HARGA SEMBAKO MELONJAK, Pasar Murah Digelar

Disperindagkop dan UMKM Karanganyar bakal menggelar pasar murah apabila harga beberapa kebutuhan pokok terus melonjak menjelang Ramadan. Beberapa kebutuhan pokok akan dijual dengan harga murah untuk membantu kondisi perekonomian masyarakat.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro, mengatakan apabila harga sembako terus melejit terutama menjelang Lebaran maka pihaknya akan menggelar pasar murah. Beberapa kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah seperti beras, gula, telur, tepung terigu. “Salah satu cara mengantisipasi melonjaknya harga sembako dengan menggelar pasar murah,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (15/7/2012).

Sementara, seorang pedagang sembako di Pasar Jungke, Suprapti, menjelaskan kenaikan harga sembako terjadi sejak tiga minggu lalu atau menjelang tradisi nyadran. Kenaikan harga sembako yang signifikan terjadi pada gula jawa dan telur.

Harga gula jawa menjadi Rp16.500/kg dari Rp11.500/kg. Sementara harga telur menjadi Rp17.500 dari Rp16.000/kg. “Hampir semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan tapi yang paling mencolok gula merah dan telur karena bahan makanan untuk membuat tradisi ngapem menjelang awal Ramadan

Read More

Pedagang Durian Membuat Macet

Banyaknya warung atau kios durian di pertigaan SMP Matesih membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Matesih dengan Kecamatan Tawangmangu macet, terutama pada libur akhir pekan.
Pasalnya selain banyak pedagang durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, para pembeli turut memperparah karena akses parkir yang asal-asalan. Salah seorang pengguna jalan, Suroto (36) mengaku mengeluhkan laju kendaraannya yang tersendat akibat banyaknya pedagang durian yang menjajakan dagangannya di sepanjang pertigaan tersebut. Sehingga kendaraan yang akan menuju Tawangmangu atau sebaliknya terpaksa harus berjalan merayap jika banyak pembeli yang berjubel di kios pedagang durian itu.
“Jualan boleh saja, asalkan bisa diatur. Jangan di pinggir jalan apalagi dekat pertigaan, kasihan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh menjelaskan bahwa puncak panen durian di Karanganyar sebenarnya baru terjadi di Bulan Januari mendatang.
Tingginya produksi buah baik dari Kecamatan Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro akhirnya membuat mereka menjajakan durian yang berbuah setahun sekali tersebut ke pinggir jalan, salah satunya yakni di pertigaan Matesih karena dianggap sebagai kawasan strategis. Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro menyatakan tidak membangun semacam kios, mengingat pedagang durian tersebut sifatnya musiman.

Read More