DSC_0120 copy

Tiga Pejabat Eselon 2 Hasil Lelang Jabatan Dilantik

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Karanganyar, Kamis (02/07/2015)
Hasil lelang jabatan bagi eselon 2 yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2015,dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Rabu (01/06)
Dari hasil lelang jabatan itu, terpilih nama-nama yang mengisi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyaryang kosong, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
Titis Sri Jawoto sebelumnya menjabat Sekretaris DKP menjadi Kepala DKP, kemudian Tarsa sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda menjabat Kepala Disparbud. Selanjutnya Bambang Harsono sebelumnya menjadi Sekretaris di BP4K, kini menjadi Kepala di tempat yang sama.
Ditempat yang sama, juga dilantik dan diambil sumpah pejabat di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) eselon 2, eselon 3 dan eselon 4 sebanyak 17 prang.
Hal itu dikarenakan ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) berubah dari sebelumnya BPPT menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), namun kepala badan masih dijabat Sucahyo.
Bupati Karanganyar Juliyatmono setelah acara itu mengatakan dari hasil seleksi lelang jabatan, ada tiga nama yang lolos seleksi dan memenuhi persyaratan.
“Dari 21 peserta lelang jabatan sudah melewati beberapa tahapan. Kemudian terpilih sembilan nama untuk di wawancara Bupati, selanjutnya dipilih tiga nama untuk menjabat eselon 2 yang di lelang,” ujar Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono dalam kesempatan kemarin, menegaskan bahwa hasil seleksi itu tidak ada faktor apapun.
“Tidak ada faktor kedekatan. Dari ketiga nama itu yang dinyatakan lulus itulah disebut kompetensi dan layak ditempatkan diposisi itu,” ujarnya.
Selain itu di acara yang sama juga dilantik sebanyak 24 Kepala Sekolah, yakni untuk Kepala Sekolah SD sebanyak 22 orang, untuk SMP dan TK masing-masing sebanyak satu orang. pd

Read More
aku copy

Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Bupati Hitung Cermat Masa Kerja

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mengambil sumpah dan melantik 94 Kepala Sekolah Negeri, Rabu (25/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mengambil sumpah dan melantik 94 Kepala Sekolah Negeri, Rabu (25/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (25/06/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengambil sumpah dan melantik 94 Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri di Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Pada acara tersebut, Bupati Juliyatmono mengatakan dalam proses untuk ditetapkan menjadi kepala sekolah sebelum dilantik dan diambil sumpah (kemarin) memang agak lama, karena terlebih dahulu dikaji dan dianalisa terlebih dahulu.
“Penugasan menjadi kepala sekolah merupakan dedikasi, pengabdian, dan sebuah kehormatan. Untuk itu saya perhitungkan berakhirnya masa jabatan yang bersangkutan masih menjadi kepala sekolah,” ujarnya, Rabu (25/06) kemarin.
Juliyatmono menambahkan penghitungan masa jabatan kepala sekolah dihitung secara cermat. “Jangan tidak dihitung, jadi jangan belum pensiun namun setelah menjadi kepala sekolah beberapa periode lalu menjadi guru,” ujarnya.
Terdapat tiga kepala sekolah yang menjadi guru karena sudah pernah menjabat selama tiga kali periode, atau 12 tahun.
“Ketiga kepsek itu terdiri SMA, SMK dan SMP masing-masing satu kepala sekolah,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar.
Pengambilan sumpah dan pelantikan itu untuk Kepala Sekolah Dasar (SD) sebanyak 73 orang, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak sembilan orang, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak tujuh orang, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak lima orang. pd

Read More
DSC_0076 copy

Doakan Korban Musibah, Pelajar SMA Lakukan Shalat Gaib

Karanganyar, Selasa (06/01/2015)

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, SMA Negeri 1 Karanganyar

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, di sekolah itu.

Ratusan pelajar dari SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura.

Tempat ibadah yang terletak di pojok sekolah favorit di Bumi Intanpari itu, dipenuhi ratusan pelajar dari kelas X, XI dan XII berjajar rapi di lantai satu maupun dua di Masjid As Safir, Komplek SMA Negeri 1 Karanganyar, Selasa (06/01).

Selain diikuti para peserta didik, shalat gaib itu juga diikuti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan guru agama SMA Negeri 1 Karanganyar, dengan bertindak sebagai imam Winarno, guru agama Islam. “Shalat gaib berjamaah ini juga mendoakan korban meninggal musibah tanah longsor di Banjarnegara,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karanganyar, Hartono, setelah acara.

Dia juga mengatakan, dengan acara ini anak didik bisa mempunyai rasa empati karena korban bencana alam dan korban jatuhnya pesawat AirAsia. “Yang jelas anak-anak bisa mempunyai rasa peduli sejak dini. Kami sebelumnya juga sudah minta partisipasi mengumpulkan bantuan untuk musibah tanah longsor di Banjarnegara,” jelas Hartono.

