kemuning 1

Kebun Teh Kemuning

Read More
WEB copy

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Nikmati Sensasi Paragliding

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat akan terbang tandem dengan paragliding

Karanganyar, Jumat (04/08/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menikmati sensasi terbang dengan paragliding, di atas bukit Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kamis (03/08) siang.

Dari titik pemberangkatan, Bupati Juliyatmono diterbangkan dulu dengan mengunakan jenis tandem, kemudian disusul oleh Wakil Bupati, menuju titik pendaratan di tengah kebun teh kemuning.

“Sensasinya luar biasa seru, dari atas Kemuning dengan hamparan kebun teh terlihat sangat indah, ditambah udara sejuk perbukitan. Olahraga ini sangat asyik,” kata Bupati Juliyatmono, saat ditemui usai mendarat.

Ajakan terbang paragliding untuk pertama kali bagi keduanya tidak dilewatkan begitu saja, sangat menikmati, bahkan kata Bupati seperti duduk dikursi biasa. Selain itu, Wakil Bupati sempat mengabadikan video dengan ponsel pintarnya.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat ikut terbang tandem paragliding

“Saya ini sedang tandem, silahkan berkunjung disini untuk menikmati keindahan Kebun Teh Kemuning, sangat luar biasa indah,” kata Wakil Bupati di video itu, yang juga memperlihatkan sekeliling yang dilewatinya.

Terbang tandem itu sebagai tanda dimulainya Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) seri 3 Tahun 2017, yang berlangsung 4-6 Agustus 2017, dan diikuti sebanyak 170 peserta regestrasi.

TROI itu diikuti dari empat negara, yakni Indonesia, Arab, Spanyol, dan Korea. Kejuaraan itu terbagi menjadi empat kategori, yakni Senior Putra dan Putri, Junior Putra dan Putri, Tandem, dan Lolita (Lolos Lima puluh Tahun).

Ditempat pemberangkatan, Ketua Harian Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Tengah, Letkol Pnb Yulmaizir Chaniago, mengatakan ternyata TROI seri 3 ini banyak peserta dari berbagai daerah, bahkan melebihi dari target peserta.

“Even ini untuk mengembangkan olahraga yang berkualitas, mengembangkan promosi pariwisata di daerah serta mengembangkan bakat dari atlit,” kata Ketua  Harian FASI Jawa Tengah.

Dia juga mengatakan ada tiga atlit dari Jawa Tengah yang ikut kejuaraan dunia aeromodelling di Hongaria. Hal itu menjadi kebanggaan bagi Jawa Tengah yang memberikan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.(pd)

Read More
web

59 Jip Jelajah Pesona Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta isteri (urutan pertama) dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan isteri (urutan kedua) saat melintasi kawasan kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. di acara Jelajah Pesona Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (14/07/2017)

Deru suara mesin dari puluhan mobil penggerak roda empat (4 WD) memecah keheningan di pagi buta, di Edupark, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu. Mereka berkumpul dan menjelajah berbagai tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, Jumat (14/07) pagi.

Berbagai jenis 59 mobil itu mulai bergerak pelan menuju tujuan pertama, yakni Kebon Jambu, masih di desa yang sama dengan jarak sekitar 400 meter dari titik pemberangkatan, untuk melihat matahari terbit.

Tampak juga Bupati Karanganyar Juliyatmono dan isteri, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo beserta isteri, berada di urutan depan. Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar bahkan menyetir sendiri mobil yang dikendarai, uniknya yang dikemudikan adalah jenis American Jeep, setir di sebelah kiri.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bendungan Gondang, Kecamatan Kerjo. Disana, peserta melewati medan yang menarik. Melewati aliran sungai, jalan berdebu, naik turun dan berbatu. Selanjutnya menuju Kawasan Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Ditempat yang sejuk itu disuguhkan teh hangat khas Kemuning.

Menariknya lagi, rombongan juga menyaksikan paralayang. Di kawasan Kemuning memang ada tempat latihan paralayang bagi atlet-atlet, bahkan pernah menjadi tempat lomba kejuaraan nasional.

Setelah istirahat beberapa saat, perjalanan mulai dilanjutkan melalui Kawasan Air Terjung Jumog, lantas menuju Terminal Wisata Bangunmakhutoromo Karangpandan, dan selesai di Edupark lagi.

Ketua Jelajah Pesona Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan rute yang ditempuh menghindari jalur ekstrem dan memilih medan aman. Sepanjang perjalanan pun kecepatan maksimal 30 kilometer/jam, dengan jarak tempuh 71 kilometer.

