aku copy

Upacara Adat Mondosiyo, Ayam Jadi Rebutan

Seekor ayam jadi rebutan puluhan orang di upacara Mondosiyo, Selasa (04/08) di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Seekor ayam jadi rebutan puluhan orang di upacara Mondosiyo, Selasa (04/08) di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Karanganyar, Rabu (05/08/2015)
Upacara adat Mondosiyo yang diadakan warga masyarakat lereng lawu, di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu sudah menjadi tradisi turun temurun.

Menurut warga setempat, upacara Mondosiyo sudah ada sejak puluhan tahun, sebagai ungkapan rasa syukur hari jadi dusun Pancot.

Kepala Lingkungan (Kaling) Dusun Pancot, Sulardiyanto menuturkan, upacara adat itu diadakan setiap tujuh bulan. Tradisi ini diselenggarakan setiap Selasa kliwon wuku Mondosiyo.

“Ini merupakan rasa syukur bagi warga. Diawali dengan atraksi reog yang diarak sekitar 300 meter ke lokasi acara,” kata Sulardiyato, Selasa (04/08) sore.

Ribuan warga sekitar sejak jam 15.00 WIB, sudah memadati sepanjang gang kecil menuju Balai Pasar. Tak hanya dari desa setempat, namun juga ada yang datang dari Dusun Somokadu, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu.

Terdapat sembilan reog yang turut serta memeriahkan acara tersebut. Kemudian setelah sampai di depan Balai Pasar, satu per satu reog memperlihatkan atraksi.

Setelah semua sudah mendapat giliran atraksi, dilanjutkan upacara dengan menyiram air tape di situs Batu Gilang setelah diambil dari Punden Bale Patokan.

Menariknya, setelah itu ribuan warga dengan serius mengamati atap joglo untuk menangkap empat pasang ayam. Hewan unggas itu sengaja dilempar di atas atap untuk diperebutkan jika turun.

Berbagai usaha dilakukan agar bisa menangkap ayam itu tanpa menaiki atap rumah. Mereka hanya boleh berpegangan pada pinggir atap saat mencoba menangkap ayam itu.

Dalam adat Mondosiyo, ayam-ayam itu diberikan pemilik sebagai nazar atas keberhasilan yang diraih dengan menyerahkan satu pasang ekor ayam (jantan dan betina). Namun bagi warga yang berhasil menangkap ayam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi hanya dipelihara. pd

Read More
aku copy

Dengan Mekanisasi Pertanian, Tenaga Kerja Lebih Efisien

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam jajar Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama beberapa pejabat saat memanen padi hasil tanam  Indo Jarwo Transplater, Senin (13/07) di persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (14/07/2015)
Penggunaan alat pertanian modern ternyata lebih efektif dan efsien. Dengan menggunakan transplater (tanam padi) lebih menghemat tenaga kerja pertanian.

Menurut Tota Suhendrata, Peneliti Utama di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menuturkan sistem tanam jajar legowo 2:1 mempercepat fase tanam.

“Cukup tenaga 2 sampai 3 orang. Beda dengan sistem manual, dalam satu hektar bisa 15 orang. Apalagi saat ini sulit mencari tenaga tanam,” ujar Tota Suhendrata dalam acara panen percontohan Sistem Jajar Legowo 2:1, Senin (13/07) di areal persawahan Simojo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dengan menggunakan varietas Inpari 31 dan 33, ternyata tahan terhadap wereng batang cokelat. Umur tanaman sekitar 107 hari setelah sebar dan 112 hari.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pada kesempatan itu, menganjurkan untuk menggunakan mekanisasi pertanian persawahan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memberikan bantuan alat-alat pertanian berupa mesin transplater, hands traktor, penggiling padi, mesin panen, dan pompa air. Karena biaya produksi lebih hemat,” katanya.

Bupati juga menghimbau agar masyarakat yang punya lahan harus ikut Gapoktan. “Dapat pupuk saja harus ada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok). Sumber air untuk irigasi juga dibenahi agar air lebih lancar,” ucapnya.

BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Gapoktan Marbakti Tani, melakukan uji coba pada lahan percontohan seluas 2,4 hektar memakai jarak tanam Indo Jarwo Transplater 20x15x40, dan manual jajar legowo 2:1 20x10x40. Inovasi teknologi tanam padi sistem tanam jajar legowo 2:1, mulai ditanam 10 April 2015.

