DSC_0066

Kelompok Tani Ternak Mendapat mendapat Bantuan dana Hibah

DSC_0064

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Meninjau Ternak Sapi Sesaat Setelah Acara Pemberian Hibah Selesai, Selasa Siang 09/12

DSC_0051

Pemberian Simbolis Bantuan Hibah II Oleh Bupati Karanganyar

Bertempat di Aula Kandang Komunal Kelompok Tani Ternak Andini Lestari, pada Selasa 09/12, Bantuan hibah tahap II tersebut diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar Julyatmono kepada 63 kelompok tani ternak dengan jumlah total sebesar Rp.1.597.500.000. Hadir dalam acara tersebut wakil bupati karanganyar, beserta SKPD terkait.

 Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan bahwa untuk tahun 2014 ini Pemkab Karanganyar menggulirkan dana sebesar 12.678.000.000 pada 418 kelompok yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar dalam kerangka pengembangan pembangunan ekonomi, sektor pertanian termasuk didalamnya peternakan dan perikanan yang memiliki peran strategis saling terkait dan berkesinambungan. Hal ini merupakan sumber daya alam yang potensial dan aset yang sangat menunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Manfaatkan dengan benar dan optimal dana hibah ini, karena kelompok penerima bertanggung jawab terhadap fisik maupun keuangan atas pemanfaatan dana hibah tersebut”, harap Juliyatmono.

Sementara itu Sumijarto Kadinas Peternakan dan Perikanan Kab. Karanganyar melaporkan bahwa bantuan hibah pemberdayaan kelompok ternak dan ikan tahap 1 telah disalurkan kepada 183 kelompok sebesar Rp. 5.183.000.000 pada tanggal 18 September 2014 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, sedangkan untuk tahap 2 baru diberikan hari ini tadi (Selasa, 09/12).

“Untuk hibah tahap ke 3 sampai saat ini masih dalam proses SK Bupati dan pemberkasan”, tambah Sumijarto

Disampaikan juga pada laporannya, Kelompok Tani Ternak Andini Lestari pada tahun 2014 ini memperoleh juara 1 tingkat Propinsi Jawa Tengah kelompok ternak sapi potong dan akan maju mewakili propinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional 2015. Atas prestasi ini, KTT Andini Lestari mendapat bantuan hibah alat dan mesin pertanian chopper dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prop. Jateng. ad

Read More
DSC_0040 copy

Lomba Asah Terampil Bagi Gapoktan

Karanganyar, Kamis (30/10/2014)

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam kelompok maju ke babak final Asah Terampil Gapoktan, Kamis (30/10) di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar.

Enam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maju final pada Lomba Asah Terampil Kelompok Tani se Kabupaten Karanganyar, yang diselenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar, di Balai Pertemuan Warga Perum Permai Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kamis (30/10).

Supramnaryo, Kepala BP4K Kabupaten Karanganyar menuturkan pada kegiatan final ini merupakan hasil dari babak penyisihan yang dilakukan seleksi di tingkat Kecamatan. Selain itu juga menyambut HUT ke 97 Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini meliputi beberapa babak, mulai pertanyaan wajib, lemparan, rebutan, dan praktek. Pada babak praktek, peserta diminta untuk okulasi bibit pohon durian dan membuat biopestisida,” ujar Supramnaryo saat ditemui di sela-sela lomba.

Setelah melalui rangkaian babak lomba. Akhirnya sebagai pemenang juara satu dengan nilai 1540, Gapoktan Tani Maju, Desa Ganten, Kecamatan Kerjo. Juara dua, Makarti Tani, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar dengan perolehan nilai 1330. Disusul, juara tiga Karya Tani, Desa Dawung, Kecamatan Matesih dengan nilai 1110.

Selanjutnya sebagai Juara Harapan satu, Gapoktan Bangun Karyo Tani, Desa Jati, Kecamatan Jaten. Harapan dua, Ngudi Makmur, Desa Kebak, Kecamatan Jumantono, dan Harapan tiga Bumi Lestari, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Masing-masing memperoleh nilai 1090, 980, dan 930.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan mengatakanasah terampil ini merupakan salah satu metode penyuluhan untuk menyebarkan teknologi pertanian sekaligus mengetahui seberapa besar hal itu mampu diadopsi para kelompok tani.

“Saya harapkan para kelompok tani, penyuluh dan lembaga terkait mampu mewujudkan pertanian yang lebih maju dan penuh kreatifitas secara terus menerus,” ujar Bupati Juliyatmono.

