IMG-20201021-WA0080

Rembug Warga Usung Tema “UMKM Bangkit Di Masa Pandemi” di Griyo Budoyo Kemuning

Read More
DSC_6210

“Smart Village Nusantara” Desa Kemuning Siap Bersaing Di Era Digital

 

KARANGANYAR – Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar menjadi pilot project program Smart Village Nusantara, selain Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.

Program dari PT Telkom tersebut secara simbolis diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Balai Desa Kemuning pada Kamis (1/10/2020). Dalam acara tersebut turut hadir pula Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Edi Witjara menyampaikan, pemilihan Desa Kemuning dan Pangandaran sebagai pilot project program Smart Village itu melalui hasil penilaian dan survei oleh pihak PT Telkom.

Dari aspek Sumber daya Manusia (SDM), potensi maupun dari infrastruktur dua desa itu dinilai siap menjadi pengembangan pilot project program smart village.

“Ada banyak desa yang mengajukan proposal untuk ikut piloting program ini. Tapi ada dua yang terpilih, yakni Desa Kemuning dan Desa Pangandaran, karena memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, untuk bisa menjadi smart village,” katanya usai acara launching, Kamis (1/10/2020).

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik atas terpilihnya Desa Kemuning sebagai pilot project Smart Village.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk lebih maju dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” terangnya.

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi mengungkapkan, desa memiliki kekuatan ekonomi baik itu sektor pertanian, perikanan dan pariwisata. Apabila hal itu dikelola dengan baik tentu akan memajukan desa tersebut.

“Desa adalah masa depan Indonesia. Tapi desa maju harus punya tiga ciri, ada anak mudanya, SDM-nya kreatif dan ada partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, program Smart Village Nusantara akan membuka jendela dunia bagi kemajuan desa. Program ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemerintahan desa seperti mempermudah tata kelola administrasi desa, meningkatkan Ekonomi melalui digitalisasi, dan menaikkan tingkat keamanan desa.

“Ini (program) harus ada dukungan semua pihak. Termasuk adanya partisipasi dari SDM-nya untuk mengantisipasi perubahan yang bergerak cepat,” jelasnya. Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr/Ang)

Read More
WhatsApp Image 2020-03-05 at 09.50.12

Pemkab Karanganyar Bicarakan Teknis Kerjasama Dengan PT Sari Kemuning

Kabag Pemerintahaan Setda Karanganyar, Drs Ali Guhron sedang memaparkan teknis kerjasama dengan PT Sari Rumpun Kemuning. Dalam Kerjasama teknis tersebut, rapat dipimpin oleh Asissten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Sundoro.

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bertemu dengan PT Sari Kemuning di ruang Garuda Kantor Setda (05/03). Diundangnya PT Sari Kemuning untuk membicarakan teknis kerjasama ‘menyulap’ kawasan kebun teh kemuning seluas 52 hektar menjadi destinasi wisata.  Perlu diketahui Pemkab Karanganyar telah bekerja sama dengan PT Sari Rumpun Kemuning dalam pengelolaan wisata di kawasan tersebut.

“Kerjasamanya dalam bentuk BGS yakni Bangun, Guna dan Serahkan. Artinya, Pemkab Karanganyar melalui PD Aneka Usaha membangun kawasan wisata kebun teh tersebut. Kemudian setelah 35 tahun diserahkan ke PT Sari Kemuning lagi,” papar Kabag Pemerintahan Setda Karanganyar. Drs Ali Ghuron MM ditemui usai membicarakn teknis kerjasama tersebut. Dalam rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Sundoro.

Dia menambahkan selama 35 tahun tersebut, Pemkab memberikan kontribusi per hektar Rp 20 juta per tahun. Pihaknya menawarkan Rp 20 juta tersebut setelah melakukan kejian mendalam dan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Namun, pihak PT Sari Kemuning akan melakukan konsultasi dengan Kodam IV Diponegoro.  “Dalam hal ini Pemkab dan Aneka Usaha akan menggandeng investor. Artinya investor tersebut dibawah kendali PD Aneka Usaha,” tambahnya.

