11042fd1-8290-45c9-8b31-81d875391390

Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Triwulan 1 Tahun 2024

KARANGANYAR – Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Triwulan 1 Tahun 2024. Bertempat di Kantor Inspektorat Jendral Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Jumat ( 15/3/2024 ).

Pj. Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si. melaporkan evaluasi kinerjanya kepada Irjen Kemendagri. Hadir mendampingi Pj. Bupati Jajaran Pimpinan OPD. Pj. Sekda Karanganyar, Kepala BKD, Kepala Disdikbud, Kepala Diskominfo, Kepala DPMPTSP, Kepala BKPSDM, Kepala Dinkes, Kepala Baperlitbang, Kepala DLH, Kepala Dinas Peedagangan, Kepala Inspektorat, Kepala Kesbangpol, Kepala Dispertan, Kepala DPUPR, Kabag Pemerintahan.

Dihadapan Irjen Kemendagri, Pj. Bupati Karanganyar secara terbuka menyampaikan kinerjanya dari 15 Desember 2023 sampai dengan 15 Maret 2024. Pj. Bupati Karanganyar berharap, dengan penyampaian laporan evaluasi tersebut, nantinya akan mendapatkan penilaian yang baik.

Pj. Bupati Karanganyar berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memimpin Kabupaten Karanganyar menjadi lebih baik. Laporan Evaluasi Kinerja Penjabat Daerah ini dilaporkan setiap 3 bulan. (Diskominfo)

Read More
DSC_7951

Kepala Daerah Diminta Waspadai Kawasan Industri

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengikuti vidcon dengan Menko Kemaritiman dan Investasi di ruang Anthurium Rumdin Bupati

 

KARANGANYAR – Menko Kemaritiman dan Investasi meminta sejumlah Kepala Daerah mewaspadai kawasan industri terkait penyebaran Covid-19, sebab kasus Covid-19 di kawasan industri jauh lebih tinggi daripada kawasan non industri. Apalagi masih tingginya intensitas cahaya di malam hari di kawasan industri, mengindikasikan industri masih melakukan aktivitas selama PPKM.
Hal tersebut dikemukakan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Video Conference (Vidcon) evaluasi PPKM untuk kawasan Industri yang diikuti oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan jajaran Forkopimda di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (26/07).
Koordinator PPKM Jawa Bali tersebut menambahkan bahwa data untuk kawasan Karawang menunjukkan penyebaran varian delta yang lebih cepat terjadi di wilayah industri dibandingkan non industri. Namun berkaca pada kawasan industri di Kab. Kudus dapat ditekan kasusnya dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. “Selain Prokes, vaksinasi juga bisa dipercepat. Ke depan, operasional sektor industri selama PPKM sangat ditentukan pada penerapan Prokes dan vaksinasi”, imbuhnya. (hr/adt)

Read More
IMG-20210517-WA0041

Rakor Presiden dengan Kepala Daerah se Indonesia Secara Virtual, Presiden Ingatkan Daerah Waspadai Covid Paska Lebaran dan Genjot Pemulihan Ekonomi

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengikuti Pengarahan Presiden kepada Kepala Daerah se Tanah Air secara virtual, Senin (17/5).

KARANGANYAR – Presiden RI Joko Widodo menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh Kepala Daerah di tanah air secara virtual. Dalam arahannya, Presiden meminta semua Pemerintah Daerah (Pemda) mewaspadai ledakan Covid-19 pasca lebaran dan terus menggenjot pemulihan ekonomi.

Dalam rakor ini Presiden menekankan pentingnya masing-masing daerah mengetahui daerah persebaran Covid-19. Sebab angka Covid-19 secara nasional saat ini mengalami penurunan.

“Kini turun 48 persen. Kita harus bekerja keras agar kasus Covid-19 dapat konsisten menurun,”paparnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya menyoroti beberapa Provinsi yang tingkat kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Daerah-daerah itu adalah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, DKI Jakarta, Banten, Maluku, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jambi, Bangka Belitung (Babel), dan Aceh.

“Hati-hati untuk daerah di Sumut dan Kepulauan Riau. Karena sudah diatas 50 persen kenaikannya,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu Presiden juga meminta tiap Pemda mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19. Karena meski Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, masih banyak warga yang kembali ke daerah asal dalam periode 6-17 Mei.