Salah satu murid sekaligus jamaah shalat gaib, Nabela Fona Arfianti mengatakan dengan ikut mendoakan diharapankan agar keluarga diberi ketabahan. “Semoga jenazah bisa segera ditemukan, diidentifikasi dan dikuburkan,” jelas pelajar kelas IX ini.pd

Read More

Hari Pertama Kerja, Bupati Juliyatmono Kunjungi Colomadu

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat bertemu dengan Muspicam, Kepala Desa dan Kepala Sekolah Kecamatan Colomadu, Senin (16/12)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat bertemu dengan Muspicam, Kepala Desa dan Kepala Sekolah Kecamatan Colomadu, Senin (16/12)

Karanganyar, Selasa (17/12/2013)

Pasca dilantik pada Minggu (15/12),  Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo mengunjungi Colomadu untuk berkantor.

Dihadapan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Muspicam, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Bupati Juliyatmono menjelaskan prioritas Colomadu dan Gondangrejo nantinya secara infrasruktur dibereskan. “Setelah itu partisispasi masyarakat untuk memiliki Karanganyar dan kontribsusi segala aspek kemasayarakat sangat tinggi,” kata Juliyatmono, saat di Kantor Kecamatan Colomadu, Senin (16/12) siang.

Dia yakin dengan pembenahan berbagai infrastruktur dapat meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dan mendatangkan investor.

“Colomadu ini jalur vital, dekat dengan bandara. Dengan memberikan fasilitas yang lengkap wisatawan yang lewat bisa mampir,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0009

Lulusan SMK N 1 Karanganyar, Siap Kerja

Kepala SMK N 1 Karangayar, Tenang Pranata, melepas siswa di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05)

Kepala Sekolah  SMK N 1 Karangayar, Tenang Pranata, melepas siswa kelas XII,  di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05)

Karanganyar, Selasa (21/05/2013)

Sebanyak 486 siswa, kelas XII, SMK N 1 Karanganyar, dilepas setelah menyelesaikan belajar dan menyelesaikan tahapan untuk mencapai kelulusan sekolah, di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05).

Sebelum pengumuman kelulusan pada 24 Mei 2013 mendatang, mereka telah menempuh ujian praktek non produktif, ujian sekolah, ujian nasional utama, dan ujian susulan. Kepala Sekolah SMK N 1 Karanganyar, Tenang Pranata, mengatakan pihaknya optimis kelulusan bisa mencapai 100 persen, seperti tahun kemarin.

“Dengan pembelajaran yang kami berikan, optimis siswa dapat lulus 100 persen,” jelas Tenang Pranata. Dia juga menambahkan, sebanyak 15 siswa telah lulus seleksi untuk bekerja di Batam, dan 30 siswa ke Malaysia, tetapi masih dalam proses. “Lainnya, sebanyak 40 persen akan melanjutkan ke bangku kuliah,” kata nya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat menghadiri acara tersebut mengatakan, SMK sebagai lembaga pendidikan formal yang berorientasi pada keahlian yang spesifik untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sebagai lulusan siap kerja, diorientasikan untuk mencetak tenaga-tenaga muda profesional yang siap mengisi dunia kerja.

“Kembangkan jiwa wirausaha, banggalah ketika kalian kelak mampu meraih sukses, sehingga dapat berperan menggerakkan ekonomi masyarakat dan mensejahterakan masyarakat,” jelas Rina Iriani. pd    

Read More

Menjelang UN, Kepsek Teken Pakta Integritas

Kepala Sekolah di Kabupaten Karanganyar menandatangani pakta integritas menjelang pelaksanaan ujian nasional, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (11/04)

Kepala Sekolah di Kabupaten Karanganyar menandatangani pakta integritas menjelang pelaksanaan ujian nasional, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (11/04)

Karanganyar,  Kamis (11/04/2013).

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 15-18 April mendatang, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Karanganyar menandatangani Pakta Integritas, Kamis (11/04). Dalam dokumen tersebut, semua pihak berjanji akan menyelenggarakan UN secara jujur, bertanggung jawab, dan penuh integritas untuk memajukan dunia pendidikan.

Sri Suranto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, mengatakan, UN sekarang ini, sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Jenis soal yang diberikan ke siswa di setiap kelas, semuanya berbeda. Ada 20 macam soal, sehingga satu meja dengan lainnya tidak bisa sama.

“Selain itu tingkat kesulitannya juga naik karena mulai tahun ini hasil UN akan diperhitungkan untuk penerimaan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena itu dipastikan berbeda,” kata dia.

Karena itulah, pihaknya berharapkan sekolah betul-betul mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian. Persiapan paling baik tentu yang dilakukan sejak dini, ketika siswa mulai belajar di kelas satu.