“Pesertanya sendiri dari PNS Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar, dan komunitas. Jelajah pesona ini peserta bisa lebih banyak menikmati alam,” kata Titis yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar.

Sejumlah komunitas mobil ikut meramaikan, seperti American Jeep, 15 (inch) Land Cruiser Wheels, Taft Diesel Indonesia (TDI), Katana Owners Club (KOC), dan sebagainya.

“Tadi kami jalan santai, jalur juga aman. Jadi tidak banyak kendala di perjalanan. Hanya mengandalkan kekuatan mesin,” kata Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat istirahat di Terminal Bangunmakhutoromo.

Read More
IMG_1234

405 Ketua RT/RW di Kecamatan Ngargoyoso Terima Insentif

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono melakukan pembinaan saat memberikan insentif bagi Ketua RT/RW di Wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Minggu Malam (07/05)

Karanganyar, Minggu 8/5/2017

Insentif diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Karanganyar atas kerja keras dan peran penting Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Ngargoyoso dalam menjaga masyarakat Ngargoyoso yang kondusif. Insentif langsung disrahkan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono di Aula Balai Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, Minggu Malam (07/05). Turut hadir Sekretaris Daerah Samsi beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa yang ada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso. Pemberian insentif ini diharapkan akan lebih memotivasi Ketua RT/RW untuk lebih melayani warganya dengan baik. Sebanyak 297 Ketua RT dan 108 Ketua RW akan menerima uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak 6 %.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengajak kepada warga Kecamatan Ngargoyoso memasuki bulan Mei sebagai bulan bhakti gotong royong untuk bersama-sama merawat dan membersihkan lingkungan sekitar. Kecamatan Ngargoyoso sebagai destinasi baru wisata di Kabupaten Karanganyar tentu saja akan menarik banyak wisatawan, faktor kebersihan diharapkan akan menambah kenyamanan wisatawan selama menikmati alam wisata di Ngargoyoso.

Terkait persoalan semakin ramainya wisatawan yang masuk di Wilayah Kecamatan Ngargoyoso, apalagi setiap Weekend dipastikan penuh sesak. Pemkab Karanganyar saat ini sedang melakukan penjajakan dengan Kodam IV Diponegoro terkait tanah di Kemuning Ngargoyoso yang akan dikerjasamakan untuk dibuat gardu pandang, sky bridge dan wisata alam lainnya.

“Diharapkan Ngargoyoso akan menjadi destinasi wisata tidak hanya domestik tapi juga mancanegara”, harap Juliyatmono

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan Ngargoyoso selama ini telah banyak memiliki wisata seperti agrowisata jambu, wisata alam kebun teh Kemuning, wisata air terjun, dan tubing. Potensi yang ada selama ini diharapkan dijaga dan dikembangkan agar kelestarian alamnya terjaga dan masyarakat sekitar sejahtera.

Sementara itu Camat Ngargoyoso Edi Sukiswandi melaporkan Kecamatan Ngargoyoso telah lunas PBB Maret 2017 ini. Dengan jumlah desa sebanyak 9 dan 50 dusun, Ngargoyoso mempunyai potensi wisata yang luar biasa, selain itu banyak potensi lain seperti di Desa Jatirejo sebagai pengrajin sangkar burung dimana tiap hari berhasil mengekspor 350 buah sangkar, Demikian Diskominfo (ad)

Read More
web

Melihat Matahari Terbit Dari Kaki Bukit Kemuning

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar  dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Karanganyar, Jumat (20/01/2017)

Bunyi ayam berkokok pagi itu menyambut kedatangan rombongan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, Dusun  Gadungan, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Jumat (20/01) pagi.

Deru mesin dan laju pelan mobil penggerak 4 roda berjumlah belasan membelah kampung di kaki bukit Kemuning itu. Satu persatu mobil memasuki jalan desa yang masih rabat beton.

Di sebelah kanan dan kiri dedaunan teh menyambut kedatangan rombongan itu, yang ingin melihat matahari terbit dari kaki bukit Kemuning. Jalanan sedikit berkelok memperlambat laju mobil-mobil itu. Kendaraan roda juga dapat melalui jalanan itu.

Pukul 05.30 WIB rombongan sudah tiba di lapangan Jimber, Desa Kemuning. Letaknya yang berada di kaki bukit dan di tengah hamparan kebun teh membuat suasana menyatu dengan alam.

