IMG20200928075105

Penyerahan Bantuan Kendaraan Roda Tiga Untuk Kelompok Tani

Read More
20191114_101456

Final Asah Terampil Kelompok Tani

Diskominfo

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ngargoyoso unjuk kebolehan tampilkan yel yel

Karanganyar – Sebanyak enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Karanganyar bersaing dalam babak Final Lomba Asah Terampil Petani Berprestasi tingkat Kabupaten di Terminal Wisata Bangun Makhutoromo Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Kamis (14/11).

Lomba tersebut diikuti enam BPP dari Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Karanganyar, Colomadu, Jatiyoso dan Matesih.

Melalui kegiatan itu Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar mendorong para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian untuk menerapkan teknologi pertanian seiring berkembangnya zaman dan menciptakan produk unggulan.

Kepala Dispertan Karanganyar, Supramnaryo menyampaikan, lomba asah terampil petani berprestasi ini mengambil tema Membangun SDM Pertanian Menuju Sistem Pertanian Berbasis 4.0. Harapannya dengan kegiatan ini bisa menyemangati petani dengan menambah kreatifitas, pengetahuan dan penerapan teknologi sesuai berkembangnya zaman.

“Juri-juri dibekali pertanyaan kaitannya dengan perkembangan teknologi pertanian sesuai berkembangnya zaman. Dengan begitu diharapkan menambah pengetahuan petani,” katanya.

Selama ini sudah ada produk unggulan seperti singkong jalak towo dan ubi yang sudah digunakan sebagai bahan baku pelaku UKM di Karanganyar. “Kita ingin menciptakan produk unggulan baru lagi,” ungkap Supramnaryo.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, perlu adanya rumusan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Melalui kegiatan ini menjadi cara menyemangati petani untuk menciptakan produk unggulan.

Pemkab Karanganyar memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta bagi BPP yang masuk babak final sebagai penghargaan. Bantuan itu akan dianggarkan pada 2020. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk menciptakan produk unggulan yang memiliki nilai lebih.

“Saya beri bantuan sebesar Rp 25 juta untuk masing-masing (yang masuk enam besar). Ini untuk menyemangati mereka. Terserah mereka mau membuat apa. Mereka punya budidaya sendiri, inisiatif sendiri. Mau menanam cabai, ketela, atau porang. Sesuatu yang mempunyai nilai lebih. Ini penghargaan bagi mereka,” ungkapnya.

Adapun hasil lomba asah petani berprestasi itu, BPP dari Kecamatan Colomadu keluar sebagai juara pertama, kemudian Kecamatan Jenawi meraih juara kedua dan Kecamatan Ngargoyoso mendapatkan juara ketiga. (in/an)

Read More
DSC_3596

Kelompok Peternak Ngudi Rezeki Popongan Ikuti Lomba Kelompok Tani Dan Ternak Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Read More
DISKOMINFO

Kelompok Tani Subur Lestari Mewakili Lomba Kelompok Tani Ternak Berprestasi

Read More
KOMINFO

Kelompok Tani Ternak Subur Lestari Wakili Karanganyar di Lomba  Tingkat Propinsi

Kandang ternak Kelompok Tani Subur Lestari yang akan di nilai oleh Tim Penilai Provinsi

Karanganyar, Kamis 12 Juli 2018

Kelompok tani ternak subur lestari Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu terpilih mewakili Kabupaten Karanganyar untuk lomba kelompok tani ternak berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Pengolahan kompos dan peningkatan populasi menjadi andalan pemaparan dari kelompok ternak subur lestari maju. Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Subur Lestari, Hendrik Mulyoto saat memaparkan dihadapan tim penilai kelompok ternak berprestasi dari Propinsi Jawa Tengah di Sekretariat Kelompok Tani Subur Lestari Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu, Rabu (11/7) kemarin.

Menurut Hendrik, dengan memanfaatkan luas area sekitar 4000 meter persegi dari tanah kas Desa Pandeyan. Populasi sapi kelompok ternak terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Hal ini dikarenakan peternak rutin menjaga kebersihan kandang dan kesehatan sapi.