Lebih jauh, Ali Guhron mengatakan rencana pembangunan meliputi gardu pandang, jogeng trek, plaza, tempat parkir, souvenir, penginapan konsep alam, paralayang,  dan jembatan kaca. Kawasan 52 hektar yang disewa tersebut, 40 hektar untuk pembangunan destinasi wisata. Kemudian 12 hektar bekas galian C akan dipergunakan untuk agro wisata dalam rangka pemulihaan habis penambangan. Kondisi rusak dipulihkan dengan tidak membangun fisik ditempat tersebut dan lebih mengarah pada agrowisata. “52 hekatr itu meliputi Kemuning, Ngargoyoso dan Gumeng Kecamatan Jenawi. Potensi destinasi wisata yang luar biasa, “tambahnya. (hr/adt)

 

Read More
WhatsApp Image 2020-01-06 at 08.37.44 (1)

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam Di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso

Read More
DSC_9513

PT TELKOM INDONESIA : Desa Kemuning Karanganyar Akan Jadi Pilot Project Smart Village

Karanganyar – 03 Januari 2020

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bekerja sama dengan PT Telkom untuk menjadikan Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso sebagai pilot project smart village.

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, direncanakan sesuai jadwal program smart village akan diimplementasikan pada medio Februari-Maret 2020.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, program ini pemanfaatan teknologi dalam aktivitas pemerintahan desa. Terkait akses pelayanan publik, potensi desa, dan data-data mengenai desa dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi.

Sambungnya, melalui aplikasi ini masyarakat juga dapat berperan aktif terkait pengawasan jalannya pemerintahan desa. Semisal dalam upaya pengentasan kemiskinan, masyarakat sekitar bisa ikut mengawasi apakah yang bersangkutan layak dikategorikan sebagai warga miskin.

“Sehingga tidak ada alasan bagi siapapun yang membutuhkan pelayanan publik harus bertemu dengan kepala desa,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/1/2020).

Meskipun baru Desa Kemuning yang menjadi pilot project smart village didampingi pihak Telkom, ia berharap semua desa dan kelurahan kedepannya bisa menerapkan hal yang sama.

Manager Goverment Enterprice Telkom Solo, Achmad Yusuf Zen mengatakan, dalam program smart village terdapat tiga pilar yakni smart governance, smart bussines dan smart society.

“Aplikasinya nanti ada di masing-masing smartphone milik warga, nantinya terhubung ke dash board (pusat kontrol) di desa kemudian terhubung ke kecamatan dan kabupaten,” ujarnya.

Adapun implementasi dari smart village di Desa Kemuning direncanakan akan dimulai pada Februari-Maret 2020.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_6589

Perkuat Persatuan dan Kesatuan, Warga Kemuning Dan Pemkab Karanganyar Kibarkan Bendera Raksasa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta masyarakat Desa Kemuning memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan membentangkan bendera raksasa di Lembah Sumilir

 

 

KARANGANYAR – 1 Agustus 2019

Masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengibarkan bendera raksasa di Lembar Sumilir. Bendera dengan ukuran 30 x 45 meter tersebut dikibarkan oleh 50 anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) dan dibentangkan di lereng bukit.

Informasi yang berhasil dihimpun Karanganyarkab.go.id Pemkab Karanganyar dan Masyarakat Kemuning melakukan upacara kirab budaya di Terminal Ngargoyoso. Bendera raksasa tersebut juga ikut apel dengan dibawa oleh 50 anggota banser diiringi anggota TNI dan polisi. Usai apel, bendera itu diarak melalui kirab budaya menuju lembah semilir dengan ketinggian 60 meter dan berada di lereng barat gunung lawu. “Merah putih raksasa telah berkibar Tanggal 1 Agustus 2019. Hal ini juga memulai peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke 74 di Kabupaten Karanganyar,” papar Bupati Karanganyar, Juliyat

Pelajar sangat antusias mengibarkan bendera merah putih di sela-sela kebun teh di lembah Sumilir

mono usai menyaksikan penarikan bendera raksasa di Lembah Sumilir, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kamis (1/08).