Pandangan lepas ke arah timur terlihat Gunung Lawu. Perlahan-lahan sang mentari memancarkan sinarnya, udara dingin di tempat itu menemani rombongan. Hidangan sederhana teh hangat dan singkong rebus disajikan sekedar menghangatkan tubuh.

Bupati Juliyatmono pada saat itu mengatakan kehadiran kami ini disini menjadi awal kunjungan wisatawan spektakuler di Kemuning.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sendiri mempunyai rencana dengan membangun kawasan kebun teh Kemuning dengan berbagai fasilitas dan daya tarik wisatawan, seperti akan membuat gardu pandang, paralayang untuk komersil dan jembatan kaca. Juga telah selesai pembangunan Terminal Wisata Karangpandan,” katanya.

Jarak tempuh dari pusat kota Karanganyar sekitar 20 kilometer dan memakan waktu 30 menit, dengan kecepatan 60 kilometer/jam.  Namun apabila wisatawan berangkat dari Tawangmangu dapat ditempuh dengan waktu 28 menit dan jarak 12 kilometer, dengan kondisi jalan berkelok-kelok.pd

Read More

Rekapitulasi Evaluasi RABD Desa Tahun 2014

1

Tawangmangu

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Gondosuli Ѵ Ѵ  Ѵ
2 Sepanjang Ѵ Ѵ  Ѵ
3 Bandarwung Ѵ Ѵ  Ѵ
4 Karanglo Ѵ Ѵ   Ѵ
5 Nglebak Ѵ Ѵ   Ѵ
6 Plumbon Ѵ Ѵ    Ѵ
7 Tengklik Ѵ Ѵ    Ѵ

2

Karangpandan

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Karangpandan Ѵ Ѵ    Ѵ
2 Domplang Ѵ Ѵ    Ѵ
3 Ngemplak Ѵ  Ѵ    Ѵ
4 Bangsri Ѵ Ѵ  Ѵ
5 Tohkuning Ѵ Ѵ   Ѵ
6 Gondangmanis Ѵ Ѵ    Ѵ
7 Dayu Ѵ Ѵ    Ѵ
8 Harjosari Ѵ Ѵ    Ѵ
9 Salam Ѵ Ѵ    Ѵ
10 Gerdu Ѵ Ѵ    Ѵ
11 Karang Ѵ Ѵ    Ѵ

3

Ngargoyoso

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Puntukrejo Ѵ Ѵ    Ѵ
2 Bejo Ѵ Ѵ    Ѵ
3 Girimulyo Ѵ  Ѵ    Ѵ
4 Segorogunung Ѵ Ѵ    Ѵ
5 Kemuning Ѵ Ѵ    Ѵ
6 Ngargoyoso Ѵ  Ѵ    Ѵ
7 Jatirejo Ѵ Ѵ    Ѵ
8 Dukuh Ѵ Ѵ    Ѵ
9 Nglegok Ѵ Ѵ    Ѵ

4

Jenawi

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Gumeng Ѵ Ѵ    Ѵ
2 Anggrasmanis Ѵ Ѵ    Ѵ
3 Jenawi Ѵ Ѵ    Ѵ
4 Trengguli Ѵ Ѵ    Ѵ
5 Balong Ѵ Ѵ    Ѵ
6 Menjing Ѵ Ѵ    Ѵ
7 Seloromo Ѵ Ѵ    Ѵ
8 Sidomukti  Ѵ  Ѵ    Ѵ
9 Lempong  Ѵ  Ѵ    Ѵ

5

Kerjo

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Kuto Ѵ  Ѵ    Ѵ
2 Tamansari Ѵ  Ѵ    Ѵ
3 Gaten Ѵ  Ѵ    Ѵ
4 Gempolan Ѵ  Ѵ    Ѵ
5 Plosorejo Ѵ  Ѵ    Ѵ
6 Karangrejo Ѵ  Ѵ    Ѵ
7 Kwadungan Ѵ  Ѵ    Ѵ
8 Botok Ѵ  Ѵ    Ѵ
9 Sumberrejo Ѵ  Ѵ     Ѵ
10 Tawangsari Ѵ  Ѵ    Ѵ