“Awalnya tahun 2015 berjumlah 36 ekor kemudian tahun 2016 meningkat menjadi 82 sapi dan untuk 2017 mencapai 112 ekor. Kenaikan mencapai 30 persen,”terangnya.

Ditambahkannya peningkatan jumlah populasi dari kelompok ternak subur lestari bekerjasama dengan tim kesehatan dari Dinas Peternakan.

“Untuk sapi kita rutin melakukan pemeriksaan secara berkala. Pengobatan diluar kemampuan para peternak biasanya ditangani langsung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan),”katanya.

Hendrik mengatakan produk yang dihasilkan dari kelompok tani subur lestari yakni anakan sapi atau pedhet. Ini sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah dan meningkatkan populasi ternak sapi.

“Pemeliharaan sapi dikalangan p[eternak hampir rata-rata dengan penggemukan. Hasilnya selain untuk pemenuhan daging di Karanganyar juga peningkatan kesejahteraan anggotanya,”jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk hasil limbah populasi sapi telah diolah dengan baik. Hasilnya berupa pupuk organik atau kompos.”Kita terus melakukan pembinaan terhadap para anggota. Apalagi permintaan pupuk organik terus meningkat di masyarakat,”terangnya.

Demikian Diskominfo (yg/ind)

 

Read More
web

Kelompok Tani Tentrem Maju Lomba Nasional Ternak Sapi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutan di Verifikasi Lomba Ternak Sapi Tingkat Nasional di Kelompok Tani Tentrem.

Karanganyar, Selasa (29/08/2017)

Kelompok Ternak Tani Tentrem, Dukuh Kidangan, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar maju di Lomba Nasional Ternak Sapi, sebagai wakil dari Provinsi Jawa Tengah.

Untuk melihat langsung kelembagaan dan pengelolaan ternak, Tim Verifikasi Tingkat Nasional mendatangi untuk penilaian di Kelompok Peternak Tani Tentrem berada. Tim itu berasal dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dipimpin Wignyo Sadwoko, Selasa (29/08).

“Kunjungan kami adalah memverifikasi, karena kelompok Tani Tentrem yang sudah di usulkan oleh Provinsi Jawa Tengah, yang menjuarai tingkat Provinsi, untuk mengikuti lomba di tingkat nasional,” kata Wignyo Sadwoko.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Wignyo, tahun 2017 ini terdapat 18 Provinsi yang mengikuti, dan pihaknya sudah melakukan penilaian dari proposal profil yang masuk, dan ada 10 yang sudah di verifikasi sedang berjalan.

“Jadi kelompok Tani Tentrem ini sudah 10 nasional,” kata Wignyo.

Dijelaskan pula olehnya, penghargaan Anugerah Bakti Peternakan tahun 2017 ini untuk memberikan apresiasi motiviasi kepada peternak yang sudah mampu mengembangkan khususnya sapi potong dengan baik. Seperti sapi disini, gemuk, sehat dan bulat.

“Kami disini juga berdialog secara langsung, apa yang sudah dilakukan oleh para peternak, juga kelompok tani ini sendiri, disamping verifikasi juga melakukan pembinaan untuk peningkatan populasi sapi agar lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan Nasional,” kata Wignyo.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sapi disini bagus-bagus, manajemen juga baik, bahkan Kabupaten Karanganyar sering menjuarai lomba peternak sapi tingkat Nasional.

“Saya senang dengan lomba ini, supaya penilaian ini menambah dorongan petani ternak yang ada di Kabupaten Karanganyar,” kata Bupati Karanganyar.

Tahun lalu ada lomba sapi tingkat Kabupaten Karanganyar. Sebagai apresiasi setiap kecamatan diberikan bantuan dana untuk mengembangkan sapi lokal sehingga populasi meningkat.

Ditempat itu, Bupati juga menawarkan bantuan sapi perah kepada petani ternak untuk dikembangkan. Selain itu susu yang dihasilkan akan dibeli Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang nantinya diminumkan untuk anak PAUD dan SD.

“Nanti anak-anak itu semakin cerdas, pertumbuhan juga semakin baik. Membangun kecerdasan anak itu dimulai dari kecil,” katanya.

