web (2)

2000 Bibit Pohon Untuk Konservasi Hutan Lawu

penanaman pohon secara simbolis oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

Penanaman pohon secara simbolis oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Senin (13/02/2017)

Sebanyak 2000 bibit pohon ditanam di lereng Gunung Lawu untuk konservasi hutan dan penyangga air di Kabupaten Karanganyar.

Penanaman pohon itu digagas oleh OSIS SMA Negeri Karangpandan, dengan melibatkan 200 pelajar perwakilan dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA di Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/02) di Telaga Madirda, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

“Kita sebagai pemuda sudah selayaknya mencegah dan menangulangi kerusakan hutan, melestarikan lingkungan dan mencegah efek global warming, dengan cara konservasi hutan,” kata Ketua Panitia, Prima Sukma Putri Perdana, saat ditemui dilokasi.

Program penghijauan itu dinamai Think Green #3 2017 sudah ketiga kalinya diadakan. Sebelumnya, kegiatan itu juga pernah dilakukan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunegoro I.

“Hari ini kami menanam bibit pohon antara lain ringin, akasia, prih dan luh di kawasan Petak 16, wilayah Kecamatan Ngargoyoso,” kata Ketua Panitia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa, mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, sangat mendukung program tersebut, apalagi penyelenggara dari pelajar yang peduli alam.

“Kami sangat mendukung upaya pelestarian hutan dari pelajar-pelajar ini. Namun setelah ditanam jangan terus ditinggalkan begitu saja, adakalanya meluangkan waktu untuk melihat pohon yang ditanam, dipelihara dan dijaga dengan baik,” katanya.

Pada akhir acara pembukaan, dilakukan penanaman pohon secara simbolis oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.(pd)

Read More
aku-2

Aksi Peringatan Hari Tani Tahun 2016

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

Karanganyar, Minggu (25/09/2016)

Hari Tani Tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar diperingati dengan cukup meriah, bahkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, dengan mempertontonkan berbagai seni budaya lokal.

Ketua Panitia Hari Tani Desa Pendem Tahun 2016, Ponco Yulianto mengatakan, peringatan ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, dimulai dari 22-25 September 2016, di Dusun Mranggen, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang.

“Ada Festival Budaya Lokal Desa Pendem, Festival Dolanan Anak, pentas Ketoprak, teater, geguritan, sarasehan monolog, dan pagelaran reog ponorogo,” kata Ponco Yulianto, Jumat (23/09) malam saat di jumpai di lokasi acara.

Tahun ini, lanjut Ketua Panitia, peringatan itu mengambil tema “Jagad Tala”, atau Rumah Lebah,  karena banyak filosofi lebah yang diambil manfaatnya.

“Kami mengambil tema ini agar masyarakat mempunyai semangat kebersamaan, saling bekerjasama, dan lebah juga menghasilkan madu yang banyak diambil manfaatnya,” katanya.

Selain itu, pada pementasan teater Sekolah Tani Digdaya Muda, Desa Pendem, menceritakan bahan kimia dan organik. Bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dari kimia dan manfaat dari bahan organik.

“Pentas itu sebagai hiburan tontonan dan menjadi tuntutan masyarakat setempat, dalam hal keunggulan pertanian organik,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan harapan sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar semakin maju.

“Di Kabupaten Karanganyar ada empat Kecamatan yang sebagian tanah pertanian memakai sistem organik, yakni Mojogedang, Matesih, Karangpandan, dan Jenawi. Hasilnya lebih bagus dan mahal,” katanya.pd  

Read More
DSC_0733e

Festival Telaga Madirdo 2015

DSC_0733e

WAKTU

Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2015

Jam 08.00 WIB – sampai selesai

Obyek Wisata Telaga Madirdo, Desa Berjo, Ngargoyoso

PESERTA STAND UMKM

Diikuti oleh 10 kelompok kluster wisata, 5 kelompok PNPM, dan masyarakat umum. Stand UMKM dibuka mulai jam 08.00 WIB – 22.00 WIB tanggal 1-2 Agustus 2015

RANGKAIAN ACARA FESTIVAL

HARI SABTU, 1 AGUSTUS 2015

Waktu Acara
07.00-08.00 Persiapan Peserta Stand UMKM
08.00-08.30 Peserta Jalan Santai Kluster Wisata Finish di Telaga Madirda
08.30-09.00 Pra Pembukaan
1. Karawtitan Santisworo / Karawitan Putri Puton
2. Tek-tek Puntukrejo (Rombongan Wabup mulai datang)
3. Kesenian Sabdo Palon Noyo Genggong
09.00-selesai Seremonial Pembukaan Festival Telaga Madirdo
1. Pembukaan
2. Laporan Ketua Panitia
3. Ucapan Selamat Datang oleh Camat Ngargoyoso
4. Sambutan dan Pembukaan oleh Wakil Bupati Karanganyar
5. Tampilan Kesenian Sabuk Janur
6. Tampilan Kesenian Jimbe Munggur
7. Tampilan Kesenian Tari-tarian Kluster Wisata
19.00-selesai 1. Karawitan Anak Nglegok
2. Jimbe Mungkur
3. Cerita Rakyat dalam bentuk Teater Desa Ngargoyoso
4. Pembukaan
5. Ucapan Selamat Datang
6. Sambutan Bupati dan Pembacaan Narasi Tari Kolosal
7. Pementasan Tari Kolosal

HARI MINGGU, 2 AGUSTUS 2015

Waktu Acara
09.00 Lomba Mewarnai dan Menggambar
10.00 Hiburan Koes Plus
19.00 Penutupan Festival Telaga Madirdo dilanjutkan Wayang Kulit

 

Read More

Gerbang Tol Soker di Desa Ngasem akan Digeser

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akan mengalami sedikit perubahan dari rencana awal. Pintu masuk tol yang awalnya berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, nantinya bakal digeser sedikit ke sisi utara.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti belum lama ini. Menurutnya, penggeseran pintu tol itu juga berdampak pada dibatalkannya penggusuran tanah kas Desa Ngasem. Tapi belum bisa dipastikan apakah penggeseran itu akan berdampak pada penggusuran lahan baru milik warga atau tidak. “Kami masih menunggu informasi lebih jauh mengenai hal itu,” katanya.