Ditempat yang sama, Lurah Bejen Ali Qodri menuturkan BPTP Jawa Tengah bekerjasama dengan tujuh pemilih lahan yang tersebar di Kelurahan Bejen.

“Minggu kemarin, dari hasil ubinan rata-rata hasil panen sebanyak 8,5 Kilogram/meter. Konversi satuan hektar sebesar 8,5 ton gabah panen,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0146

Sidak Makanan, Dinkes Temukan Zat Berbahaya

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Karanganyar, Sabtu (13/06/2015)
Tim sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dalam pantuan makanan di pasar tradisional dan toko modern menemukan beberapa makanan yang mengandung zat berbahaya.
Di pasar Tegalgede, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, tim tersebut menemukan dua makanan yang tidak layak konsumsi.
“Setelah diambil sampel dan di uji laboratorium, Kami mendapati criping pohung positif mengandung Rhodamin B. Zat tersebut biasanya untuk pewarna tekstil. Juga di teri nasi yang mengandung formalin,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Fathkul Munir, Jumat (12/06) di lokasi.
Fatkhul Munir juga menjelasakan tahun kemarin, juga di temukan zat-zat tersebut di kedua makanan itu.
“Sudah tiga tahun ini kita temukan positif mengandung Rhodamin b dan Formalin,” jelasnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih hati-hati membeli makanan, selain itu pihaknya terus memberikan edukasi dan pengawasan terhadap bahan berbahaya itu di makanan.
“Uji lab juga dilakukan pada mi pentil, bakso, slondok, kikil, dan singkong keju, namun tidak diketemukan kandungan zat berbahaya,” ujarnya.
Selain di pasar Tegalgede, tim sidak juga disebar ke Pasar Nglano Tasikmadu, Pasar Palur, Pasar Karangpandan, dan Pasar Jatiyoso. pd

Read More
DSC_0102

Jelang Puasa, Bupati Pantau Harga di Pasar

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memantau harga-harga makanan di pasar Tegalgede, Jumat (12/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memantau harga-harga makanan di pasar Tegalgede, Jumat (12/06)

Karanganyar, Jumat (12/06/2015)
Menjelang bulan Ramadhan tahun 2015 yang tinggal beberapa hari lagi, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memantau harga-harga kebutuhan masyarakat di pasar.
Hasil pantauan sementara dari pasar Tegalgede, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, diketahui tidak ada kenaikan harga yang signifikan.
“Harga masih normal, belum ada lonjakan harga yang tinggi,” kata Bupati Juliyatmono, Jumat (12/06) pagi di Pasar Tegalgede.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta barang-barang yang dijual belikan bersih dan sehat, apalagi bulan puasa dan mendekati Lebaran nanti permintaan tinggi.
“Jangan sampai pedagang menggunakan berbagai cara untuk meraup untung yang besar, itu yang harus dihindari. Tetap harus menjaga konsumen dan harga tidak melampui harga normal,” jelas Juliyatmono.
Dia juga menyinggung dengan hukum pasar, kalau rata-rata harga standar namun ada yang tinggi, maka pedagang itu akan ditinggalkan pembeli.
“Sebaiknya menjual dagangan dipastikan sehat dan harga normal,” katanya.
Terkait ketersediaan beras, Bupati Juliyatmono menuturkan jumlah pasokan beras tidak mengkhawatirkan karena di Kabupaten Karanganyar surplus beras.
“Saat ini habis panen. Masyarkat ada yang menyimpan, kecuali yang warga di perkotaan atau yang tidak punya lahan biasanya membeli beras,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0008 copy

Maju Tingkat Jawa Tengah, Bandardawung Targetkan Juara Lomba Desa

Ketua Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Tengah dan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat disambut dengan reog Ponorogo, Rabu (03/06)

Ketua Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Tengah Raidun dan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat disambut dengan reog Ponorogo, Rabu (03/06)