Ditempat itu, Ketua Kelompok Tani Tentrem Sukasno, saat paparan menjelaskan, kelompoknya mulai berdiri di tahun 2009 dan mengembangkan jenis sapi Simental dan limousin.

“Dari tahun ke tahun jumlah sapi meningkat. Untuk tahun 2017 ini sudah 122 ekor. Terdiri dari betina 64 ekor dan jantan 58 ekor,” kata Sukasno.

Sedangkan untuk penanganan limbah kotoran, pihaknya diolah menjadi pupuk organik yang dikelola oleh kelompok. Kelompoknya juga mengembangkan budidaya cacing, sehingga kotoran itu untuk makanan.

“Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri dan dijual ke Gapoktan Ngudi Rukun,” katanya.(pd)

Read More
DSC_5521

12 Kelompok Tani Terima Bantuan

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan secara simbolis bantuan hibah kepada Kelompok Tani di Aula Bank Jateng Cabang Karanganyar, Selasa(22/8).

Karanganyar, Selasa 22 Agustus 2017

Dua belas kelompok tani di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan hibah dan alsintan pasca panen mesin power theser multiguna. Diharapkan bantuan tersebut mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan kesejahteraan petani, Selasa (22/8/2017).

Dari dua belas penerima bantuan tersebut terbagi menjadi dua, yakni tujuh Kelompok Tani penerima hibah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar dengan total bantuan sejumlah Rp 295 juta rupiah, masing-masing diperuntukkan pengembangan pertanian organik, budidaya jamur, empon-empon, kompos dan sarana pertanian lainnya. Sedangkan lima Gapoktan menerima alsintan berupa mesin pasca panen Power Theser Multiguna.

Penyerahan dilakukan di Aula Bank Jateng Cabang Karanganyar oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo didampingi Direktur Bank Jateng dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan kepada para  Kelompok Tani yang menerima bantuan segera membelanjakan dengan baik agar ada peningkatan yang maksimal. Karena pemberian hibah ataupun alat pertanian diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi.

Wabup juga berharap untuk pertanian organik di Kabupaten Karanganyar dapat semakin berkembang dengan baik dan menjadi agrowisata.

“Di daerah Pereng ada pengembangan padi organik, mudah-mudahan dengan adanya irigasi pertanian di Waduk Gondang Kecamatan Kerjo akan menambah indeks tanam petani,”tuturnya.

“Beberapa titik pertanian untuk  diberikan heritage sebagai agrowisata karena memiliki pemandangan yang bagus nan hijau seperti di Bali, ini harus ditumbuhkembangkan untuk kemajuan pertanian di Karanganyar tak terkecuali peningkatan kesejahteraan petaninya,”tandasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

Read More
DSC_3479

Kelompok Tani Organik Terima Bantuan Motor

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat mencoba motor roda tiga untuk bantuan Kelompok Tani Organik.

Karanganyar, Kamis (11/05/2017)

Kelompok Tani pertanian organik sebanyak tujuh kelompok mendapatkan bantuan alat pertanian berupa motor angkut roda tiga, dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Pemberian alat pertanian itu diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (10/05) di Terminal Wisata Karangpandan, di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo.

“Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 ini baru bisa diberikan untuk tujuh dari 15 kelompok tani organik di Kabupaten Karanganyar, sisanya mudah-mudahan diberikan lewat APBD Perubahan tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo.

Motor angkut roda tiga itu diberikan untuk Kelompok Tani (Poktan) Mulyo 1, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang. Poktan Makaryo II, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang. Poktan Pandan Sari, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Poktan Anugerah, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Poktan Konco Tani, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.

“Adapula Kelompok Tani Rukun Makmur I, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi dan Poktan Gemah Ripah, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan. Motor itu digunakan untuk pengangkutan pupuk oranik dan beras oranik,” kata Supramnaryo.

“Saya meminta agar bantuan itu jangan dijual, apalagi harga satu unit motor itu Rp. 25 juta. Dirawat dengan baik dan digunakan semestinya agar produksi pertanian organik meningkat,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan pertanian organik di Kabupaten Karanganyar ditekuni dengan serius. Berkaitan dengan pemasaran produknya, jika ada kendala bisa disampaikan melalui Pemerintah.