Untuk itu pula, Suranto berharap dengan waktu yang hanya tinggal beberapa hari lagi, sekolah sudah tidak lagi menggelar kegiatan yang memforsir siswa. Baik kegiatan pembelajaran, apalagi kegiatan lain.

Tak lupa pula, Sri Suranto mengingatkan kepada siswa, guru maupun pengelola sekolah, agar tidak mempercayai isu lembar jawaban yang sudah beredar.  “Bagaimana mungkin itu bisa terjadi. Soalnya saja belum beredar, tetapi jawabannya sudah ada. Kan sangat tidak masuk akal, lebih baik diabaikan saja,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan, tidak ada target bagi sekolah agar bisa lulus 100 persen. Akan tetapi Rina meminta agar prestasi siwa Karanganyar bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. “Meski

Read More

106 Kepala Sekolah Dilantik

106 Kepala Sekolah dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (28/03)

106 Kepala Sekolah dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (28/03)

Karanganyar, Jumat (29/03/2013)

Sebanyak 106 Kepala Sekolah (Kepsek) SMP dan SMA dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (28/03) pagi. Para pendidik itu terdiri dari SD sebanyak 89 orang, SMP 12 orang, dan SMA sebanyak lima orang.

Mutasi ini merupakan hal yang biasa, tugas dan tanggung jawab hendaknya dijalankan dengan profesional, baik dan benar. Langkah Bupati tersebut diharapkan bisa memberikan penyegaran bagi kepala sekolah yang ada di Bumi Intanpari. ”Kepala Sekolah maupun guru mempunyai peran penting untuk memberikan pendidikan bagi murid-murid di sekolah. Berikan teladan contoh yang baik  bagi mereka,” ujar Rina Iriani.

Bupati juga mengatakan, selain tugas mendidik, figur seorang Kasek juga diharapkan bisa mengatur keuangan di sekolah.”Kepala Sekolah juga menjadi manager keuangan,” tambah dia.

Rina menegaskan kepada 106 orang itu untuk fokus dalam memberikan pelajaran kepada para siswa. Dengan kata lain, Rina meminta agar Kepala Sekolah untuk tidak memiliki pekerjaan sampingan, salah satunya pemborong atau kontraktor.

Kalau nekat menjadi pemborong, lanjut Rina, orang tersebut tidak akan dipertahankan menjadi kepala sekolah. “Bisa juga dilorot menjadi guru atau yang lainnya. Kalau memang ingin menjadi pemborong, ya harus keluar dari PNS. Jangan nyambi,” katanya lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sri Suranto menambahkan, Kepala Sekolah yang dilantik diharapkan segera menyesuaikan di lingkungan sekolah yang baru selain itu juga dapat bekerja profesional di tempat yang baru. “Mereka harus secepatnya beradaptasi karena Ujian Nasional (UN) SMA dimulai April mendatang,” ujarnya. pd

 

Read More

Bupati Terima Penghargaan Pemberdayaan Kepsek

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mendapatkan penghargaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Appreciation, Jumat (1/6). Bupati Karanganyar dinilai telah mendukung pengimplementasian Permendiknas Nomor 28/ 2010 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah (Kepsek).

Selain Karanganyar ada 12 Kota/ Kabupaten yang mendapatkan penghargaan LPPKS. “Selain Karanganyar, juga ada Balikpapan, Madiun, Bontang, Kota Magelang, Samarinda, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Purbalingga, Bogor, Jeneponto, Pasek, dan kabupaten Magelang yang mendapatkan penghargaan,” jelas Kepala LPPKS Indonesia, Siswandari, Jumat (1/6).

Siswandari mengatakan Bupati dan Walikota yang menerima penghargaan LPPKS tersebut telah ikut mengimplementasikan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. “Semua Bupati dan Walikota yang menerima penghargaan telah menganggarkan Permendiknas tersebut dalam APBD,” tambah Siswandari.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, menyatakan dirinya sangat memperhatikan masalah pendidikan. “Saya ingin sekolah, kepala sekolah, dan siswa mengerti apa yang menjadi tugas mereka. Saya tidak mau asal menempatkan guru menjadi kepala sekolah di Karanganyar,” jelas Rina, Jumat (1/6). Menurut Rina, untuk memilih kepala sekolah yang berkompeten, dirinya bekerja sama dengan pihak independen. “Kerja sama dengan independen itu agar kualitas kepala sekolah bagus. Sama seperti pejabat eselon, kepala sekolah juga harus uji kompetensi,” tambah Rina.

Rina menjelaskan, bahwa mulai tahun 2011, Karanganyar mengadakan piloting kepala sekolah berdasarkan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. “Untuk tahun 2012, kami sedang melakukan proses seleksi calon Kepala SD sebanyak 103 orang, dan SMA sebanyak tujuh orang. Mereka nantinya akan menjabat pada tahun 2013,” tambah Rina.