Karanganyar, Kamis (04/06/2015)
Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 menargetkan Juara 1, dan maju ke tingkat Nasional.
Setelah melalui beberapa tahapan, seleksi adminitrasi tingkat Provinsi dan verifikasi data lapangan, Desa tersebut masuk enam besar kategori desa.
Pada Lomba Desa dan Kelurahan di tingkat Kabupaten Karanganyar, Desa Bandardawung yang terletak di lereng Lawu, berudara sejuk itu berhasil menyisihkan 177 Desa/Kelurahan di Kabupaten Karanganyar Tahun 2015.
Kepala Desa Bandardawung Suratno mengatakan dengan maju tingkat Jawa Tengah merupakan suatu tantangan dan amanah dalam melaksanakan tugas-tugas agar dapat lebih baik lagi.
“Tidak hanya terkait pada Kegiatan Perlombaan Desa saja, namun juga pada tugas rutin keseharian,” ujar Suratno, Rabu (03/06) saat menerima Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Balai Desa Bandardawung.
Luas desa tersebut sebesar 301.1640 hektar dengan jumlah penduduk 4.318 jiwa, dengan 1.201 Kepala Keluarga. Terbagi menjadi 31 RT, 10 RW, dan lima Dusun.
“Kami mempunyai Visi SENTRA (Sehat, Aman, dan Sejahtera) dengan Misi mewujudkan warga Desa Bandardawung yang sehat jasmani dan rohani, hidup yang sejahtera, lingkungan yang sehat, lingkungan desa yang aman serta dapat mewujudkan nilai-nilai gotong royong,” jelas Suratno.
Dia juga menjelaskan, terdapat 8 indikator keberhasilan untuk penilaian, antara lain Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi Masyarakat, Keamanan dan Ketertiban, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan, dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
“Untuk sarana dan prasarana pendidikan mulai dari PAUD, SD, dan SMP maupun Lembaga-lembaga pendidikan agama/ketrampilan semuanya ada, sehingga tidak ada anak yang putus sekolah, apalagi di Kabupaten Karanganyar terdapat program pendidikan gratis,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan setelah berkeliling desa, terlihat kesiapan dan optimis Desa Bandardawung sangat terasa untuk mengikuti dan memenangi lomba desa itu.
“Tadi saya berkeliling, terlihat wilayah tertata dengan baik, masyarakat kompak, semangat, bersih, sejuk, rapi, dan sehat. Selain itu jiwa bertetangga dan bermasyarakat dalam bergotong royong masih dijunjung tinggi,” jelas Bupati Juliyatmono.
Bupati juga mengatakan Desa Bandardawung layak mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional. “Yang dibutuhkan untuk persiapan untuk lomba nasional Bupati dan Wakil Bupati mendukung penuh supaya betul-betul memenangai juara nasional,” imbuhnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Tim Penilai Raidun mengatakan dengan adanya lomba ini mempunyai maksud untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan pembangunan di desa oleh Pemerintah dan Pemerinatah Daerah.
“Perlu kerja keras Kepala Desa, Camat, Bupati dan tim penggerak PKK. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya. pd

Read More
gue

Saat Sidak, Wabup Karanganyar Temukan Biaya Solar Rp. 500 Per Tabung

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama tim sidak saat memantau harga dan kesediaan elpiji 3 kilogram di Pasar Jungke, Senin (04/05)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama tim sidak saat memantau harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di Pasar Jungke, Senin (04/05)

Karanganyar, Senin (04/05/2015)
Saat inspeksi mendadak (sidak) elpiji tiga kilogram, Senin (04/05), Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menemukan kenaikan Rp 500/ tabung di tingkat agen. Kenaikan itu dipicu adanya tambahan biaya solar.
Rohadi melakukan inspeksi tersebut di Pasar Jungke dan Warung, Kampus Bibis, Kelurahan Jungke. Pasalnya, selama ini pihaknya menerima sejumlah keluhan dari warga mengenai kenaikan harga elpiji melon tersebut.
“Setelah kita cek, ternyata di tingkat agen harga elpiji tiga kilogram Rp 14.250 setiap tabung. Namun ada penambahan biaya solar menjadi Rp 14.750/ tabung,” kata Rohadi Widodo, seusai sidak elpiji usai sidak.
Tim sidak juga mendapatkan informasi bahwa di tingkat pangkalan, elpiji itu dijual minimal Rp. 16.000, padahal Harga Eceran Terendah (HET) Rp 15.500/ tabung tiga kilogram.
“Dari harga itu, di pengecer menjual dengan harga minimal Rp 17.000 sampai Rp. 18.000. Sampai konsumen bisa mencapai Rp 18.500 sampai Rp 19.000/ tabung,” katanya.
Rohadi, lebih lanjut menuturkan ketersediaan elpiji tiga kilogram sesuai stok jatahnya. Namun distribusi kemungkinan tidak lancar dari pangkalan ke pengecer. “Pengguna ada yang membeli satu tabung jadi dua tabung, atau tiga jadi empat tabung,”katanya. pd