“Tadi pagi saya dapatkan data pemudik sebanyak satu setengah juta orang. Tetap waspada karena negara tetangga Malaysia telah menerapkan lockdown nasional hingga Juni 2021,”jelasnya.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, Jokowi menyampaikan akan terus menggenjot pemulihan ekonomi. Meski mengalami perbaikan namun saat ini masih minus 0,74 persen.

“Pertumbuhan ekonomi harus mulai memasuki pemulihan di 2021. Ini baru ada sepuluh Provinsi yang positif mengalami pertumbuhan ekonomi,”katanya.

Ditambahkannya Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi diatas tujuh persen. Indikasinya ada dan ini tergantung akan kerja keras seluruh elemen Paperwritings.com.

“Ada peningkatan pertukaran uang kartal mencapai 154,5 triliun, naik 42,5 persen dibanding 2020 kemarin. Mari terus bekerja keras dalam pemulihan ekonomi negeri,”pungkasnya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
20190515_105658

Rapat Persiapan Rakornas Forsakada (Forum Staf Ahli Kepala Daerah) Di Ruang Antorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Read More
DSC_3591

Penertiban APK & APS Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 oleh Tim Gabungan

Read More
DSC_1251

Karanganyar Peringati Kartini dan OTDA

Peringatan Hari Kartini ke-137 tahun dan Hari Otonomi Daerah ke-20 tahun, di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Peringatan Hari Kartini ke-137 tahun dan Hari Otonomi Daerah ke-20 tahun, di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Kamis 21 April 2016

Bertempat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kartini ke-137 yang mengusung tema kita tingkatkan kualitas keluarga melalui generasi sehat, ekonomi kuat, perempuan bermartabat sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-20 tahun 2016, Kamis pagi (21/4).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Komandan Upacara, Kabag. Ren Polres Karanganyar, AKP. Sumarmi, SH.

Upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Wakil Bupati Karanganyar, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pimpinan BUMN, BUMD, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Karanganyar, seluruh PNS dilingkungan Karanganyar, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) serta Pelajar.

Para peserta upacara menggunakan busana adat jawa, kebaya bagi wanita dan beskap landung bagi pria.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal yang lebih utama untuk kita indahkan adalah mengimplementasikan semangat kartini dalam kehidupan nyata agar terwujud kesetaraan gender. Perlu dipahami bahwa kesetaraan gender mengandung makna kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil-hasil pembangunan.

“Upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak akan melupakan kodrat wanita yang secara biologis tidak bisa digantikan oleh laki-laki, yakni mengandung, melahirkan dan menyusui,” terang Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut dibacakan pula Amanat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-20, bahwa Penetapan peringatan hari Otonomi Daerah secara Nasional setiap Tanggal 25 April didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1996 tentang Otonomi Daerah.

Yang bertujuan untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan otonomi daerah disetiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah. Hal ini sesuai dengan tema, yakni Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri, masih terdapat sejumlah Pemerintah Daerah yang berkinerja rendah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Meskipun terdapat sejumlah faktor penentu peningkatan kinerja penyelenggaraan daerah, namun para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memegang kunci dalam mengembangkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Setiap tahun Kementerian Dalam Negeri melakukan “Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD)” berdasarkan laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang disampaikan oleh masing-masing daerah.

Untuk itu, upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah harus terwujud sinergi pemerintahan secara nasional. Dalam hal ini, setiap kebijakan nasional harus ditindaklanjuti dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masing-masing daerah. Oleh karena itu kebijakan NAWACITA atau 9 (Sembilan) Agenda Prioritas Pemerintah Kabinet Kerja harus menjadi rujukan dalam menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta harus mampu dilaksanakan secara efektif. Semoga dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita dapat merefleksikan kembali makna otonomi daerah dan menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik bagi negeri ini.

Usai pelaksanaan Upacara, masih ditempat yang sama dilangsungkan lomba masak nasi goreng yang diikuti seluruh pejabat Pemerintahan Karanganyar mulai dari Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkompinda, Pimpinan BUMN, BUMD, Jajaran Kepala SKPD, Kepala Bagian Setda serta seluruh Camat se Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan lomba masak ini bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antara unsur Pimpinan dan unsur pelaksana di jajaran Pemerintah Kab. Karanganyar dalam rangka mewujudkan Karanganyar maju dan cerdas.

“Menghormati perjuangan kaum wanita dan sewaktu-waktu bapak-bapak pejabat dapat menggantikan peran ibu didapur,” terang Larmanto selaku Kepala Disperindagkop&UMKM saat menyampaikan laporannya yang disambut tepuk tangan oleh para ibu yang hadir pada acara lomba tersebut.

