sekali tokoh-tokoh dalang dan generasi mudanya saat ini sudah mencintai kebudayaan jawa. Pihaknya mengajak para dalang tersebut untuk terus mencintai dan melestarikan wayang yang sudah menjadi bagian warisan dunia. Seperti pesan pejuang sekaligus pendiri Kabupaten Karanganyar, Raden Mas Said yang ajarannya sangat bagus yakni Mulat Sarisa angrasa wani, Rumangsa Melu Andarbeni dan Wajib Melu angrungkebi. “Saya berharap kegiatan dapat memberikan inspirasi kepada siapapun. Mohon terus bimbingannya dan semoga Ki Manteb Sudarsono selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bangga dengan hadirnya dalang-dalang muda. Dengan usia yang masih muda diharapkan dapat menorehkan tinta emas seni budaya di kabupaten Karanganyar. Pihaknya mengajak para pemuda untuk terus bermimpi sebab dengan mimpi itu mengarahkan tujuan dan cita-cita terbaik. “Darmakarya lahir tanggal 30 Mei berbarengan dengan hari lahir anak saya. Setiap tanggal, silahkan mengadakan pentas wayang khususnya dalang remaja biar anak saya yang memberikan suport,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-07-14 at 13.51.48

Yakinkan Pemangku Kebijakan, Komenka Gelar Simulasi Hajatan di Rumah Ki Manteb Sudarsono

Simulasi hajatan digelar Komenka agar Pemangku kebijakan yakin gelaran hajatan aman

 

Ketua Komenka, Joko Petruk memberikan sambutan dan berusaha menyakinkan semua pihak bahwa hajatan aman untuk digelar

 

KARANGAYAR – Tidak mau larut terus dalam masa pandemi virus covid 19, komunitas Entertaiment Karanganyar (Komenka) menggelar simulasi hajatan ‘mantu’ di rumah dalang Kondang, Ki H Manteb Sudarsono di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Selasa (14/07). Simulasi ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyakinkan pemerintah bahwa hajatan bisa digelar tetap dengan protokoler kesehatan. Pasalnya sudah empat bulan ini, praktis tidak ada pekerjaan hajat mantu.

“Kami komunitas Komenka atau istilah kerennya sor kajang mengakui empat bulan tidak ada pekerjaan sama sekali. Kami memberanikan menggelar simulasi ini agar masyarakat dan pemangku kebijakan seperti Polres dan Pemkab yakin bahwa hajatan dapat digelar,” papar ketua Komenka, Joko Petruk ditemui usai simulasi hajatan.

Menurut Joko penyelenggaraan simulasi ini sudah memenuhi standar protokol  kesehatan. pertama, tamu undangan masuk harus cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian diukur suhu tubuhnya oleh petugas. Jika memang diatas 38 dipersilahkan untuk pulang. Setelah suhu tubuh dipastikan aman, kemudian tangan disemprot dengan disinfektan. Masuk ke ruang dengan tidak bersamalaman dengan ‘omong tamu’. Duduk dengan jarak antar tamu undangan dibuat renggang. “Kami yakinkan semua pihak bahwa hajatan aman untuk dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Kami juga sudah audiensi dengan Polres, DPRD dan Pemkab agar mereka juga memikirkan nasib kami untuk terus bekerja,” tandasnya.

Selain itu, Joko mengatakan sebelum hajatan digelar satu hari sebelumnya tempat hajatan disemprot disinfektan. Tujuannya agar semua tempat streril dari virus covid 19.

Sementara Ki Manteb Sudarsono mendukung penuh komenka. Sebab dia memang seniman yang dituakan di Kabupaten Karanganyar sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk membantu. Dalang yang terkenal dengan sebutan dalang oye ini mempersilahkan Komenka untuk menggelar simulasi hajatan di rumahnya. Sebab jika tidak memberanikan diri menggelar simulasi maka seniman mati ‘thek shek’. “Jika kondisi ini dibiarkan sampai Desember maka akan mrongos semua para seniman. Dengan simulasi ini, diharapkan pemerintah memberikan izin untuk para pekerja seni bekerja kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pihak pemangku kebijakan tidak perlu ragu dan kawatir sebab penyelenggaran hajatan tetap menggunakan protokol kesehatan. Kondisi seperti ini, tidak usah menyalahkan semua. Pihaknya meminta kondisi diterima dan terus bangkit kembali untuk bekerja.

Sementara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Tarsa M.Pd mewakili bupati Karanganyar, Juliyatmono. Intinya Pemkab Karanganyar mempersilahkan digelar hajatan dengan tetap menggunakan prosedur protokol kesehatan. Hajatan digelar semula  dengan prinsip banyu mili. “Intinya Pemkab mendukung namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya. (hr/Adt)

Read More
DSC_7335

Pagelaran Wayang Kulit Dalang Kondang Ki Manteb Soedarsono Meriahkan Malam Syukuran Hari Bhayangkara ke 74

Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi saat memotong tumpeng dan menyerahkan kepada salah satu anggota.

KARANGANYAR – Bupati Kabupaten Karanganyar H. Juliyatmono beserta Jajaran Forkopimda hadiri malam Tasyakuran memperingati Hari Bhayangkara ke 74 di Mako Polres Karanganyar, Rabu(01/07/20).