Read More

Karanganyar Luncurkan Sepeda Motor Buatan SMK

Tidak mau kalah dengan kota lainnya, setelah mencoba berinovasi dengan sepeda elektrik, kini Karanganyar mencoba mengeluarkan salah satu andalan mereka yakni memproduksi motor nasional yang dibuat oleh para siswa di SMK N 2 Karanganyar.

Guna mendorong langkah SMK, Pemkab mulai melirik sepeda motor tersebut dengan berencana memborong sejumlah sepeda motor roda dua dan roda tiga buatan SMKN 2 untuk digunakan sebagai kendaraan dinas. Sejumlah sepeda motor karya siswa SMKN 2 Karanganyar itu, kemarin langsung dicoba oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani di halaman Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Rabu (18/1) pagi.

Motor hasil rakitan siswa SMK program jurusan ototronik tersebut adalah dua sepeda motor jenis bebek dengan kapasitas mesin 100 cc dan sebuah sepeda motor dump atau sampah yang beroda tiga. Kepala Sekolah SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo mengatakan sepeda tersebut murni rakitan siswa – siswa dengan menggandeng beberapa produsen motor Kanzen dan Juve. “Semua bahan 90 persen lokal, tapi kalau mesin memang mereka yang memasoknya,” ujarnya di sela-sela pengujian motor di Halaman Setda Karanganyar, Rabu (18/1).

Dari beberapa motor yang ditampilkan, varian terbaru yang dibuat pada siswanya yakni Motor Dump atau motor yang dilengkapi dengan bak sampah di bagian belakang untuk Armada Sampah di Karanganyar yang lebih fleksibel dan bisa masuk ke gang-gang. “Kalau mobil jelas tidak bisa masuk hingga gang, dengan motor ini diharapkan sampah dapat terangkut dengan maksimal,” tekan dia.

Jika sudah disempurnakan, sambungnya motor-motor rakitan anak didiknya tersebut akan dibanderol lebih murah daripada motor Jepang yang berada di pasaran yakni untuk Motor Dump seharga Rp 20 juta dan motor bebeknya dihargai Rp 6, 5 juta.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani merencanakan untuk memakai motor rakitan siswa SMKN 2 Karanganyar sebagai kendaraan dinas di lingkungan Pemkab.

“Yang pasti pertama kali kita rencanakan akan membeli lima unit dulu, kemungkinannya nanti kita dorong untuk dipakai sebagai motor kepala desa,” ucapnya setelah mencoba motor tersebut. Selain membeli lima unit motor bebek, dia juga akan membeli sejumlah unit Motor Dump untuk keperluan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tetapi menurut Rina motor tersebut masih terdapat beberapa kelemahan yakni selain berat, mesin yang kurang begitu halus, setirnya juga getar saat digunakan. “Tapi daripada pakai motor Jepang, saya mending pakai motor ini,”

Sumber : http://harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-luncurkan-sepeda-motor-buatan-smk-65475.html

Read More

44 Jabatan Eselon Kosong

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar mencatat ada sekitar 44 kursi jabatan struktural eselon III, IV dan V di Lingkungan Pemkab Karanganyar yang kosong sejak tiga bulan yang lalu. Kekosongan tersebut disebabkan karena adanya pegawai yang telah memasuki masa pensiun dan mutasi jabatan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno menyatakan kursi jabatan yang kosong di antaranya Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sejumlah kursi di tingkat Kepala Seksi dan sejumlah dinas atau instansi. Kekosongan juga terjadi pada posisi Kepala Sekolah Negeri, yang mana sejumlah Kepala Sekolah telah memasuki masa pensiun ataupun dipindah.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo meminta agar kursi jabatan yang kosong tersebut agar segera diisi, pasalnya jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu kinerja terutama dalam melayani masyarakat. Dirinya pun berharap agar pengisian sejumlah jabatan struktural yang kosong tersebut tidak berdasarkan kepada masalah kedekatan atau faktor non teknis lainnya, tetapi lebih mengacu kepada kompetensi PNS yang memang dipunyai.
“Saya berpesan kepada siapa pun dalam penempatan PNS agar mengesampingkan masalah kedekatan atau faktor non teknis yang ada. Sesuaikan saja dengan kemampuannya,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/1). Ia mengatakan Karanganyar sudah menerbitkan Perda tentang Pengangkatan PNS khususnya dalam jabatan struktural, di mana di dalamnya tercantum untuk pengangkatan pejabat eselon III diwajibkan untuk melalui uji kompetensi. “Karena sudah dianggarkan oleh dewan, semestinya uji kompetensi itu harus dilakukan untuk pejabat eselon III,” tandas dia.

Read More