Sementara itu, menurut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, peringatan Kartini ke 137 ini dapat mensejajarkan kaum ibu menjadi lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas keluarga dengan melahirkan anak-anak yang cerdas, sehat untuk martabat bangsa dimasa depan.

“Semoga kaum perempuan memberikan andil yang besar untuk kemajuan bangsa,”harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desperindagkop sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Larmanto, menyampaikan bahwa menu yang dimasak adalah Nasi goreng dengan 3 (tiga) kriteria penilaian yakni rasa, kreatifitas menu dan penampilan pada penyajian. Dengan durasi 1 jam (60 menit), mulai dari meracik bumbu sampai dengan penyajian harus ditempat area memasak, tidak boleh membawa bumbu jadi ataupun nasi goreng siap saji dari rumah, penilaian dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Pada lomba masak tersebut mendatangkan tiga juri yakni Chef The Alana Hotel, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Karanganyar.

Untuk tingkat SKPD, Juara I (BPPT), Juara II (DP2KAD), Juara III (DPU) dan tingkat Eselon III Juara I (Kabag. Kesra Setda Karanganyar), Juara II (Kecamatan Tawangmangu), Juara III (Kecamatan Karangpandan).

DSC_0107

Aksi Bupati Karanganyar Juliyatmono Mengikuti Lomba Masak Nasi Goreng Meriahkan Hari Kartini, Kamis (21/4)

DSC_0200

01. Hasil Kreasi Masakan Bupati Karanganyar Juliyatmono 02. Hasil Kreasi Masakan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkesempatan untuk ikut meramaikan lomba tersebut dengan mencoba memasak nasi goreng yang dinamai “Nasi Goreng Guyub Rukun”, sedang Wakil Bupati, Rohadi Widodo menamakan nasi goreng yang dimasaknya dengan  sebutan Nasi Goreng Hujan Gerimis”.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind/ft)

Read More

Bupati Rina Sampaikan LKPJ Akhir Masa Jabatan

DSC_0075

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar peroide 2009-2013, pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10)

Karanganyar, Kamis (03/10/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar Tahun 2009-2013 pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10/2013).

Bupati Rina Iriani mengatakan penyampaian LKPJ ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan  Pemerintah  Nomor 6  Tahun  2005  tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah,  Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

“LKPJ ini meliputi Visi Misi, kebijakan umum, serta kegiatan-kegiatan Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar, serta Pelaksanaan Tugas Umum Pemerintahan,” kata Rina Iriani.

Selama kurun waktu lima tahun, 2009-2013 pembangunan di Bumi Intanpari berjalan dengan baik, banyak peningkatan diberbagai sektor pembangunan.

Seperti, upaya dalam peningkatan pendapatan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi serta penyederhanaan sistem dan prosedur adminitrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.

“Peningkatan pendapatan daerah dari Rp.770.365.627.029 pada tahun 2009 menjadi Rp.1.274.579.906.000 pada tahun 2013 meningkat sebesar 65,45 persen, atau meningkat rata-rata sebesar 16,36 persen per tahun” ungkap Rina Iriani.

Ditambahkan pula, khusus mengenai PAD terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2009 sebesar Rp.66.971.682.029 meningkat  pada  tahun  2013  menjadi  sebesar  Rp.121.180.202.000 atau 80,94 persen.

Dari sisi Belanja Daerah, belanja diprioritaskan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan baik Urusan Wajib maupun Urusan Pilihan.

“Belanja dipergunakan untuk menunjang efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Belanja Daerah tetap mengendepankan azas efisiensi dan efektivitas sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan ” papar Rina Iriani.

Selain PAD, Bupati Rina juga menjelaskan kebijakan pembangunan pada urusan perhubungan diarahkan pada terwujudnya tertib dan disiplin berlalulintas, pemenuhan pelayanan transportasi antar bagian wilayah dan antar lingkungan yang serasi antara hirarki pelayanan dan model transportasi yang representatif.

Dari sektor kebijakan pembangunan kesehatan diarahkan dalam mewujudkan kualitas pelayanan dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta pencapaian target Millenium Development Goal’s (MDG’s).

“Hal itu diantaranya diwujudkan melalui program upaya kesehatan masyarakat, perbaikan gizi masyarakat, penyediaan obat dan perbekalan kesehatan, pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.