6

Mojogedang

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Mojogedang Ѵ  Ѵ  Ѵ
2 Sewurejo  Ѵ  Ѵ     Ѵ
3 Ngadirejo    Ѵ    Ѵ  Ѵ
4 Pendem Ѵ  Ѵ    Ѵ
5 Pereng    Ѵ    Ѵ     Ѵ
6 Munggur Ѵ Ѵ    Ѵ
7 Kedungjeruk  Ѵ  Ѵ     Ѵ
8 Kaliboto Ѵ  Ѵ    Ѵ
9 Buntar  Ѵ  Ѵ     Ѵ
10 Mojoroto  Ѵ  Ѵ     Ѵ
11 Gebyog  Ѵ  Ѵ    Ѵ
12 Gentungan Ѵ Ѵ    Ѵ
13 Pojok  Ѵ  Ѵ    Ѵ

7

Tasikmadu

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Buran Ѵ  Ѵ    Ѵ
2 Papahan Ѵ  Ѵ    Ѵ
3 Ngijo Ѵ Ѵ    Ѵ
4 Gaum Ѵ  Ѵ    Ѵ
5 Suruh Ѵ  Ѵ    Ѵ
6 Pandeyan Ѵ  Ѵ    Ѵ
7 Karangmojo Ѵ Ѵ    Ѵ
8 Kaling Ѵ  Ѵ    Ѵ
9 Wonolopo Ѵ Ѵ    Ѵ
10 Kalijirak Ѵ Ѵ    Ѵ

8

Jaten

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Suruhkalang  Ѵ  Ѵ    Ѵ
2 Jati Ѵ  Ѵ    Ѵ
3 Jaten  Ѵ  Ѵ    Ѵ
4 Dagen Ѵ  Ѵ    Ѵ
5 Ngringo Ѵ Ѵ    Ѵ
6 Jetis  Ѵ  Ѵ    Ѵ
7 Sroyo Ѵ  Ѵ    Ѵ
8 Brujul Ѵ Ѵ    Ѵ

9

Kebakkramat

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Kemiri Ѵ Ѵ    Ѵ
2 Kebak Ѵ Ѵ    Ѵ
3 Waru Ѵ Ѵ  Ѵ
4 Pulosari Ѵ Ѵ  Ѵ
5 Malanggaten  Ѵ  Ѵ    Ѵ
6 Nangsri Ѵ Ѵ    Ѵ
7 Banjarharjo  Ѵ  Ѵ    Ѵ
8 Alastuwo Ѵ Ѵ  Ѵ
9 Macanan Ѵ Ѵ  Ѵ
10 Kaliwuluh Ѵ Ѵ    Ѵ

10

Colomadu

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Ngasem  Ѵ  Ѵ    Ѵ
2 Bolon  Ѵ  Ѵ  Ѵ
3 Malangjiwan Ѵ  Ѵ    Ѵ
4 Gawanan Ѵ Ѵ    Ѵ
5 Tohudan  Ѵ  Ѵ    Ѵ
6 Gendongan  Ѵ  Ѵ     Ѵ
7 Klodran Ѵ  Ѵ    Ѵ
8 Baturan Ѵ  Ѵ     Ѵ
9 Blulukan  Ѵ  Ѵ     Ѵ
10 Paulan Ѵ Ѵ    Ѵ
11 Gajahan  Ѵ  Ѵ  Ѵ

11

Gondangrejo

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Wonorejo Ѵ  Ѵ     Ѵ
2 Plesungan Ѵ  Ѵ  Ѵ
3 Jatikuwung Ѵ  Ѵ   Ѵ
4 Selokaton Ѵ  Ѵ  Ѵ
5 Bulurejo Ѵ  Ѵ  Ѵ
6 Rejosari Ѵ  Ѵ    Ѵ
7 Jeruksawit Ѵ Ѵ  Ѵ
8 Karangturi Ѵ  Ѵ  Ѵ
9 Kragan Ѵ  Ѵ  Ѵ
10 Wonosari Ѵ  Ѵ  Ѵ
11 Dayu Ѵ  Ѵ  Ѵ
12 Tuban Ѵ  Ѵ  Ѵ
13 Krendowahono Ѵ  Ѵ  Ѵ

12

Matesih

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Ngadiluwih  Ѵ  Ѵ  Ѵ
2 Dawung Ѵ Ѵ  Ѵ
3 Matesih Ѵ Ѵ  Ѵ
4 Karangbangun  Ѵ  Ѵ  Ѵ
5 Koripan Ѵ Ѵ  Ѵ
6 Girilayu Ѵ  Ѵ  Ѵ
7 Pablengan  Ѵ  Ѵ  Ѵ
8 Gantiwarno Ѵ Ѵ  Ѵ
9 Plosorejo Ѵ Ѵ  Ѵ