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyatakan bendera raksasa dari lembah Sumilir, Karanganyar memberikan sinyal besar untuk negera Kesatuan Republik Indonesia. Bendera Merah Putih selalu dikibarkan setinggi-tingginya di seluruh wilayah negara Republik Indonesia sebagai bentuk kebanggan, kehormatan dan kejayaan negera. “Mari kita terus jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
_DSC0983

Desa Kemuning Ditetapkan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto memukul Gong sebagai tanda lounching desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

 

KARANGANYAR – 31 Juli 2019

Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso ditetapkan sebagai Desa sadar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Lounching desa sadar BPJS diharapkan dapat menjadi contoh desa yang lain. Sebab pada 2021 nanti, pemerintah menargetkan 80 persen tenaga kerja Indonesia sudah terlindungi BPJS. “Saat ini di seluruh Indonesia ada sekitar 56 persen yang tenaga kerja baik tetap maupun tidak tetap sudah tercover 56 persen. Sedangkan untuk Karanganyar sudah 90 persen tenaga kerjanya terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” papar Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solo, Rudi Yunarto usai lonching desa Sadar BPJS di Kemuning, Selasa (30/07).

Lounching ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto dan dilanjutkan dengan menandatangani Mou oleh Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko.

Menurut Rudi Yunarto peserta BPJS di perkotaan sekitar 40 persen, sedangkan di pedesaan sudah mencapai 60 persen. Dia mengatakan semua pekerja yang bekerja memang dapat dilayani oleh BPJS. Baik yang sudah bekerja tetap atau bekerja tidak tetap. “Sejak 2017 kami mengenalkan BPJS Ketenagakerjaan di desa. “Di desa itu potensi ketenagakerjaan luar biasa, mulai pedagang, petani dan nelayan,” bebernya

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menyambut baik kerjasama BPJS tersebut. Semoga kerjasama itu dapat membantu masyarakat. (hr/adt)

Read More
_DSC0992

Harmonisasi Dengan Alam, Masyarakat Kemuning Gelar Tari Bedhayan Pucuk Putri

Sebanyak 9 orang penari tengah menari Bedhayan Pucuk Putri dalam gelar kirab budaya di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso

 

 

KARANGANYAR – 30 Juli 2019

 

Masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso menggelar kirab budaya dan tari Bedhayan Pucuk Putri Di Dusun Gondang Rejo, Kemuning.  Kirab budaya dan tari bedhayan pucuk putri dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk selalu berharmonisasi dengan alam. Yakni menjaga alam dengan tidak merusaknya.

“Bersanding dengan alam terus karena alam ini bisa menampung air dan manahan air dari erosi. Harapan kami, marikah kita jaga alam dan pelihara alam ini dengan baik,” papar Penyelenggara kirab budaya dan Tari Bedhayan Pucuk Putri, Priyanto Kromo Wiryo.

Kirab dimulai dari Dusun Gondang Rejo sekitar 800 meter. Mengintari jalan dan masuk di area sendang Gondang Rejo. Sepanjang jalan, peserta kirab membawa gunungan dari buah-buahan, dan jajan pasar yang dibawa putri-putri warga setempat. Selanjutnya dibelakangnya ada membawa gamelan dan sejumlah penari. Memasuki areal teh, 9 orang putri penari dengan indah disela-sela tanaman teh. Tiba-tiba ada segerombolan hama yang menganggu tanaman teh tersebut. Namun demikian, hama itu akhirnya bisa diusir atau disingkirkan.

Harapan warga, menurut Priyanto mengajak anak muda dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kedamaian alam. Sekaligus mengakrabkan generasi milenial untuk bersentuhan dengan tanaman. Mereka rata-rata bercita-cita dan bekerja di kota. “Kita tetap berharap ada yang terus mencintai tanaman, mengolah tanah dengan baik. Lha, pendekatan kami dengan pendekatan budaya. “ tandasnya. (hr/adt)

Read More
DSC_7590

Senam Massal Memperingati Hari Ibu di Terminal Wisata Kemuning

Read More

Jumat keliling di Masjid Al – Hikmah Desa Kemuning, Ngargoyoso

Read More