Kemudian selama periode tahun 2009-2013 Kabupaten Karanganyar meraih 18 penghargaan dari prestasi yang menonjol. Pd

 

Read More

300.000 Lahan di Jateng Beralih Fungsi

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan kekecewaannya kepada Kepala Daerah yang tidak memiliki kepedulian terhadap lahan produktif di Jawa Tengah, Jumat (22/6). Ia mengatakan bahwa saat ini lahan lestari di  Jawa Tengah hanya sekitar 1,7 juta hektare.

“Lahan produktif di Jawa tengah itu berkurang 300.000 hektare dari sebelumnya 2 juta hektare, sekarang hanya tinggal 1,7 juta hektare. Para kepala daerah, baik Bupati dan Walikota sekarang terlihat mulai kurang peduli pada permasalahan alih fungsi lahan,” tegas Bibit saat menghadiri silaturahmi dengan SKPD, camat, lurah, dan kepala desa se-Karanganyar di Pendopo rumah dinas bupati, Jumat (22/6).

Bibit menegaskan agar para walikota dan bupati harus lebih berhati-hati mengawal pemasalahan alih fungsi lahan di dearahnya masing-masing. Ia mengingatkan agar setiap pembangunan harus mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada. “Membangun  harus disesuaikan dengan RTRW yang telah ditetapkan, keperuntukannya untuk apa. Untuk pertanian, industri atau perumahan,” tambah Bibit.

Menurutnya, jika kepala daerah bisa lebih disiplin menyikapi alih fungsi lahan, hal tersebut bisa menekan angka pengurangan lahan produktif yang ada. “Disiplin harus dikerjakan semua pihak untuk menjaga lahan lestari,” ujar Bibit.

Sementara itu, Bibit menyatakan bahwa pertanian di Jawa Tengah berjalan dengan efektif. Ia menyatakan bahwa bibit unggul Pemprov, yakni bibit jenis Inpari-13 sudah berhasil. “Hasil panen di Jateng yang bisa mencapai sebanyak 11 ton per hektarenya. Ini harus didukung dengan sistem yang baik dan dukungan dari kelompok tani,” kata Bibit.

Selain itu, Bupati Karanganyar,  Rina Iriani menyatakan program ketahanan pangan oleh Pemkab Karanganyar berjalan dengan baik. “Total lahan lestari di Karanganyar seluas 23.000 hektare itu kami sudah memetakan di mana saja titiknya. Hingga Desember 2012 , kami pun yakin bisa surplus beras hingga 110.000 ton,” tambahnya.

Read More

Direktur PDAM Resmi Maju Bupati

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karanganyar, Aris Wuryanto menyatakan siap maju menjadi bupati Karanganyar dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013 – 2018. Bahkan dirinya siap maju kendati harus menggunakan jalur independen dan tidak melewati penjaringan atau diusung oleh Partai Politik (Parpol).
“InsyaAllah nanti 2013 saya siap maju. Kalau tidak ada yang mengusung jalur independen pun saya siap. Doakan saja demi kemajuan Karanganyar,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri pelantikan PD Bank Daerah, Selasa (10/1) pagi.
Kepada sejumlah wartawan dengan entengnya orang nomor satu PDAM ini mengaku telah menyiapkan diri untuk mengikuti Pilkada sebagai Bupati Karanganyar sejak lama. Saat ini pihaknya hanya mengaku menunggu dukungan dan reaksi dari sejumlah partai politik yang sekiranya ingin menggandengnya untuk maju menjadi orang nomor satu di Karanganyar.
Namun hingga detik ini, Aris mengaku belum melakukan komunikasi politik dengan partai manapun atau sebaliknya. Kegiatannya selama ini hanya difokuskan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan hal ini menurutnya merupakan hal yang utama dan modal utama guna maju dalam pencalonan Bupati di periode 2013 nanti.
Baginya jangka waktu Pilkada yang  tinggal setahun sudah cukup untuk melakukan sosialisasi dan mendapatkan dukungan dari warga di Bumi Intanpari. Masalah sejumlah nama besar yang digadang-gadang bakalan meramaikan Pilkada 2013 nanti, dirinya mengaku tidak gentar sedikitpun. “Kalau partai memang belum ada yang menawarkan. Tapi saya sudah siapkan semuanya. Kita lihat saja nanti,” ucap dia.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/direktur-pdam-resmi-maju-bupati-64814.html

Read More

Peraturan Daerah Tahun 1976

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 1976

Read More