13

Jumantono

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Sedayu Ѵ Ѵ  Ѵ
2 Kebak Ѵ Ѵ  Ѵ
3 Gemantar Ѵ Ѵ  Ѵ
4 Genengan Ѵ Ѵ  Ѵ
5 Tugu Ѵ Ѵ  Ѵ
6 Ngunut Ѵ Ѵ  Ѵ
7 Blorong Ѵ Ѵ Ѵ
8 Sambirejo Ѵ Ѵ  Ѵ
9 Tunggulrejo Ѵ Ѵ  Ѵ
10 Sokosari Ѵ Ѵ  Ѵ
11 Sringin Ѵ  Ѵ  Ѵ

14

Jumapolo

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Paseban Ѵ  Ѵ  Ѵ
2 Lemahbang Ѵ  Ѵ  Ѵ
3 Jatirejo Ѵ  Ѵ  Ѵ
4 Kwangsan Ѵ  Ѵ  Ѵ
5 Karangbangun Ѵ  Ѵ  Ѵ
6 Ploso Ѵ  Ѵ  Ѵ
7 Giriwondo Ѵ Ѵ  Ѵ
8 Kadipiro Ѵ Ѵ  Ѵ
9 Jumantoro Ѵ  Ѵ  Ѵ
10 Kedawung Ѵ  Ѵ  Ѵ
11 Jumapolo Ѵ  Ѵ  Ѵ
12 Bakalan Ѵ  Ѵ  Ѵ

15

Jatipuro

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Ngepungsari Ѵ  Ѵ  Ѵ
2 Jatipurwo Ѵ  Ѵ  Ѵ
3 Jatipuro  Ѵ  Ѵ  Ѵ
4 Jatisobo Ѵ  Ѵ  Ѵ
5 Jatiwarno Ѵ  Ѵ  Ѵ
6 Jatimulyo  Ѵ  Ѵ  Ѵ
7 Jatisuko Ѵ  Ѵ  Ѵ
8 Jatiharjo Ѵ  Ѵ  Ѵ
9 Jatikuwung Ѵ  Ѵ Ѵ
10 Jatiroyo Ѵ  Ѵ  Ѵ

16

Jatiyoso

No. Desa Dikirim Evaluasi Diundangkan
1 Jatisawit Ѵ  Ѵ  Ѵ
2 Petung Ѵ  Ѵ     Ѵ
3 Wonokeling Ѵ  Ѵ     Ѵ
4 Jatiyoso Ѵ  Ѵ     Ѵ
5 Tlobo Ѵ  Ѵ  Ѵ
6 Wonorejo Ѵ  Ѵ  Ѵ
7 Beruk Ѵ  Ѵ  Ѵ
8 Karangsari Ѵ  Ѵ  Ѵ
9 Wukirsawit Ѵ  Ѵ  Ѵ

Read More
DSC_0049 copy

Festival Ngargoyoso Angkat Seni Budaya Lokal

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Karanganyar, Jumat (06/12/2013)

Seni budaya mempunyai peran yang besar bagi dunia pariwisata dan kebudayaan itu sendiri harus kuat dan kokoh, sehingga dapat memberi warna dan sentuhan yang berbeda dan positif bagi dunia pariwisata.

Festival Ngargoyoso 2013 mempunyai peran untuk mengangkat potensi wilayah maupun seni tradisional, budaya lokal, dan potensi sejarah yang ada di Kecamatan Ngargoyoso. Prosesi dimulai dengan iring-iringan kirab berkuda oleh jajaran Muspida dan diikuti kelompok kesenian lokal yang berjalan kaki dari Lapangan Desa Ngargoyoso menuju Terminal Kemuning.

Di Terminal Kemuning disediakan panggung untuk unjuk seni dari beberapa kelompok kesenian. Dari mulai tari Sabuk Janur, tari Jaran Gedruk, tari Gatotkaca Gandrung, tari Topeng Hitam dari Selo Boyolali, tari Gambyong, tari Bambangan Cakil. Selain itu juga ada kesenian reog, kesenian tek-tek, sendratari Naya Genggong  Sabdo Palon, hadroh, terbangan, rebana, dan wayang orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Istar Yunianto menjelaskan, Festival Ngargoyoso 2013 kali ini merupakan rangkaian dari Festival Lawu. Bila sebelumnya kegiatan serupa digelar di Tawangmangu, kini giliran digelar di Ngargoyoso. “Tujuan dari kegiatan ini untuk mempromosikan potensi wisata yang ada, menampilkan kreatifitas, kegiatan budaya dan inovatifitas terutama di wilayah Ngargoyoso ini,” katanya, Kamis (05/12) siang kemarin.