Lebih lanjut, Bupati mengajak untuk mendorong tumbuhnya wirausaha pertanian yang handal, mampu menyajikan berbagai produk hasil kegiatan kelompok tani yang ditangani secara modern, memiliki nilai tawar dan nilai jual yang lebih baik.pd

Read More
gue copy

Karanganyar Budidayakan Padi Hibrida

Karanganyar, Kamis (18/09/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menuai padi hibrida, di dusun Plesungan, desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kamis (18/09)

Benih padi hibrida tengah dibudidayakan di wilayah Karanganyar. Hasilnya, Kelompok Tani Maju, Kecamatan Karangpandan mampu memproduksi 11 ton padi hibrida per hektar. Hal itu terbukti saat diselenggarakannya panen raya di Dusun Plesungan, Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (18/09) pagi. Kelompok tani yang mempunyai total luas lahan 75 hektar di tiga lokasi merupakan satu-satunya pengguna bibit padi jenis hibrida.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh mengungkapkan sempat mengalami kesuitan dalam melakukan sosialisasi jenis padi tersebut. ”Memang jarang sekali petani atau kelompok tani yang menggunakan padi jenis hibrida. Kelompok Tani Maju Kecamatan Karangpandan merupakan satu-satunya yang mau membudidayakannya,” kata dia.

Padi jenis hibrida, menurut Siti memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis padi lainnya. Salah satunya masa tanam yang hanya membutuhkan waktu 100 hari. Hal ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan jenis lainnya yang mencapai 120-125 hari di tiap masa tanamnya. “Padi jenis hibrida hanya butuh 100 hari dari masa tanam hingga panen. Selain itu kuantitasnya juga lumayan yakni 11 ton/ hektar,” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya mengaku masih mengacu pada kuantitas padi. Sedangkan untuk rasa memang masih memerlukan penyempurnaan. “Kami masih mengejar kuantitas produksi. Kalau rasanya memang tidak seenak padi jenis lainnya. Tapi kalau bicara bentuk, padinya tetap mentes,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, memanen perdana padi hibrida tersebut, selanjutnya menuai padi dari yang dipanen secara simbolis. “Hendaknya berniat yang baik sebelum menanam padi, jangan mengeluh. Berdoa semoga melimpah hasilnya. Dan diperhatikan padinya, agar tidak ada wereng,” ujar Bupati Juliyatmono. pd

Read More
panen sidenuk (2)

Panen Padi Sidenuk

panen sidenuk (1)

Penyerahan Bantuan Kepada Petani

Bertempat di desa Plosorejo Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta SKPD terkait melaksanakan Panen Padi Sidenuk Teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-berbasis Organik) pada Rabu Pagi (23/07).

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan rasa optimisnya bahwa petani di wilayahnya tertarik menanam Sidenuk dikarenakan benih tersebut cocok ditanam di wilayah yang kurang air seperti di wilayah Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo serta sebagian di Tasikmadu dan Kebakkramat sedangkan di Matesih sendiri yang merupakan percontohan termasuk air nya cukup baik dikarenakan ada irigasi teknis.

Sementara itu Agus dari Kelompok Tani Rejo III melaporkan bahwa kegiatan demplot dilaksanakan pada masa tanam II dengan luas 10 Ha yang berlokasi di dua tempat Desa Klagon dan Desa Plosorejo. Para petani di dua desa itu menggunakan varietas  Sidenuk yang berasal dari penangkar benih Kerja Boyolali dengan total 250 Kg dan pupuk HUMIKA (Human Acid) asli Indonesia. Dari hasil yang diperoleh, para petani yakin ketahanan pangan nasional akan tercapai dengan target surplus 10 juta ton. ad

Read More

Musim Panen Padi di Jaten Diperkirakan Molor

Musim panen padi di Kecamatan Jaten , Karanganyar diperkirakan molor akibat pasokan air ke lahan pertanian tersendat. Para petani kemungkinan baru memanen padi pada akhir November.

Seorang petani di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Rakiman, 50, mengatakan biasanya para petani memanen padi pada pertengahan Oktober. Karena pasokan air tersendat maka diperkirakan masa panen padi molor hingga akhir November. “Mungkin masa panen padi akhir November atau awal Desember karena pasokan air berkurang,”  katanya saat ditemui, Kamis (20/9/2012).

Pasokan air ke lahan pertanian kurang lancar selama musim kemarau. Selama ini, para petani mengandalkan mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. “Permasalahannya hanya pasokan air, kalau tanaman padinya cukup kuat walaupun musim kemarau. Makanya petani menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawah.

Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur tersebut menuturkan mesin pompa air berjumlah enam unit. Mesin itu digunakan untuk mengairi lahan pertanian seluas 50 hektare. “Ya bergantian, mau bagaimana lagi mesin pompanya hanya enam unit. Yang penting ada pasokan air walaupun sedikit,” jelasnya.

Dia meminta agar instansi terkait memberikan bantuan mesin pompa air untuk mengairi lahan pertanian. Pasalnya, mesin tersebut sangat membantu para petani selama musim kemarau.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengungkapkan pihaknya meminta agar para petani tidak menanam tanaman padi selama musim kemarau. Para petani diminta menanam tanaman palawija seperti jagung.

Pihaknya bakal memberikan bantuan mesin pompa air kepada petani secara bergilir. Sebab, jumlah mesin pompa air cukup terbatas. “Kami sudah mewanti-wanti para petani agar menanam tanaman palawija. Kalau memang minta bantuan mesin pompa air akan kami sediakan namun bergilir karena jumlahnya terbatas,” tambahnya.

Read More

Peresmian Kampung Anggrek Desa Kedungdowo, Plosorejo, Kec. Matesih Kab. Karanganyar

Penggerak / inisiator Kelompok Tani Desa KedungDowo, Plosorejo, Matesih, Kab. Karanganyar menyambut kehadiran Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum  didampingi oleh para Pejabat Dinas Kabupaten Karanganyar beserta jajarannya, Senin  (13/02/2012), kedatangan tersebut berkaitan dengan Peresmian Kampung Anggrek. Pembudidayaan Anggrek dikelola oleh Ari Prasetyo di area rumahnya yang luasnya berkisar 1,5 hektar dari Tahun 2003 sampai sekarang. Beliau berhasil mensosialisasikan dan menginspirasikan kepada warga setempat untuk memajukan ekonomi pembangunan dan pariwisata di perkampungan tersebut.

Terdapat  20 kelompok Tani di perkampungan Anggrek yang dimana  setiap kelompok tani tersebut di beri 100 batang Anggrek dengan jenis yang berbeda untuk dibudidayakan selama 4 bulan dengan hasil panen mencapai  4000 batang . Kelompok Tani tersebut sekaligus di fasilitasi sarana dan prasarana Tanaman yang di budidayakan antara lain: Dendrobium, Palaynopsis, Orsibium, Panda, Katalya, Gramaptopilum.

“Mari Kembangkan serta kemas dengan bagus kampung Anggrek ini, saya mengusahakan akan membangun gapura demi terlihatnya keindahan Kampung Anggrek seperti indahnya bunga Anggrek , “tegas Rina Iriani. (ad/dt/pd/sfa/ang/dy)

Read More

Sulit Air, Petani Terancam Kekeringan

Musim penghujan yang tak kunjung datang membuat petani di Bumi Intanpari Karanganyar kesulitan air. Sulitnya air untuk irigasi tersebut membuat sejumlah lahan pertaniannya dibiarkan bera.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Rukun (Gapoktan) Manunggal di Dukuh Karang Kelurahan Lalung Jaten  Sumarso (52) Rabu (5/10) mengungkapkan masa kemarau ini membuat petani di kelompok taninya kesulitan mendapatkan air. “Dari 210 hektare lahan yang ada di kelurahan ini, kami hanya bisa mengolah antara 30 sampai 40 hektare saja,” kata dia.

Sumber mata air yang selama ini menjadi satu-satu tumpuan mereka dari mata air Gunung Lawu ternyata sudah tidak dapat diandalkan kembali untuk mengairi sawah mereka yang telah berbulan-bulan mengering. “Semenjak digunakan untuk air minum oleh PDAM, aliran airnya tidak sebanyak dulu. Sehingga saat musim kemarau, banyak petani yang tidak menggarap lahan pertaniannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pardiyanto (31), petani dari Dukuh Karang lainnya. Selain masalah air dirinya juga khawatir terhadap hama wereng yang telah membuatnya gagal panen selama tiga kali sehingga membuat dirinya rugi, “Air sulit, hama juga banyak,mudah-mudahan saja obat pembasmi yang baru manjur untuk menangkal wereng.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Jungke Kecamatan Kota, Sunarto, (43)  mengutarakan pandangan yang berbeda. Pasalnya, kelompok tani di tempatnya hingga saat ini masih mampu mengelola lahan pertanian hingga 85 persen dari total lahan seluas 125 hektare. “Sejauh ini masih dapat kita siasati. Air dari Waduk Delingan yang menjadi sumber pengairan kita sejauh ini pun masih lancar. Beberapa lahan pun juga ada yang mulai menggunakan pompa diesel.

Read More