Terkait alasan pergeseran pintu gerbang tol itu, Any belum bisa menjelaskan karena belum mendapat informasi dari pelaksana proyek. Selain itu, pembebasan lahan seluas 35 meter persegi juga akan dilakukan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu yang rencananya akan digunakan sebagai interchange tol Soker.

Any menjelaskan untuk wilayah Karanganyar yang akan dilalui tol Soker ini akan dibangun tiga interchange, yakni di Desa Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu dan Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat.

Sementara itu, perkembangan proyek pembangunan tol sudah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa lahan yang berada di Desa Jatikuwung dan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo yang sebelumnya alot, kini sudah selesai dibebaskan. “Sementara untuk Desa Karangturi yang juga masuk Kecamatan Gondangrejo belum, memang agak alot,” ujar Any.

Diungkapkannya, pembebasan lahan mulai berjalan lancar setelah P2T menawarkan harga baru yang telah disetujui oleh tim appraisal. Harga baru tersebut meningkat cukup signifikan yakni sekitar 200 persen. Seperti yang terjadi di Desa Jatikuwung, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana pergeseran pintu gerbang tol Soker di Desa Ngasem tersebut. Begitu juga terkait pembebasan lahan baru yang akan digunakan untuk interchange, ia juga mengaku belum mendapat informasi. “Tapi sejauh ini pembebasan lahan di Kecamatan Colomadu sudah beres semua. Untuk perkembangan itu akan saya cek dulu,” katanya.

Read More

Standar Pendidikan Disosialisasikan

Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar mengadakan sosialisasi Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar, Senin (21/5). Sosialisasi SNP tersebut diikuti sekitar 125 ketua komite sekolah di Karanganyar.
Ketua Panitia sosialisasi 8 SNP, Sugiarso, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar sekolah memiliki wawasan seputar SNP. Menurutnya dengan memiliki wawasan seputar SNP maka mutu sekolah pun dapat ditingkatkan. “Pendidikan itu merupakan never ending process. SNP tersebut menjadi acuan penilaian dari Badan Standardisasi Pendidikan,” jelas Sugiarso, Senin (21/5).
Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Tjuk Susilo mengatakan dengan sosialisasi diberikan kepada komite sekolah, karena komite sekolah adalah pemangku kepentingan dalam pendidikan.
“Komite sekolah/madrasah berperan bersama-sama kepala sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan Dewan Pendidikan punya kewajiban untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan komite sekolah terkait hal-hal seperti ini,” jelas Tjuk, Senin (21/5).
Tjuk menjelaskan bahwa SNP tersebut berisi terkait standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana da prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan pendidikan. “SNP itu nantinya berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan. Ini untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Kalau mutu pendidikan terjamin, itu menjadi usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak bangsa lebih bermartabat,” jelas Tjuk.
Perwakilan Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Untung Budiarso, menilai bahwa standardisasi tersebut harus sama. Ia menjelaskan bahwa setiap fasilitas, kurikulum, dan sumber daya manusia harus memiliki kualitas yang sama.
“Semuanya harus sama, tidak boleh ada yang berbeda. Semua yang di pusat dan daerah harus sama. Komite sekolah harus bisa bersikap lentur agar bisa terus berguna ke depannya,” jelas Untung, Senin (21/5).

Read More

Ribuan orang ikuti sepeda santai

Ribuan warga dari berbagai daerah di Soloraya mengikuti sepeda santai yang digelar Kodim 0727/Karanganyar dalam rangka memperingati HUT Ke-66 TNI Tahun 2011.

Mereka memadati lapangan Alun-alun Karanganyar sejak pukul 06.00 WIB.

Tidak hanya warga, para pejabat Muspida Karanganyar pun seperti Dandim 0727 Karanganyar Letkol (Inf) Eddy Basuki, Wakil Bupati (Wabup) Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso, Ketua DPRD Sumanto dan tiga Wakil Ketua DPRD masing-masing Rohadi Widodo, Tri Haryadi dan Juliyatmono antusias mengikuti sepeda santai.

Para pejabat ini berbaur bersepeda ria bersama peserta lainnya. Sepeda santai dibuka secara langsung oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Ketua Panitia Mayor (Inf) S Kuncoro Dewo mengatakan jumlah peserta sepeda santai sesuai dengan tiket pendaftaraan diikuti sebanyak 7.000-an peserta. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Soloraya.

Kegiatan ini memperebutkan hadiah berupa tiga sepeda motor, 20 unit sepeda gunung, dua unit kulkas, dua unit mesin cuci dan ratusan doorprize lainnya.

“Rute sepeda santai start dimulai Alun-alun Karanganyar-Bejen-simpang lima Beji-Koramil Tasikmadu-barat Pabrik Gula Tasikmadu-Ngijo-finish di Alun-alun,” ujarnya.

Read More