Ia menambahkan sangat mengapresiasi dalam Festival Ngargoyoso 2013 kali ini. Kegiatan seperti ini dapat mengangkat potensi kesenian lokal dan sumber daya alam yang ada di Ngargoyoso. “Minat masyarakat yang mengikuti festival maupun yang melihat sangat besar, terlihat,” ungkapnya. pd

 

Read More
DSC_0019

Kejuaraan Nasional Paralayang

Paralayang

Paralayang

Karanganyar, Minggu (19/05/2013) Seorang atlet Paralayang sedang mencoba tepat mendarat di lingkaran yang sudah ditentukan, dalam Kejuaraan Nasional Paralayang, di Bukit Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/05). Kejurnas itu diikuti sebanyak 80 atlet dari 10 Propinsi, dan berlangsung 17-19 Mei 2013.

Read More

Ratusan warga Kemuning berebut bibit pohon

Warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, membawa puluhan bibit pohon yang disediakan oleh Pemkab Karanganyar di Lapangan Desa Kemuning, Rabu (7/12/2011) pagi. Pembagian bibit pohon tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Penanaman Pohon.

Ratusan warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, berebut bibit pohon yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Lapangan Kemuning, Rabu (7/12/2011).

Bibit-bibit pohon tersebut oleh sebagian warga akan ditanam di pekarangan rumah dan tegalan. Salah satu warga Dusun Jlono, Desa Kemuning, Toyong, 51, mengaku selama ini kekurangan bibit pohon untuk ditanam di pekarangan rumahnya.

“Di tegalan juga masih banyak lahan yang kosong. Rencananya sana akan saya tanami bibit pohon mahoni dan jati,” ujar Toyong saat ditemui di Lapangan Desa Kemuning sembari membawa puluhan bibit pohon.

Pembagian bibit pohon itu digelar dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional. Pemkab Karanganyar menerima ribuan bibit pohon aneka jenis dari seorang pengusaha yang tidak mau disebut namanya.  Kepala KPH Surakarta, Iwan Setiawan Wisnutomo mengatakan penanaman pohon tersebut bukan sekadar untuk melestarikan hutan lindung namun juga untuk mencegah terjadinya longsor.

“Menurut peraturan, setidaknya 30 persen dari kawasan hutan lindung itu ditanami. Tapi di Karanganyar ini baru 19 persen, sehingga masih banyak lahan yang harus digarap,” ungkap Iwan. Dengan memberikan bibit pohon itu kepada masyarakat, setidaknya bisa meminimalisasi masyarakat untuk menebangi pohon di hutan lindung.

Read More
kemuning 03

Kebun Teh Kemuning

kemuning2

Kebun Teh Kemuning

Perkebunan Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo-Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.

kemuning7

Kebun Teh Kemuning

Kawasan Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung. Untuk menuju tempat tersebut, tidak sulit. Kita bisa memakai angkutan umum dengan rute Karangpandan, Ngargoyoso, dan Jenawi. Hamparan hijau perkebunan teh sangat bagus dilahat. Di Kemuning, kita bisa menikmati pesiar dalam bentuk tea walk alias menjelajahi perkebunan teh. Tak hanya pemandangan hamparan teh. Puluhan perempuan bercaping dengan tenggok di punggung menjadi bumbu lain yang sedap dilihat. Mereka bekerja dengan penuh kesabaran dan ketelitian.

kemuning

Kebun Teh Kemuning

Saat matahari baru saja merekah, aktivitas para pemetik daun teh ini sudah dimulai. Eksotis, karena jarang bisa dijumpai di obyek wisata pada umumnya. Rencananya kawasan wisata Kebun Teh Kemuning juga bakal dilengkapi gardu pandang. Dengan begitu, wisatawan lebih mudah melihat hamparan teh. Pemkab Karanganyar juga akan melengkapi Desa Kemuning dengan homestay bagi pengunjung yang ingin menginap. Ini bukti, Kemuning tak semata jadi produsen daun teh. Tetapi juga sebuah lokawisata yang mengasyikkan dan punya fasilitas signifi kan.

Read More