Read More
DSC_0008

BAZNAS Bentuk UPZ Tingkat Desa

BUpati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan pengarahan di Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS, Selasa (28/04) di Kecamatan Tasikmadu

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan pengarahan di acara Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS, Selasa (28/04) di Kecamatan Tasikmadu

Karanganyar, Rabu (29/04/2015)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa maupun kelurahan. Pembentukan di 177 Desa/kelurahan tersebut untuk meningkatkan pengumpulan Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) dari masyarakat muslim.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Karanganyar, Tarsa menuturkan pada tingkat desa/ kelurahan UPZ dibentuk dengan jumlah tiga personil, sebagai penanggung jawab, sekretaris, dan bendahara/juru pungut.
“UPZ ini bertugas mengumpulkan ZIS dari Staf Kelurahan/Desa, dan memungut ZIS tingkat RT/Masyarakat/perorangan. Selanjutnya dana ZIS itu disetorkan di tingkat Kecamatan paling lambat minggu ke dua,” kata Tarsa, saat Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS dan Pembentukan UPZ Tingkat Desa Se Kecamatan Tasikmadu, Selasa (28/04)
Lebih lanjut, dia menuturkan pada tingkat RW-RT, setiap bulan minimal per RT sebesar Rp. 7500 dan disetorkan ke UPZ Desa/Kelurahan.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan Camat, Lurah/Kepala Desa, Ketua RW, dan Ketua RT hendaknya tau persis warga yang memang membutuhkan bantuan.
“Jangan sampai salah sasaran jika memberikan bantuan. Sisihkan sedikit penghasilan untuk diberikan kepada yang kurang mampu,” katanya.
Terpisah, Manager Baznas Karanganyar Abdul Muid menjelaskan perolehan ZIS dari pertengahan tahun 2014 sampai bulan April tahun ini, rata-rata bisa mencapai Rp. 500 juta, yang berasal dari Kantor Pemerintahan, Sekolah, BUMD, BUMN, dan beberapa warga masyarakat.pd

Read More
foto pasuruan-1

Lalung Serius Kembangkan Peternakan Sapi Diperkotaan

foto pasuruan-1

Salah satu keseriusnya adalah dilakukannya studi lapangan yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Amanah dan pemerintah Kelurahan Lalung di lembaga penelitian dan Pengembangan peternakan sapi Grati, Pasuruan Jawa Timur 28-30 Nopember 2014.

Kelurahan Lalung, Karanganyar saat ini telah memiliki sebuah kawasan peternakan sapi komunal terpadu di sisi barat waduk lalung. Kawasan peternakan sapi komunal yang dibangun oleh Progam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan, telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Andini Lestari.

Perkembangan kawasan tersebut cukup pesat, dimana jumlah ternak sapinya sudah mencapai 100 ekor dari awal sekitar 54 ekor. Pesatnya perkembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut tidak terlepas dari komitmen warga yang didukung oleh BKM Amanah Lalung dan pemerintah kelurahan.

foto pasuruan-4

Dipilihnya kunjungan lapangan di balai penelitian dan pengembangan peternakan grati Pasuran, untuk melihat teknologi yang dikembangkan khususnya pengelolaan sapi betina. “Termasuk penguatan kawasan kandang sapi komunal”, ungkap Sukarmo, Koordinator BKM Amanah Lalung ketika menyampaikan maksud dan tujuan studi lapangan.

Ainur Rosyid, staf peneliti BPP Grati menjelaskan bahwa teknologi merubah kandang individu menjadi pola kandang kelompok, cukup efektif diterapkan di wilayah perkotaan. “Efisiensi tenaga menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi pola kandang kelompok”, ujar Ainur.