Pagelaran wayang kulit oleh Dalang kondang Ki Manteb Soedarsono dengan lakon “Bimo Bangkit” menjadi hiburan dalam acara syukuran perayaan Hari lahir Bhayangkara yang ke 74. Diambilnya gelaran wayang kulit dengan lakon “Bimo Bangkit” ini bermaksud di era new normal yang sudah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar bisa menjadi titik awal kebangkitan para pelaku seni di Bumi Intanpari ini.

Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi dalam pidato sambutannya sampaikan bahwa malam puncak acara polri ke 74 yang biasa disebut Hari Bhayangkara ke 74 ini, menjadi tanda bahwa pada 1 Juli 1946 Polri hadir untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Dengan riwayat cerita pada masa kerajaan, mahapatih Gajahmada memiliki prajurit yang diberi nama Bhayangkara, ikut dalam perang menjaga kerajaan Majapahit. Dari situlah terbentuknya POLRI.

” Terima kasih atas sinergitas kerjasama Forkopimda di Kabupaten Karanganyar sehingga bisa menciptakan suasana yang kondusif dan aman “, jelas Kapolres Leganek.

Banyak pembelajaran yang saat ini sedang dijalani para prajurit Polri, bukan hanya di daerah namun juga di Mabes POLRI, utamanya belajar tentang teknologi yang semakin maju di era millenial sekarang. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petugas keamanan.

Harapannya Karanganyar semakin maju dan tangguh lagi seperti slogan pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar yang hadir dalam sambutannya sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya karena seluruh kegiatan Polres Karanganyar yang berlangsung selama menyambut Hari Bhayangkara ini semuanya ditujukan untuk masyarakat Karanganyar.

Dengan menggelar banyak kegiatan yang positif di tengah pandemi ini, mulai dari lomba kampung siaga covid, kegiatan donor darah, dan lain sebagainya. Pemerintah sangat mengapresiasi program-program dari POLRI.

” Bahkan semua kegiatan dibimbing langsung oleh jajaran kepolisian, ini luar biasa sekali “, tegas Bupati.

Semoga sinergi ini bisa terus semakin membaik. Produktivitas ditentukan dengan kondisi yang kondusif dan aman. Semoga POLRI semakin sukses, semakin dipercaya masyarakat dan bisa selalu mengayomi masyarakat. Semoga covid-19 segera berlalu dr Bumi Karanganyar

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini juga sampaikan bahwa wayangan ini tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, namun haraoannya endingnya bisa tetap mengena ceritanya.

Mudah-mudahan gelegar seni di Karanganyar bisa kembali bangkit, lewat Dalang Ki Manteb ini semoga bisa menjadi tititk awal kebangkitan insan seni di Karanganyar. DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
web

Bupati dan Ketua DPRD Karanganyar Main Ketoprak

Pentas ketoprak sebagai rangkaian Hari Jadi DPRD Karanganyar ke-66, Selasa (24/01) malam yang dimainkan oleh sejumlah pejabat di Kabupaten Karanganyar.

Pentas ketoprak sebagai rangkaian Hari Jadi DPRD Karanganyar ke-66, Selasa (24/01) malam yang dimainkan oleh sejumlah pejabat di Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (25/01/2017)

Kolaborasi apik antara Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Sumanto, bermain bareng pada pentas ketoprak.

Pentas ketoprak itu sebagai rangkaian Hari Jadi DPRD Karanganyar ke-66, Selasa (24/01) malam di halaman gedung wakil rakyat itu.

Pelawak Kirun menjadi bintang tamu di ketoprak yang mengambil judul “Ki Ageng Mangir Wonoboyo” itu. Adapula Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono.

Peran yang ambil Bupati Juliyatmono sebagai Panembahan Senapati, Wakil Bupati Karanganyar sebagai Tumenggung Alap-alap, Kirun sebagai Tumenggung Gagak Baning, Ki Manteb Sudarsono sebagai Juru Mertani, Samsi sebagai Demang Sarwono, dan Demang Sorogati diperankan oleh Ketua DPRD Karanganyar.

web (2)

Kolaborasi apik dari pejabat yang memerankan tokoh ketoprak itu membuat suasana menjadi ger-geran. Di atas panggung mereka mampu memainkan perannya dengan improvisasi. Mereka tampil santai dan tidak kikuk.

“Saya ingin tahu, bagaimana keadaan di Kasultanan Mataram, sampeyan  yang ikut andil melestarikan budaya itu bagaimana caranya, apalagi saya lihat panjenengan masih muda, hingga belum tumbuh gigi,” kata Bupati kepada Ki Manteb Sudarsono.

Setelah itu, Ki Manteb pun berdiri dari kursi dan berkata, “Wes ayo, pulang saja biar cari ketoprak lainya,” kata Ki Manteb.

Penonton pun tertawa terpingkal-pingkal, kemudian Kirun pun menambah kelucuan dengan berkata ke Ki Manteb, “Kamu juga tidak tertib, ketoprak pake jam tangan,” katanya.

Pentas hiburan yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga 01.00 WIB, Rabu (25/01) selain disaksikan tamu undangan juga ratusan warga yang memadati halaman DPRD Kabupaten Karanganyar. Layar lebar disejumlah titik juga disediakan untuk penonton. pd

Read More