“Sesama penjual saya minta rukun agar harga pasar tidak rusak agar sehingga daya tawar tinggi. Kesulitan pemasaran bisa disampaikan ke Pemerintah,” katanya.

Pada kesempatan dan ditempat itu, Bupati juga meresmikan Kios organik khusus beras dan sayuran oranik untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pengemasannya terlihat baik, bersih, dan menarik pembeli.(pd)

Read More
dsc_0499

Sebelas Kelompok Tani Terima Bantuan Hibah APBD Kab. Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus menyerahkan Bantuan Hibah APBD 2016, Jum’at pagi (25/11) di Aula Bank Jateng Cabang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan hibah APBD Kab. Karanganyar bidang pertanian tahun 2016 dan sertifikat organik, Jum’at pagi (25/11) di Aula Bank Jateng Cabang Karanganyar.

Total bantuan sebesar 595 juta rupiah yang diberikan kepada sebelas kelompok tani, diantaranya : Kelompok Tani Gawe Rejo Kecamatan Mojogedang, Gapoktan Mbangun Karyo Kec. Jaten, Kelompok Tani Sentosa Kec. Gondangrejo, Kelompok Tani Ngudi Rejeki Kec. Gondangrejo, Kelompok Tani Sidomulyo Kec. Gondangrejo, Kelompok Tani Rejomulyo Kec. Kebakramat, Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kec. Tasikmadu, Kelompok Tani Ngudi Makmur VI Kec. Jatipuro, Kelompok Tani Santoso Kec. Matesih, Kelompok Tani Makmur II Kec. Gondangrejo, Kelompok Tani Ngudi Rejeki Kec. Jenawi.

Sedang penerima sertifikat organik yakni Kelompok Tani Gemah Ripah Ngemplak, Karangpandan dan Kelompok Tani Anugrah, Matesih.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menghimbau kepada sejumlah kelompok tani, bantuan yang telah diterima benar-benar digunakan untuk usaha.

“Jangan dipakai untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif. Gunakan untuk dapat meningkatkan hasil panen agar maksimal,”

pesan Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
aku

Hasil Panen Padi di Karanganyar Diatas Rata-rata

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo

Karanganyar, Sabtu  (07/03/2015)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Winny Dian Wibawa menegaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan semua daerah khususnya di Jateng bisa swasembada pangan dalam hal ini beras.
“Kabupaten Karanganyar berpotensi bisa swasembada pangan. Sebab hasil panen mencapai 9,6 ton/ hektar dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Jawa Tengah yang hanya Rp 8,8 ton/ hektar,” kata Winny Dian Wibawa, saat panen padi di Dukuh Brangkal, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Dengan capaian di Desa Karangrejo yang terbilang cukup memuaskan dan berpotensi bisa swasembada pangan. Pihaknya akan terus memantau hasil panen berikutnya.
Lebih lanjut, hasil panen masing-masing daerah mulai dari tingkat desa harus dilaporkan ke tingkatan atas hingga pemerintah pusat. “Dengan demikian, data tersebut bisa menunjukkan daerah mana yang bisa swasembada atau tidak,” katanya.
Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap petani tetap memaksimalkan potensi alam berupa sawah yang mereka miliki, sembari meningkatkan kualitas pertanian agar capaian panen kembali memuaskan.
Saat panen padi itu, bisa menghasilkan 9,6 ton padi. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil panens sebelumnya yang hanya 5,2 ton/ hektare.
Ketua Kelompok Tani Sri Sadono, Muhammad Fahrudin mengatakan kelompoknya hanya menggarap 34 hektar sawah. Sementara itu, sisanya seluas 31 hektar digarap oleh Kelompok Tani Rukun Makmur.
“Ini luar biasa. Dulu hanya 5,2 ton/ hektare dan sekarang bisa 9,6 ton/ hektar,” kata dia, kemarin.
Menurutnya, hasil yang sangat baik tersebut berhubungan dengan iklim yang ada saat ini. “Gaya bercocok tanam dari para petani juga mempengaruhi. Mereka belajar teknik bercocok tanam dan lebih paham bagaimana cara merawat padi,” katanya. pd

Read More