Melalui kandang koloni, lanjut Ainur peternak tidak harus penuh waktu menangani sapi sehingga bisa melakukan aktifitas lainnya. Pakan berupa jerami yang ditempatkan secara khusus “bank pakan”, sehingga sapi dapat makan setiap saat.

foto pasuruan-2

Selain itu dalam hal reproduksi tidak harus mengamati ternaknya terus menerus. Dengan dikoloni 1 pejantan dapat melayani 20 ekor betina. Sapi pejantan memiliki insting yang kuat menemukan betina yang lagi birahi, sehingga dalam setiap saat bisa melakukan perkawinan. “ini menjadi efektif dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi”, tambah Ainur.

Terkait dengan kondisi perkotaan, dalam penjelasannya staf peneliti Peternakan gratis menyampaikan bahwa pengembangbiakan sapi indukan tidak memerlukan pakan yang berprotein tinggi. Cukup pakan yang berprotein maksimal 8%.

Melalui pakan yang berkadar protein tinggi, maka protein akan diserap habis oleh tubuh. Sehingga sisa di kotoran kadarnya semakin kecil bahkan bisa nol. Dampaknya kotoran sapi tidak akan berbau dan tidak akan banyak lalat. Sehingga aman dan tidak menganggu tetangga sebelah.

foto pasuruan-3

Sementara itu, Suparno anggota BKM Amanah lalung mengajukan kerjasama antara Kelompok Ternak Andini Lestari Lalung dengan Balai Penelitian Sapi Grati. Kerjasamanya berupa penyediaan bibit betina yang produktif dan berkualitas.

“Kami mengalami kesulitan mencari bibit betina yang baik”, ungkap suparno yang juga bekerja di Dinas Peternakan Kab. Karanganyar.

Alhamdulillah, permohonan tersebut ditanggapi positif oleh Balai Penelitian Sapi Grati dan diminta untuk segera mengirimkan proposal permohonan.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kab. Karanganyar

Read More
DSC_0040 copy

Lomba Asah Terampil Bagi Gapoktan

Karanganyar, Kamis (30/10/2014)

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maju final pada Lomba Asah Terampil Kelompok Tani se Kabupaten Karanganyar, yang diselenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar, di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kamis (30/10).

Supramnaryo, Kepala BP4K Kabupaten Karanganyar menuturkan pada kegiatan final ini merupakan hasil dari babak penyisihan yang dilakukan seleksi di tingkat Kecamatan. Selain itu juga menyambut HUT ke 97 Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini meliputi beberapa babak, mulai pertanyaan wajib, lemparan, rebutan, dan praktek. Pada babak praktek, peserta diminta untuk okulasi bibit pohon durian dan membuat biopestisida,” ujar Supramnaryo saat ditemui di sela-sela lomba.

Setelah melalui rangkaian babak lomba. Akhirnya sebagai pemenang juara satu dengan nilai 1540, Gapoktan Tani Maju, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo. Juara dua, Makarti Tani, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar dengan perolehan nilai 1330. Disusul, juara tiga Karya Tani, Desa Dawung, Kecamatan Matesih dengan nilai 1110.

Selanjutnya sebagai Juara Harapan satu, Gapoktan Bangun Karyo Tani, Desa Jati, Kecamatan Jaten. Harapan dua, Ngudi Makmur, Desa Kebak, Kecamatan Jumantono, dan Harapan tiga Bumi Lestari, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Masing-masing memperoleh nilai 1090, 980, dan 930.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan mengatakanasah terampil ini merupakan salah satu metode penyuluhan untuk menyebarkan teknologi pertanian sekaligus mengetahui seberapa besar hal itu mampu diadopsi para kelompok tani.

“Saya harapkan para kelompok tani, penyuluh dan lembaga terkait mampu mewujudkan pertanian yang lebih maju dan penuh kreatifitas secara terus menerus,” ujar Bupati Juliyatmono.

Lebih lanjut, Bupati mengajak untuk mendorong tumbuhnya wirausaha pertanian yang handal, mampu menyajikan berbagai produk hasil kegiatan kelompok tani yang ditangani secara modern, memiliki nilai tawar dan nilai jual yang lebih baik.pd

Read More

Daftar Alamat SKPD Kabupaten Karanganyar

SETDA, BAPPEDA, BKD, BPPT, DPPKAD, DPU, RSUD, Kecamatan, Kelurahan

Read More